Eat│Play│Repeat

Here, There, and Everywhere

The Way We Were

Kalau mau dibilang, post ini rada telat sih dibikinnya. Maunya akhir tahun kemarin atau awal tahun ini. Tapi berhubung faktor kesehatan dan pekerjaan, baru sempat bikinnya. Post ini dibuat sebagai pengingat hal-hal yang udah dijalani selama 2011. Yah, lumayan sebagai rekam jejak mengingat saya orangnya yang rada Nunun Legendaris yah.

Tahun 2011 berarti hampir satu tahun saya di Medan setelah mengembara hampir satu dasawarsa di beberapa tanah rantau. Berhubung kerjaan & keuangan sudah mulai stabil serta beberapa kredit panci Happy Call udah sudah kelar, pastinya ada dana cadangan yang bisa digunakan untuk berlibur sebagai sarana refreshing jiwa dan raga. Kalau istilahnya Bang Daus itu “Berobat”… *hening*.


Outbond Kantor (Januari)

Winning Team

Walaupun diadakan di Dati II tempat saya bekerja, tapi tetep aja mesti melewati Dati II lainnya supaya sampai disini. Kabupaten yang aneh. Ini acara outbond kantor pertama saya bareng rekan-rekan kerja disini, karena status saya masih New Kid On The Block. Acaranya diadakan di Kampung Ladang, di pinggiran Kota Medan. Cukup bikin refreshing dan kenal dengan sisi lain rekan-rekan dan atasan di kantor. Saya yang biasanya uptight di kantor jadi lumayan luwes narinya di sini. Dan kebetulan juga tim saya jadi juaranya dengan hadiah…..peralatan dapur -_-”

hajaarrrrr

Danau Linting & Countryside (Februari)

Yang ini sih masih lokal juga. Niat dan rencananya pun dadakan bener, dieksekusi Sabtu pagi dan baru direncanakan Jumat sorenya. Bareng anak-anak yang lagi magang di kantor saya, kami pun menelusuri –lagi lagi– pinggiran Kota Medan.

Danau Linting

Diperagakan oleh (bukan) model

Telaga kecil yang mengandung belerang ini adanya di Kecamatan STM Hulu, sekitar 30 km dari pusat Kota Medan dan melewati hutan, kebun jagung, sungai-sungai yang masih jernih, bukit, dan pastinya… Kebun Sawit. Telaganya sih biasa aja, tapi pemandangannya lumayan indah karena menghadap Pegunungan di Bukit Barisan. Pulangnya kita jalan-jalan ke area yang lebih terpelosok melewati sungai kecil dan dangkal yang masih bisa dipakai tempat persinggahan sebentar. Kita juga melewati jembatan gantung yang menghubungkan 2 kecamatan yang salah satunya (sepertinya) masih terisolir *menatap AR Gunung Meriah*. Pulangnya kami tutup dengan cemal-cemil di Mie Aceh Titi Bobrok yang sangat masyur namanya itu.

demi segenggam nasi

melewati jurang sedalam ini

Bandung Berhiber (April)

Misinya sih mulia, mengantarkan Nenek saya yang lagi kangen cucu. Eh, ndilalah, orang tua saya juga mau ikutan. Kebetulan ada hal tentang pekerjaan yang bapak saya lakukan juga di Bandung. Jadi deh serombongan berangkat. Saya sih cuma menemani mereka 3 hari doang, sementara anggota keluarga yang lain sampai seminggu di sana. Ditambah Pakde saya yang lagi bertugas di Jakarta, jadilah reuni keluarga kecil-kecilan keluarga dari Medan dan Bandung. Tergolong reuni kecil sih, abisnya ibu saya 14 bersaudara. Ribet ngumpulinnya.

Banci-Banci se-Malaysia…mohon kerjasamanya ya😀

Penang, The Pearl of Orient (April)

Karena rumah sunyi sepi sendiri..saat kau tinggal pergi, saya pun mengambil liburan. Gak mau kalah dengan anggota keluarga lain. Berbekal tiket Medan-Penang seharga Rp 115.000 (Penang Airport Tax included, Rp 85.000), meluncurlah saya ke Penang yang hanya 30 menit dari Medan. Tepat di long weekend Libur Paskah. Pusing-pusing tanpa itinerary, sendiran, dan dengan modal cekak.

Mabuhay, Pilipinas… (Mei)

Kalau ditinjau dari segi jarak, mungkin ini perjalanan saya yang paling jauh sampai saat ini. Kenapa Filipina? udah saya jelasin di blog saya yang ini. Sekitar 8 hari dihabiskan di sana, 10 hari kalau dihitung transit di Singapura dan Kuala Lumpur.

Bonifacio Global City

Manila, Cebu, Bohol Island, Panglao Island, Vigan, dan Ilocos Norte Province (Laoag, Paoay, Bangui, Pagudpud) jadi tempat tujuan selama perjalanan itu. Dari sekedar keliling kota tua di Intramuros, Manila sampai keliling Pulau Bohol melewati kota-kota tua seperti AlbuquerqueBaclayon, & Loboc. Menikmati sepoi-sepoi angin dari turbin Bangui Windmills, sampai menikmati sepoinya angin saat flying fox antar tower dari ketinggian 145 meter di Cebu. Dari menginap di villa tua bekas rumah bangsawan, sampai menginap di lumbung padi *melambai ke Santa Hoki*.

Chocolate Hills, Bohol Island, Visayas

Box Office Trip (Juli)

Pada tahu kan perfilman di Indonesia sempat gonjang-ganjing karena film-film dari beberapa distributor film Indonesia dilarang tayang karena masih menunggak pajak. Mengandalkan strategisnya tempat tinggal saya sekarang berikut promo tiket murah, jadilah saya menyeberang ke jiran sejenak untuk menikmati beberapa film box office sekaligus mencari buku literatur di Kinokuniya.

O Tao Toba (Agustus)

Kelar mudik dan berlebaran di Kisaran, keluarga saya dan keluarga tante saya yg dari Bandung memutuskan untuk berkeliling Danau Toba. Ke Prapat? bosen dan jadi lautan manusia kalau lebaran. Kami memutuskan mengelilingi Danau Toba dari Pematang Siantar – Medan via Kabanjahe & Brastagi. Jalur yang kurang populer dibanding Pematang Siantar – Medan via Tebing Tinggi.

Danau Toba yang semakin gundul pinggirannya😦

Brady Bunch Family

Jalan rayanya berada di sisi Danau Toba, hanya dipisahkan jurang doang. Jadi selama perjalanan ya penampakan Danau Toba dengan latar belakang pegunungan Bukit Barisan nan elok di sisi lain danau. What a breathtaking scenery. Sempat singgah juga ke Air Terjun Sipiso-piso dan Brastagi sebelum memutuskan balik ke Medan.

“woof”

Sipiso-piso Waterfall

Banda Aceh & Pulau Weh (September)

Kunjungan kali ini gak segrasak-grusuk kunjungan saya terakhir tahun kemarin. Cuma menikmati Pantai Sumur Tiga seharian dan semaleman. Sewaktu singgah beberapa jam di Banda Aceh, sempat ketemuan juga dengan Ari yang saya daulat jadi guide dadakan.

Sumur Tiga Beach

Freddie’s Santai Sumur Tiga

Kubahnya ada, Mesjidnya mana? -Mesjid Al Tsunami, Aceh Besar-

Jakarta (Oktober)

Tepat setahun setelah terakhir kali saya mengunjungi Jakarta sejak Simply Red Farewell Tour di Soulnation 2010. Hakikinya ini adalah perjalanan kerja, tapi saya menyempatkan sabtu-minggu dan malam harinya untuk bertemu teman-teman lama di Jakarta. Maklum, sebagian besar teman-teman baik saya tinggal di Jakarta. Sayangnya saya gak sempat singgah ke Bintaro, tempat saya tinggal hampir 7 tahun dalam 10 tahun terakhir.

Yogyakarta Hadiningrat (November)

Niat utama adalah menghadiri pernikahan seorang sahabat di tanggal cantik 20-11-2011 di Kota Mendoan Purwokerto. Yogyakarta didaulat jadi tempat singgah buat tidur dan refreshing utama. Menyempatkan juga ketemu teman-teman yang tinggal ataupun sedang main di Jogja. Sempat jengkel karena penerbangan saya tertunda 9 jam karena kerusakan radar pesawat. Sempat mengudara 1 jam, namun harus kembali ke Bandara Polonia dan harus menunggu untuk berganti pesawat selama 9 jam itu😦

Purwokerto Royal Wedding (minjem dari Dansapar.com)

2 tahun…2 tahun (pake gaya Fatma Farida) sejak kunjungan terakhir ke Jogja. Masih memesona walaupun makin riweuh kendaraan roda 2. Orang-orangnya, suasana kotanya, dan udaranya masih memikat saya. Buat saya, Jogja memang istimewa.

Chinatown, Singapore

Deck The Hall (Desember)

Long weekend terakhir tahun ini jatuh saat liburan Natal. Berhubung saya tidak merayakannya jadi saya ambil perjalanan singkat ke Singapore dan Malaka. Jalan santai tanpa itinerary sama sekali, walaupun saya baru pertama kali ke Malaka.

Abang Becak Malaka

Dont forget to visit Jonker Street in Malaka

Banyak jalan…pasti. Boros? belum cencu. Karena saya mengandalkan tiket murah, destinasi yang murah, dan menginap di hotel biasa. Dan yang pasti bikin kesal beberapa teman… Jarang bawa dan beli oleh-oleh, bahkan untuk diri sendiri :p

11 comments on “The Way We Were

  1. inggrid
    January 24, 2012

    Siapa itu Fatma Farida????

  2. dansapar
    January 24, 2012

    tahun ini perjalanan kokoh tampak sangat seru
    eh kmrin long wiken jalan2nya blm diposting koh?
    *eh long wiken kmrin jalan gak sih?

    • Sy Azhari
      January 26, 2012

      long weekend gak kemana-mana,par. kan Imlek -sok merayakan-. gue dong gantian jaga rumah, sementara keluarga ke Brastagi, Sibolangit, dan Simalem Resort😦

  3. buzzerbeezz
    January 24, 2012

    Gilee.. cuma absen di Maret dan Juni ya Koh..

    • Sy Azhari
      January 26, 2012

      kan itu banyak yg dekat-dekat juga,ri -tokok-

  4. tesa
    January 26, 2012

    kok ada foto Friza sastri?

  5. samhoed
    January 26, 2012

    Eh, sekarang gw suka bawain oleh2 lho kalo jalan (buat nyogok si bos maksudnya, biar pulang2 ga diomelin). hahahaha…

    • Sy Azhari
      January 26, 2012

      hmmm.. boleh juga trik lu,sam. gue ikutan ah, biar permohonan cutri approved :p

  6. mieacehjalyjaly
    February 5, 2012

    blognya bagus, salam kenal kunjungi juga blog kita di http://mieacehjalyjaly.wordpress.com

  7. Pingback: Kaleidoskop Vakansi 2012 « Here, There, & Everywhere

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 24, 2012 by in Aceh, Go-Sees, Jakarta, Jawa Barat, Jogjakarta, Malaysia, Philippines, Singapore, Sumatera Utara, travel.

#archives

#categories

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 268 other followers

Follow Eat│Play│Repeat on WordPress.com
%d bloggers like this: