Eat│Play│Repeat

Here, There, and Everywhere

Menyapa Tana Toraja

Alam yang indah dan penduduk yang ramah, menjadikan Tana Toraja sebagai destinasi yang tepat untuk menghabiskan liburan. Akses yang gampang juga salah satu alasan saya ke sana. Tanpa ekspektasi apa-apa dan tanpa rencana yang eksak membuat semua kerepotan malam menjelang keberangkatan sama sekali gak berasa.

How To Get There

Tana Toraja terletak +/- 330 Km sebelah utara dari ibukota provinsi Sulawesi Selatan, Makassar. Bandara komersil terdekat dari sini adalah Bandara Internasional Hasanuddin (Maros), berjarak 310 km di selatan Toraja. Bandara ini merupakan hub di Indonesia bagian timur karena terbang hampir dari/ke semua ibukota provinsi dan kota-kota tertentu di timur Indonesia. Bandara Hasanuddin juga melayani penerbangan dari/ke sisi barat Indonesia yaitu Jakarta, Surabaya, Balikpapan, Denpasar, & Banjarmasin. Semua maskapai lokal besar terbang ke sini. Toraja juga memiliki sebuah bandara kecil di daerah Pongtiku. Namun bandara ini hanya melayani pesawat kecil atau charter.

Dari Bandara Hasanuddin, kita dapat menemukan PO Bis yang melayani trayek ke Toraja di daerah Jl Perintis Kemerdekaan atau Jl Urip Sumiharjo, +/- 14 km dari bandara tanpa melewati Tol. Ada beberapa PO bis terkenal yg melayani rute ke Toraja. PO Litha & Batutumonga adalah salah dua yang sudah lama beroperasi dan kita bisa menemukannya di buku Lonely Planet. Untuk ‘merk’ baru, kita bisa mengarah ke pertokoan di depan M-Tos (Makassar Town Square). Di sana kita bisa menemukan bis dengan armada baru seperti Bintang Timur & Manggala Trans. Ongkos sekali jalan dari Makassar ke Makale/Rantepao berkisar Rp 80.000 s/d 110.000 tergantung kelasnya, AC – AC toilet – AC Air Suspension.

Perjalanan dengan bis akan melewati kota-kota utama di Toraja seperti Makale & Rantepao tepat di jantung kotanya. Jadi gak perlu khawatir nyasar dan repot mencari angkutan lanjutan ketika di kota tujuan. Bis yang digunakan pun sangat nyaman sekali. Saya memilih kelas Air Suspension yang hanya diisi oleh 30 orang dengan ukuran bis yang sama besarnya dengan bis umumnya. Jadinya lebih lapang, jarak antar kursi lebih panjang,dilengkapi bantal kecil & selimut, dan fasilitas TV kecil di setiap 2 barisnya. Bahkan ujung kaki saya gak bisa nyentuh ujung belakang kursi di depan saya. So far, ini bis terbagus yg pernah saya naiki sepanjang jalan2 di Indonesia.

Bis Manggala Trans

GETTING AROUND

becak motor dan angkot banyak terdapat di Toraja. Untuk mencapai kota-kota kecil di pinggiran Rantepao & Makale kita dapat menggunakan omprengan (armada kijang LGX/SSX). Untuk menuju situs-situs Toraja, kita bisa menyewa guide beserta sepeda motornya dengan harga sesuai dengan berapa tempat yang mau kita kunjungi dan seberapa jauh. Patut diingat : harga yg ditawarkan para guide ini seringnya sudah termasuk bensin tapi tidak termasuk makan siang loh.

Peta Toraja (taken from indonesia-tourism.com)

WHAT TO SEE

Tana Toraja terkenal dengan ritual pemakaman mayatnya dan juga dengan rumah adat Tongkonan. Ada 2 alternatif tempat yang termasuk dekat untuk melihat rumah adat Tongkonan yg masih mirip bentuk aslinya sebagai rumah tetua adat tinggal, rumah tetua adat membuat norma & aturan adat, dan sebagai lumbung padi. 2 tempat tersebut terdapat di Pallawa (sebelah utara Rantepao) dan Ke’te Kesu’ (sebelah tenggara Rantepao).

Sedangkan situs untuk melihat kuburan batu atau kuburan gantung banyak terdapat di utara maupun selatan Rantepao. Oleh bapak John Rante, saya diberi tahu kalau tipikal cara penguburan mayat itu tergandung kondisi alam desa bersangkutan. Jadi kalo desanya bertebing, cara penguburannya bisa ke kuburan batu,gua, atau kuburan gantung. Kalo desanya agak landai tapi masih berbukit, mayatnya bisa dikubur di kuburan batu/gua.

Namun sebagai catatan, mayat yang bisa dikubur disini harus terlebih dahulu keluarganya mengadakan ritual Rambu Solo yg memakan biaya besar itu. Kalau gak ya, jenazahnya belum bisa dikubur di pekuburan itu. Bahkan terkadang, si jenazah disimpan di rumah dan dianggap sebagai ‘si sakit’ dan belum dianggap meninggal oleh keluarganya.

Ke’te Kesu’

Daerah yg terdapat situs kuburan batu & kuburan gantung dan termasuk gampang dijangkau antara lain di Lemo, Londa, Suaya (kuburan batu para bangsawan), Parinding, & Pala’ Toke‘. Bahkan di antara tempat-tempat ini ada juga yang digabung dengan arena tempat Rambu Solo diadakan yaitu di Parinding.

Selain kuburan batu, ada juga yang unik di Tana Toraja, yaitu Kuburan Bayi. Apa yg spesial dari kuburan bayi? mirip seperti lainnya…lokasi penguburan sang bayi yg diletakkan di sebuah pohon. Di zaman Tana Toraja masih menganut Animisme yang kuat, seorang bayi yang meninggal dan belum tumbuh gigi akan dikuburkan di pohon-pohon, kembali ke Ibu Bumi. Situs pohon kuburan bayi ini dapat ditemukan di daerah Kambira, tak jauh dari kota Makale & Sangalla.

Kalo ingin melihat Rantepao dari ketinggian, kita bisa mengarah 20 km ke arah barat laut Rantepao tepatnya di Batutumonga. Sayangnya karena kebablasan tidur, saya gak sempet kesana😦

Baby’s Grave (Kambira)

WHERE TO STAY

Di Tana Toraja, urusan penginapan gak ada masalah. Dari kelas losmen sampe bintang 4 tersedia di sini. Masalah timbul kalo kita gak booking duluan..seperti saya. Sebelum berangkat dari Makassar saya baru booking, walhasil 2 tujuan utama saya yaitu Wisma Monton & Wisma Maria penuh semua. Untungnya ada Pia Poppie’s di daerah Karassik yg masih mau menampung saya.

Hotel berbintang yg bisa kita temukan disini antara lain : Sahid Toraja, Toraja Misiliana Hotel, Marante Highland, dan Toraja Heritage yang sebelumnya bernama Novotel Toraja.

WHAT TO EAT

Di Tana Toraja, kebanyakan rumah makan menyajikan ‘kaki pendek’ atau Babi dalam menunya. Ini dikarenakan mayoritas penduduk Tana Toraja menganut agama Nasrani yg tidak melarang makan si ‘kaki pendek’. Baso Babi, Babi Panggang, & menu varian dari Babi bisa terlihat disajikan di rumah makan di tengah kota.

Buat yang Muslim, ada 2 Warung Pangkep di Pasar Rantepao dan warung jawa timuran di sebelahnya. Menu ayam goreng, ayam bakar, atau Sup Sodara Daging Kerbau biasanya tersedia di Warung Pangkep.

Mie Kering

Kalo ingin icip-icip menu khas Toraja, kita bisa cari Pa’ Piong. Pa’ Piong adalah daging ayam/ikan/babi yang dimasak di dalam bambu dengan bumbu-bumbu dan sayuran. Karena proses masaknya yang lama, kita harus mesen menu ini 2 jam sebelum dihidangkan. Menu lain yg sering ada di warung adalah Mie Kering. Menu ini sangat populer di Sulawesi Selatan, yaitu mie kering yang disiram sayuran tumis mirip cap cay.

Sajian lokal lain milik Tana Toraja adalah Ballo’, yaitu fermentasi air nira dengan kadar alkohol rendah. Umumnya dijual dengan kemasan ruas bambu, tapi seiring modernisasi kini dijual di wadah biasa. Kata guide saya, Ballo’ sekarang jarang muncul kecuali pada perayaan-perayaan tertentu…yaaahhh, pemirsa kuciwaaa.

GONO-GINI

Transportasi

Bis Manggala Trans, Makassar-Toraja PP = IDR 220.000

Omprengan Makale-Rantepao = IDR 5.000

Gudei+Motor+Bensin = IDR 200.000

Admission Fee

Suaya, Lemo, Ke’te Kesu, & Kambira @ IDR 10.000 = IDR 40.000

Bed & Breakfast

Pia Poppie’s, IDR 152.000 for 1D/N + Extra hour IDR 70.000= IDR 222.000

Jl Pongtiku Gg Merpati No 4 Rantepao

(+62)423-21121

1 patung +/- Rp 10 Juta loh

Kuburan Modern

mari pulang..marilah pulang

8 comments on “Menyapa Tana Toraja

  1. yoshi fe
    April 5, 2011

    nice post mas, sangat informatif. saya belom pernah ke tana toraja n berencana kesana dalam waktu dekat. boleh minta email/YM/gtalk buat nanya2 lebih lanjut gak mas? makasiii

    • Sy Azhari
      April 5, 2011

      boleh aja, tanya aja disini. dijawab yg semampu saya tapi ya🙂

  2. deni chanra
    November 29, 2011

    kalo ke Sul-Sel ngga ke Toraja yah ngga afdol..2th saya disana dan itu udh belasan tahun berlalu tp ampe skrg indahnya Toraja terpatri di benak.. sedikit bahasanya pun masih teringat..tidak ada kata nyesel main ke Toraja!

  3. Pak Liam
    May 28, 2012

    I visited Tana Toraja a couple of times, one of the most amazing places in Indonesia. I recommend it to everyone to visit. http://alwaysrestlessfeet.wordpress.com

    • Sy Azhari
      May 28, 2012

      i only visited Tana Toraja once before 2010 Christmas. Yes, it is one of the most beautiful place in Indonesia indeed. Very laid back town, fresh air, and nice people everywhere.
      Thank you for visiting my blog, and i like your adventure in Indonesia written in your blog🙂

  4. lia
    August 9, 2012

    saya mau tanya donk…. saya ada rencana mau kesana mencari saudara tapi takut nyasar. kalo dr makassar menuju makale tana toraja ituh gimna ya? terus makale ituh luas ga yah? soalnya saudara saya itu menghilang lama di sana..

  5. Ruth
    December 4, 2014

    setuju mas kalau bus2 yg ke Toraja itu pada umumnya sangat bagus dan nyaman,belum pernah sy jumpai bus2 pariwisata di jkt yg senyaman bus Makasar Toraja🙂

    • Ari Azhari
      December 4, 2014

      Bener kan, mbak. Di Sumatera pun hanya bus Medan-Banda Aceh yg nyaingi bis ke Toraja ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 28, 2011 by in Sulawesi, Sulawesi Selatan, travel and tagged , , , , , , , , , , .

#archives

#categories

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 268 other followers

Follow Eat│Play│Repeat on WordPress.com
%d bloggers like this: