Eat│Play│Repeat

Here, There, and Everywhere

Leg 5 Islands Hopping : Derawan » Sangalaki » Kakaban

menuju Perairan dalam

Hari ke-2 di Kepulauan Derawan. Jadwal kita hari ini adalah ‘lompat-lompat’ antar pulau. Rencananya sih ada 3 pulau selain Pulau Derawan yang mau kita singgahi yaitu P. Sangalaki, P. Kakaban, & P. Maratua. Ketiga pulau itu gak berpenghuni semua.


Pulau Sangalaki

Jam 9 pagi kita mulai bergerak dari dermaga dengan 2 kapal ke pemberhentian pertama, Pulau Sangalaki. Pulau Sangalaki ini pulau yg luasnya cuma 15,9 ha…cuma seluas Mal Taman Anggrek digabung dengan Central Park doang (analogi hedon!!). Perjalanan dari Derawan ke Sangalaki memakan waktu sekitar 1 jam. Gak ada pemukiman disini, hanya konservasi penyu doang ada di tengah pulau. Di Sangalaki kita cuma keliling pantainya yg landai.

Karang di perairan dangkalnya banyak yg udah mati, tapi pantainya berpasir putih dan airnya jernih banget. enak buat gegoleran dan leyeh2 menikmati hari sembari meninggalkan atau melupakan pekerjaan #curcol. Sekitar 1 jam berada di Sangalaki, kita berangkat lagi menuju Pulau Kakaban.

Sangalaki Island Pier

Sangalaki Pier

leaving Sangalaki

Pulau Kakaban

Kakaban, atol dengan luas sekitar 7,7 Km sq berbentuk angka 9 dan terdapat danau di tengahnya seluas 5 km sq. Dengan kata lain, sebagian besar pulau ini terdiri dari danau.

Pulau Kakaban

Keunikan pulau kakaban terletak di danaunya. Dari artikel Danau Kakaban di Wikipedia dikatakan bahwa danau yg terbentuk 2 juta tahun lalu ini adalah air laut yg terperangkap oleh karang yg mengelilinginya. Ditambah dengan air hujan.. voila…jadilah air danaunya menjadi payau. yummy.

Yang ikut terperangkap disini bukan hanya si air laut, tapi juga beberapa organisme dan berpengaruh kepada evolusinya. Contohnya beberapa spesies Ubur-ubur yang kehilangan daya sengatnya karena gak ada predator lagi yg mengancam. Efeknya, para Ubur-ubur ini jadi ‘jinak’ dan bisa dipegang-pegang. Di Danau Kakaban ini, sekitar kedalaman di atas 2 meter bakal kelihatan ubur-ubur buanyaaakkkk banget. Kalo kata Mbak Trinity di bukunya Naked Traveler 1 : serasa berenang di cendol. Ekosistem seperti danau payau ini hanya bisa ditemukan di 2 tempat di muke lu jauh bumi ini : di Republik Palau,Micronesia & di Kakaban,Indonesia. Hanya saja, spesies ubur-ubur di Indonesia lebih banyak daripada yg di Palau. Efeknya adalah jika diving malam hari,bakal terlihat ubur-ubur ini berpendar sesuai warna spesiesnya : putih, merah marun, & coklat muda.

a diver enjoying ‘jelly-fished’ time (courtesy of divetime.com)

underwater Kakaban Lake (courtesy of metrogaya.com)

Kakaban Lake (courtesy of metrogaya.com)

Pulau ini lah salah satu alasan terbesar saya ke Kepulauan Derawan. Setelah dari Sangalaki, kita menuju Kakaban yg berjarak 30 menit. Sebelum masuk ke Danau, kita snorkeling di pantai Kakaban. Karena waktu hampir tengah hari,jadi air laut sedang surut dan perairan di sekitar Pulau Kakaban lagi cetek sehingga kelihatan karang2nya.  Sekitar 150 meter dari bibir Mer pantai, kedalaman air yang cuma 1-5 meter berubah menjadi palung yang telihat dasarnya saking gelapnya. Coba aja bisa diving ya..karena di tempat peralihan perairan dangkal menuju palungnya itu karang-karangnya bagus dan warna-warni ngejreng.

Kenununan berulang kali terjadi selama snorkeling. Yg pertama adalah brownies yg dibawa buat menarik perhatian ikan-ikan di karang lupa dibawa oleh Ndah. Yg kedua, tiba-tiba SD Card di kamera underwater error padahal baru 1/2 jam snorkeling. Yg ketiga,kamera batere habis dan si Ndah lagi lagi nunun bawa batere cadangan. hhhmmpppfff. Walhasil dokumentasi underwater kita cuma seadanya…itupun belum ada satu foto di Danau Kakaban…pffff.

jalur ke Danau

Danau Air Payau Kakaban

Selepas snorkeling kita lanjut makan siang di atas dermaga dan perjalanan dilanjutkan menuju Danau Kakaban. Perjalanan dari pantai ke danau memakan waktu 10 menit dengan berjalan kaki menembus hutan belantara yg berdiri di atas karang terjal. Karena Kakaban merupakan atol, jadi pondasi datarannya terdiri dari karang s/d ketinggian… wait for it… 50 meter. yeppp. Untungnya ada jalur khusus ke danau yg terbuat dari kayu untuk memfasilitasi perjalanan dari pantai ke danau. Cuma ya ituuuu… naik turun tangganya biking ngos-ngosan. *anggep aja kardio,nyong!*

Sekitar 10 menit berjalan naik-turun tangga, akhirnya sampe juga di Danau Kakaban. Bayangan saya sih dulu,danaunya kecil gitu kayak Telaga Warna Dieng. Tapi ternyata… WE O WE… cukup luas ternyata. Udara sejak di dalam hutan terasa dingin mengenai bulu ridhoku. Entah karena permukaan hutan yg lebat atau memang cuaca lg dingin, suhu di kulit kayak di ruangan AC 16 derajat celcius. Begitu juga di sekitar danau,rasa dinginnya rada2 mengganggu kalbu (halah!). Yg tadi niatnya mau snorkeling sampe agak jauhan dari dermaga dibatalkan karena sedikit spooky. Jadinya harus puas snorkeling dekat2 dermaga 20-30 meter aja. Padahal sebelum kita ada yg diving aja gitu di sana. Emang kebanyakan baca cerita Loch Ness kali ya. dong dong dong!!.

Sekitar 40 menit di Danau Kakaban, kita berkemas lebih awal karena awan hitam menggelayuti sekitar pulau. Ketika baru tiba, ‘ekor’ pulau Kakaban kelihatan jelas,tapi begitu kita mau pulang malah menghilang karena jarak pandang yg terhalang awan gelap. Demikian pula Pulau Maratua di timur yg pada awalnya kelihatan,namun tak terjangkau jarak pandang kemudian. Pasti kutukan Ubur-ubur besar yg ditangkep terus diajak foto2 dan jatuh ke dermaga..sakit.

Karena cuaca buruk itu,perjalanan ke Pulau Maratua dibatalkan..hiks. Padahal dari ketiga pulau itu, Maratua yg pulaunya berbentuk huruf V terbalik itu memiliki pantai yang lebih bagus😦 semoga ke depannya ada rejeki lagi balik ke sini ya. *massa berteriak : AMIEEEN*

Perjalanan balik ke Derawan yg harusnya 1 jam pun molor hampir 2 jam karena terombang-ambing di laut dan dipermainkan hujan. Herannya di Derawan cerah gitu. Sore harinya saya habiskan snorkeling di sekitaran Derawan Cottage aja, ya walaupun karangnya rusak setidaknya ikan-ikan warna warninya kelihatan di kedalaman….. 7 meter!! yeahhh.

coral at underwater Kakaban

underwater Kakaban Island

dermaga P. Kakaban

Ubur-ubur Ginak-Ginuk

nyok pulang nyok (by Ndah)

Si Ginak-ginuk Cassiopea (by Ndah)

map of Derawan Islands (from Wikipedia)

9 comments on “Leg 5 Islands Hopping : Derawan » Sangalaki » Kakaban

  1. utse
    December 30, 2010

    arghhhhhhhh kerreeeeeeeennnnn koh…..

    • Sy Azhari
      December 31, 2010

      ahhh..kalian yg ke Lombok juga keren ah. cihhh

  2. dansapar
    December 30, 2010

    ahhhhh mupenggg
    tapi nunggu cuaca reda dan tabungan penuh dulu😉

    • Sy Azhari
      December 31, 2010

      kalo gue mau liburan lagi,tapiiiii
      nunggu Badai di Tabungan reda dulu😀

  3. Pingback: Tweets that mention Leg 5 Islands Hopping : Derawan » Sangalaki » Kakaban « Here, There, & Everywhere -- Topsy.com

  4. samhoed
    January 6, 2011

    gw pengen lho bergumul bareng ubur2 di situ @_@

    • Sy Azhari
      January 13, 2011

      nanti kalo ada foto gue Bergumul dengan Ubur-ubur, pasti skandal Ariel dkk langsung tertutup dgn publikasi gue :p

  5. imel
    November 17, 2011

    keren ya… emang indah indonesia ni…

  6. Dewi Megapuspa Nusari
    May 4, 2012

    keren,, pacarku pernah ke derawan,, soalnya dia berasal dari berau juga sih… aarrgh, pgn ke kakaban!😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on December 30, 2010 by in Kalimantan, Kalimantan Timur, travel and tagged , , , , , , , , .

#archives

#categories

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 268 other followers

Follow Eat│Play│Repeat on WordPress.com
%d bloggers like this: