Eat│Play│Repeat

Here, There, and Everywhere

Flight Report : MH 860 vs GA 147

Sekali-kalinya dapat tiket murah maskapai utama buat liburan Juli dan September kemarin. Kebetulan 2 penerbangan itu untuk jarak di bawah 1 jam penerbangan, jadi boleh lah dibandingin sedikit-sedikit.

Malaysia Airlines (MH)

MH’s boarding pass

MH 860, KUL-MES. Boeing 737-400.  Fare RM 173 (including RM 51 airport tax). 50 Minutes.

Berangkat dari Terminal utama KLIA yang kebetulan homebase dari Malaysia Airlines, jadi saya bisa check-in di counter mana aja dan juga tersedia self check-in kiosk di penjuru bandara.

Proses boarding lancar kecuali saat beberapa penumpang terlalu asyik ngobrol heboh walaupun sudah dipanggil beberapa kali hingga didatangi petugas.

Pesawat berangkat tepat waktu dan begitu take-off langsung dibagi cemilan berupa sebungkus kacang asin. Ya, saya tahu kalau penerbangan di bawah 1 jam itu cuma dibagi makanan ringan tapi kok ya..hmmmm… kalah ama budget airlines kayak ValuAir yg dikasi Roti isi & air mineral yah. BTW, selain cemilan penambah jigong protein itu kita juga boleh milih minuman yg tersedia di trolly berikut majalah dan surat kabar.

Penerbangan MH perdana saya berjalan lancar dari proses check-in sampai landing. Walaupun aircrew agak ‘dingin’, tapi gak memengaruhi pelayanan sama sekali. Definitely will fly again with ’em someday, terutama untuk ngetes makanan dan pelayanan di penerbangan medium dan jarak jauh yang kata temen bagus.

inflight service

Penyangga perut 50 menit (T_T)

Garuda Indonesia (GA)

GA’s boarding pass

GA 147, BTJ-MES. Boeing 737-800.

Walaupun cukup sering menggunakan GA, saya gak pernah naik penerbangan di bawah 1 jam. Karena lebih seringnya buat penerbangan jauh kayak Medan-Jakarta pp. Bermodal promo beberapa bulan sebelumnya, saya beli deh buat  tiket pulang dari liburan di Banda Aceh & Sabang.

Karena terkenal reputasinya yang on-time dan pelayanan prima, saya pun lenggang kangkung ke bandara Sultan Iskandar Muda dengan hati riang sepulang liburan. Tapi tak disangka tak diduga, proses check-in berubah menjadi drama kumbara. Begini ceritanya *Oh Mama Oh Papa mode ON!* :

Sewaktu saya menyodorkan print-out e-ticket saya berikut kartu GFF dan KTP yang jelas-jelas atas nama saya dan digunakan untuk memesan tiket ini via internet, petugas berjilbab dengan inisial L tersebut mengatakan bahwa boarding pass atas nama saya dan kode booking yg sama udah keluar dan dibawa orang dong. Bingung aja, karena saya gak punya kenalan petugas bandara di sini.

Kebingungan berlanjut saat si petugas tersebut berkali-kali menanyakan apakah saya punya kenalan orang dalam bandara yg saya titipkan untuk check-in lebih awal. Naik darah, saya pun menaikkan nada suara saat pertanyaan tersebut diulang untuk kesekian kalinya dengan mengatakan : “SAYA CUMA TURIS DOMESTIK YG GAK KENAL SIAPA-SIAPA DI KOTA INI APALAGI PETUGAS BANDARA INI. DAN BOARDING PASS SAYA DIAMBIL OLEH ORANG YG GA SAYA KENAL. JELAS?”.

Berbekal bisik-bisik tetangga, si mbaknya akhirnya mendapatkan nama petugas tersebut dan menelpon si petugas untuk datang ke check-in counter Garuda Indonesia. Ternyata yang mengambil boarding pass saya adalah seorang petugas bandara dengan berapa name-tag di dadanya, berusia sekitar 40-an, tinggi sedang 155-165 cm, berkulit gelap. Saya gak sempat melihat namanya karena waktu itu lagi panik sementara 40 menit lagi saya terbang dan bagasi saya gak bisa masuk karena boarding pass saya belum ketemu.

Boarding pass pun berpindah tangan dari si petugas jahanam itu ke tangan staf Garuda untuk melanjutkan proses check-in saya yg sempet bikin proses calon penumpang lainnya agak tersendat. Sembari meminta maaf, si petugas tersebut bilang kalau dia disuruh pengusaha lokal yg udah jadi langganan dia bertahun-tahun untuk mengeluarkan boarding pass atas kode booking & nama itu. Cihhh! Setelah membayar airport-fee & menuju ruang tunggu pun si petugas tersebut masih berusaha mendekati saya sambil menanyakan apakah masalahnya udah selesai. Males meladeni, saya tinggalkan aja dia disitu.

2 pertanyaan yang masih jadi misteri saya :

  1. Kenapa staf di check-in counter bisa mengeluarkan tiket atas nama saya tanpa ditunjukkan KTP, kartu GFF, dan kartu kredit yg digunakan untuk memesan tiket bersangkutan ?
  2. Kenapa nomor booking saya bisa beredar di orang lain dengan tujuan & jadwal yg sama bahkan nama yang sama ?
Enough with this crap, saya melipir ke ruang tunggu dan untungnya penerbangan rada sepi dan berangkat tepat waktu. Masalah inflight services, ya tahu sendiri gimana standar pelayanan Garuda Indonesia yg di atas rata-rata penerbangan lain di Indonesia. Gak mengecewakan selama proses penerbangan. cuma proses pra-penerbangan aja yang bikin gondok. Karena selama berkali-kali naik GA, belum pernah saya mengalami kejadian yang sama di bandara lainnya. Jadi bisa saya simpulkan kalau kekacau-balauan tadi disebabkan oknum petugas di bandara. Dan kata temen saya yg pernah lama bekerja di Banda Aceh, ternyata sering loh kejadian begitu. Hmmmmppfff.
Selama 45 menit di penerbangan itu, para penumpang kelas ekonomi disuguhi snack yang untungnya lebih baik dari MH ya. Sekotak snack berisi puff pastry, biskuit wafer  & minuman ringan berikut majalah dan  free flow aneka minuman di kabin seperti teh, kopi, dan jus sebagaimana standar pelayanannya. Masalah pelayanan mah, Garuda gak pernah mengecewakan saya.

Sultan Iskandar Muda (BTJ) International Airport

One comment on “Flight Report : MH 860 vs GA 147

  1. ajeng
    November 2, 2011

    om.. boleh tau emailnya g? -bukan blogger- TT
    pengen get more info about trip to philipines nih..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 20, 2011 by in Aceh, Airlines, Go-Sees, Malaysia, Sumatera, travel and tagged , .

#archives

#categories

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 268 other followers

Follow Eat│Play│Repeat on WordPress.com
%d bloggers like this: