Kumusta Ka, Manila?

20121029-001240.jpg

Bonifacio High Street

20121028-140458.jpg

Mabuhay, Manila

Apa kabar Manila? setahun lebih tak bersua dengan kota yang lebih bernuansa Latin atau Karibia ketimbang Asia ini. Begitu mendarat di Terminal 3 Ninoy Aquino International Airport, rasanya lega dan lapang di dada karena cuti telah dimulai. Gak ada ketakutan seperti saat pertama kali mendarat tahun kemarin. Gak ada gasrak-gusruk mencari tempat penukaran uang karena semua money changer pada tutup di Terminal 1 karena fasilitas yang sama telah buka di Terminal 3. Padahal jam mendarat kali ini sama dengan tahun kemarin, pukul 5.30 pagi. Udara pagi Manila masih terasa segar di akhir pekan, berbeda dengan siang hari saat Jeepney yang berkontribusi terhadap polusi udara sudah beroperasi walaupun kendaraan lain sudah banyak beralih ke BBG.

Karena udara yang masih segar sekaligus ga ada agenda yang dikejar, saya dan teman pun memutuskan untuk naik angkutan umum dari Terminal 3 NAIA ke Makati Apartele. Tahun kemarin setiap masuk dan keluar dari bandara selalu menggunakan taksi. Shuttle Bus seharga PhP 20 (Rp 5.000) dari Terminal 3 NAIA akan mengantar penumpang ke MRT/LRT Station terdekat, dalam hal ini interchange LRT-1 EDSA Station & MRT-3 Taft Station. Dari MRT-3 Taft Station, kami berhenti di 1 stasiun berikutnya, Magallanes Station, dan berganti moda ke Jeepney jurusan PRC-Kayamanan C tepat di bawah stasiun MRT. Udah kayak kota sendiri aja, saking ga butuh penunjuk jalan atau Google Maps. Sampai di Makati Apartele ternyata ada kamar yang bisa digunakan pagi itu. Walaupun belum jam 12 sebagai syarat check-in, kami tetap dikasi kamar tanpa ada biaya tambahan. Jadi bisa istirahat dan bersih-bersih sebentar sebelum menjelajahi Manila.

Ga ada agenda khusus di Manila selain main ke The Mind Museum sampai saya dengan khusuk membaca Lonely Planet: Philippines dan menemukan artikel singkat tentang Salcedo Community Market, pasar kaget yang hanya buka di hari sabtu seperti pasar kaget Gasibu Bandung yang buka tiap minggu (ini masih ada ga,sih?). Setelah browsing tentang pasar kaget di daerah elite Bel-Air Village ini, akhirnya saya tergoda singgah karena melihat foto-foto makanan yang dipasang para Filipino Blogger. Dari hasil browsing itu juga saya menemukan pasar kaget lain yang serupa tapi tak sama yaitu Legazpi Sunday Market yang masih di Makati dan Midnight Mercato di Bonifacio Global City. Jadilah ketiga pasar kaget tadi masuk agenda jalan demi menghindari overdosis Max & Jolibee seperti tahun kemarin. Well, walaupun saya gak keberatan juga makan ayam goreng Max yang enak banget itu. Berbelanja di Salcedo Community Market yang bentukannya seperti bazaar itu sungguh pengalaman tersendiri untuk berinteraksi dengan orang lokal. Apalagi disediakan bangku-bangku di taman sebelah untuk yang ingin makan berat sembari melihat orang-orang beraktivitas di taman. Petualangan di pasar-pasar ini entar aja deh saya ceritakan di post lain karena cukup berkesan dengan… makanannya.

20121028-134626.jpg

Salcedo Park

20121028-134755.jpg

Salcedo Park

Kelar membeli sarapan pagi dan membeli buah-buahan segar untuk stok di kulkas hotel, teman saya (sebut saja Bolot) hendak menukarkan US Dollar miliknya ke Philippines Peso di Greenbelt Makati yang letaknya gak jauh dari Salcedo Park. Sekedar tips, kalau mau nukar mata uang ke Peso, silakan tukerin di Sanry’s Money Changer yang ada di Mall Greenbelt 1 & Greenbelt 4 Ayala Center-Makati. Nilai tukarnya kompetitif dibanding di Bandara atau sekitar Malate (daerah backpackers). Di Bandara, 1 US$ dihargai PhP40.7, sedangkan di Sanry’s bisa dapat PhP41.3 – 41.5. Menuju Ayala Center, kami singgah di Ayala Triangle Garden yang letaknya di persimpangan Ayala Avenue dan Makati Avenue, dua jalan yang dulunya adalah runway Manila International Airport. Ayala Triangle Garden ini contoh taman kota yang sempurna banget. Gak sebesar Lumpini Park di Bangkok sih tapi mengakomodasi kebutuhan warga dan turis fakir jaringan internet seperti saya. Selain dilengkapi wi-fi gratis yang bisa diakses tanpa password, di dalam taman ini terdapat beberapa restoran yaitu: Coffee Bean & Tea Leaf, Wee Nam Kee, Pho24, Bon Chon, Bannaple,dan beberapa restoran kecil lain. Kalau mau tahu sekilas tentan Ayala Triangle Garden, bisa dicek di webnya: http://www.ayalatriangle.com/gardens.

Leyeh-leyeh makan hasil berburu di Salcedo Community Market di tengah taman yg letaknya di Makati CBD ini sungguh bikin lupa waktu. apalagi disambi melihat orag yang wara-wiri atau beraktivitas di taman, seperti anak-anak ABG yg lagi latihan nari dan gak diganggu preman setempat, orang yang (maksa) nawarin tikar, atau tukang asongan gitu (UHUKKKK!!!).  Setelah menukarkan duit dan balik ke apartele, tampaknya usia memang ga bisa bohong ketika 24 jam terakhir gabtidur dengan layak. Terpaksa lah siang itu diisi dengan tidur siang aja sekaligus menghindari teriknya matahari siang Manila dan mengisi ulang tenaga buat acara malam.

Restaurant in Ayala Triangle Garden

Fort Bonifacio adalah tujuan kami di malam hari. Di daerah ini terdapat Bonifacio Global City (BGC) pusat bisnis terbaru MetroManila seluas 4 km persegi yg dikelola oleh Ayala Corp. Ciri khas daerah yg dikelola Ayala Corp ini adalah absennya tiang listrik dengan kabel seliweran hingga menjadikan pemandangan lebih rapi. Di BGC ini sekarang pusat perkantoran dan jaringan hotel kelas atas bersarang atau sedang dibangun seperti: JP Morgan, Shangri-la, St Luke’s Medical Center, GE, Deutsche Bank, dan HSBC. Selain kawasan perkantoran dan properti yg bisa bikin Bu Evelyn ciut melihat desain-desainnya, di Bonifacio ini juga terdapat beberapa landmark lain seperti Manila-American Heroes Cemetery dan Bonifacio High Street, yakni jalan sepanjang 1 km yg kanan kirinya dipenuhi coffee shop, restauran, dan bar yg trendi; butik-butik lokal dan internasional seperti Calvin Klein, GAP & Muji; serta di tengahnya diisi dengan taman kota yg dipenuhi orang2 piknik ataupun dog walking di atas rumput tamannya. Kedua icon tadi sudah kami singgahi tahun kemarin.

Lantas ngapain main-main lagi di BGC (Bonifacio Global Citu, bukan Belanja Grosir di Cililitan)?. Tidak lain dan tidak bukan adalah mengunjungi Midnight Mercato. Pasar kaget di malam hari yg buka dari jam 10 sampai jam 2 pagi. Perbedaan mencolok dari Salçedo Community Market dan Midnight Mercato ini adalah apa yg dijual di dalamnya. Pasar yg pertama selain menyediakan makanan jadi juga menyediakan bahan makanan segar seperti buah dan sayur, tanaman hidp, bunga-bunga segar, dan produk organik. Sedangkan di Midnight Mercato lebih kepada comfort food. Banyak banget jajanan lokal dan internasional yg dijual di sini. Sungguh menyayangkan kapasitas perut tang ga sebesar biasanya, jadi harus puas dengan Roast Turkey Sandwich, Fried Snickers, dan Virgin Mojito aja. Perut kenyang, hati senang, dan waktunya pulang. Apalagi sudah lewat tengah malam. Butuh manajemen tenaga dan energi supaya liburan panjang bisa berjalan lancar. Apalgi keesokan paginya bakal diisi agenda yang hampir serupa yakni berkunjung ke… Legazpi Sunday Market. Another day, another market, and another food siyempre.

20121028-134957.jpg

Salcedo Community Market

20121028-140332.jpg

Ayala Triangle Garden

20121029-000836.jpg

Ayala Triangle Garden

20121029-000913.jpg

Ayala Triangle Garden & Philippines Stock Exchange Building

20121029-000947.jpg

Dog Walking at Bonifacio High Street

Hello, Agnes Monica…Hello.. Dream, Believe, Make It Happen yuk

Bonifacio High Street

Numpang mejeng di Bonifacio High Street yak

Sepasang merpati senja menikmati hari…

About these ads

7 thoughts on “Kumusta Ka, Manila?

  1. aku baca nama-namanya aja udah puyeng koh….asing smua gitu (yaiyalah)
    eh eh ini fotonya diedit pake apaan sih? itu yg foto tumpuk2 di atas lucu deh, yg ada tulisannya welcome to manila itu bagus

  2. Salam kenal.. Blog nya bagus dan informatif sekali. Mau nanya, untuk naik shuttle bus dari NAIA T3 ke interchange LRT -1 dan MRT-3 itu susah ngak nyari bus station nya setelah keluar arrival hall T3 nya ? Lalu apakah Shuttle bus dan LRT/MRT-nya luggages friendly ? Mohon dikasih tips nya… Thanks .

    • Salam kenal juga, mas.
      Kalau di T-3 NAIA ga susah kok nyari tempat ngetem busnya. Dari pintu keluar ke arah kiri, ga jauh dari antrian taksi. Tapi awas keliru dengan looping bus NAIA Shuttle yg lain, yg keliling Terminal 1-2-3-Domestic.

      Cari bis yg Terminal 3 – Baclaran – Pasay Rotunda/EDSA.

    • Oh iya lupa, shuttle busnya sih luggage friendly. Kalau MRT/LRT aga repot kl bawa tasnya yg besar krn sebelum masuk diperiksa. Kemarin saya bawa ransel 60L & 1 daypack sih masih nyaman kah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s