Eat│Play│Repeat

Here, There, and Everywhere

Top Chef – All Stars

Top Chef All Stars

“Chefs, unpack your knives. We’re giving you second chance” – Padhma Laksmi

1-2 tahun lalu, ada beberapa reality competition show yg disiarkan oleh stasiun-stasiun TV di Asia. Beberapa yang populer seperti Masterchef US, Junior Masterchef Australia (dengan anak2 yg super banget!), Masterchef Australia, Chef Academy, dan Top Chef. Stasiun TV lokal pun tak ketinggalan untuk mengambil franchise acara masak-memasak itu. Tentunya pada ingat dong saat RCTI mengadopsi Masterchef menjadi Sinetron…errr..maksud saya menjadi Masterchef Indonesia.

Dari beberapa seri terkenal itu, yang paling lama saya ikuti adalah Top Chef yaitu sejak Top Chef 4 (Chicago). Berbeda dengan kebanyakan acara lain yang kebanyakan diikuti oleh koki amatir atau aspiring chef, Top Chef menampilkan para koki profesional yang udah malang melintang. Ada yang pernah bekerja di bawah asuhan koki terkenal Joel Robuchon, Daniel Bouloud, dan bahkan ada yg jadi Chef de Cuisine di restoran milik Chef Eric Ripert sebelum bertanding di acara ini. Level kesulitan acara ini juga lebih susah dibandingkan dengan acara sejenis.


Keunikan lain Top Chef adalah lokasi acara yg selalu berubah tiap tahunnya. Bahkan lokasi Final-4 di setiap season berbeda dengan lokasi awalnya. Season 1 mengambil lokasi di San Fransisco dan season finale di Las Vegas. Season 2 di Los Angeles, dan finalnya di Hawaii. Season 3 di Miami dan finalnya diadakan di Aspen (Colorado). Season 4 di Chicago dan berakhir di Puerto Rico. Season 5 berlokasi di Big Apple, New York City, dan berakhir di New Orleans. Season 6 di Las Vegas dan ditutup di Napa Valley (California). Terakhir season 7 mengambil lokasi di Washington D.C dan untuk pertama kali finalnya diselenggarakan di luar Amerika Serikat, Singapore.

Season 8 kembali diselenggarakan di New York City. 18 koki yang digadang-gadang terbaik dari 7 season turut berpartisipasi kali ini. One thing they have in common is no one win their original season. So, mereka kembali untuk unfinished business. Kebanyakan dari mereka adalah kontestan yg sudah sempat menyicipi babak final. 11 dari 18 orang lebih tepatnya. Musim kali ini ditutup dengan pindahnya kompetisi dari New York City ke Bahamas saat memasuki babak 5 besar.

Host season ini masih dibawakan oleh the one and only…the beautiful Padma Lakshmi. Juri utama masih dipegang oleh Chef Tom ColicchioGail Simmons kembali menjadi juri tetap ditambah dengan Anthony Bourdain yang terkenal dengan acara No Reservation

Left to Right : Anthony Bourdain, Padma Lakshmi, Tom Colicchio, Gail Simmons

.

Top Chef All Stars’ cast

I : Carla Hall (season 5), Spike Mendelson (season 4), Mike Isabella (season 6), Fabio Viviani (season 5), & Cassie  Thompson (season 3)

II : Stephen Asprinio (season 1), Marcell Vigneron (season 2), Antonia Lofaso (season 4), Angelo Sosa (season 7), & Dale Talde (season 4)

III : Jennifer Caroll (season 6), Richard Blaise (season 4),  Jamie Lauren (season 5), Elia Aboumrad (season 2), & Tiffany Derry (season 7)

IV : Dale Levitzki (season 3), Tiffani Faison (season 1),& Tre Wilcox (season 3) 

Tantangan di setiap episodenya sih masih mengikuti pola seperti musim sebelumnya, Quickfire Challenge dan Elimination Challenge. Quickfire Challenge ini tantangan singkat membuat hidangan tematik dalam waktu 30 menit-1 jam. Hadiahnya biasanya Immunity di babak Elimination Challenge, atau terkadang ditambah uang tunai US$ 5.000-20.000

Sedangkan Elimination Challenge tahun ini hadiahnya lebih We-O-We. Ada hadiah tur ke Jepang, Belanda, Italia, New Zealand, dan Karibia untuk chef yang memenangkan tantangan. Salah satu jenis Elimination Challenge yang paling populer, Restaurant Wars, juga hadir kembali. Kalau biasanya diadakan di Top 8, kali ini Restaurant Wars diadakan saat chef yg tersisa 10 orang. Tema tantangan eliminasi sisanya antara lain Italian food, Jimmy Fallon’s birthday party, Southern Style,  masak di beberapa restoran papan atas NY City, dan masak makanan dengan nilai gizi tinggi di Madison Square Garden. Sedangkan hadiah utama musim ini naik dari US$ 125.000 menjadi US$ 200.000, ditambah showcase di Food & Wine Magazine Bazaar di Aspen, dan beberapa hadiah lain.

Tema tantangan yang selalu berganti, lokasi tantangan yg berbeda-beda, more talent-less drama, profesionalisme para chef yg jam terbangnya tinggi, serta absennya koki juri yang senang memaki-maki kontestan alih-alih memberikan kritik jadi kombinasi faktor yang bikin saya ketagihan nonton acara ini sejak pertama kali nonton. Bahkan dari semua Reality Competition Show di US, hanya Top Chef yang bisa mencuri gelar Outstanding Reality-Competition Program di Emmy Award tahun 2010 dari The Amazing Race. Program yg jadi juara sejak tahun 2003.

Untuk wilayah Asia, Top Chef – All Stars bisa dinikmati di Sony Entertainment Television (SET) pada hari Senin malam.

One comment on “Top Chef – All Stars

  1. ferli
    March 7, 2012

    30 menit masak, gw baru selesai ngupas bawang itu mah @_@

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 2, 2012 by in Reality, TV Show and tagged , .

#archives

#categories

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 268 other followers

Follow Eat│Play│Repeat on WordPress.com
%d bloggers like this: