Eat│Play│Repeat

Here, There, and Everywhere

Basah-basahan di Festival Songkran

Songkran Festival 2012 Logo

Sawasdee, Bangkok 

Salah satu tujuan utama kami berlibur ke Thailand di bulan April, pastinya, adalah ingin menyaksikan Festival Songkran yang berlangsung dari tanggal 13-15 April. Festival ini sebenarnya adalah puncak perayaan tahun baru di Kalendar Thai. Sebelum tanggal tersebut, ada beberapa ritual yang dilakukan di komplek Grand Palace termasuk dibukanya akses-akses ke bangunan dan ruang tertentu yang pada hari biasa terlarang bagi pengunjung umum.

Kami tiba pada tanggal 12 April sore, setelah sebelumnya didahului oleh tragedi “Beda Pesawat” dari Phuket. Pertama kali menginjak Bandara Suvarnabhumi yang Masya Allah gedenya. Sewaktu dibuka pertama kali tahun 2005, terminal bandara ini adalah single terminal terbesar ke-2 di muka bumi setelah Hong Kong International Airport. Namun kini keduanya sudah disalip oleh Dubai dan Beijing Terminal-3. Begitu keluar dari garbarata menuju baggage claim, langsung terbaca aja “Baggage Claim 350 m”… Astaghfirullah! Untung gak lama ketemu Ombolot di baggage claim area. Meluncurlah kami ke downtown Bangkok (Phaya Thai Station) dengan Airport Rail Link Express. Cukup membayar 90 Baht untuk perjalanan 20 menit ke kota dengan kereta api yang canggih pisan (hint : coba cek toiletnya yang bikin berasa lagi di pesawat Star Trek).

Airport – Phaya Thai Express (Red Line)

Check-in sebentar di Lubd Siam Square, sebuah boutique hostel di Siam Square yang posisinya tepat di seberang MBK dan di pintu keluarnya langsung menghadap eskalator stasiun BTS National Stadium. Lokasi, lokasi, lokasinya sungguh worth every penny. Di hostel pun suasana Songkran sudah terasa, para kru hostel yang muda belia secara diam-diam menembaki tamu dengan pistol air. Yang ditembak, eitsss, ga boleh marah. Karena filosofi basah-basahan di Festival Songkan adalah untuk membersihkan kita dari dosa setahun ke belakang.

Aroma festival semakin kental ketika kami menginjakkan kaki di luar. Penjual kaki lima yang bertebaran di Siam Square sudah mulai menjajakan pistol air, kapur, dan waterproof bag. Saat itu belum ada niatan beli pistol air sih, karena perkiraannya besok cuma mau lihat-lihat perayaannya di Khao San Road. Kita pun cuma makan malam dan balik lagi ke hostel untuk menyimpan stok tenaga.

Lubd Siam Square Hostel

Suk san wan Songkran

13 April, hari pertama puncak perayaan Festival Songkran. Tujuan kita adalah Khao San Road, pusat backpackers di Bangkok. Namun karena kabarnya perayaan di sana dimulai siang hari, jadinya kita muter-muter dulu. Dari hostel, kita naik BTS hingga ke stasiun Saphan Taksin dan berganti moda transportasi menjadi Chao Praya Express Boat menuju Wat Pho, tempat patung Sleeping Buddha yang sangat populer itu. Agak males juga sebenarnya sih kalau cuma main-main ke kuil karena yang dilihat biasanya sama doang dan kurang atraksi. Tapi syukurnya, hari itu Wat Pho pun turut merayakan Songkran.

Berbicara Songkran, mungkin hal yang terlintas di benak adalah tradisi water splashing. Nah, beruntung kita main ke Wat Pho di waktu yang tepat karena selama festival ada Songkran Fair yang mengenalkan kita tradisi-tradisi Songkran di berbagai daerah di Thailand. Kalau Central Region seperti Bangkok terkenal dengan water splashing, nah di daerah utara ada budaya membangun stupa dari pasir. Sementara di daerah lain adalah mengantri memandikan patung Buddha dengan air yang diberi wewangian dan bunga. Gak lupa juga ada budaya mengunjungi keluarga, tetangga, dan berdoa diiringi oleh para biksu. Rame kan, perayaannya.

Sebenarnya setelah Wat Pho, kita pengen menyapa Ratu Sirikit & Raja Bhumibol di Grand Palace. Siapa tau dapet sangu lebaran juga. Apalagi didukung dengan lokasi Grand Palace yang bisa dicapai dengan jalan kaki dari Wat Pho. Tapi ya, saya sempet syok lihat pemandangan jumlah manusia di pintu masuk Grand Palace dan daerah sekitarnya. Ditambah lagi dengan jumlah bis pariwisata yang bikin macet. Dih, gak sudi saya dempet-dempetan serta panas-panasan di sana. Apalagi kata temen saya yang juga baru dari sana, tiketnya 400 Baht. Errr, lumayan buat beli oleh-oleh kan.

Hari semakin terik dan kita pun memutuskan untuk pergi ke tujuan utama, Khao San Road, setelah icip-icip es krim kelapa dengan topping kacang goreng, manisan labu, dan ketan. Ternyata Khao San Road bisa dicapai dengan jalan kaki juga dari Grand Palace. Jadi ya seharian itu dari Wat Pho sampai Khao San kita jalani dengan jalan kaki (haha…bye bye, Kalori!!).

Giant Sleeping Buddha

Splashing Buddha Image

Water Splashing War!!!!!! 

Begitu memasuki Khao San, tampaklah jalanan yang sudah basah berikut orang-orang yang gak kalah basah serta cemang-cemong karena kapur. Saya yang tadinya cuma pengen observasi, akhirnya ikutan beli pistol air kecil. Sepanjang Khao San ini banjir penjual pistol air dengan berbagai mode. Ada juga jasa pengisian air mulai dari yang gratis, sampai air es yang seharga 20 Baht sekali isi. Niat yak!

Gak cuma dipenuhi oleh turis dan orang lokal yang berjibaku di ajang peperangan air, Khao san juga dipenuhi oleh beberapa panggung yang dibangun para sponsor. Sponsor disini mulai dari minuman energi, operator selular, hingga stasiun radio. Panggung-panggung ini menyajikan hiburan dari tari-tarian modern, jasa pengisian air gratis, dan bahkan semprotan segede meriam. Ya, yang di bawah panggung asik aja disemprotin sambil teriak-teriak kegirangan. Wong harinya panas terik begitu.

Songkran at Khao San

Having fun at Songkran

Kita pun semakin menggila di situ. Entah siapa aja bakal jadi sasaran tembak. Nah, ada kebiasaan unik tampaknya selama perang air di sini. Jika kita bikin eye contact dengan orang dan dibalas senyum..hati-hati, biasanya lawan mata kita sedang mencari momen untuk menembak duluan. Kalau udah gitu, ya tinggal balas aja dan paling diakhiri ketawa-ketawa bareng serta saling mengucap “Happy Songkran“. Selain itu, hati-hati juga dengan yang suka menembak atau menyiram dari belakang. Saya sendiri disiram air se-ember sama anak perempuan bule yang masih piyik. Nah, si anak ini udah banyak nyiramin orang dan walhasil ketika dia lengah ditembakin banyak orang. Marah? ngga dong, setelah itu malah salam-salaman dan peluk-pelukan.

Beberapa jam kita habiskan  di area Khao San dan menjelang sore kita memutuskan untuk balik ke hostel karena punya tugas mulia…Mencuci Baju!. Yak, kita kehabisan stok pakaian setelah 8 hari wara-wiri dari Malaysia ke Thailand. Suasana perayaan pun belum berakhir, karena sepanjang pulang pun masih aja ‘bertarung’ air. Karena menggunakan moda transportasi Tuk Tuk yang terbuka, jadi gampang deh nembakin orang di pinggir jalan, yang naik motor, dan naik pick-up. Serampangan aja nembakin dan biasanya mereka balas nembak juga. Gong perayaan hari ini adalah ulah usil supir tuk-tuk kami yang sukses bikin kita cekakakan. Setiap ada penduduk lokal yang merayakan Songkran dengan menaruh ember dan selang di depan rumahnya, maka dia langsung menepi supaya kita bisa disirami oleh orang lokal. Ada satu momen dimana kita dikerjai oleh satu keluarga dari mulai disiram pake air seember sama bapaknya sampai ditembaki pake pistol air sama anak-anaknya. Masih beruntung sih dibanding Tuk-Tuk di belakang kita yang dicegat si Bapak dan langsung dikerubuti untuk ‘dieksekusi’. Baru pertama kali merasakan atmosfer Festival Songkran… and i love it so much!! considering to have another one in the future.

Let the pictures talk how fun Songkran Festival is…

Wat Pho facade

Wat Pho

Building Sand Stupa at Wat Pho

fun fun fun at Songkran

“Khao San Road, mana suaranyaaaa???”

fully loaded!!

Fireeee…i mean..waterrrrrr

i’m at Khao San Road (http://4sq.com/s0n9kR4n) —eksis jalan terus yak

12 comments on “Basah-basahan di Festival Songkran

  1. journeyandwords
    May 29, 2012

    Pesen tiket yuk buat songkran thn dpn, ajak gueeee!!!

  2. dansapar
    May 29, 2012

    gambar terakhir bikin ngakak…hahhahaa
    ah ini kan pas bikin rencana nawarin aku juga ya
    hiks g bisa ikutan akhirnya
    ;p

    • Sy Azhari
      May 29, 2012

      Lu sih,par. Centil amat ganti BB ke Android. Padahal kan lumayan buat songkran-songkran

  3. ombolot
    May 29, 2012

    *Humming* Songkran .. Songkran …. Tepi laut, sapa suka boleh ikut … *jadi multi national folklore song gini ya*

    • Sy Azhari
      May 29, 2012

      Itu cocok banget ama lagu Songkran yg upbeat kayak di stasiun KA Bandara,yak.

      Kalo yg slowbeat kyk di BTS kan ada jg
      “Songkran songkran..ini lagunye..lagu lama ya tuan,dari jakarte”

  4. buzzerbeezz
    May 30, 2012

    Pistolnya beli brapaan Koh? Lucu pistolnya. Pengen punya deh

    • Sy Azhari
      June 4, 2012

      lupa belu berapaan,ri. sekitar 80-100 Baht kalo gak salah. pengen dibawa pulang, tapi takut kene periksa Security…eh di Bandara rupanya pada bawa pulang yg besar-besar banget

  5. neng fey
    May 31, 2012

    “Apalagi kata temen saya yang juga baru dari sana, tiketnya 400 Baht. Errr, lumayan buat beli oleh-oleh kan.”
    Yakin? manaaaa????? ga nyampe sini nih kayaknya???

  6. diamond
    February 1, 2013

    haaiii .. mau tanya dong .. sebenernya perayaannya 3 ato 5 hari yaa? mau dateng nih untuk yg taun ini hehehehe

    • Sy Azhari
      February 1, 2013

      Kalo perayaan puncaknya sih 3 hari ya. 13-15. Tapi sebelum itu di Thailand sendiri ada ibadah-ibadah dan ritual menjelang 3 hari itu.

  7. Pingback: Songkran, Nationwide Fun with International Crowd | Here, There, & Everywhere

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 29, 2012 by in Culture, Go-Sees, Jalan-jalan, Thailand, travel and tagged , , , , , , , .

#archives

#categories

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 268 other followers

Follow Eat│Play│Repeat on WordPress.com
%d bloggers like this: