Eat│Play│Repeat

Here, There, and Everywhere

Bangkok…Stop, Shop,& Tooch

Kata teman-teman, gak sah kalau ke Bangkok gak main-main dan berbelanja di pasar lokalnya. Untuk memuaskan rasa penasaran, kami pun melipir ke Chatuchak Weekend Market yang hanya buka sabtu dan minggu doang. Karena terlalu semangat, masih banyak kios-kios yang belum buka.

Exit to JJ Market at MRT Station

Chatuchak Weekend Market adalah salah satu pasar akhir pekan terbesar di Asia. Letaknya di area utara Kota Bangkok dan gampang banget dicapai, bisa menggunakan BTS Sukhumvit dan berhenti di Mo Chit, atau dengan menggunakan MRT/Subway dan turun di stasiun Chatuchak Park atau stasiun Kamphaeng Phet. Stasiun MRT Kamphaeng Phet adalah stasiun terdekat dengan pasar, begitu keluar langsung terlihat Clock Tower. Sedangkan jika turun di stasiun BTS Mo Chit dan Chatuchak Park, maka kita harus berjalan kaki melewati Chatuchak Park lagi.

Begitu nyampe, kita udah disambut aja gitu sama orang-orang serta polisi yang berkalungkan bunga, berikut juru kamera dan reporter. Mungkin udah pada tahu kalau yang mau datang utusan Turks & Caicos (baca : Ombolot) dan Bosnia & Herzegovina (baca : pastinya gue dong!). Eh, ternyata ada kunjungan ibu pejabat bersasak (bukan Dansapar kok) yang lagi grebek meninjau pasar. Kirain tadi Ibu Perdana Menteri Yingluck Sinawatra yang datang, kan biar sekalian bisa salim ama tante sendiri(deugh, belagak anaknya Thaksin ya).

Sawasdee, Jatujak

Let’s get lost? not this time, honey

Ada 27 sektor di pasar Chatuchak, dan 1 sektor bisa terdiri dari beberapa Soi (gang). Kalau ditotal-total, area ini meliputi puluhan ribu kios.. Barang yang dijual tergantung sektor mana dan yg bikin mencengang adalah jenis barang yg dijual. Mulai dari yang dari souvenir, baju siap pakai, hasil bumi, makanan khas,  kerajinan lokal, sampai hewan peliharaan berikut kostum-kostum lucunya dijual di sini. Ada yang sekedar tenda, ada lorong-lorong yang diberi pendingin juga. Kalau riweuh mau jalan ke mana, bisa minta peta yang disediakan oleh polisi pariwisata yang berkeliaran di area pasar loh. Dan kalau mendengar kata teman-teman kalau di Chatuchak ini gampang tersesat dan kalau lihat barang di toko tertentu langsung dibeli aja karena takut gak ketemu lagi. Ouww, sorry.. in this case, we totally conquer JJ Market :p

Sebelum memulai ritual terapi berupa belanja, kami memutuskan untuk sarapan terlebih dahulu. Apalagi mengingat hostel kami yang tidak menyediakan sarapan. Clingak-clinguk tawaf 1 lap di area terluar pasar, kami menemukan apa yang kami anggap sebagai harta karun di Chatucak Market yaitu sebuah kedai kecil yang menjual Nasi Kuning dengan lauk ayam. Warung Muslim ini dikomandani oleh seorang ibu bersongkok dan dikelola bareng anak-anaknya. Menu yang dijual cuma Nasi Kuning dengan lauk ayam goreng, ayam rebus, dan sup ayam. Aslik, ayam gorengnya WAJIB DICOBA!. Bumbu ketumbarnya bikin manis-gurih rasa ayam, ditambah lagi nasi kuning yang wangi pisan. Lekker,nek. Untungnya kita datang jam 9 pagi, jadi pengunjung masih sedikit. Pas kita lewat lagi beberapa saat kemudian, eh udah mesti ngantri aja yang mau makan di sini. Gak cuma oleh pengunjung-pengunjung yang mencari makanan halal, banyak juga kok pengunjung lain di sini. Berarti emang karena enak dong, bukan sekedar kebutuhan doang.

Ibu Nasi Kuning…tak gondol ke Indonesia kowe

Kelar sarapan, baru deh mulai grebek pasar mencari beberapa barang generik buat oleh-oleh (baca : kaos untuk cowok-cowok dan tas untuk cewek-cewek).  Kaos-kaos disini dijual dengan harga yang miring banget, tapi dengan kualitas yang ciamik punya lah. Sekitar 100-150 Baht/pcs, dan buanyaaakkkk pilihannya. Mulai dari yg kultur khas Thailand, gambar-gambar lucu, pelesetan, ataupun kata-kata witty bisa dicari di penjuru pasar. Jangan takut buat nawar kalau beli lebih dari sepotong, tapi mikir-mikir juga sih kalau udah dikasi harga segitu murah dan kualitasnya lumayan bagus.

Sektor favorit kami di sini adalah sektor 3 dan 4. Barang-barang yang dijual mirip dengan barang-barang distro di Indonesia. Mulai dari tas, sepatu, baju, dan aksesoris yang desainnya whimsical banget. Toko favorit kami di sini adalah “A Lot Of… : Home Accents” yang menjual pernak-pernik unik, antara lain notebook bermotif Lego, dispenser mini dengan tabung dari botol minuman soft-drink, serta wadah-wadah metal berbagai ukuran dengan gambar a la Andy Warhol. Dan harganya termasuk terjangkau serta bisa ditawar. Saya mengeksekusi notebook motif Lego yang ukuran kecil seharga THB 200 (Rp 60.000).

“A Lot Of… : Home Accents”

70sUP kiosk

Toko lain yang juga unik menurut saya adalah “70s UP” yang memiliki motto “Where your memories are recalled”. Gimana gak bernostalgia, melihat barang dagangannya yang terdiri dari aksesoris yang dibikin sedemikian rupa hingga berasa vintage. Mulai dari helm a la Janji Joni, radio, tas laptop, dompet, lampu baca, buku tulis, sampai ada Viewmaster juga!! Emang ya, section 3 dan 4 Chatuchak ini racun banget bagi kami yang lapar mata dan gak bisa saling menguatkan. Mending jalan sama teman yang bisa kontrol nafsu belanja, lah ini lihat teman beli kaos, ikutan beli; lihat teman beli sandal, ikutan beli; lihat teman beli tas….ikutan nawar tas juga sampe turun 200 Baht dong harganya. Prestasi buat saya yang beli jarang pake nawar!

Yang saya suka dari Chatuchak adalah konsep pasarnya yang diberi nomor section, gang, dan tematik. Kemudian desain tokonya yang aneh-aneh, mulai dari a la a la Go Green, minimalis industrial, atau ya yang kios biasa juga ada sih. Belum lagi lampu-lampu neon penanda tokonya yang keren-keren banget dan penamaan tokonya yang gak sekedar nama pemilik atau keluarganya. Jadi yah, gak ada di sini nama  “Toko Kain Nabila”, “Toko Kue Chika”, “Pim Florist”, “Cafe Ploy”, “Manisan Greg Uttsada”, atau nama toko sejenis yang tacky. Industri wisata Thailand terkenal dengan nama-nama yang lucu dan gampang diingat. mungkin para backpacker akrab dengan nama hostel Take a Nap, Sleep With-inn, Smile Society, atau Refill Now yang ear-catching, begitu juga dengan nama toko-toko di Chatuchak seperti… SOFA SO GOOD. Pffttt… cek cek nama toko lain deh yang bikin cekikikan. Berhubung masih dalam suasana Songkran, selama belanja di sini berkali-kali ditembakin pake pistol aer baik oleh penjual maupun sesama pengunjung. Asik-asik aja sih, wong harinya panas banget. Lebih asik lagi kalau yg ditembak bukan air, dan yang ditembak itu hati aku, loh *digiles BTS*.

Sofa So Good😀

Kali ini, oleh-oleh berupa fotonya kalah ama oleh-oleh berupa belanjaan. Ya gimana nggak, realisasi belanja 3 kali dari anggaran ternyata. Jadi harap maklum kalo gak banyak foto di liputan 6 kali ini. Ini semua salah Chatuchak!!! salah temen-temennya Chatuchak!!! *ga sabar Visit Chatuchak tahun depan*. BTW, ada lagi yang saya suka dari Chatuchak Weekend Market, yaitu area pasar ini bebas dari asap rokok! hebat banget! *hello, fellow Indonesian*.

Kelar dari Chatuchak, sorenya kita melipir ke pinggiran Bangkok yaitu Bang Na (yah, Bekasi-bekasinya Bangkok gitu deh). Berhubung si temen ngidam makan bakso di IKEA, jadi deh melipir ke daerah Mega Bang Na shopping center yang segede alaihim gambreng ini. Gila ya si temen ini, ngidam bakso aja mesti ke IKEA.

Salmon Chive Sauce (180 Baht)

Look at my “10 hari libur udah habis dan lusa masuk kerja” worry face

Walaupun lokasi jauh banget dari pusat kota, tapi aksesnya gampang banget untuk sampai di IKEA Bang Na ini. Cukup menggunakan BTS Sukhumvit Line (lime green line), turun di stasiun Udom Suk  dan keluar melalui Exit 5. Nah, di bawah Exit 5 ini adalah tempat free shuttle bus ke IKEA 30 menit sekali menunggu kita. Gampang toh. Ya, sehari sebelumnya sih kami juga scanning stasiun Udom Suk supaya gak nyasar. Tapi nyari-nyari Exit 5 dimana malah gak nemu, yah asumsinya sih Exit 5 ini dekat dong dengan Exit 4. Ndak taunya, Exit 5 yang dicari-cari ini berada di samping…EXIT 1. Sial!.

Nyampe di IKEA sih tujuannya bukan buat eksis di timeline belanja perabotan rumah, tapi buat makan di cafetarianya (baca : kantin) yang makanannya murah meriah serta cari-cari souvenir ajahNiat icip-icip bakso Swedia ini sirna yah setelah di kiosnya ada bacaan “our meat balls are made of beef and pork”. Huwakakakka. Terpaksa harus puas dengan makanan lain yang gak kalah enaknya. Saya sih ambilnya chicken wings, free refill soft drink, dan Salmon Chive Sauce yang enaaaaak banget. Itu semua dihargai 300 Baht ajah. Iya, potongan Salmon segede dosa itu cuma dihargai sekitar 180 Baht. Lebih murah daripada Salmon Steak di Vinta Cafe di Sun Plaza Medan yang masih bau itu. Cafetaria IKEA ini cocok buat memenuhi obsesi orang-orang yang pengen maen di kantin sekolahnya Lindsay Lohan, Rachel McAdams, dan Amanda Seyfried di film Mean Girls. Pengunjung tinggal nunjuk atau ngambil sendiri makanan-makananan sembari mengantri. Jadi, tempat ini kurang cocok buat yang berjiwa Diva Kampung yang gak mau ngantri dan cuma mau dilayani. Makanan yang dijual pun bermacam-macam dari appetizer sampai dessert seperti cinnamon roll atau puding.

IKEA Cafetaria

Cinnamon Roll & Croisant at IKEA Cafetaria

Yah, kalau barang-barangnya sih gak jauh beda dengan yang dijual di IKEA Alexandria dan IKEA Damansara (ya menurut ngana???!!). Yang paling saya suka sih dari IKEA itu adalah mock-up ruangan untuk berbagai ukuran. Mulai dari kamar berukuran kecil hingga kamar keluarga dan kantor ada mock-up serta harga sepaketnya. Jadi kalau mau bikin ruangan yang isi dan desainnya sama, gak perlu repot menghitung harga karena sudah dirinci sedemikian rupa. Bahkan mereka juga menyediakan jasa pengiriman dan pemasangan berikut fee yang ditawarkan. Amat sangat memudahkan pelanggan. Toh, itu juga kan yang dicari pelanggan saat ini yang waktunya gak banyak buat pasang ini-itu di rumah.

1 jam lebih juga kami habiskan di IKEA dan hanya mengeksekusi sekedarnya, yaitu boneka-boneka lucu untuk keponakan-keponakan om tercinta ini. Ironisnya, boneka-boneka itu adalah… Made in Indonesia😦

Dari IKEA, sebenarnya tujuan kita berikutnya adalah balik ke arah Siam untuk mengunjungi  museum Madame Tussaud. Tapi apa boleh buat, tai kambing bulat-bulat, disimpan jadi jimat, dimakan jadi obat, ternyata jam 8 malam sudah tutup. Padahal kita sudah beli tiket buat Evening Trip seharga 400 Baht/orang, 50% lebih murah daripada kunjungan di siang hari, dna itu malam terakhir kita di Bangkok. Hiks *terbayang uang kertas 400 Baht terbakar*. Jadilah sisa malam terakhir liburan itu kita berkeliaran di Siam Square. Karena masih dalam suasana Songkran, tampaknya masih ramai yang main siram-siraman. Cukup menghibur hati yang luka kami juga sih. *minta dipuk-puk Betharia Sonata*

The Shop

Street Bar

30 Sep (gak sekalian dipanjangin jd G 30 S PKI?)

70sUP good

“A Lot of…: Home Accents

hasil grebek pasar

hasil grebek pasar lain

The Food 

Es Krim Kelapa Muda

beli Coconut Ice Cream, gratis air kelapa lohhhh

Nasi Kuning + ayam goreng yang enaknya jahanam bener

Kebab & Shawarma (makanan ini ubiquitous juga kyknya)

yang haus..yang haus

fruit stall (psst, mbak ini punya foto dipajang di meja jualannya loh)

15 comments on “Bangkok…Stop, Shop,& Tooch

  1. zou
    June 15, 2012

    notebook ala puzzle nya chic sekaleee ..
    boleh satu dikirim ke Semarang dong, Pak Cik ..

    *pasang muka memelas*

    • Sy Azhari
      June 15, 2012

      boleh sik, tapi nunggu tahun depan ya. Soalnya ke Bangkok lagi paling cepat kayaknya tahun depan..ya kan? *melirik Omb & Ari*

  2. ombolot
    June 15, 2012

    Don’t u remember, mbaknya ngeluarin simple convo book pas ada orang Nippon belanja ??? *sembah sujud ama persiapannya*

    Kalo sesama racun ….. jangan keliaran di Soi 3&4 Chatuchak …. ho chiak

    • Sy Azhari
      June 15, 2012

      GONG banget itu, waktu ada turis jepang dia ngeluarin buku petunjuk angka-angka…DALAM BERBAGAI BAHASA!!! chic dan smart banget gak sih mbak itu *gigit Rose Apple*

  3. buzzerbeezz
    June 15, 2012

    Buseeettt!! Ini kalo mau ke Bangkok brarti harus banyak2 nabung lah ya..

    • ombolot
      June 15, 2012

      U know what ??? Pengeluaran kita (?) di Penang itu masih lebih banyak drpd gw ama Kokoh ngider di Thai loh …

      • buzzerbeezz
        June 15, 2012

        Wooo.. Murah-murah banget dong ya berartiii.. *siap-siap bawa koper* *gak apa2 gak backpacking* Hahaha..

      • Sy Azhari
        June 15, 2012

        ngapain bawa2 koper dari Banda Aceh ke KL, terus ke Chiang Mai dan lanjut lagi ke Bangkok. Beli aja dong di sana :p

      • buzzerbeezz
        June 15, 2012

        Huahahahaha.. *siap2 beli bagasi pesawat*

    • Sy Azhari
      June 15, 2012

      belanja kami di Chatuchak itu masih lebih murah loh daripada kita keliaran di Penang. kalo gue gak salah, 40% pengeluaran gue malah habis di Penang kok. Padahal gak jadi apa-apa.

  4. dansapar
    June 18, 2012

    huwoooo…..
    coba ya gue hidup di chatuchak
    pasti saban weekend melantai di sana
    *kulakan kulakan
    ;))

    • Sy Azhari
      June 18, 2012

      gak hidup di sana aja, tahun 2009 kemaren udah kulakan ya,par. gak ngebayangin deh gue

  5. grandiszendy
    June 19, 2012

    aaaaaak bahaya iniiiiiiiiiiiiii bahayaaaaaaaaaaaaaa….blom brankat aja aku udah bingung mengerem rencana blanja di jj aaaaaaaak

  6. putri
    February 20, 2013

    Mau tanya itu tanggal brapa ya ke chatucak?pas songkran masih pada buka ya tokonya?

    • Sy Azhari
      February 20, 2013

      Biarpun Songkran, Pasar Chatuchak tetap buka. Tahun kemarin saya ke sana, Songkran dari 13-15 yg kebetulan jatuhnya Jumat-Minggu. Chatuchak Market tetap buka di hai Sabtu-Minggu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 15, 2012 by in Culture, F&B, Go-Sees, Jalan-jalan, Thailand, travel and tagged , , , , .

#archives

#categories

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 268 other followers

Follow Eat│Play│Repeat on WordPress.com
%d bloggers like this: