Eat│Play│Repeat

Here, There, and Everywhere

Leg 7 : Kota Anging Mamiri

Pisang Epe Durian

♫♪♫ Angin mamari ku pasang

Pitujui tongtongana

Tusarua takkan lupa ♫♪♫

8 Desember 2010, pesawat Merpati tidak disambut anging mamiri di Makassar melainkan oleh hujan deras. Pesawat yang delay 2 jam itu akhirnya mendarat pukul 18.00 WITA di saat matahari udah kriyep-kriyep pengen terbenam.  Dari bandara Sultan Hasanuddin saya naik taksi ke stasiun bis P.O Litha yg melayani rute Makassar-Toraja di Jl. Perintis Kemerdekaan Km 7. Sebenarnya ada moda transportasi Damri dari bandara ke kota,tapi kalau naik Damri malah muter2 dan gak lewat daerah Perintis Kemerdekaan.. ditambah lagi hujan deras dan jumlah armada Damri yg sedikit…pfiuhh.

Sesampainya di P.O Litha,ternyata tiket ke Toraja malam itu tinggal bis non-AC. Haduh, sori-sori jek…nggak deh 8 jam naik bis non-Ac dalam kondisi cuaca hujan. Untungnya supir taksi saya ini gesit banget ngasi info. Dia bilang daripada bis Litha yg legendaris sampe masuk Lonely Planet itu, mending naik Manggala Trans yg armadanya lebih baru dan lokasinya gak jauh dari stasiun bis Litha. Tapi tetep aja malam itu gak ada seat yg kosong ke Toraja,saya pun harus puas bermalam di Makassar setelah sebelumnya memesan tiket ke Toraja esok malam.

Masalah penginapan pun si supir ini gak pelit info. Niat awal saya yang ingin nginep di daerah Jampea diurungkan karena kata si supir itu ‘Red District’ walaupun banyak backpacker hostel & wisma. Atas usulannya,dia mengarahkan ke Surya Inn di Jl. Daeng Tompo yg ternyata cuma selangkah dari Pantai Losari & daerah Sumba Opu..tinggal jalan kaki 10 menit aja.

numpang mejeng

Malam hari saya cari cemilan di sekitaran anjungan Pantai Losari dan pilihannya jatuh ke Pisang Epe. Pisang bakar yg di-‘epe’ (pressed) dan disiram kuah gula merah dan ada beberapa rasa seperti kelapa, keju, coklat, & durian.

Sekedar tambahan, karena Chairul Tanjung sekarang giat ‘dinasti’ usahanya di Makassar selain Jakarta maka disini gampang banget ditemukan mini market Alfa 24 jam. 1 ruas jalan 1 km bisa diisi 3 outlet Alfa. Ga ada tanda-tanda Circle K & 7-11 disini…hati-hati buat yang Anak-Gaol-Jakarta yang-gimana-getoh :p

Sekitar pukul 11 malem saya balik ke penginapan untuk meluruskan punggung yang dari jam 10 pagi udah loncat 3 pulau : sarapan pagi di Tarakan, makan siang di Balikpapan, & makan malem di Makassar.. SSSSOOOOKKK

Atrium Trans Studio Walk

Paginya niat melihat sunrise diurungkan karena Losari itu menghadap barat berjalan-jalan diurungkan karena gerimis mengundang. Sekitaran jam 10 baru sekalian check-out saya melipir ke daerah Metro Tanjung Bunga ngapain lagi kalo bukan untuk mangkal berkunjung ke komplek Trans-Kalla dimana didalamnya ada Trans Studio indoor theme park & Trans Studio Walk shopping center. Duh, 1 minggu gak liat mall gatel juga ternyata ya.

Ya karena ini kompleknya sebagian dimiliki oleh grup Trans Corp (Chairul Tanjung), gak heran kalo tenant yg ngisi mallnya itu yg termasuk anak usahanya seperti Baskin Robin di setiap lantai, The Coffee Bean & Tea Leaf di setiap lantai, & Carrefour yang untungnya gak di setiap lantai. Selain gerai di atas, Trans Studio Walk diisi oleh Metro dept store; gerai retail ready-to-wear dari Spanyol,Mango; butik Hugo Boss; outlet The Body Shop, The Face Shop, & L’Occitane; dan beberapa brand lain yang cukup terkenal… hmmmm, sangat impresif untuk sebuah mal di luar Jawa .

Karena gak mungkin main-main di Trans Studio sambil bawa2 ransel 12 kg (udah dititip di laundry pun cuma kurang 3 kg aja🙂, maka saya titip aja tuh ransel di Carrefour berbekal beli batere kamera & SD-Card..voila, tanggungan punggung & bahu langsung hilang. Melipir ke The Coffee Bean & Tea Leaf tepat di depan pintu masuk Trans Studio untuk makan siang dengan paketnya mereka yg berisi Bennedict Egg (poached egg on the top of English muffin & hollandaise sauce) + assorted tea (saya milih Darjeeling,berhubung Earl Grey lagi habis). Kalo makan siangnya a la Buckingham Palace begini, udah berasa kayak Queen Elizabeth II Prince William,deh.. sayang muka ama badan kebanting abis. Syukurlah makanan ini didiskon berkat pormo kartu kredit tertentu sampe 30%🙂

Bianglala Trans Studio

Sekitar pukul 11 saya masuk ke Trans Studio sampe jam 4 sore. 5 Jam maen-maen di dalemnya capek + laper juga. Jam 6 sore, saya beranjak dari Tanjung Bunga karena ingin mengejar bis ke Toraja jam 10 nanti ditambah keinginan refleksi di dekat Pelabuhan Nusantara, biar di bis bisa tidur & bangun2 udah seger.

Cerita di Makassar belum berakhir karena bakal jadi perhentian terakhir sebelum balik ke peraduan di Swarnabumi di ujung barat sana.

Peta Makassar (from rallyindonesia.com)

GONO-GINI

Transportasi

Airport Tax Bandara Sepinggan = IDR 35.000

Taxi dari Bandara Hasanuddin ke P.O Litha = IDR 85.000

Taxi dari P.O Litha ke P.O Manggala Trans (depan Makassar Town Square) & lanjut ke Surya Inn (Jl. Daeng Tompo) = IDR 30.000

Becak dari Losari ke penginapan = IDR 5.000

Taxi dari penginapan ke Metro Tanjung Bunga = IDR 20.000

Taxi dari Metro Tanjung Bunga ke Pelabuhan Nusantara = IDR 20.000

Taxi dari Pelabuhan Nusantara ke Makassar Town Square  = IDR 50.000 (membengkak karena macet total gara2 demo di depan kantor Gub-Sulsel & jalanan ditutup)

Bed & Breakfast

Surya Inn (single,1 n) = IDR 150.000

Jl. Daeng Tompo No 3, 0411-311498,0411-327568

Laundry 12 Potong = IDR 60.000

Cemal-Cemil & Jejingkrakan

Pisang Epe = IDR 6.000 (3 potong)

Benedict Egg & Darjeeling Tea = IDR 45.500 (30% off IDR 65.000)

HTM Trans Studio Card= IDR 100.000 (termasuk studio pass card IDR 10.000).

Refill Trans Studio Card = IDR 50.000 (buat beli souvenir)

Refleksi = 45.000.

Magic Corner

komplek Trans-Kalla (dari anjungan Pantai Losari)

3 comments on “Leg 7 : Kota Anging Mamiri

  1. dansapar
    January 11, 2011

    koh kayaknya html nya ato apalah itu namanya kudu diedit deh biar enak dibacanya
    😉

    *apa di kompi gue aja ya?

    • Sy Azhari
      January 11, 2011

      ga tau nih,par. kemarin pake safari pas bikin entrynya normal aja. pas diedit pake firefox kok jd berantakan gini..
      berantakan duh kok ya berantakan..apa yang harus ku lakukan
      *ambil mic*

  2. hamka_baru
    April 10, 2011

    ku senang baca coretannya bro, dari dulu pengen tour kayak gini, tapi isi dompet blm nyampe2….hehehe.
    salut coretannya bro..
    salam kenal..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 10, 2011 by in F&B, Sulawesi, Sulawesi Selatan, travel, Western and tagged , , , , , , .

#archives

#categories

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 268 other followers

Follow Eat│Play│Repeat on WordPress.com
%d bloggers like this: