Eat│Play│Repeat

Here, There, and Everywhere

In Transit : Surabaya

Negeri Di atas & bawah Awan

Sudah setahun lebih sejak saya singgah di Surabaya. Tahun 2010 sebelum melanjutkan perjalanan ke Kalimantan, saya sempat singgah 1 malam di Surabaya seperti yang saya ceritaka di sini. Kali ini pun sepulang dari Bali menuju Medan, saya menyempatkan diri lagi singgah 1 malam lagi di Kota Pahlawan. Naga-naganya Surabaya menjadi tempat transit favorit dari/ke Indonesia Tengah mengingat ada penerbangan langsung AirAsia dari Medan ke Surabaya dan sebaliknya.


Saat tiba di Surabaya, saya dikabari oleh teman saya kalau dia juga terbang ke bandara yang sama dari Balikpapan. Sebelum siangnya dia balik ke Semarang via Terminal Bungurasih, pengennya sih ketemuan gitu sekalian menuju Terminal bareng dengan Damri. Apa boleh dikata, ternyata pesawat Citilink yang membawanya dari Balikpapan telat banget keberangkatannya. Yo wis lah buyar rencananya. Saya pun menuju pusat kota, tepatnya ke Ikiru To Live, sebuah guesthouse baru yang sebenarnya diperuntukkan untuk kostan.

Sampai di penginapan, hal yang pertama saya lakuka adalah… TIDUR. Entah apa yang salah dalam perjalanan ini, tapi kok ya bawaannya pengen tidur melulu. Nyampe Bali tidur siang dulu, nyampe Surabaya ini tidur pagi sampe siang malah. Umur emang gak bisa bohong ya, renta gini jadinya.

Ikiru To Live gueshouse

deretan udang goreng kering & sambal penggugah selera

Agenda setelah beranjak dari peraduan adalah makan siang. Pas lihat di google map, ternyata Ikiru to Live ini dekat kok dengan Sambal Udang Bu Rudy. Jadi deh saya singgah untuk makan siang dan ga lupa beli oleh-oleh juga buat keluarga di Medan. Pas makan di sini, kok ya sambalnya ga segarang yang dulu pernah saya coba baik di Surabaya ataupun di Toko Nusa Indah di Kebayora Baru – Jakarta. Pasti ini semua gara-gara udah kena sambel terasinya Ayam Betutu Men Tempeh di Gilimanuk deh. Sampai sekarang semua cabe gak ada rasanya di lidah saya, numpang eksis 3-5 detik doang sensasinya.

Dari Sambal Udang Bu Rudy, saya melipir buat…makan siang lagi. Lapar pemirsah, cuma dikasi roti di pesawat dan nasi sa’ndulit porsi anoreksia di tempatnya Bu Rudy. Teringat oleh balas-balasan tweet Pak Bondan dengan followernya bahwa di Surabaya telah dibuka food court Eat & Eat. Saya kebetulan suka banget dengan konsepnya Eat & Eat yang peranakan di Mall Kelapa Gading dan Gandaria City yang agak modern-industrial. Mirip Food Republic di Singapore gitu. Apalagi Eat & Eat ini tempat kentjan favorit kalau menjelang akhir bulan dulu *curcol aja terus*.

Setelah ditelusuri via Google Map, ternyata gedung Ranch Market tempat Eat & Eat ini berada di dekat Tunjungan Plaza . Yo wis lah disegerakan. Ternyata Eat & Eat di Surabaya konsepnya mirip banget dengan yang di Mal Kelapa Gading 5. Lebih ke arah Peranakan gitu. Tukar prepaid card, keliling-keliling, dan akhirnya saya menjatuhkan pilihan untuk membeli Nas Bebek, Jamu (yang entah apa rasanya, tapi ada jahenya), dan Puding almond sebagai cemilan sore itu. Perut kenyang, hati senang, dan bersiap buat nonton di Tunjungan 21.

Eat & Eat

Eat & Eat food market

Buat saya, haram hukumnya tersesat di mal karena saya tumbuh besar di dalam mal sejak umur 3 tahun *menatap Deli Plaza yang udah tutup*. Selama 24 tahun itu, baru 2 kali nyasar di mal, Central World Bangkok dan Greenbelt di Makati-Manila. Tapi kali ini saya beneran nyasar di Tunjungan Plaza yang ada 1-4 itu. Semua gara-gara webnya Cinema 21 yang bilang kalau Tunjungan 21 itu adanya di Lantai 3 dan ternyata baik Tunjungan 21 dan Tunjungan XXI itu sama-sama ada di lantai lain (lantai 4 atau 5, lupa saya). Alhamdulillah masih sempat nonton film Lovely Man yang tinggal main di situ. Tunjungan 21 ini klasik bener penampakannya. Masih pake font lama dengan poster-poster di lemari kaca layaknya penampaka bioskop 10-15 tahun lalu. Mungkin pada ngeh kalau saya bilang penampakannya kayak bioskop di Taman Ismail Marzuki (TIM) 21 sebelum renovasi jadi TIM XXI. Nah, begitu lah rupanya.

Kelar nonton, sebenarnya saya mau tawaf dari TP 1-4, tapi poster yang familiar di penjuru-penjuru mal lebih menarik perhatian saya. Poster Pasar Malam Tjap Toendjoengan yang pernah saya lihat di harian Kompas. Oalah, ternyata pas banget masih buka itu acara. Pasar Malam yang diadakan tangga 17 Mei-3 Juni itu dibuka untuk memperingati hari jadi kota Surabaya. Letaknya di parkiran TP dan ada panggung terbuka serta layar tancap di area Pasar Malam. Selain itu, ada 4 lajur kios-kios tradisional yang menyediakan jajanan tradisional baik yang lokal khas Jawa Timur maupun daerah lain seperti Cireng dari Jawa Barat, Cakwe Medan, Pangsit Medan, dan lain-lain. Dan yang saya lihat di sini, jajanan dengan embel-embel Medan kayaknya laris banget melihat antriannya. Saya pun tak lupa mengeksekusi Tahu Tek dan Thai Green Tea sebagai makan malam. Sebenarnya masih pengen jajan lagi sih di sini, tapi malam makin menggelayut dan besok selepas subuh saya sudah harus ke bandara.

Gerbang Pasar Malem Tjap Toendjoengan

Layar Tancep dgn Ateng & Iskak menghibur rakyat

Saat leyeh-leyeh di kamar, saya dipanggil oleh penjaga guesthouse. Bersama si Mbaknya, ada 2 orang wanita lain di situ yang ternyata pemilik penginapan dan anaknya yang mengelola. Bu Ming dan Mbak Yuvi ini mengelola rumah inap dan kost-an atas amanah si anak lelakinya yang saat ini kerja di pertambanga minyak di Dubai. Melihat saya yang suka jalan-jalan, Bu Ming cerita kalau anak lai-lakinya suka jalan juga karena jatah cutinya setahun 30 hari (what!!). Berdasarkan ceritanya si anak ini jarang pulang dan sekarang lagi liburan di Amerika Latin. Iiiiihhh.. Iya sih, saya pernah liat blog si anaknya Bu Ming ini sebelum di mari, dan isinya foto-foto dia di negara-negara belahan bumi sono. Sebelum pamit, mereka berdua memberikan sekotak Holland Bakery sebagai bekal saya pagi sebelum ke Bandara. Terharu banget denga keramah-tamahan mereka apalagi mendengar alasan mereka yang bilang kalau jam segitu mereka belum bisa bikin sarapan, jadinya dikasi bekal roti buat perjalanan saya. Pengen mewek rasanya!. Sungguh pengalaman luar biasa di ujung perjalanan long weekend saya. Saya pun pamit tidur agar besok ga kesiangan ke bandara untuk pulang dan kembali ngantor di Medan😉

auf wiedersehen, Bali

Tahu Telor *ergh, kangen banget makanan ini*

Bakul Jamu di Eat & Eat

Bakul Es Potong Eat & Eat

around Eat & Eat

Ikiru To Live

oleh-oleh buat simbok

see ya in next flight.. MES-KUL-MNL…hmmmfff😉

10 comments on “In Transit : Surabaya

  1. anton
    July 26, 2012

    Ish, pengen bgt gw kek elu. Jalan2 terus. Kapan ya? Tunggu sampe tuek kali baru bisa kek elu.

    • Sy Azhari
      July 26, 2012

      lah ini kan trip 2 bulan lalu. piye toh

  2. dansapar
    July 26, 2012

    Ikiru Homestay itu singkatan ‘iki dinggo turu’ bukan ya?
    hahahaa
    eniwei, tfs ikiru nya
    sapa tau bisa ke sby lagi
    tp apa mending nginep di kos temennya titik lg ya, gratis, hahahaa
    #mentalgratisan

    • Sy Azhari
      July 26, 2012

      ahahahahaha, ada kemungkinan kali par. tapi coba dicek di web mereka. aku ya banyak temen d Sby, tapi segan nginep di kostan mereka😀

  3. buzzerbeezz
    July 26, 2012

    Ngabuburit ahhhh.. *baca post ini sambil ngiler* *dan buka masih 2 jam lebih!*

  4. gerandis
    July 27, 2012

    aku loh koh, wong jawa timur tapi malah blom pernah yg namanya makan sambel bu rudy atopun niat jalan-jalan mampir-mampir ke tempat-tempat makan yg khas, mungkin kalo daerahnya sendiri malah berasa biasa aja kali ya, jadinya gak pernah nyempetin

    • Sy Azhari
      July 27, 2012

      Yo podo karo aku,ndis. Jarang2 makan di luar kalo di Medan. Seringnya makan masakan ibu atau masakan dewe

  5. ndahdien
    July 27, 2012

    aaaakkkk….. tahu telor!!!
    paling suka yg di GI (Java Kitchen kalo gak salah).
    klo penginapan di Sby keqnya gw mending yg gratisan aja deh….
    *lirik siapapun yg mau di lirik
    #kode sekali pemirsah😉

  6. samhoed
    July 27, 2012

    ahahahahaha! ini lagi! Gw sbg ex-warga jawa timur merasa gagal, soalnya ga tau tempat2 yg lo sebutin itu!

    perasaan segala makanan lo kangenin deh, koh. agak2, maruk, ya..

    • Sy Azhari
      July 31, 2012

      ya kan gue kalo jalan-jalan pasti ga jauh-jauh dari kegiatan icip-icip (icip-icip doang menurut lo!!!)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

#archives

#categories

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 268 other followers

Follow Eat│Play│Repeat on WordPress.com
%d bloggers like this: