Eat│Play│Repeat

Here, There, and Everywhere

Selangkah ke Seberang, ke Pulau Penang (Day 1)

the charming Hutton Lodge

Akhir pekan 22-24 April kemarin pastinya dinanti sebagian besar orang karena itu adalah akhir pekan panjang yg tersisa untuk 2011. 3 hari buat recharge tubuh dan pikiran dengan liburan atau sekedar beristirahat di rumah. 3 hari itu juga saya manfaatkan untuk liburan dan mengeksekusi tiket promo AirAsia yg saya beli sejak Mei 2010, hehehe… niat yah.

Jumat pagi pesawat dari Bandara Polonia Medan berangkat sekitar pukul 10.30 WIB, padahal seharusnya berangkat pukul 10.05 WIB dan tiba pukul 12.05 LT, 15 menit terlambat dari jadwal seharusnya. 30 menit terbang dari Medan ke Penang emang ga berasa, kelamaan di bandaranya malah. Ngantri imigrasi hanya 5 menit, dan diproses sekitar 2 menit…wuzzz wuzz bablas angine.. langsung meluncur ke departure hall dan beli Rapid Penang Passport seharga RM 30 dan bisa digunakan selama seminggu…unlimited!


Dari bandara di daerah Bayan Lepas, saya menuju penginapan di Hutton Lodge di Lebuh Hutton (Hutton Lane) sekitar 20 km dengan bis Rapid Penang 401 E. Sembari di bis ngobrol-ngobrol dengan pejalan asal Jerman yg juga mau ngabisin long weekend di sini. Si Mbak’e kebingungan dengan orientasi arah di Georgetown nanti, saya kasi aja peta yg saya sempat cetak sebelum berangkat karena ternyata di bandara banyak brosurnya & gratisan. Sempet nyesel juga dia di bandara tadi gak ikutan ngambil brosur karena di dalamnya lengkap peta & keterangan tempat-tempat menarik.

Sekitar pukul 1 siang, saya turun di KOMTAR (Blok M-nya Penang) dan melanjutkan 500 m ke penginapan. Hutton Lodge ini berbentuk sebuah rumah tua dengan langgam peranakan yg direstorasi lengkap dengan taman dan terasnya yg bikin betah buat leyeh-leyeh. Sekitar pukul 3 saya keluar nyari makan siang, kebetulan di deretan toko tua sebelah penginapan ada Kedai Mamak. Kedai Mamak ini warung makan sejenis warkop yg dikelola oleh Muslim dari India Selatan dan gampang ditemukan di seputaran Georgetown. saya mesen Nasi Ayam tapi lagi habis dan diganti dengan Nasi Goreng Ayam dengan aroma & citarasa bumbu Masala yg ringan serta porsi ayam yg sangat generous. Ditambah es teh manis (Tea-O Ice), semuanya hanya seharga RM 5.5 (Rp 16.500).

Bakul Rujak & Nasi Ayam Mamak

Air Mata Kucing & Chicken Tandoori

Puas dengan makan siang berikut harganya, dimulai lah jalan-jalan keliling Jalan Penang yg sebagian besar masih berisikan bangunan-bangunan tua dari yg model peranakan sampe art-deco yg dipoles dengan cat warna-warni dan dijadikan tempat usaha. Wajar aja kalau tahun 2008 Georgetown bersama Malaka dijadikan UNESCO World Heritage Site karena keunikan arsitektur, makanan, & budayanya. Oh iya, Penang juga menjadi salah satu tempat munculnya budaya Peranakan Baba & Nyonya. Peranakan sendiri adalah keturunan Tionghoa yang berasimilasi dengan budaya lokal Melayu di Selat Malaka. Budaya seperti ini menyebar di Selat Malaka seperti di Medan, Tanjung Balai Asahan, Bagan Siapi-api, Dumai, Penang, Malaka, bahkan Singapura. Produk budaya yang terkenal dan sedang hype di Indonesia (Pulau Jawa, atau Jakarta khususnya) adalah Kopitiam (warung kopi) dimana di daerah Peranakan sudah muncul lintas dekade & abad mungkin. Jadi ya kalo hobinya ngopi-ngopi cantik di Kopitiam tapi bilang Malaysia gak ada produk/karakternya..yaaaahhh Jasmerah,bro #selewat. Selain itu baju kurung & kebaya Nyonya juga gak kalah ngetop. Budaya Pop yg sering mengekspos bisa dilihat dalam film-filmnya (alm) Yasmin Ahmad lewat penokohan seorang ibu berdarah Tionghoa Peranakan lengkap dengan baju kebaya & dialeknya.

Sekelebat keliling Georgetown sekitaran Jalan Penang dari Chowrasta Market yg isinya makanan-makanan buat oleh-oleh sampai produk turunan dari buah Pala, Lebuh Chulia (pusat backpacker hostel), Lebuh Campbell, Mesjid Kapitan Keling, hingga Weld Quay ternyata saya menemukan fakta pahit : Usia & Berat Badan gak bisa bohong!!! ngos-ngosan aja baru keliling-keliling 4 km. piihhh. Tapi ya ini dikarenakan faktor eksternal udara yang terik sangat. Hah, gimana ntar mau Go-Sees di Milan atau Paris pake jalan kaki *mulai delusional*.

Wisma Yap Chor Ee & Wisma Kastam

Sebenarnya sih bisa Hop On-Hop Off bus, naik Rapid Penang yg reguler atau MPPP CAT Free Shuttle yg rutenya mengelilingi inti kota Georgetown dan mengelilingi titik-titik primadona pariwisatanya. Tapi niatnya emang ingin menelusuri lorong-lorong sempit kota yg dipenuhi bangunan-bangunan langgam peranakan dan menginjak cobblestone. Menunggu matahari sedikit turun, saya melipir ke pinggir kota ke arah Gurney Drive. Kontras dengan pusat kota Georgetown yg klasik dan menawan, Gurney Drive dipenuhi skyscrapers yg menjulang dan terlihat beberapa proyek masih dikerjakan layaknya membangun mini Raffles City dan mengejar ketertinggalan dari tetangganya, Singapura. Namun masih juga terlihat mansions tua berderetan di sisi lainnya menambah khazanah.

Singgah sebentar ke Gurney Plaza buat beli tiket Red Riding Hood di bioskop & cari grooming yg riwayatnya udah tamat di Indonesia, saya melipir ke Gurney Drive esplanade yg menghadap laut. Hmmm… walaupun pantainya gak bisa dinikmati buat cibang-cibung, lumayan bisa duduk-duduk sambil memantau sekitar atau baca-baca buku. tapi bang, gluduk gluduk gak hujan hujan, duduk duduk kok gak jajan-jajan! preett. Tenang, dik! selemparan batu dari Gurney Plaza ada Gurney Drive Hawker Center. Pujasera disini diisi makanan lokal Malaysia ataupun makanan ikon Penang sendiri.

As we all know, Penang ini surga makanan di Malaysia. Asimilasi budaya tadi yg bikin khazanah kuliner Penang beda dengan sebagian besar daerah Malaysia Barat. Makanan Peranakan, South-Indian, Melayu & Chinese food mendominasi pemandangan di sekeliling pulau. Kawasan Pujasera Gurney Drive dibagi menjadi 2, halal dan non-halal, jadi gak usah khawatir lah. Gerai yg umum ditemukan disini antara lain Char Keow Teow, Asam Laksa Penang, Mee Hokkien, Pasembur, Sotong Bakar, Fried Oyster & Nasi Kandar. Karena saya masih kenyang dengan makan siang tadi, saya gak beli makanan apa-apa disana. Sebagai teman nongkrong di esplanade, saya hanya beli air tebu + jeruk nipis & Air Mata Kucing (air — mata kucing). Buat yg pernah tinggal di Riau atau Jambi pasti akrab ama buah Mata Kucing, buah lengkeng versi kecil dan berbiji besar. Dulu waktu masih kerja di Rengat dan lagi musimnya, pasti banyak yg beli buat cemilan di kantor.

Gurney Drive Hawker Center

Ba’da Maghrib, saya hanya habiskan waktu di dalam Gurney Place karena suhu udara di luar masih panas dan lembap. Pertunjukan Red Riding Hood dimulai dari jam 7.20 s/d 9.10 malam, dan saya langsung cicing dari lantai 7 ke halte bis di belakang Gurney Plaza karena di jadwal tertera bis Rapid Penang 103 dari Teluk Bahang ke Weld Quay (Jetty) – Georgetown yg melewati Gurney terakhir berangkat pukul 9.30. Alamat bokek atau pegel jalan 6 km nih kalo ketinggalan bus. Setelah menunggu 30 menit sembari ngobrol-ngobrol dengan pejalan asal UK yg ramah senyum & lumayan enak dilihat ehem akhirnya bis tiba dan saya berhenti di Jl Penang untuk makan malam yg tertukar tertunda. Akhirnya malam itu saya habiskan di sudut antara Jl Penang & Lebuh Chulia dengan makan malam Martabak India sambil nongkrong & menarik napas setelah seharian keliling. Pukul 11 malam, saya kembali ke penginapan dan beristirahat untuk bersiap-siap keesokan hari.

Church Street Pier

Suasana di Hawker Center

sekeliling Georgetown

Gurney Drive’s esplanade

Gurney Alfresco Area

15 comments on “Selangkah ke Seberang, ke Pulau Penang (Day 1)

  1. ombolot
    April 25, 2011

    Kok nama gw gak disebut sik koh, aku kan IKUTAN travelling jg *dengki*

    • Sy Azhari
      April 25, 2011

      kalo lo ikut, Paminto pasti minta ikutan juga😀

    • ndahdien
      April 25, 2011

      kasian ya om… padahal elo yg nuntun orang buta berkaos biru itu sambil bawa kencleng kan?😦

      • Sy Azhari
        April 25, 2011

        heh, itu untuk melindungiku dari sinar UV yg berlebihan ya. kulit dilindungi, mata juga dong. kalo mata aja kulit nggak, jadinya gosong kayak Samhud. Kalo kulit aja mata nggak, jadinya sipit kayak Rudi Gaga

  2. dansapar
    April 25, 2011

    kokoh skrg kok make kacamata item
    *komen gara2 foto terakhir nongol😉

    • Sy Azhari
      April 25, 2011

      biar kalo ketemu orang lokal gak langsung diajakin cas cis cus bahasa Hokkian,par. terbukti kemaren gue lepas kacamata langsung ada…hehehehe

      btw, tetep ya yg dikomentari padu padan busana & aksesorisnya.. hadueh

  3. dansapar
    April 25, 2011

    @ombolot: td pas baca gue cuman membatin aja sih, om, kok namamu tak tersebut di sana, hihihi
    😉

    • Sy Azhari
      April 25, 2011

      huwakakkaa.. akal bulus busuk demi memojokkan Paminto itu,par.

    • ombolot
      April 25, 2011

      just read my blog ….. u know. The non-paid one

  4. Pingback: [Daily Life] Virtual Touristas « Just Me And My Own World

  5. samhoed
    April 27, 2011

    Oh, gw pikir itu Asep Irama, lho.
    “Tuhaaaaaaaan… tunjukkan hambaMuuuuu…”

    • Sy Azhari
      April 27, 2011

      *tampar tampar Kakek Tua Renta*

      mata gue sakit kek kena matahari.. gimana sih lo. ntar mata gue rusak lagi terpapar sinar matahari terlalu lama kayak kulit lu… ooopsss

    • zou
      May 9, 2011

      mwahahahaha ..
      komen samhoed juara deeehhh ..😉

  6. Nisa
    January 10, 2012

    Haluu… Mau tanya dunk, klo beli paspor rapid itu harganya brp ya? Jd bisa yah klo qt dr jkt/indo g perlu bikin pAspor disini dulu?
    Thx infonya yaa😉

    • Sy Azhari
      January 11, 2012

      Rapid Passport itu buat naik bis Rapid Penang doang, bukan dokumen perjalanan antar negara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 25, 2011 by in Go-Sees, Malaysia, travel and tagged , , , , , , , , .

#archives

#categories

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 268 other followers

Follow Eat│Play│Repeat on WordPress.com
%d bloggers like this: