Eat│Play│Repeat

Here, There, and Everywhere

Dievakuasi saat Vakansi

Cha Long Bay

Foto di atas bukanlah foto sekumpulan orang sedang berlibur sambil menikmati sunset. Memang benar sebagian besar berlibur dan sedang ada pemandangan matahari tenggelam saat itu. Tapi 2 premis tadi tidak membentuk satu hal yang berhubungan. Tidak patut ada kata “menikmati” di dalam gambar tadi. Foto di atas adalah salah satu momen saat kami dievakuasi.

Rabu, 11 April 2012. Saat itu jadwal kami adalah balik ke Phuket Island dari Phi Phi Island. Tujuan kami di Phuket berganti dari sebelumnya di Phuket Town menjadi Karon Beach, salah satu dari 3 pantai terpopuler di Phuket selain Patong dan Kata. Pukul 2.30 siang, kapal Phi Phi Cruiser membawa kami dari Ton Sai Bay di Ko Phi Phi Don menuju Rassada Pier di Phuket. Sepanjang perjalanan gak ada kendala yang berarti dan cenderung lancar sampai saya tertidur pulas di menit-menit awal perjalanan. Tapi sekitar pukul 4, atau beberapa menit sebelum berlabuh tampak para awak kapal yang sibuk kesana-kemari mencari alamat berbincang dengan hebohnya. Sayup sayup terdengar “Indonesia… Indonesia” dalam percakapannya. Ada apa gerangan?

Misteri terkuak saat para awak kapal mendatangi para penumpang satu-persatu hingga giliran kami tiba. Si awak kapal berbicara dengan bahasa Thai yang jelas bikin saya geleng-geleng dan menyuruh dia berbicara dengan bahasa Inggris. Dia menanyakan asal kami dari mana. Setelah mendengar Indonesia dari mulut kami, langsung mukanya berubah panik.

“Your country..quick quick…Indonesia” – ujarnya

“i don’t understand. what’s wrong with my country” – saya bilang

“your country… shake… shake… Sumatera” – lanjutnya sambil menggoyangkan tangannya.

“you mean earthquake? in Sumatera. We’re from Sumatera” – lanjut saya

“yes, earthquake in Sumatera. 8,9. The same location as in 2004” – jawabnya.

Seketika itu lemas lah lutut saya. 2 hal yang bikin perasaan gak enak itu adalah Keluarga saya ada di Sumatera, walaupun ada di daerah pantai timur bukan di pesisir barat tempat gempa, tetap saja saya khawatir karena pasti akan berefek ke Medan. Gempa 7,2 SR di bulan September aja bikin saya puyeng karena goyangannya, apalagi yang ini. Hal yang kedua adalah, saat itu kami sedang di Laut Andaman. Ya, tepat di Laut Andaman, di tengah perjalanan dari Phi Phi ke Phuket. Tahun 2004, Thailand adalah salah satu negara yang terkena dampak terbesar Tsunami di Boxing Day 2004 setelah tuan rumah, Indonesia. 600 orang di Phi Phi Don meninggal dan infrastruktur di Ton Sai Bay hancur lebur tersapu Tsunami. Belum lagi area pantai barat Phuket Island seperti Patong, Kata, dan tujuan kami berikutnya, Karon. Di situ saya mulai membayangkan hal yang engga-engga jika terjadi apa-apa dengan saya di tengah liburan ini. Dan bikin hati gak enak banget.

phone home

Sekitar pukul 4.30, kami tiba di Rassada dan kali ini turun dari kapal dengan tergesa-gesa. Awak kapal pun mengatur dan membuka pelbagai pintu untuk memperlancar penumpang turun dari kapal ke mini van masing-masing. Kami dialokasi  ke mini van sesuai tujuan masing-masing. Pengaturan perjalanan ini sungguh efisien banget. Penumpang kapal sudah didaftarkan ke mini van dengan nomor tertentu sesuai tujuan. Jumlahnya bukan main-main. Ada hampir 50 mini van untuk satu kali trip kapal. Kami pun serombongan dengan 6 orang lainnya dan semuanya Caucasian. 2 orang bakal turun di Kata dan 4 orang lain di Karon.

Perjalanan ke hotel yang seharusnya hanya 30 menit berubah menjadi perjalanan panjang ketika supir kami, Pi Don, memberitahukan bahwa ada Tsunami Warning dari pemerintah Thailand terkait Gempa Sumatera. Traffic jam di mana-mana,polisi berawara-wiri, semua orang keluar menuju tempat tertinggi, dan akhirnya kami pun turut dievakuasi ke daerah perbukitan di Chalong.

Saya yang tadinya lapar banget jadi hilang selera makan. Roti lapis yang saya beli di Phi Phi tidak saya sentuh sama sekali. Haus sih iya…dan sayangnya gak ada yang jual air di situ. Ibu saya menelpon menanyakan kabar berita dan saya manfaatkan juga untuk menanyakan kabar keluarga di Medan.  Cukup lega setelah mengetahui mereka baik-baik saja walaupun guncangan cukup besar dan listrik padam untuk beberapa saat. Namun kabar tadi gak cukup membuat wajah saya kembali cerita saat liburan.

Evakuasi pun tampaknya makin serius setelah beberapa truk membawa pekerja-pekerja dari wilayah pantai untuk bergabung di sekitar area itu. Kendaraan dari mobil, motor, dan songthew memadati jalan. Turis-turis bule mulai menelpon mengabari keluarga. Beberapa berbicara sambil terisak-isak. Hati yang tadinya mulai pulih kembali dirundung kebimbangan. Pengen banget rasanya nangis saat itu. Terlunta-lunta di negeri orang, terkena efek bencana, kangen keluarga, gak ada makanan dan minuman, laper tapi gak selera makan, semua campur aduk. Worst feeling i ever had in vacation.

Berkali-kali polisi lewat dan mengharapkan mereka mengabarkan berita gembira bahwa peringatan tsunami sudah dicabut. Berkali-kali juga ada harapan terbersit saat ada kendaraan yang cabut dari area evakuasi dan sang sopir mengajak kami untuk segera berangkat. Tapi harapan tadi harus tertunda untuk beberapa jam ke depan.

waiting for good news

 Sekitar jam 7.30, akhirnya berita gembira itu tiba. Pi Don menyuruh kami kembali ke mobil untuk segera berangkat. Sepasang suami istri dari Australia berkali-kali mencoba menghibur dan menanyakan kabar saya dan keluarga saya. Cukup terhibur juga dengan balita mereka yang udah bisa bilang “sawasdee ka”. Perjalanan ke Karon Beach berlangsung lancar, dan begitu sampai di area Karon, tampak lah banyak tempat bisnis seperti restoran yang tutup akibat peringatan tsunami sebelumnya.

Begitu pun tak lantas membuat hati saya tenang. Dengan posisi penginapan hanya berjarak 200 meter dari pantai, masih saja saya membayangkan yang engga-engga. Apalagi ditambah kabar dari rumah ada 2 gempa susulan yang cukup kuat sampai listrik di Medan pun kembali padam. Wi-fi di kamar hotel Little Mermaid yang kencang saya manfaatkan untuk mencari kabar seputaran Gempa Sumatera 8,9 SR tadi. Gempa yang sempat menginterupsi liburan dan perasaan saya untuk beberapa saat.

wait and see…

Momen Evakuasi

Chalong Bay, saksi momen evakuasi

11 comments on “Dievakuasi saat Vakansi

  1. buzzerbeezz
    May 25, 2012

    Pengalaman yang menegangkan Koh. Sama menegangkannya sama pengalamanku saat itu di Banda Aceh

    • Sy Azhari
      May 25, 2012

      Urgh, kalau di Banda Aceh mungkin aku bakal lebih panik lagi ya. Karena lebih dekat dengan pusat gempa dan pastinya terasa lebih kuat.

  2. grandiszendy
    May 25, 2012

    wooo, aku gak kepikiran kalo imbas gempa gede itu bakalan seheboh itu di phuket….alhamdulillah ya koh gada apa2

    • Sy Azhari
      May 25, 2012

      Mungkin belajar dari pengalaman 2004 kemarin,ndis. Dan pemerintahnya mungkin berpendapat Lebih baik mencegah kan. Syukurnya baik-baik aja sampai besok-besoknya. Sempet jantung mau copot dan kaki lemes banget.

  3. zou
    May 25, 2012

    merinding bacanya, alhamdulillah everything is okay ..🙂

    • Sy Azhari
      May 28, 2012

      Alhamdulillah yah *sekian dan terima alphard krn tradisi keluarga*

  4. dansapar
    May 25, 2012

    alhamdulillah ya….
    *berasa banget tegangnya pas baca

    • Sy Azhari
      May 28, 2012

      lemes aja dengkul seharian,par. gara2 gempa yah, bukan yang lain

  5. ombolot
    May 26, 2012

    Dan gw nge-blank loh abis dikasih tau ama ABK nya itu

    • Sy Azhari
      May 28, 2012

      huwakakaka…kita berdua kayak orang bego ya waktu itu

  6. Fahmi
    June 7, 2012

    weqs, panik juga kalo pas liburan trus di evakuasi kayak gitu -_-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 25, 2012 by in Go-Sees, Jalan-jalan, Thailand, travel and tagged , , , , , .

#archives

#categories

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 268 other followers

Follow Eat│Play│Repeat on WordPress.com
%d bloggers like this: