Hari kedua di Penang, formasi sudah lengkap khob (woy! belum nyampe chapter Thailand!). Agenda pertama yang udah disepakati lewat kirim-kiriman email itinerary beberapa minggu sebelumnya adalah melipir ke Bukit Bendera (Penang Hill). Tahun kemarin saya gak singgah ke sini karena Funicular di Penang Hill masih dalam proses renovasi dan penggantian jenis kereta ke armada yang lebih modern. Jadilah ini kunjungan kita semua yang pertama ke area tertinggi di Pulau Penang ini. Agak sakit hati melihat harga tiket yang berbeda antara orang lokal dengan turis asing. Untuk turis asing dewasa dikenakan RM 30 (Rp 90 ribu) untuk perjalanan PP, sedangkan pemegang MyKad hanya dikenakan RM 8 (Rp 24 ribu). Hiks.
Karena berangkat pagi (jam 8), diperkirakan di Bukit Bendera belum terlalu ramai sih. Eh, ternyata udah banyak aja anak sekolah yang tur di mari. Btw, kita kemari naik bis Rapid Penang No 204 (Jetty-Penang Hill) dari Komtar dan ketemu rekan seperjalanannya Inggrid di pesawat , yaitu sepasang insan manusia yang kami duga sedang memadu kasih walaupun berbeda usia cukup jauh. *Oh, so sweet*. Sebut saja oknum B dan G.
Perjalanan dengan funicular yg belum berumur setahun ini hanya memakan waktu 5 menit untuk sampai di stasiun terakhir. Sewaktu menanjak ke atas, kita bakal disuguhi pemandangan kota Georgetown, Selat Malaka, dan jika beruntung hari cerah maka akan terlihat Jembatan Penang dan Semenanjung Malaya. Terlihat juga ada trem yang digunakan sebelum armada baru ini. Sebuah trem berwarna merah yg cukup legendaris.
Sesampainya di atas bukit, malah terasa kurangnya atraksi di atas bukit. Hanya ada kantor pos, restoran, area meneropong, dan food court kecil. Kita sih gak menjelajah sampai ke belakang karena males melihat ramainya orang saat itu. Tentang food court kecil itu, ternyata beberapa areanya digunakan untuk tempat berdagang souvenir dan sebuah venue baru, OWL Museum, yang mempunyai motto Owl-some. Kirain pertama isinya koleksi burung hantu, eh ternyata berisi pernak-pernik terkait burung hantu. Mulai dari kerajinan, perhiasan, dan handicraft berbentuk burung hantu. Ada juga area penjualan souvenir. Berhubung ini museum ini (sepertinya) milik swasta, jadi tiketnya agak mahal yah, sekitar RM 10. Lumayan buat cuci mata dan… ngadem. Jalan-jalan kita di Bukit Bendera diakhiri dengan beristirahat sejenak di food court dengan minuman khas lokal seperti Ais Kacang dan minuman yg namanya sempet bikin memutar otak untuk sementara, ABC. Ais Batu Campur (silahkan memutar bola mata anda!).
Read more








