Eat│Play│Repeat

Here, There, and Everywhere

Bye Penang, Hello Phuket

Firefly ATR 72-500 aircraft #unedited #nekcoyo #kacafilmnyaburem #EnoughWithThisSillyHashtag

Hari ke-4 dan waktunya meninggalkan Penang untuk menuju pulau selanjutnya, Phuket. Tapi karena penerbangan kita dijadwal ulang dari pkul 1 siang menjadi 2.15 siang, maka kita masih punya waktu sedikit menjelajahi Penang. Tapi teman saya, Ari, harus mengejar penerbangan jam 11 pagi ke Medan. Maka setelah sarapan, saya dan Ombolot pun mengantar Ari untuk mencari angkutan ke Bandara.

Lagaknya sih mau jalan kaki dari Hutton Lodge ke Weld Quay. Tapi kok ya, kita tersesat di lorong-lorong Kota Tua Georgetown. Hiks. Karena mengejar waktu, Ari pun menyegat taksi ke bandara dengan hasil nego ongkos RM 35. *dadah-dadah ke Ari, semoga next trip ketemu B&G lagi, Eymen*.

Kelar mengantarkan Ari, kami masih penasaran dengan pekuburan tua yang kami lewati saat pulang dari Burmese Temple ke Esplanade hari sebelumnya. Masalahnya, faktor Nunun udah ikutan main dan kami gak tau kemarin itu naik bis nomor berapa. PD aja menuju Upper Penang Road, akhirnya kami menemukannya di sekitar ujung utara jalan Penang itu. Komplek pekuburan tua itu ternyata berisi kumpulan kuburan Protestan bule-bule Eropa yang tinggal di akhir abad 18 sampai dengan abad 19 di Penang.

Cukup aneh juga ada di tempat ini. Di tengah gegap gempitanya Georgetown dan tak jauh dari pusat hiburan malam di Upper Penang Road, bisa kita temukan tempat yang damai dan tenang dan jarang dikunjungi ini. Dari pertama malah kami pikir area ini ditutup, tapi ternyata pintunya gak digembok.

Cemeterio

Menjelang tengah hari, kami balik ke Hutton Lodge untuk bersiap-siap check-out dan menuju bandara. Tapi sebelumnya, kami ucapkan selamat tinggal dulu di Warung Mamu-Mami dalam kedok makan siang. Karena hari pertama sudah menyicipi Nasi Goreng Ayam khas Mamak, kali ini saya menyicipi Nasi Ayam yang langgamnya beda dengan Nasi Ayam Peranakan. Dilanjut ke Komtar untuk menunggu bis 401 E ke Bandara, tapi akhirnya kami mengalah untuk menggunakan taksi juga karena mepetnya waktu. Saran saya sih, perkirakan waktu sejeli mungkin kalau ingin menggunakan bis Rapid Penang karena perjalanan kita di sini terkadang terhambat oleh Rapid Penang yang suka lama tibanya.

Protestant Cemetery

Protestant Cemetery

Proses check-in sampai imigrasi berjalan lancar. Karena kami menggunakan Firefly (subsidiary airlines dari Malaysia Airlines), maka harga tiket sudah termasuk inflight meal dan free baggage. Jadi bisa lega ini bahu dan punggung dari nenteng-nenteng ransel. Dan berangkatlah kami tepat seperti yang dijadwalkan menuju Phuket.

Auf Wiedersehen Penang, Herzlich Wilkommen Phuket

Sawasdee, Thailand

Sekitar pukul 2.30 siang (ada perbedaan waktu 1 jam antara Malaysia dan Thailand. Terima kasih), Kami mendarat di Phuket dengan kondisi sehat wal afiat. Untuk sebuah tujuan wisata populer di dunia dan pergerakan penumpang 10 juta/tahun, Bandara Phuket ini cukup mengkhawatirkan kondisinya. Ya walaupun tidak semengenaskan Polonia yang dipakai 7,5 juta orang pada tahun 2011 (berdoa untuk Kuala Namu).

Phuket Old Building

Untuk hari pertama di Thailand ini, kami menginap di Phuket Town yang berjarak sekitar 30 km dari bandara dan dari Bandara menggunakan Airport Bus cukup dengan membayar THB 85. Phuket Town ini sebenarnya masih kalah populer dari area Patong Beach atau Karon Beach, namun kami memiliki pertimbangan sendiri untuk memilih Phuket Town yaitu mengingat kami hari ini tidak ingin terlalu banyak menghabiskan energi karena baru mendarat dari Penang dan esok paginya ke Phi-phi. Hal ini juga didukung suasana kota yang a lil bit sleepy and laid-back.

Sino-Portuguese House

Galeri

Di tengah semrawutnya kabel listrik di Phuket Town, kota ini sebenarnya cukup menarik. Bangunan-bangunan tua yang disini disebut dengan Sino-Portuguese menyebar di pusat kota dengan dibatasi jalan-jalan sempit yang kebanyakan satu arah. Walaupun bangunan tua, namun banyak bangunan di sini dipoles menjadi lebih menarik dan kekinian. Coffee shop dan butik mendominasi penggunaannya. Neon Sign yang unik, minimalis, dan gak norak sedikit mengobati untel-untelan kabel yang semrawut itu.

Jika ingin menikmati lebih mendalam, boleh dicoba untuk ikut Phuket Heritage Trail. Brosurnya bisa diambil di bandara secara gratis dan kita pun bisa menyusuri rute yang ada di brosur tanpa guide. Interest Point dan keterangannya juga ada di situ lengkap. Area Phuket Heritage Trail meliputi Ranong Road (Phuket Market & terminal bis ke pantai-pantai di Phuket Island) di sebelah barat hingga Phang Nga Road (dekat Terminal Bis antar kota & bandara) di sebelah timur, dan Narison Road di sebelah utara hingga Phuket Road di sebelah selatan. Sayang, kami mengambil rute ini di malam hari ketika banyak bangunan yang sudah tutup. Walaupun begitu, kami cukup terobati oleh pemandangan malam di Phuket Town yang sepi itu, terutama Soi Romanni yang antik.

Soi Rommani

Soi Rommani

Soi Rommani

Dibanding Patong Beach yang jedag-jedug, Phuket Town memang masih kalah jumlah atraksi. Namun, ketenangan kota ini justru menjadi nilai tambah bagi yang ingin menghabiskan malamnya dengan tenang dan jauh dari wilayah turis. Kalau masih pengen tahu tentang Phuket Heritage Trail, ini ada blog yang lumayan lengkap memuat petualangan berjalan kaki di Phuket Town :

Piazza

Old Town

Sewaktu mengelilingi kota, kami singgah juga menyempatkan ke Shrine of Serene Light yang adanya di gang sempit. Sayangnya, tempat ibadah ini sedang direnovasi. Pun kami menemukan ibu-ibu ukhti yang berjualan makanan olahan dari ayam (dari ayam panggang sampai jeroan goreng) di Phuket Central Market. Lumayan buat ganjel perut yang sedari tadi nyari makanan Halal di penjuru Phuket Town.

By the way, selama di Phuket Town ini kita menginap di Lub Sbuy Guesthouse. Sebuah tempat penginapan baru yang gak jauh dari terminal bis antar-kota dan Airport Bus. Cerita tentang Lub Sbuy bakal dilanjut di lain hari, karena kami mau istirahat dulu menjelang perjalanan berikutnya ke…Phi-Phi Island. *dadah-dadah dari Helikopter Agung Sedayu*.

Shrine of Serene Temple

yummmmyyyy

Art Installation

Peta Wisatanya..kok horor!!!

9 comments on “Bye Penang, Hello Phuket

  1. grandiszendy
    May 2, 2012

    koh, gambarnya kurang gede koooooh….aku kurang puas kooooh

    • Okit Jr
      May 2, 2012

      ih… grandis…
      sukanya yang gede gede…
      punya kokoh emang kecil ndis… maklumin aja sik…. *pukpuk*

      • Sy Azhari
        May 2, 2012

        iya,ndis. bibir aku emang kecil ndis. kamu sukanya yg gede kayak Okit ya. FYI, itu sih bukan gede..tp hideous

  2. dansapar
    May 3, 2012

    yg bikin kangen itu salah satunya pas mo landing di phuket (kebetulan saat itu nggak sengaja liat krn biasanya udah ndredek duluan), keren deh pemandangannya…

    dan, satu lagi, ngejar pesawat naik tuk2 dari patong…😉

    btw, soal foto2 kecil di blog kokoh ini emang khas ya, dari dulu foto2nya ukurannya gak sama, kdg sampe bener2 kecil, shg aku kdg butuh “aku pun pakai”😉

    • Sy Azhari
      May 3, 2012

      view sebelum landing bagus yah, apalagi yang ada pantai panjang banget itu. kelebihan bandara yg lokasinya dekat taman nasional yah. Kemarin gue ama Omb ngejer2 pesawat dari Phuket Town naek tuk tuk juga….dan delayed -_-‘

      kalo kira2 postingnya banyak ditempeli foto, emang aku bikin piyik piyik,par *iwak kali piyiiiikk!*

  3. ombolot
    May 11, 2012

    Pengen nyemil Crab Rice with Tepong Ayam Goreng ukhti Pasar Phuket lagi gak sik koh, ama kerupuk Lays rasa Lobster Panggang

  4. zou
    May 23, 2012

    kemaren nyari protestant cemetery nya ngga nemu .. -___-“a

    • Sy Azhari
      May 25, 2012

      deket ama Chong Fat Tze Mansion,zah. di ujung utara Penang Road kok

  5. Rangga
    June 19, 2012

    Saya sangat senang mengunjungi Phuket dan berlibur disana. Saya juga menginap di Villas In Phuket tempatnya begitu indah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

#archives

#categories

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 268 other followers

Follow Eat│Play│Repeat on WordPress.com
%d bloggers like this: