Eat│Play│Repeat

Here, There, and Everywhere

Melenggang di Penang (Day 3)

Menginjak hari ke-3 dan masih di Penang juga. Pukul 6.30 pagi, Inggrid sudah beranjak ke bandara mengejar pesawatnya pukul 9 waktu setempat (ada perbedaan waktu 1 jam antara Jakarta dan Penang, terima kasih!). Sempat was-was sih karena dia diantar oleh supir hostel yang keturunan India dan bodinya guede banget. Takut-takut aja entar disasar kemana gitu.

soon-to-be newlywed

Perjalanan hari ketiga ini sama dengan jadwal hari pertama saya, keliling Georgetown. Kenapa demikian? karena waktu hari pertama Ombolot dan Ari belum sampai di Penang sedangkan hari ketiga Inggrid sudah balik ke Jakarta. Jadilah subtitusi pemain pengganti di hari itu. Dimulai dari naik bis Free Shuttle CAT keliling dari halte di depan 7-11 Jalan Penang hingga pemberhentian terakhir di Jetty (Weld Quay). Selepas itu baru lah kita berjalan kaki menyusuri jalan dan lorong kota tua Georgetown. Gunanya Free Shuttle CAT ini adalah menyisir inti kota tua Georgetown yang ingin kita jelajahi. Jadi coba aja naik 1-2 kali putaran, baru memutuskan berhenti di mana untuk memulai petualangan.

Bentangan bangunan tua di Georgetown memang mengundang mata untuk dijelajahi. Lorong-lorong sempit berisikan rumah-rumah tua berlantai dua dengan langgam campuran kolonial dan oriental, maupun jalanan boulevard dengan bangunan art deco di kiri kanan ibarat membawa saya menjelajahi waktu. Hebatnya lagi, bangunan-bangunan ini sebagian besar masih optimal digunakan sebagai tempat tinggal ataupun tempat usaha. Bahkan tidak sedikit dipugar untuk menjadi tempat perbelanjaan modern dengan mempertahankan bentuk asli bangunan serta dan tanpa perlu menggantinya dengan bentuk yg gak nyambung dengan bangunan sekitar (uhuk! Kesawan! uhuk!).

Sebut saja salah satu contohnya Whiteaways Arcade di Beach Street, tahun kemarin masih berupa bangunan tua terlantar namun kini sudah berubah total menjadi sebuah ikon properti baru di Georgetown. Deretan butik, toko souvenir, galeri seni terbuka, restauran, dan kafe kini berkumpul di satu tempat. Sekilas, daerah ini mirip Jalan Braga di Bandung yang juga telah banyak direnovasi. (Uhuk! Kesawan kapan nih Pak Rahudman, Uhuk!). 

Car Free Day di sekitar Whiteaway

Whiteaways Arcade

Masih ingin mengagumi bangunan-bangunan tua di Georgetown? Berjalan kaki lah hingga ujung Beach Street dan kita akan menemukan Downing Street, tak jauh dari Victoria Memorial Clock Tower. Bangunan tua disini lebih mewah dan elegan dibanding daerah lainnya. Beberapa Bank internasional menggunakannya sebagai kantor mereka seperti HSBC dan Standard Chartered. Di situ juga terletak Kantor Pos Malaysia yang bentuknya masih jadul abis, mirip dengan kantor pemerintahan di sekitar Katedral Manila dan Gedung Asia Afrika Bandung.

Standard Chartered

Perjalanan kami lanjutkan ke arah Padang Kota Lama dimana terletak Town Hall dan City Hall yang lumayan ngetop. Alih-alih melihat pemandangan, ya kerjaan kita disitu malah nengokin orang yang lagi pre-wed. Hadeuh. Sejenak menikmati semilir anginlaut, dari Padang Kota Lama kita berjalan ke Jalan Kapitan Keling dimana terdapat St George’s Anglikan Church, Goddess of Mercy Temple, dan Mesjid Kapitan Keling dalam jarak yang tidak terlalu jauh. Melambangkan (setidaknya) kerukunan umat beragama di Pulau Penang ini.

St George’s Anglikan Church

Goddess of Mercy Temple

Mesjid Kapitan Keling

Agenda selanjutnya adalah melipir ke pinggiran utara Pulau Penang, yaitu ke arah Tropical Spice Garden. Saya kepingin banget ke tempat ini sejak melihat di situsnya. Dari Mesjid Kapitan Keling, kami berjalan kaki ke arah Jetty melewati daerah Gat Lebuh Chulia dimana banyak terdapat Restoran Muslim India dengan ayam tandoori melambai-lambai dari balik kaca. Apa daya, Tropical Spice Garden masih jauh, sekitar 20 km dari Jetty dengan menggunakan bis Rapid Penang 101. Sekitar 40 menit, baru lah kita sampai di Tropical Spice Garden dengan melewati daerah Gurney, Straits Quay, Pantai Batu Feringghi, dan Tanjung Bungah sebelumnya. Pfiiiuhh.

Cerita tentang Tropical Spice Garden ini bakal saya bikin tersendiri karena saya cukup terkesan dengan tempat ini. Walaupun gak segede Kebun Raya, tapi cukup menyenangkan main ke tempat yang menurut saya harus didatangi kalau ke Penang. Malah harus diprioritaskan.

Bangkok Lane

Dari makan siang hingga menjelang pukul 5 kita habiskan di area taman yang cukup menyenangkan untuk dijelajahi ini dan perjalanan dilanjutkan kembali ke arah Georgetown. Tapi sebelum itu kami singgah ke area Lorong Burma, tempat Thai Temple dan Burmese Temple didirikan berseberangan. Akibat salah membaca peta, kita turun sedikit kejauhan dari Lorong Burma. Tapi hal itu justru menjadi berkah bagi kita karena di saat berjalan dari tempat pemberhentian bis ke Lorong Burma, kita melewati Lorong Bangkok (Bangkok Lane) dimana banyak terdapat bangunan tua dengan desain Melayu. Bangunan-bangunan ini masih terawat dan digunakan sebagai kantor agency, salon, bar, dan juga butik desainer lokal. Lorong Bangkok ini hanya berjarak satu blok dari tujuan kita semula yaitu…

Dhammikarama Burmese Temple dan Wat Chayalamangkaram Temple (Thai Buddhist Temple).

Seperti yang saya bilang tadi, kedua kuil Buddha ini berdiri berseberangan di Lorong Burma. Keduanya menampilkan unsur budayanya masing-masing dan juga menampilkan warna-warni budaya di Penang. Sayangnya, kita datang saat jam beroperasi sudah tutup. Jadinya hanya bisa berkunjung di halaman kompleks kedua kuil ini. Tahun kemarin juga saya sempat berkunjung ke tempat ini, jadi gak begitu kecewa. Tapi teman-teman saya kan baru pertama kali ke sini. *puk puk*

Thai Buddhist Temple lebih warna warni daripada Burmese Temple, tapi sebaliknya, Burmese Temple lebih besar dan elegan. Di komplek Burmese Temple juga ada kediaman para Bhiksu dan taman yang asri di bagian belakang. Sayang kita gak bisa masuk lagi di situ. Hiks.

Dhammikaramma Burmese Temple

Thai Buddhist Temple

Jalan pulang ke Georgetown dilanjut, namun kali ini mengambil jalur yang berbeda. Alih-alih mengambil jalan pulang dari Jalan Burma
(jalur bis 101), kami mengarah ke Jalan Kelawei (jalur bis 103) yang sejajar dengan Jalan Burma sebenarnya.  Tapi saya lupa kalau 103 itu jalannya 30 menit sekali dan kita sudah terlanjur menunggu di halte yang diiringi gerimis. Lewat pukul 7 baru kita mendapatkan bis 103 menuju Esplanade Hawker Center (disamping Padang Kota Lama) untuk makan malam.

Seperti Gurney Drive Hawker Center, di Esplanade juga dipisah menjadi dua bagian yaitu Halal dan Non-Halal. Luas areanya hampir sama namun isi makanannya berbeda sama sekali (ya eyalahhhh! menurut ngana!). Tapi mau gak mau, saya harus beli makanan di daerah non-halal karena di daerah halal gak ada yang jual…..buah-buahan. Masih heran kenapa bakul buah ini masuk di wilayah non-halal.

Town House lope lope :p

Selepas makan malam kita menghabiskan waktu di Padang Kota Lama dengan acara jeprat-jepret di depan Town Hall. Malam terakhir di Penang pun selesai saat kita kembali ke Hutton Lodge setelah sebelumnya kedua teman saya ini menyempatkan diri singgah di Jalan Penang dekat Cititel Hotel untuk berbelanja…Boneka.

Town Hall

Old Town

Wisma Castam & Rapid Penang

enjoying Car Free Day

5 comments on “Melenggang di Penang (Day 3)

  1. buzzerbeezz
    April 25, 2012

    in my defense, aku beli boneka bukan sembarang boneka lho.. Tapi boneka Teddy Bear-nya Mr. Bean! Dan itu kan bukan buat aku kok. Buat ponakanku. Tapi ngasihnya ntar pas mudik lebaran. Jadi buat sementara ya buat aku main dulu #lho

    • Sy Azhari
      April 25, 2012

      TAPI TETEP KAN JADI MAINANMU
      *SORRY, CAPSLOCK RUS..ak, eh gak jadi ding*

  2. grandiszendy
    May 1, 2012

    ehm….aku kok belom tertarik juga ya, bdw itu virgin mojito halal gak sih? mana label halal MUInya?

    • Sy Azhari
      May 2, 2012

      Virgin Mojito halal kok, wong cuma pake soda doang,ndis. kan versi mocktail dari Mojito

  3. Pingback: [Travel Story] Pusing Pusing di Penang « Boloten Inside

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 25, 2012 by in Go-Sees, Malaysia, travel and tagged , , , , .

#archives

#categories

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 268 other followers

Follow Eat│Play│Repeat on WordPress.com
%d bloggers like this: