Eat│Play│Repeat

Here, There, and Everywhere

Sejenak Berleha di Metro Manila

Minggu Pagi di Serendra Park

LEG 3 : Metro Manila

2 hari selalu dalam kondisi ‘in a rush’ di Singapore & Manila ternyata cukup memakan fisik & mental (begitu juga duit,bukan?). Hari ketiga kami memutuskan untuk jalan santai dan menikmati Metro Manila apalagi jatuhnya pas di hari minggu, niatnya pengen nyaru dengan orang lokal. Bangun kesiangan tidak merusak jadwal, toh liburan kita fleksibel ini. Tetap pada rencana kalau hari ini bakal menginjak Taguig City & Makati CBD.

Perjalanan di pagi nan terik dimulai dengan mengunjungi Taguig City, Metro Manila. Rutenya : naik Jeepney dari apartelle kita di Montojo St (mon-to-ho) area Pasong Tamo ke stasiun MRT Magallanes (ma-ga-ya-nes) dan teuteup ongkosnya Php 8. Dengan MRT, kita cuma satu stasiun berpindah dari Magallanes ke stasiun Ayala dan perjalanan dilanjutkan dengan bis The Fort yg haltenya terletak ndak jauh dari stasiun MRT Ayala. The Fort ini hanya melayani trip di sekitaran Bonifacio Global City, kawasan bisnis terpadu yg lagi hot-hotnya di Metro Manila, Mbak Feny *senyum simpul a la Bu Evelyna*. Ada apa di Taguig City ini sih?

Bonifacio High Street

  • Bonifacio High Street

Area sepanjang 500 m ini didedikasikan untuk tempat nongkrongnya Anak Gaul Metro Manila dan juga buat penghuni Bonifacio Global City untuk menikmati hari. Sebuah taman berukuran 400m x 40 m dibangun sebagai pusat beraktivitas mulai dari tempat pameran fotografi, tempat orang berjalan-jalan dengan hewan kesayangannya, berikut juga yg duduk manis membaca buku atau sekedar foto-foto. Di sebelah kiri dan kanan taman ini terdapat 2 boulevar yg dipenuhi cafe, restoran, toko-toko hobi, dan butik-butik dari brand ternama. Sebut saja Starbucks, The Coffee Bean & Tea Leaf, Krispy Kreme, Muji, GAP, Benneton, Calvin Klein, Crocs, dan Fully Booked membuka cabangnya di jalan ini. Uniknya, gak ada bangunan yg berbentuk identik di area ini. Semua hadir dengan keunikan & personal touch.

Muji, GAP, Calvin Klein, Benetton, Crocs, you name it…

Pas kita dateng, kebetulan lagi ada lomba lari marathon yang diselenggarakan Goldilocks (toko roti besar di Philippines). Kebanyakan kontestan menyerbu beberapa kafe yang sudah buka di BHS ini. Kami pun menyempatkan sarapan di Coffee Bean & Tea Leaf BHS sembari menghimpun tenaga & berteduh dari panasnya matahari pagi. Keterkejutan saya dengan murahnya biaya hidup disini masih berlanjut ketika saya memesan menu sarapan di Coffee Bean & Tea Leaf. Dengan menu yang sama dengan yang saya pesan di outlet yg sama di Trans Studio Mall Makassar yakni menu paket (terdiri dari English Muffin, Egg Benedict, bagel & dry prunes, butter & jelly, & hot tea), disini saya cuma membayar sekitar Php 220 (+/- Rp 44ribu). Sedangkan di Makassar saya harus membayar Rp 68.000. Hiks..murah amir. Jangan sedih, harga segelas Mojito aja disini cuma Php 160 (+/- 32ribu) dan itupun masih ada promo BUY 1 GET 1 FREE. Ajiiiib dah! Dan ini termasuk kawasan paling elite di Philippines selain Makati & Ortigas, masih dapet aja harga segitu. Ckckckck

Bonifacio High Street

Kelar mengisi tenaga, kita beringsut ke kawasan yg tak jauh dari BHS dan masih di dalam Bonifacio Global City juga yaitu :

  • Manila American Cemetery and Memorial

Ngapain jauh-jauh malah berkunjung ke kuburan? cari wangsit? hihihihi. Walaupun kuburan, area ini gak ada serem-seremnya  dengan catatan dikunjungi pagi hingga sore hari. Kuburan para prajurit Amerika & Pilipinas yg gugur di Perang Dunia II ini dirawat sedemikan rupa hingga tak terkesan angker. Bahkan di tengah area ini terdapat taman yg dikeliling 2 Hemycycle yg memuat nama-nama mereka yg dikuburkan di sini. Pohon-pohon mahogani yg banyak ditanam menyebar di areal pekuburan ini menambah cantiknya & teduhnya tempat ini. Di dalam hemycycle terdapat banyak tempat duduk dari batu, cocok untuk tempat bersantai sambil membaca buku ataupun sekedar meluruskan kaki sembari melihat pemandangan di bawah. Di bawah? iyak, letak pekuburan ini lebih tinggi dari kawasan di selatannya menyerupai bukit sehingga dari tempat ini kita bisa melihat sisi lain Manila seperti Taguig City & danau Laguna de Bay. Di dinding hemycycle selain terdapat nama-nama pejuang yg disemayamkan disini, juga terdapat diorama tentang PD II terutama peperangan di kawasan Pasifik termasuk Indonesia.

Nisan & Hemycycle

1 jam lebih kami habiskan di areal ini. Pengunjung-pengunjung lain pun bubar gak lama setelah kita. Keluar gerbang pekuburan, sebuah taksi melintas dan kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Makati CBD, tepatnya Ayala Center. FYI, di Ayala Center ini mall udah kayak kacang goreng aja. Bertaburan. Untuk menggampangkan pengunjung, kebanyakan mall terhubung satu dengan lainnya melalui tunnel ataupun melalui jembatan penyebrangan antar mall. Dan persinggahan pertama kami adalah:

  • GREENBELT

Imajinasikan Plaza Indonesia, Grand Indonesia, Senayan City, Plaza Senayan, Pondok Indah Mall I, Paris Van Java, La Piazza, Taman Menteng, & Taman Suropati digabungkan menjadi satu… VOILA.. jadilah Greenbelt. OK, saya terlihat lebay tapi emang Greenbelt ini gueedddeee banget. Dibagi menjadi 5 area dengan taman besar yg terdapat chapel di tengahnya, Greenbelt ini apik & ciamik banget konsepnya. Greenbelt 1 & Greenbelt 5 memiliki konsep mall konservatif masing-masing layaknya  Pondok Indah Mal 1 & Senayan City. Greenbelt 1 diisi oleh tenant besar ACE Hardware, butik mewah Hermes, fastfood restaurant, dan beberapa retail seperti Topshop, Topman, Marks & Spencer, Nine West, Diesel, Calvin Klein, you name it baby. Sedangkan Greenbelt 5 diisi oleh brand-brand yg lebih upscale seperti Banana Republic, DKNY, Escada, Juicy Couture, Bang & Olufsen, Balenciaga, Marc Jacobs, Panerai, Patek Philippe, dll.  Greenbelt 2 & Greenbelt 3 mengambil konsep open-air shopping yang sebagian besar diisi oleh fine-dining restaurant & toko-toko yang chic dan minimalis. Greenbelt 4 merupakan bagian yg terkecil diantara semua namun merupakan bagian yang paling elite. Butik-butik dari luar seperti Burberry, Tod’s, Gucci, LV, Prada, Bvlgari, dan merk-merk yg bikin ngences ini ngendon di Greenbelt 4 yang sekaligus menyambung dengan Ayala Museum. Bioskop sendiri bisa ditemukan di Greenbelt 1 & Greenbelt 3. *ini gue makin lama makin terdengar seperti Bu Evelyna Setiawan kayaknya*

Greenbelt Entrance

Seperti yg saya bilang di atas, di tengah-tengah Greenbelt ini ada sebuah taman dengan chapel tepat di tengahnya. Dan karena kami datang di hari minggu pagi, gak sengaja mendengarkan khotbah misa yg dibawakan dengan Bahasa Inggris. Uniknya, pengunjung disini banyak yg mengikuti misa di luar chapel yang notabene kawasan mall atau taman. Ada saatnya mereka semua berdiri dan memasang gesture sedang berdoa mengikuti acara di dalam chapel. Sungguh pemandangan dan pengalaman yang menakjubkan. Kalau gak pernah datang kemari, mana pernah saya tahu ada momen seperti ini. Kebaktian di dalam mall mungkin udah jamak di tempat saya. Tapi ini mengikuti misa di tengah-tengah aktivitas belanja di tengah mall? sungguh pengalaman baru dan amat berkesan buat saya. Mungkin ini yg dibilang Pak Ricky supir taksi kami dari bandara kemarin. Aktivitas penduduk Manila di Mal itu sudah menjadi gimmick & culture.

Selepas mendengarkan khotbah tadi, kita lanjut tawaf mengelilingi Greenbelt 1-5. Mulai dari menukarkan US$ di money changer yg harganya bagus banget, nyari peta tujuan kita berikutnya, foto-foto di taman, makan siang di Pepper Lunch, dan ditutup dengan nonton Thor di bioskopnya yg juga murah meriah. Cukup merogoh Php 300 (Rp 60 ribu) untuk studio THX layar 3D di hari minggu.

Greenbelt Park

  • GLORIETTA

Menjelang senja, kita pindah tongkrongan ke arah mall di sebelah Greenbelt. Masih dikelola developer yang sama yaitu Agung Sedayu Group Ayala Land, kita menyusuri Glorietta. Yah layaknya mall di Manila lainnya, ukuran Glorietta ini larger than life juga. Teridir dari Glorietta 1-5 juga ternyata dan nyambung satu dengan yang lain. Tapi untungnya Glorietta 1 & 2 sedang mengalami renovasi sehingga ditutup. Jadilah kita melanglang ke Glorietta 3-5. Glorietta ini satu level di bawah Greenbelt dari segi tenant. Lebih mirip Pondok Indah Mall 1 & Plaza Senayan. Di Glorietta ini juga terdapat Hard Rock Cafe Manila. Tujuan utama kita ke sini sebenarnya adalah nyari ‘perlengkapan pribadi’ di Bench\, kebetulan sewaktu browsing nyari dimana toko Bench\ terdekat nemunya ya di Glorietta 3. Hmmm, buat yg belum tau Bench\ itu apaan, Bench\ ini sejenis Victoria’s Secret tapi menyasar kalangan pria. Ada sih ‘daleman’ buat wanita tapi gak sebanyak untuk pria. Selain undies, ada juga aksesoris seperti tas, topi, & kaos; berikut juga make-up buat para wanita dan grooming buat para pria… hehehehehe.

Aktifitas malam itu diakhiri dengan makan malam di Max’s Restaurant. Seumur-umur baru kali itu saya makan ayam goreng pake roti tawar sekaligus menyicipi sajian nasional Pilipinas, Halo-Halo. Es campur berisi kolang-kaling, kacang-kacangan, pisang, keju, susu, pasta ubi rambat ungu, dan leche flan (semacem Cream Brulle). Malam itu kami memutuskan pulang lebih awal, sekitar pukul 9, karena keesokan harinya akan mengejar penerbangan pukul 6.30 ke Cebu untuk petualangan yang lebih seru🙂

Manila-USA Cemeterial & Memorial Park

Bukit Bernisan

Greenbelt Park

Greenbelt 3

bukan nunggu sale, tapi sedang mendengarkan khotbah

Greenbelt area

2 comments on “Sejenak Berleha di Metro Manila

  1. ombolot
    May 30, 2011

    Tuh kan … tuh kan … gw udah kangen ama Manila *toyor manja*

    • Sy Azhari
      May 30, 2011

      gue juga pengen lagi balik ke sana. tahun depan ah… Luzon & Visayas udah, tahun depan pelengkapnya Palawan (Coron) & Mindanao (Cagayan de Oro) ahhhhhhh *puasa 7 bulan dulu*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 30, 2011 by in Go-Sees, Luzon, Philippines, travel and tagged , , , , , .

#archives

#categories

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 268 other followers

Follow Eat│Play│Repeat on WordPress.com
%d bloggers like this: