Eat│Play│Repeat

Here, There, and Everywhere

Where to Stay – Philippines Trip

Alumbung Tropical Living

Disclaimer : Maafkan saya kalau di post ini saya mengingatkan anda akan Ibu Evelyna Setiawan & Mbak Fenny Rose,ya. Karena saya tumbuh besar bersama tayangan mereka. Salamat, po.

Boleh dikata, anggaran terbesar saat berjalan-jalan selain tiket penerbangan adalah penginapan. Kalau tiket penerbangan hanya bisa diakali oleh promo, rute, atau tanggal keberangkatan maka penginapan masih bisa ditekan melalui beberapa pertimbangan seperti lokasi, kenyamanan, fasilitas, dan selera individu. Karena saya termasuk pejalan hemat (baca : pelit), maka cenderung saya menggunakan hostel atau guesthouse.

Masih bingung juga menentukan pilihan tempat menginap? harreeee geneeee, di zaman internet begini mah harusnya gampang banget. Kalau mau nginepnya di hotel berbintang, tinggal cari di Agoda. Kalau mau nginepnya di hostel, Bed & Breakfast, atau guesthouse tinggal cari di Hostelworld, Hostels, dan Hostelbooker. Kebetulan saya pernah booking penginapan dari semua situs itu dan, Alhamdulillah, gak pernah ada masalah dan selisih harga. Di situ semua terpampang harga per jenis kamar, review dari tamu sebelumnya, alamat web hostel terkait, lokasi berikut petanya, dan nilai rata-rata hasil penilaian tamu. Dan karena situs-situs itulah kami menemukan tempat menginap kami selama perjalanan.

Makati Apartelle

  • MAKATI APARTELLE

Walaupun ada situs sendiri, tapi saya memilih pemesanan via Hostelbookers karena hanya membayar deposit 10% dari total harga dan tanpa admin fee seperti 2 situs lainnya. Walaupun menyandang nama ‘MAKATI’, tapi lokasinya tidak berada di pusat kota Makati, Metro Manila melainkan rada di pinggiran berbatasan dengan kota Manila. Dari NAIA Terminal 1 hanya berjarak sekitar 8 km dan kami menaiki taksi seharga PhP 210 (Rp 42.000). Letak persisnya di Montojo Street, yg kata Pak Ricky,supir taksi kita, dibaca Mon-to-ho. Montojo Street ini jalan kecil berpotongan dengan jalan raya Chino Roches yang mana gak semua orang Manila tau dimana Chino Roches berada. Chino Roches ini lebih ngetop dengan nama lamanya Pasong Tamo. Bilang aja dekat-dekat Shop Wise di Pasong Tamo arah Kalayaan Avenue, pasti supirnya pada tau. Eh, tapi kalau malam hari gimana? tenang! petunjuk jalan di Manila ini memudahkan orang banget, nama-nama jalan tergantung di atas dan menempel di lampu lalu lintas dengan tambahan lampu neon mirip nama toko… emang dasar Manila ini kiblatnya USA banget.

Bangunannya hanya berbentuk 4 ruko berjejer dari batu-bata merah yg mencolok di tengah-tengah pemukiman warga. Pelayannya semuanya perempuan-perempuan dari Bohol Islands, Central Visayas. Makanya mereka antusias begitu saya kasitau kita mau ke Chocolate Hills. Pas kita datang sepertinya baru direnovasi di beberapa bagian. Kamar kita pun masih bau cat baru. Sekeliling living room dipenuhi ornamen tropis seperti tanaman dan hasil kerajinan lokal, tapi ada juga beberapa ornamen religius seperti salib & patung Buddha.

Lobby Makati Apartelle (from Tripadvisor.com)

Apartelle ini konsepnya semi apartment & hotel. Ruang penginapannya terdiri 1 double bed, 1 kamar mandi, 1 lemari besar dengan safety box, 1 meja makan dengan 3 kursi, 1 living room dengan 2 kursi, 2 handuk, 1 LCD TV, AC, Kipas Angin, lemari pendingin, dan dapur mini LENGKAP dengan kitchen set seperti piring, gelas, sendok-garpu, water heater, dan mug. Lantai bangunannya kayak rumah-rumah di pelem-pelem Bollywood Hollywood. Nyaman banget tempatnya karena  saya minta kamar yang ga menghadap jalan raya. Kebetulan Makati Apartelle letaknya gak jauh dari pasar yg (katanya) berisik kalau pagi. Kekurangannya cuma air di shower yg gak terlalu kencang.

Eh, tapi kok katanya pejalan hemat nginepnya di Apartment-Hotel sih? Tenang, kalau ada yg nyinyir ngomong begitu tinggal kasi website & tagihan anda saja karena room rate disini cuma Php 1085 alias Rp 217.000. Harga ini berlaku mulai Maret 2011 dan karena saya pesan sebelum Maret maka masih dapat harga PhP 985 alias Rp 197.000. Karena kita pesan buat 2 malam, kita cuma bayar seharga hampir Rp 400.000 untuk berdua. Dengan lokasi hanya 8 km dari bandara, 4 km dari Makati CBD, dekat dengan PSC (terminal Jeepney) berbagai rute, dan hanya 20 menit ke Rizal Park & Intramuros, maka Makati Apartelle sungguh worth to stay.*cring cring cring $$$*

Unit’s Living Room (Makati Apartelle)

Jika anda mencari penginapan bernama Alumbung dengan intonasi huruf B tegas seperti kata BOBO, maka siap-siaplah kecewa karena orang sepenjuru Pulau Panglao menyebutnya dengan A-Lum-Pung. Well, walaupun lokasinya tidak tepat di bibir pantai Alona Beach di Panglao itu justru menjadikannya nilai plus karena lebih dapat ketenangan di sini. Apalagi setelah kita melihat malam hari di Alona Beach dipenuhi club & party dan diisi oleh orang-orang berbagai negara. Dijamin gak bisa tidur deh.

Letaknya 2 km dari bibir mer pantai Chintyara Alona. Konsepnya adalah eco-guesthouse dengan ruang tidur yang mirip dengan lumbung padi. Duh, kalau masuk sini berasa pengen nyanyi lagunya Santa Hoki yg ‘Setangkai Bunga Padi’,deh. Konsep lumbung padi ini terinspirasi dari… eng ing eng… Bali! dan itu mereka akui di website Alumbung Bohol kok. Ada 3 tipe penginapan yaitu Villa, Lumbung Cottages, dan Room. Menyesuaikan kantong, kita milih tipe cottages dan dapat 1 bangunan lumbung dengan double bed, toilet amenities, kipas angin, dan kamar beserta kamar mandi yg ekletik. Btw, kamar dengan kamar mandinya dibatasi tirai doang loh. apeuuu!!!

Untuk menginap 2 malam di lumbung padi nan eksotis berikut kamar yang ekletik tersebut, kami hanya membayar PhP 2900 alias PhP 1450 per malam. Cring cring cring $$$.

Penginapan ini satu-satunya yang saya pesan langsung ke hotel via-email. Sempat juga mereka menawarkan antar-jemput ke bandara dan rental mobil, tapi mengingat harganya kami urung menggunakan jasa tersebut.

Villa Angela

Villa Angela mempunyai konsep yang unik karena sabananyo ini adalah rumah tua peninggalan era kolonial Spanyol yang dijadikan penginapan. Karena asalnya rumah beneran, jadi tipe kamarnya berbeda satu sama lain. Di sini cuma ada 4 kamar dan 2 dorm. 4 kamar tersebut masing-masing punya ciri khas tersendiri dan beda nuansanya satu sama lain. Cuarto del Senor & Cuarto Pequeno untuk 2 orang dengan perbedaan posisi kamar mandi yg di dalam atau di luar kamar. Cuarto del los Hijos & Cuarto del los Hijas untuk 4 orang dengan perbedaan letak kamar mandi dan beranda. Semua kamar difasilitasi dengan AC dan TV kabel. Stasiun TV lokal spesialis film (semacam HBO-nya Filipina) tiap malem menyiarkan film-film Filipina 90-an yang bikin ‘deg-degan’ & ‘puyeng-puyeng’ ternyata. Oh iya, semua kamar letaknya di lantai 2 rumah karena lantai 1 dipergunakan untuk tempat tinggal pegawai, kantor, dan dapur.

Kami menginap di Cuarto Pequeno yg merupakan kamar termurah. Letak kamar mandi Cuarto Pequeno & Cuarto del los Hijos ada di luar kamar dan masing-masing kamar mandi ditandai sesuai dengan nama kamarnya, jadi bukan semacam shared bathroom seperti di hostel kebanyakan. Nah untuk menuju kamar mandi ini kita HARUS melewati ruang makan keluarga, beranda depan, masuk ke dapur peninggalan keluarga, dan beranda samping. Karena ini rumah khas Spanyol, jadilah ukurannya besar dan lebar dengan plafon tinggi. Bayangkan kita sedang menginap di kediaman keluarga baron di telenovela Escrava Isaura.

Dapur Tua Villa Angela

Kita nyampe disini sekitar jam 11 malam setelah melalui 2 penerbangan dari Bohol dan 2 jam naik bis dari Laoag. Nah, setiba di sini saya mau bersih-bersih dong di kamar mandi. Si Lidah Naga sih udah kelar duluan sementara saya keasyikan nonton tv sambil ngelurusin punggung. Saat giliran saya mau mulai mandi, kok ya ada suara ngejebrak kayak orang buka jendela kayu. Saya lihat di luar, eh gelap aja dulu baik di dapur dan beranda. Pas masuk lagi kamar mandi, kok ya ada suara pintu kamar mandinya Cuarto del los Hijos ditutup dan saya cek gak ada orang disana. Cuma sempet cuci muka & sikat gigi, saya balik ke kamar dan sampai di kamar baru tersadar kalau saya sesak pipis. Glek!. Ditanya Lidah Naga kenapa gak ke kamar mandi aja, ya gue jawab “besok aja deh, takut gue lewat dapur”.

Di luar suasananya yang horor, Villa Angela memang sebuah tempat yang eksotis. Dinding dan lantai bangunan terbuat dari papan yang tebal dengan kualitas yang bagus. Dinding penginapan dipenuhi pajangan dan foto-foto, baik foto keluarga dan gongnya adalah… foto pemilik rumah dengan TOM CRUISE!!  Iya, Mas Tom pernah nginap disini sewaktu syuting Born On The Fourth of July. Bahkan kwitansi tukang bunga beserta surat dari Tom Cruise untuk si pemilik rumah dipajang dan dipigura loh😀

Breakfast with (Miss) Tiffany😀

Berbeda dengan 2 penginapan sebelumnya, di Villa Angela kita disediakan sarapan. Pilihannya Filipino breakfast atau Continental breakfast. Masalah sarapan ini pernah saya bahas di post ini. 2 sunny side-up eggs, roti tawar, pisang, marmalade jam, butter & cheese, beserta kopi mengawali pagi.

Setiap penginapan kami singgahin maing-masing selama 2 hari. Dari 10 hari 9 malam perjalanan, total 6 malam menginap di Filipina, 1 malam kelayapan di Manila, 1 malam di Tune Hotel Kuala Lumpur, dan 1 malam dihabiskan mangkal di Changi Airport sekaligus menempuh perjalanan Singapore – Manila di pesawat dari pukul 1 hingga 4 pagi. Dengan cara begini, kita cukup menekan budget karena cuma menginap 7 malam. Red-eye flight memang melelahkan dan bikin ngantuk pas mendarat, tapi ngantuk gak akan pernah memadamkan Ivan Gunawan semangat liburan.

Makati Apartelle’s Public Living Room

Alumbung’s Bathroom

Alumbung, Panglao Island

Villa Angela’s Dining Room

Alumbung Resort, Panglao Island, Bohol

5 comments on “Where to Stay – Philippines Trip

  1. dansapar
    July 5, 2011

    yg alumpung itu keren ya
    di depok di tempatnya fx widayanto kamar2nya jg mirip kayak gitu, koh
    pengin nyobain nginep sih tapi yo mosok di depok
    hihihihihi

    • Sy Azhari
      July 5, 2011

      kenapa rupanya dengan Depok,par? kan ada MARGO CITY.. sodaranya Senayan City. lagian lu gak mau apa gak berani? ntar kejadian A&W di Wonosobo terulang lagi :p

  2. zou
    August 18, 2011

    Sepakat sama Sapar, Alumbung paling keren ..😀
    Villa Angela, dapurnya aja horor gitu, walopun cantik .. Hehehehe ..

  3. fransisca
    September 17, 2011

    1 peso berapa rupiah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on July 5, 2011 by in Bed & Breakfast, Go-Sees, Hostel, Hostel, Philippines and tagged , , , , , , .

#archives

#categories

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 268 other followers

Follow Eat│Play│Repeat on WordPress.com
%d bloggers like this: