Eat│Play│Repeat

Here, There, and Everywhere

In Transit : The (Changi) Terminal

View From T-3

Lunas sudah hutang laporan perjalanan Songkran kemarin. Saatnya move on dan beralih ke perjalanan berikutnya. Masih mengandalkan long weekend tapi gak pake cuti seperti sebelumnya, karena saya pikir 4 hari libur ditambah perjalanan malam sebelumnya cukup buat saya menjalani tujuan saya selanjutnya, yaitu… Bali.

Karena baru direncanakan 3 bulan sebelumnya dan masa-masa keemasan promo tiket penerbangan pun udah lewat, maka saya harus gesit da luwes mencari koneksi penerbangan dari Medan ke Bali. Alternatif  tempat transit pun diperhitungkan dengan matang. Mau transit di Jakarta, tapi bandara jauh dari kota dan penginapan di dekat bandara lumayan harganya. Mau lewat Bandung dan nginap di rumah, rumahnya jauh aja di Ujungberung (literally di Pasir Jati, Ujung Berung!!). Sempat juga lihat-lihat kota lain seperti Kuala Lumpur, Surabaya, dan Singapore. Dan, akhirnya diambil keputusan untuk transit di Singapore untuk penerbangan pergi dan singgah di Surabaya untuk pulangnya.

You won’t get lost in Changi

MRT Station

“Gaya amat sih ke Bali lewat Singapore?”, mungkin banyak sih yang menggumam begitu. Wieeets, tunggu dulu. Setelah memperhitungkan harga tiket da akomodasi, akhirnya Singapore menjadi alasan yang masuk akal karena untuk transit 14 jam itu saya gak harus keluar sepeser pun untuk akomodasi alias tidur di Bandara. “iiihhh, nggak enak banget tidur di Bandara, ga bosen apa?”. Tergantung bandaranya juga sih ya, tapi buat saya, 14 jam di Changi ga bakal mati gaya kok. Ga cuma menurut saya, tapi juga menurut orang-orang yang memilih Bandara Changi menjadi Best Airport for Transit dan mendapatkan Golden Pillow beberapa tahun terakhir di web Sleeping in Airport.

Trus, ngapain aja selama 14 jam di Changi?. Berhubung pesawat Valuair yang membawa saya dari Medan mendarat pukul 8.30 malam dan hujan deras di luar bandara, maka niat saya main-main ke downtown sah sudah pupus.  Ya, alternatifnya adalah saya tetap berada di bandara tanpa keluar melewati imigrasi karena fasilitas bandara di wilayah boarding denga public area itu jauuuhhh bener perbedaannya.

Hal yang pertama saya lakukan adalah makan malam. Ga usah takut kelaperan di sini. Segala jenis fast food, restoran fine dining, kopitiam, toko roti, toko kue,  sampai Hard Rock Cafe tersedia di area keberangkatan. Mau berhemat, belanja jajanan di 7-Eleven atau mini mart lain juga boleh. Kelar mengisi lambung denga Subway Sandwich (as always), saya tawaf keliling terminal 1-3. Enaknya di sini ya, gak perlu keluar imigrasi untuk naik skytrain antar terminal karena skytrain sudah didesain untuk public area dan boarding area secara terpisah.

Terminal 3’s signature ceiling

Untung saya tau kadar keuangan saya selama tawaf di Changi mengingat toko-toko yang ada di sini hampir sama kadar ke-elite-an denga mall-mall terbaik di Asia Tenggara. Mulai dari Prada, Salvatorre Ferragamo, Victoria’s Secret, Gucci, Coach, and so on pasti punya cabangnya di sini. Coba aja kalau rekening saya sebesar perut saya, dijamin singgah di tiap toko deh. Sayangnya jumlah rekening saya ga sesuai dengan label dan sterotype yang diberikan orang-orang awam, orang pasaran, atau…atau so-called humanis di timeline tentang pegawai di tempat saya bekerja.

Kalau bosen tawaf melihat produk-produk fana dunia (baca : fashion), monggo bermain di taman-taman yang ada di 3 terminal ini. Cari aja brosur yang bertuliskan Garden Trail dan akan kita temukan informasi lokasi dan interest point tentang taman yg bersangkutan. Ada Koi Pond di beberapa terminal, Cactus Garden (T1), Fern  Garden (T2), Sunflower Garden (T2), dan Butterfly Garden (T3). Yang paling saya suka itu Sunflower Garden di terminal 2 terutama di malam hari. Instalasi dan tempat duduk di area taman aka berubah menjadi lampu taman yang unyu deh, berasa di planet lain. Belum lagi replika kunang-kunang yang bertebaran di taman. Menambah teduh waktu beristirahat kita, namun sayangnya saya suka terganggu orang-orang yang memanfaatkan area ini sebagai area merokok. Emang gak dilarang sih…cuma sebel aja.

Garden Trail flyer

Sunflower Garden (from mynewsdesk.com)

Bete pengen gegoleran sambil nonton TV kayak di hotel? monggo ke Entertainment Deck di Terminal 2. Mulai dari komputer untuk internet (seperti yang ada di seluruh sudut lain airport) atau untuk game online. Kemudian ada area untuk menonton TV. Di area ini kursinya mirip dengan first class maskapai premium, dilengkapi TV secara individual, dan dengan berbagai channel pilihan. Melipir dikit ada Mini Theater dengan jadwal film yang diputar tersedia di LCD TV di luar pintu masuknya. Yang saya suka dari Entertainment Deck ini adalah desainnya yang mirip kapal-kapal luar angkasa di film,deh. Berasa naik USS Enterprise. Gak jauh dari Entertainment Deck, ada Xperience Zone juga. Di sini selain tempat berkumpul massa untuk menonton TV di beberapa layar, disediakan juga PC buat bermain game, internet, dan yang paling seru itu booth foto dimana hasilnya akan dibuat a la postcard dan bisa dikirim ke e-mail kita. Souvenir yang unik dari sebuah bandara.

Hal yang paling ubiquitous di area transit bandara ini adalah tempat colokan, area menonton tv, dan PC yang tersambung dengan internet. Gampang banget menemukan ketiga hal tersebut, dan pastinya gratis.

TV Booth in Entertainment Deck T-2

Xperience Zone

Gratisan yang lain adalah Snooze Chair yang ada di sudut-sudut temaram airport. Hal yang ini sih gratisan, cuma harus bersaing dengan penumpang transit lainnya yang jumlahnya juga ga kalah banyak. Snooze Chair ini lumayan banget dipake buat tidur-tiduran dan merebahkan punggung. Apalagi ditambah areanya yang sengaja dirancang temaram. Snooze Chair area yang paling enak itu ada di Snooze Lounge Terminal 3, namun karena penuh banget, jadinya saya melipir ke Terminal 1 yang walaupun gak setemaram dan seteduh Snooze Lounge sih tetep layak buat tidur daripada di lantai atau sofa yang ga bisa buat lurusin punggung.

Long story short, saya terbangun pas menjelang Subuh dilanjut bersih-bersih dan sarapan pagi. Kemudian keluar melewati imigrasi untuk check-in penerbangan ke Denpasar. Pun tak lupa untuk mengambil tas ransel yang saya titipkan di Left Baggage di Transit Area Terminal 1. Fasilitas Left Baggage ini ada di semua terminal baik di public area maupun transit area. Biaya untuk 24 jam pertama mulai dari SG$ 3.21, lumayan murah dibanding penitipan ransel di LCCT KL maupun Manila-NAIA. Dan penitipan ini sangat berguna jika kita ingin keliling terminal maupun keliling downtown Singapore tanpa dibebani beratnya ransel atau males menggeret-geret koper.

Sebenarnya ada ‘wahana-wahana’ lain di Changi yang gak saya coba seperti The Slide, 4D Cinema, Cactus Garden, dan’wahana’ lainnya. Karena emang capek banget mengelilingi bandara yang gedenya spektakuler ini. Belum lagi terbentur jam operasional juga sih. Kalau mau menjelajahi Changi karena terbentur transit, boleh dicoba klik websitenya yang sangat informatif di ChangiAirport.com dan bersiap menganga melihat isi daleman bandara yang diakui sebagai salah satu bandara dengan pelayanan terbaik dunia ini. Gak sia-sia deh bayar Airport Fee SG$ 28…and btw, Airport Fee ini udah termasuk dalam harga tiket yah. Jadi kalau bilang Changi Airport bagus padahal gak mungut Airport Fee…ya mbok dibaca detil tiketnya, dan selamat datang di Abad 21 Dekade ke-2 *wink*.

Pukul 10.30, akhirnya pesawat ValuAir yang akan membawa saya dari Singapore ke Denpasar diberangkatkan tepat waktu. Dan petualangan saya a la Viktor Navorski di film The Terminal pun usai sudah.

  • Medan – Singapore, ValuAir, US$ 30 (Rp 270.000)
  • Singapore – Bali/Denpasar, ValuAir, SG$ 48 (Rp. 350.000)

Garden Trail 

Koi Pond

Koi Pond Garden

Sunflower Garden

Sunflower Garden

Butterfly Garden

Entertainment 

Xperience Zone

Movie Schedule

Movie Schedule

TV Lounge at Transit Area

TV Lounge at Terminal 3

PC for Game

TV Booth in Entertainment Deck

Free Internet Area at T-3

Leisure

Gym, Swimming Pool, Shower..you can get all of em…

Free Massage Chair (read it, KLIA Main Terminal!!)

Snooze Area Terminal 3

Snooze Lounge

My snooze chair for one nite

18 comments on “In Transit : The (Changi) Terminal

  1. rifqy (@rifqybroody)
    June 29, 2012

    errr… dlu gak smpet thowaf di T3 gara2 belom bisa cek-in.. huhhuhu.. akhirnya glesotan di lantai T__T

    smpet mampir di Butterfly Garden tp tutup.. *sigh*
    aaargh… kurang puasss…

    • Sy Azhari
      July 3, 2012

      padahal T-3 itu yang fasilitasnya palig asoy geboy banget deh. kecuali ga ada swimming pool aja kayak terminal-1

  2. grandiszendy
    June 29, 2012

    aduh-aduh, kayaknya sebagai orang dusun aku musti mengalokasikan waktu khusus nih buat nikmatin fasilitas dan menjelajah changi…. xixixi, maklum gapernah ke tempat bersih resik apik gitu

    • Sy Azhari
      July 3, 2012

      Halah, kamu gadis dusun tapi sering kelayapan dari Kota Tua ampe Kebun Raya. Kamu bikin postinga juga dong tentang Bandara Sentani kek, Frans Kaseipo kek..apa gitu

  3. neng fey
    June 29, 2012

    set dah… enak bener yak!!

  4. zou
    June 30, 2012

    oyooowww .. kok jadi bageuuusss gitu yakkk ..
    jadi mau ah, wikenan di singapore ..
    nginepnya nebeng mba ratna .. :))

    *ramodal*

  5. samhoed
    July 2, 2012

    Hahahahaha! Suka banget sama postingan ini! Berasa baca brosur Changi, koh.

    • Sy Azhari
      July 3, 2012

      ya gimana ya,sam…titisa Ibu Evelyna begini :p

  6. gold account
    July 25, 2012

    Meskipun bangunan terminal sudah terhitung cukup tua, bandara Changi Singapura tetap dirawat baik. Baru-baru ini saja, Bandara Internasional Changi Singapura memenangkan penghargaan Airport of the Year 2006 oleh Skytrax . Bandara ini berhasil mengalahkan saingan ketatnya, Bandara Internasional Hong Kong , yang memenangkan penghargaan tersebut sebanyak 5 kali berturut-turut, dari tahun 2001-2005, dimana saat itu Bandara Changi Singapura hanya berhasil menjadi runner-up.

  7. rintadita
    June 18, 2013

    mas benernya boleh gak sih nginep di Changi tapi kita gak transit? ada sweeping dari petugas ya? Misalnya karena nyampe sana kemaleman gitu daripada nginep ke hostel kan mendingan disini aja ya *pelit*😀

    • Sy Azhari
      June 18, 2013

      Kalau di Transit Area ga saya sarankan. Karena dengar cerita teman yg disuruh keluar dan mesti lewat imigrasi. Kalo di public area sih boleh. Saya udah 2x nginep di public area.

      • rintadita
        June 18, 2013

        Oh oke2 thanks infonya mas. Berarti harus keluar dari imigrasi dulu ya

  8. Vimala Vita
    August 27, 2013

    Nice info kak, thank you.
    Saya lagi cari info kalo transit di Singapore dari Medan-Bali harus punya passport nggk?
    Soalnya gak ada passport nih😦

    • Sy Azhari
      August 27, 2013

      Harus dong. Kan tetap aja dari airport Indonesia ke Singapura mesti keluar wilayah Indonesia.

  9. Vimala Vita
    August 27, 2013

    Ooookeee kak,
    Thanks replied nya yg kilat nih🙂

  10. Mputz Lovely
    May 18, 2014

    Akhirnya nemu blog yg prnh transit lama d spore🙂 mau nanya kalo transit -/+16jam bisa ga saya klr changi explore spore city trs mlmnya balik lg ke changi? Trs blg ke imigrasinya apa secara saya ga stay d hotel, transit only😀 trs saya bisa kan tidur d airport d transit areanya? Sorry kbnykan nanya🙂 mohon bantuan infonya, thx b4

    • Ari Azhari
      May 18, 2014

      Balik ke Changinya sih boleh. Tapi kalau mau lewat imigrasi kam mesti check-in dulu untuk penerbangan selanjutnya. Kalau boarding pass untuk penerbangan selanjutnya udah issued, bisa kok masuk lagi ke Transit Area.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 29, 2012 by in Airport, Go-Sees, Jalan-jalan, Singapore, travel and tagged , , .

#archives

#categories

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 268 other followers

Follow Eat│Play│Repeat on WordPress.com
%d bloggers like this: