Eat│Play│Repeat

Here, There, and Everywhere

Pillows & Toast

Ke Singapore,yuk? “aduh, gak berkarakter”, ujar seorang teman dahulu kala. Sabodo teuing kalau kata saya, buat saya mah tujuan liburan memang disesuaikan dengan apa yang ingin dicari. Mau nyari suasana santai bisa ke pantai. Mau cari suasana adem & refreshing, bisa ke gunung atau dataran tinggi. Sekedar Go & Sees bisa keliling kota-kota besar *berasa audisi buat IMG*. Dan salah satu tempat yang enak dan dekat buat go-sees ini adalah Singapore yang kebetulan cuma 1 jam terbang. Lebih enak lagi sih Paris & NY City sih sebenarnya, tapi jauh dan mahal… tahu diri aja saya yang masih upik abu ini.

Pillows & Toast

Permasalahan utama kalau ke Singapore ini pastinya pada tahu, tingginya harga-harga jika dibandingkan dengan jiran-jirannya. Di buku Lonely Planet sudah diingatkan kalau ingin berjalan ke Singapore standarnya adalah 2x Malaysia & Thailand serta 3x Indonesia & Filipina. Masalah harga ikut juga berimbas kepada akomodasi. Jika dibandingkan harga yg sama dengan apa yg di dapat di negara jiran pasti jomplang. Dengan uang US$ 100, kita bisa dapat hotel bintang 4 (atau bahkan hotel bintang 5) di Indonesia atau Filipina, sedangkan di sini hanya dapat hotel bintang 2-3.

Buat pejalan dari Partai Kai Pang kayak saya pastinya memilih untuk mencari harga yang cekak, sekitar Rp 200.000-300.000 untuk di Singapore. Untuk harga segini dapetnya emang cuma hostel. Konsekuensinya, saya harus pintar-pintar milih fasilitas, kebersihan, dan kalau kata Mbak Fenny Rose, lokasi lokasi dan lokasi hostel yang dicari. Namanya Hostel, pasti banyak yang mengalokasikan kamarnya berbentuk dormitory, 1 kamar bakal diisi beberapa ranjang dan bisa dipesan pihak yg berbeda-beda. Bisa jadi hostelnya bagus, fasilitas bagus, lokasi OK, tapi 1 dorm isinya 12 orang. Saya sih gak terlalu suka isi dormnya kebanyakan dan banyak yang gak kenal. Berasa lagi ikutan Survivor atau lagi karantina buat America’s Next Top Model, iya kalau temen sekamarnya kayak Kahlen atau CariDee…nah kalau kayak Camille atau Angelea? Rwweeerrrrr.

Mosque Street

Lokasi yang strategis, fasilitas bagus, staf yang ramah, serta kamar dormitory yang isinya gak terlalu banyak. Kriteria itu yang bikin Pillows & Toast selalu jadi tempat melepas penat kalau lagi transit atau berlibur di Singapore. Hostel ini disarankan oleh teman saya, Bayu. Lokasinya tepat di Mosque Street No 40, di jantung Chinatown. Cuma 1 blok dari Chinatown Street Market di Pagoda Street, dekat dengan Mesjid Jami’ dan Kuil Shri Mariamman, dan yang paling penting adalah dekat dengan mode transportasi. Halte bis Chinatown tinggal ngesot, apalagi stasiun MRT Chinatown tinggal posisi lotus juga udah sampe *mulai lebay*. Intersection MRT Station Outram Park pun hanya berjarak 500 m.

Jenis kamar di sini semuanya berbentuk dormitory dan shared bathroom. Tiap lantai punya kamar mandi dan toilet sendiri. Biarpun kamar mandi & toilet berbagi, tapi ukurannya lumayan bersih. Apalagi kalau digunakan di atas jam 10 pagi, bersih banget karena jam segitu biasanya kelar jam bersih0bersih hostel oleh para staf yg murah senyum dan akrab tadi.

The Toast

Untuk dorm, terdapat 3 tipe yaitu 10-bed mixed dorm, 8-bed mixed dorm, & 8-bed female dorm (kamar khusus wanita). Untuk 8-bed dorm, secara formal emang ada 8 ranjang dalam 1 kamar tapi secara teknis 1 kamar tersebut adalah 2 kamar yang masing-masing dulunya berisi 4 ranjang yg digabung menjadi satu oleh sebuah pintu kemana saja penghubung. Jadi ceritanya di Pillows & Toast ini kamar yang disediakan adalah tipe 4-bed dorm. Saya sempat menyicipi suasana ini tengah tahun kemarin. Namun saat kunjungan Natal kemarin suasanya sudah berubah. Rate di hostel ini berkisar SG$ 26 untuk 10-bed dorm hingga SG$ 30 untuk 8-bed mixed dorm. Untuk peak season seperti Natal dan Tahun Baru kemarin, harganya bisa melonjak menjadi SG$ 40 untuk 8-bed mixed dorm.

Fasilitas selama menginap di sini adalah laundry berbayar, sarapan gratis, dan personal locker di tiap kamar. Gong dari semua fasilitas adalah wi-fi, penggunaan netbook, dan yang paling saya demen adalah kursi pijatnya. Fasilitas-fasilitas tadi bisa didapat dengan gratis!. Dan kalau sudah menginap di Pillows & Toast, pastikan singgah ke Lounge in their attic. Loteng di lantai 4 ini lumayan luas dan terdapat televisi, DVD Player berikut DVD pilihan, XboX, buku-buku panduan wisata, novel, dan sofa empuk berikut kursi pijatnya. Lagi-lagi semua itu bisa digunakan dengan gratis!!!. Betis penat hasil keliling Singapore bisa sedikit dikurangi dengan (lagi-lagi apa???)… Gratis.

Kursi Pijat for free!

Fasilitas gratis lainnya adalah Left Baggage. Sekiranya teman-teman sudah check-out dari hostel tapi masih ada beberapa jam di Singapore dan masih pengen jalan-jalan, ransel atau kopernya bisa ditinggal di hostel. Dan lagi-lagi fasilitas ini gratis.

Dan seperti hostel (anak muda) kebanyakan, jangan lupa isi kesan dan pesan juga di buku tamu mereka ya. Kalau gak mau ngisi, minimal baca-baca lah. Kalimatnya lucu-lucu dan kadang ada yg kreatif dengan menambahkan gambar-gambar.

isi buku diary ya :p

Sofa Empuk

direction to Pillows & Toast (from http://www.pillowsntoast.com)

“mata belek harus dicuci, tulisan jelek jangan dicaci”

Pillows & Toast

web : http://www.pillowsntoast.com/ 

Address: 40 Mosque Street, Singapore 059518

Email: hello@pillowsntoast.com

Telephone: 65-62204653

Mi Jin (center) & friends

Pengunjung Setia :p

8 comments on “Pillows & Toast

  1. gerandis
    March 7, 2012

    woooo bisa jd pilihan nih kalo ke SG, aku suka soalnya suasana china town

  2. ferli
    March 7, 2012

    kapan gw bisa jalan2 lg ya koh?

    • Sy Azhari
      March 7, 2012

      tunggu si Baby udah siap diajak jalan ya. tapi jangan ke medan yg berat-berat. ke Medan aja boleh,mpok😀

      • neng fey
        April 17, 2012

        si baby mau diajak ke pekanbaru dooong.. emaknya deg2an hihihi

  3. ombolot
    March 7, 2012

    aku mo donk nginep disitu *cek rekening dulu* *yah gak ada duit receh*

    • Sy Azhari
      March 7, 2012

      situ sih, isi dompetnya dompet gendut. gue kan dompet krempeng, rekening kering kerontang. padahal kata media ternama ‘tukang palak’ loh *satire*

  4. dansapar
    March 8, 2012

    ya ampun tadi gue bacanya Ma Jin
    *tetiba di smash kokoh make kekuatan 100 watt*

  5. jhendral
    March 21, 2012

    Bisa jadi referensi nih. Thanks Ful.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 7, 2012 by in Bed & Breakfast, Go-Sees, Singapore.

#archives

#categories

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 268 other followers

Follow Eat│Play│Repeat on WordPress.com
%d bloggers like this: