Eat│Play│Repeat

Here, There, and Everywhere

In Transit : Singapore

LEG 1 : Medan » Singapore

Jumat 13 Mei, perjalanan saya dimulai. Dan karena dimulai pada saat Friday The 13th, saya berharap gak ada jinx selama di perjalanan sampai saya balik lagi ke rumah. Walaupun di awal perjalanan tampaknya jinx itu mulai bekerja. Pesawat Air Asia tujuan Kuala Lumpur yg seharusnya berangkat pukul 9.40 pagi (tiba  11.40 LT) dijadwal ulang menjadi pukul 11.15 WIB (tiba 13.10 LT). Kalau dengan jadwal yg semula sih, saya punya connecting time sekitar 3 jam 10 menit karena pesawat ke Singapore berangkat pukul 14.50 LT. Tapi yah karena dijadwal ulang jadi sisa waktu untuk melewati imigrasi 2 kali, document verified, & security check hanya sekitar 1 jam 40 menit*sigh*. Padahal, untuk keberangkatan internasional diusahakan punya connecting time +/- 3 jam.


Sialnya, keberangkatan dari Medan ditunda hingga 11.30 WIB dan tiba di LCCT 13.30 LT. Saya lari-lari dari apron ke arrival hall nun jauh di ujung terminal dan berhasil melewati imigrasi sekitar pukul 14.00 sementara jam terakhir boarding pukul 14.05. Nyeberang ke area keberangkatan, saya tanyakan petugas apakah saya bisa ikut penerbangan KL-Singapore pukul 14.50 apalagi saya sudah web check-in biar menghemat waktu antrian barisan regular check-in. Setelah disetujui, saya disuruh ke gate Y yg hanya ada 2 gate & barisan imigrasinya pendek dibanding di gate T yg ada 18 gate dan riwuehhhh banget baik di imigrasi maupun security check. Cuma duduk 10 menit, saya langsung boarding dan diberangkatkan tepat waktu. Alhamdulillah, gak ketinggalan pesawat dan terhindar dari mati gaya di LCC Terminal – KLIA menunggu penerbangan pukul 17.30.

T-3 Changi & Main Terminal KLIA

Karena masalah cuaca & padatnya runway Changi, perjalanan 50 menit itu harus diperpanjang jadi hampir 90 menit. Pukul 16.30 saya baru nyampe di area keberangkatan Terminal-1 dan langsung beranjak ke Terminal-2 dengan Skytrain. Setelah nitip ransel di Left-Baggage dengan hanya membayar SG$ 3.2 untuk 24 jam pertama, saya pun turun ke downtown dengan MRT dari terminal 2 ke Chinatown dengan terlebih dahulu membeli EZ-Link Card senilai SG$ 12 ($5 untuk kartu, $7 untuk deposit).

Hujan rintik-rintik tidak menghalangi saya untuk berburu oleh-oleh di Chinatown. Laper mata & jiwa deh kalo liat pernak-pernik di sini. Untungnya saya ndak khilaf dan inget ini baru hari pertama dari 10 hari perjalanan saya dan mengeksekusi oleh2 seadanya.

Selepas dari Chinatown, saya melipir ke Merlion Park dimana hujan makin deras. Niatan untuk melihat Singapore Biennale 2011 terpaksa diurungkan dan saya pun berteduh di One Fullerton. Hujan pun gak bisa berkompromi tampaknya, saya tertawan di Merlion Park dan gak bisa ke Esplanade melihat art installation lainnya. Sepertinya harus puas melihat beberapa art installation di Merlion Park termasuk si Merlion yg selama festival ‘dikandangi’ menjadi hotel.

Alam pun berkehendak supaya saya gak menghabiskan banyak waktu (dan tentunya sangu) selama di Singapore, saya melipir balik ke Changi untuk bertemu teman saya Lidah Naga yg baru landing dari Pekanbaru. Mampir sebentar ke Terminal 3, makan malem di Burger King T-2 sebagai modal penerbangan 4 jam ke Manila, dan ditutup dengan melipir ke Budget Terminal dengan bis dari basement T-2.

Ekspektasi kita yg gak pernah make Budget Terminal Changi sih ya paling 11-12 ama LCCT-KLIA yg kayak warehouse dikasi scanner gitu. Tapi ternyata jauuuhhhh lebih bagus dari LCCT walaupun gak seluas jirannya itu. Fasilitas toilet ciamik, beberapa kursi refleksi gratis, beberapa PC dengan koneksi internet gratis, loker untuk mengisi ulang batere ponsel untuk berbagai tipe yg juga gratis, mini market 7-11, Secret Recipe, O’Brien Sandwich, dan free fresh-water yg siap diminum kapan aja dengan suhu yg menggigil dan tinggal bawa Jas-Jus aja udah enak. Oh iya, gak boleh dilupakan disini juga ada SOFA panjang empuk yg enak banget buat leyeh-leyeh. Dan ini semua ada di BUDGET Terminal Changi.

Terminal boleh Budget tapi service gak Budget juga. Petugas imigrasi yg ramah dan ibu-ibu sekuriti yg ramah banget sewaktu memeriksa saya di boarding gate. Selepas proses scanning barang-barang saya, dia berujar sembari tersenyum “come again to Singapore,okay”… dan saya balik berujar membalas keramahannya “someday, i promise”. Dan momen berinteraksi dengan orang lokal tersebut yang paling saya kangeni ketika melakukan suatu perjalanan.

Chinatown

Raffles MRT Station

Merlion yg lagi cuti tampil

Lovebirds di sofa empuknya Budget Terminal

bekal sampe Manila

teman menunggu petang

“masih ada kereta yang akan lewat”

10 comments on “In Transit : Singapore

  1. afkus
    May 24, 2011

    wah untung gw sempet ke singapore biennale. haha trus pas seminggu itu ya semua museum yg jadi penyelenggara di gratisin *goyang sinchan*

    • Sy Azhari
      May 24, 2011

      HIKSSS.. emang gak rejeki liat itu pameran.
      oohh, jadi honeymoonnya ke sono ya. cuit cuit :p

  2. afrij
    May 24, 2011

    hehe sampe siemreap malah…

    • Sy Azhari
      May 24, 2011

      apahhh? Siam Reap? *melotot*
      eh, minta tipsnya ttg Siam Reap yah. ini promo berbuah tiket kesana & tiket buat festival Songkran tahun depan🙂

      • afkus
        May 24, 2011

        siap. ntar klo butuh info apa2 DM aja ya. aku masih males ngisi blog. siem reap kotanya menyenangkan kok.

  3. dansapar
    May 25, 2011

    jd pgn ngesot2 ke singapore, tp mo nentuin tujuan utamanya dlu🙂

    • Sy Azhari
      May 25, 2011

      halah, ngesot2 berbuah jinjingan pasti lu ntar😀

  4. gerandis
    May 25, 2011

    kayaknya aku ke terminal budget juga deh, tapi koq aku gak merhatiin fasilitas d sana ya, jadi gabisa cerita kyak gini

    dan gak ngeh pula ada singapore bienalle, ah payah ah aku

  5. samhoed
    May 27, 2011

    Iya, gw cinta banget sama Changi. Uda berasa hotel gratis aja di sini.
    Cinta juga sama jalanannya, sama makanannya, sama orang2nya.

    • Sy Azhari
      May 30, 2011

      gue suka fasilitas,jalanan, dan orang-orang yg kerja di bagian service sih. kalo orang2 yg di jalanannya sih biasa aja. sedikit robotik,tapi suka aja ama attitude yg disiplin.

      untuk ramah tamah + disiplin + spicy personality…try Filipino. Supir taksi aja bisa ngelawak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 24, 2011 by in Go-Sees, Singapore, travel and tagged , , , , , .

#archives

#categories

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 268 other followers

Follow Eat│Play│Repeat on WordPress.com
%d bloggers like this: