Eat│Play│Repeat

Here, There, and Everywhere

Cak’ Tu’ Ci

Gak terlalu susah menemukan makanan daerah di Jakarta karena demografinya yang heterogen. Tapi yang sedikit susah menemukan yang enak. Tapi pakem itu sedikit gak berlaku bagi saya dalam kasus masakan Manado. Bagi saya, makanan Kawanua itu cuma ada 2 kategori : ENAK & ENAK BANGET. Kesulitannya adalah saat mengira-ngira apakah tempat makannya termasuk halal atau non-halal.

Di Jakarta,gak susah menemukan tempat makan yang menyajikan makanan Manado/Minahasa, dari yang kelas food court seperti Pingkan & Dabu-dabu atau berbagai macam counter di food court Mal Ambassador/ITC Kuningan; kelas rumah makan dan restoran seperti Ikan Tude, Chamoe-Chamoe, Cak Tu Ci, Tinoor, atau yang sangat populer Beautika; sampai kelas restoran di mal sekelas Dabu-Dabu Deluxe di Plaza Indonesia.

Interior Cak’ Tu’ Ci

Salah satu favorit saya adalah Cak’ Tu’ Ci yg ada di daerah Panglima Polim. Alasan utamanya karena gak terlalu jauh dari domisili saya (waktu di Jakarta), rasanya juara, dan harganya terjangkau. Tempat ini juga punya nilai historis bagi saya, gara2nya sewaktu 1st date pengen makan di Chamoe-Chamoe Panglima Polim  IX selepas berbuka puasa. Berhubung tempat awal yg dituju tutup jadilah kami berpindah ke Cak Tu Ci. Saat itu (circa September 2009), interiornya masih bernuansa tradisional dengan banyaknya ornamen kayu dan terasa homey sekali. Akhir pekan kemarin di sela-sela kunjungan saya ke Jakarta, nyempetin makan malam disana dan, voila, interiornya berubah seperti cafe kebanyakan. Kursi plastik & meja putih menggantikan suasana lama yg lebih homey sebenarnya.

Menu disini seperti kebanyakan restoran Manado lainnya. Ada Bubur Manado, Nasi Goreng Cakalang, dan berbagai macam seafood yg dimasak dengan bumbu khas Manado seperti Woku Blanga, Kuah Asam, Garo Rica, Rabe Rica, atau pun hanya sekedar dibakar dan digoreng.  Jenis seafood yg disediakan termasuk Ikan Marlin, Goropa (Kerapu) Bobara (Kue), Ikan Tude, Cumi, Cakalang. Khusus Baronang cuma disediakan menu bakar rica. Buat yg gak suka seafood, ada juga menu Ayam yg juga bisa dimasak Woku Blanga, Rabe Rica, Garo Rica, dan Tinorangsak.

Ayam Woku Blanga

Perkedel Jagung

Untuk side dish, disediakan Dabu-Dabu Lilang yakni rajangan tomat hijau, cabe rawit, bawang merah, dan disiram jeruk lemon cui. Juga disediakan Rica-Rica,sambal giling khas Manado. Selain itu kita bisa mesen Perkedel Jagung, sayuran seperti Kangkung Tumis dengan jagung atau tanpa jagung, dengan bunga pepaya atau tanpa bunga pepaya.

Untuk dessert,pengunjung bisa milih Gohu (rujak pepaya muda dgn saus cuka) atau Klappertaart (custard dgn isi kelapa muda). Atau kalo masih kurang (hah!!), bisa milih berbagai macam kue tradisional dari Bumi Kawanua seperti Balapis, Lalampa (lemper isi cakalang), Cucur, Apang,& Panada (roti goreng isi suwiran cakalang).

Panada

Dari segi harga, Cak’ Tu’ Ci boleh dibilang mid-range lah, worth every penny bila dibandingkan dengan rasanya. Untuk masakan Ikan berkisar dari harga Rp. 18-48rb, sedangkan Ayam Rp 30ribuan per porsi. Per porsinya bisa dimakan sampai 4 orang loh. Memang menunya gak selengkap RM khas Manado lainnya, tapi rasanya juga gak bisa dibilang biasa aja. Dari menu yang ada, rasa masakannya bisa dibilang optimal. Pedesnya pas dan edo doe….. bikin nagih.

Nasi Campur

Dabu Dabu Lilang

Rica-Rica

Live Music

Cak Tu Ci
Jl. Panglima Polim V/15
Jakarta Selatan
Telp: 021-7244833, 7268484

4 comments on “Cak’ Tu’ Ci

  1. Timmy M
    November 4, 2010

    duh gw gak terlalu interest sih masakan manado secara di rumah sering bgt bikin tp nice post lho

    btw ada foodie blogger termasuk dari Indo kemarin diundang sama Navotel hotel di Hongkong gratis semuanya baca di blogspotnya budi siapa gitu chef dan penulis buku juga

    • Sy Azhari
      November 4, 2010

      yaiayalah…Timmy boobie!! ngapain makan di luar kalo di rumah sendiri masakan Manadonya juga enak.
      Ya sama kayak di tempat gue,jarang makan di luar karena nyokap masak..apalagi di rumah kebijakannya non-MSG. jd gak terlalu terbiasa makan di luar kalo di Medan

  2. dansapar
    November 4, 2010

    pengin nyobain, tp takut diare
    *hihihihihi
    *perut asli jawa g bisa pedes

    ;((

    • Sy Azhari
      November 5, 2010

      gak terlalu pedes par. gak kayak di Beautika. kalo mau pedes bisa ditambah rica-rica…tapi bukan Sate Jamu Rica-Rica loh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 4, 2010 by in F&B, Jakarta, Tradisional, travel and tagged , , , , .

#archives

#categories

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 268 other followers

Follow Eat│Play│Repeat on WordPress.com
%d bloggers like this: