Eat│Play│Repeat

Here, There, and Everywhere

Leg 4: Derawan yg Menawan

Derawan, sebuah kepulauan di sisi barat Laut Sulawesi . Secara administratif, kepulauan ini termasuk dalam Kabupaten Berau,Provinsi Kalimantan Timur. Pelabuhan terdekat di daratan utama Pulau Kalimantan adalah pelabuhan Tanjung Batu di Kab Berau dengan jarak tempuh 20-30 menit dengan speedboat. Akses ke Kepulauan ini juga bisa dijangkau lewat Kota Tarakan dengan jarak tempuh 3 jam untuk perjalanan laut sepanjang +/- 140 km.

Desember 2008 saat saya pertama kali dateng ke Kalimantan Timur dan singgah ke tempat kerabat saya di Tanjung Redeb (2 jam dr Tanjung Batu), pengen banget menginjakkan kaki ke sini. Tapi apa daya karena ada masalah kesehatan kerabat saya,jadinya perjalanan di batalkan😦

Map (from Wikipedia)

Kepulauan Derawan (from Wikipedia)

Tahun ini beberapa orang teman menyuntikkan racun sembari menggalang massa untuk pergi ke Derawan. Kebetulan ada sisa tabungan selepas Lebaran, akhirnya saya terbujuk lidah berbisa mereka. Tak dinyana, yg jadi ikutan cuma 1 orang doang,si Ndah. Beberapa yg lain mengundurkan diri karena sibuk dengan skandal karier masing-masing *menatap tajam Sapar, Samhoed, & Rudy Gaga*

Teman-teman ini juga menyarankan ikut tur aja lewat sebuah EO di Kota Tarakan daripada ngeteng. Perhitungannya sih karena kita kurang kenal medannya & transportasi disana yg MAHAL. Dari paket-paket yg ada, kita milih paket ‘kasta Waisya‘ dgn fasilitas guesthouse non-AC, snack pagi, makan siang & malam, asuransi, & transportasi selama 3 hari 2 malem.

Derawan Cottage Beach

Derawan Cottage Pier

Di Tarakan, Pelabuhan Tengkayu I jadi meeting point para peserta tur yg berjumlah kurang lebih 20 orang. Kebanyakan datang dari Balikpapan atau Tarakan sendiri. Sisanya ada yg datang dari Surabaya (1 pesawat dan duduk sebelahan dgn saya), Tawau (Malaysia), Bogor (si Nunun Ndah), Tembilahan (Riau), & saya sendiri dari Medan. Adegan dramatisnya adalah pesawat Ndah delayed di Balikpapan,padahal jam 11 siang kita harus udah berangkat. ‘Ancamannya’ kalo jam 12 belum nyampe bakal ditinggal.. hahahahahaha. Akhirnya sembari menembus hujan dari apron Bandara Juwata sampe pelabuhan, Ndah berhasil sampe dengan sehat wal afiat (tp msh tetep nunun).

Perjalanan 3 jam menembus Laut Sulawesi pun dijalani dengan kapal speedboat berisi 12 orang dinakhodai oleh Pak Tua yang handal banget. Kenapa dibilang handal? karena seluruh anggota tubuhnya mengendalikan kapal. Tangan kanan menyetir kapal, tangan kiri mengoperasikan ‘wiper’ manual,2 kakinya mengoperasikan tali di bawah dashboard kapal yg entah apa gunanya. Sebelum berangkat ada yg sempet nyeletuk

“pak, nanti hati2 bawanya ya. kemarin ada tuh kapal yg nabrak karang terus terbalik pas udah di lepas pantai”

SEDDDEEEPPPPP.. ya Gusti, udahlah gue gak pamit orang tua ke pergi ke Derawan, pake ditakut-takuti lagi…dan lagi bokek pula #curcol.

KM Melati 3, bersamanya menembus Laut Sulawesi

Lap Voli Pantai di Derawan Dive Resort

Kira-kira pukul 3 sore, kami sampe di Derawan dan langsung menuju penginapan masing2. Masing-masing? iyeee, penginapannya sesuai ‘kasta’ paketnya. Kalo yg kayak kita dapet guesthouse dengan shared bathroom, kalo yg satu kasta di atas kita penginapannya sekitar 50 m jaraknya dengan kamar ber-AC dan beberapa kamar dalam 1 wisma. Sedangkan 2 kasta di atas kita diinapkan di Derawan Cottage yang We O We *mulai lebay*.

Pas mulai leyeh2 sembari persiapan jalan-jalan keliling pulau, ada segerombolan keluarga ke pelabuhan depan penginapan kita bawa barang-barang mereka. Pas ditanya oleh pengelola penginapan kita mau kemana,mereka jawab :

“itu,kata dukun semalam dia mimpi mau ada ombak besar sebesar Tsunami besok atau lusa”

JRENGGGG.. jawaban yg sangat menenangkan pemirsa. Perasaan laut sekitar Kalimantan aman-aman saja kecuali di selatan yg berbatasan dengan Sulawesi & Jawa sono deh. Si pengelola pun menampik dengan bilang “dukun kok dipercaya”. Dan kita pun bersatu lega kembali.

Sorenya karena acara bebas, saya dan Ndah ngider-ngider mangkal ke arah utara dimana ada Derawan Cottage & tempat langganan nginep mendiang Bapak Pembangunan kita, Derawan Dive Cottage. Anehnya, di Derawan Dive Cottage tuh sepiiiii banget. Ada pembangunan beberapa cottage baru,tapi di cottage lain kok sepi aja gitu. Apa karena bukan musim liburan atau…ah,entahlah.

Selepas dari sana kita cuma main2 dan ngobrol2 dengan peserta tur lain terutama yg sepenginapan kita Mbak Anty & Mas Catur beserta anaknya Raka sampai sunset tiba.

Sunset at Derawan

 

lovebirds🙂

Malam itu masih acara bebas, kita makan malem yg disediakan di kedai di sebelah penginapan kami dengan menu….Ikan. Satu meja bersama kita ada 2 turis dari Jepun & seorang caucasian yg sempet nanyain arti frase di kaos saya *ah,trik doang!!* :p

Dari yg saya curi-curi dengar,2 turis Jepang ini udah seminggu di Indonesia setelah 2 minggu di Vietnam, 1 minggu di Kamboja, & 3 minggu di India. Duh,kalo konteksnya jalan-jalan sih saya mau banget. Gak terasa baru jam 8 malem mata udah ngantuk aja diterpa angin laut.

Esok paginya setelah subuh banyak yg pada ngider di dermaga depan penginapan untuk liat sunrise. Alhamdulillah, cuacanya bagus dan ini beneran salah satu sunrise terindah yg pernah saya lihat di horison lautan. Setelah sunrise kelar, Mas Catur nyari batang & daun pisang buat ditambatkan ke hatiku dermaga untuk mancing penyu-penyu yg suka wara-wiri di depan penginapan berhenti dan sarapan. Sekitar 5 penyu berebutan sebatang pisang untuk menikmati sarapan pagi mereka. Ada yang jenis penyu ijo & penyu sisik.

Puas liat penyu arisan, saatnya kita bersiap-siap untuk islands hopping… walaupun nanti perjalanan yg direncanakan tak semulus wajah Asmirandah.

 

numpang mejeng

 

Gono-gini

Tur ke Derawan difasilitasi oleh GPS Tour Tarakan. Contact profilenya bisa dicek di account facebooknya :

GPS Tour Tarakan

 

CP :  0856-52-144144 (Deni)

Kantor : Jl. Aki Balak No. 103 RT.60 Juwata.
Telp.0551-552-4242

Spice Turtles (posh turtle,scary purple,baby turtle,ginger turtle,sporty turtle)

sunrise sunrise…looks like morning in your eyes

Deretan Penginapan

 

Derawan Cottage

 

Derawan Dive Cottage,langganannya Bapak Pembangunan

Ndah menanti pangeran yang TAK KUNJUNG tiba *ditendang ke Kalideres*

Njisss..posenya 1-0-1 gini *sedia kantong plastik*

3 comments on “Leg 4: Derawan yg Menawan

  1. Pingback: Tweets that mention catatan perjalanan »»» Leg 4: Derawan yg Menawan: -- Topsy.com

  2. dansapar
    December 30, 2010

    huwahhahahaa
    masak ya ada tsunami
    eh oopss maap
    kalo Tuhan berkehendak kan ya
    *pakai jilbab
    *mgkin kena efeknya kali ya😉

    • Sy Azhari
      December 31, 2010

      ya gak tau,par. Kalau Tuhan sudah berkehendak ya gimana lagi *sedeppp..alim banget*
      kalo gelombang tinggi sih wajar ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on December 28, 2010 by in Kalimantan, Kalimantan Timur, travel and tagged , , , , .

#archives

#categories

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 268 other followers

Follow Eat│Play│Repeat on WordPress.com
%d bloggers like this: