Eat│Play│Repeat

Here, There, and Everywhere

In Transit: Kuala Lumpur

Well, sebenarnya bingung mau cerita apa tentang transit kali ini. Tahun kemarin sebelum ke Filipina, sempat transit di Singapore dan melakukan beberapa hal menarik seperti raon-raon di Chinatown dan mampir ke pameran Singapore Biennale. Tahun ini pun saat transit menuju Bali, saya cuma singgah di Changi Airport. Biarpun hanya di bandara, tapi aktivitas yang dilakukan bisa bermacam-macam dan lupa waktu. Mulai dari nonton di bioskop terminal 2, mengunjungi taman-taman cantik antar terminal, maupun merasakan gimana jadi penumpang first class di entertainment deck Terminal 2.

Berbeda dengan 2 momen tadi, kebiasaan saya saat transit di Kuala Lumpur adalah ngendon di bandara. Biasanya saya nyampe dengan pesawat terakhir dari Medan pukul 11 malam waktu setempat dan berangkat dengan pesawat paling pagi ke tujuan utama saya. Kali ini berbeda karena penerbangan AirAsia dari Medan jam 10 pagi sudah mendarat di LCCT dan jadwal penerbangan Cebu Pacific Air ke Manila pukul 1.30 pagi, sehingga saya punya hampir 14 jam waktu transit.

Batu Caves


Ga mungkin saya menghabiskan waktu di LCCT yang minim hiburan, meluncur lah ke downtown KL yg berjarak hampir 70 km dengan KLIA Transit. KLIA Transit ini menggabungkan moda transportasi bis dan kereta cepat dari/ke Bandara LCCT. Berbeda dengan KLIA Expressyg hanya menggunakan kereta cepat dari stasiun KL Sentral ke Main Terminal KLIA tanpa berhenti di stasiun lain. Dengan KLIA Transit, jarak tempuh LCCT ke KL Sentral hanya ditempuh kurang dari 1 jam.

Menyempatkan diri untuk makan siang di KL Sentral, akhirnya saya menuju Batu Caves di utara KL degan kereta komuter. Okelah KL ini membosankan buat saya, tapi saya iri banget dengan sistem transportasi umum yg mereka miliki. Jarak tempuh yg jauh bisa dijalani dalam waktu singkat, nyaman, dan tergolong murah. Mungkin di sini adanya subsidi transportasi umum ya, bukan subsidi BBM.

KLIA Transit Train

Batu Caves mungkin adalah salah satu ikon pariwisata Kuala Lumpur. Sebelum zaman Petronas Tower, saya seringnya melihat gambar Batu Caves sebagai daya tarik di promosi wisata KL. Kirain dulu cuma ada gua peribadatan umat Hindu keturunan India yg ada di sini, tapi ternyata ada taman, museum, dan kuil kecil lainnya. Teriknya matahari membuat saya urung mendaki sampai atas ditambah manajemen energi mengingat besoknya di Manila bakal banyak aktivitas yg dilakukan dengan berjalan kaki. Menyeruput air kelapa muda yang well…asem banget, lalu saya pun melanjutkan perjalanan ke Bukit Bintang.

Apa lacur, kota ini sepertinya membenci saya sebagaimana saya gak pun ga suka dengan kota ini. Hujan deras, angin kencang, dan petir berulangkali menyambar saat monorail yg saya naiki belum mencapai stasiun Bukit Bintang. Kejadian yang sama seperti tahun lalu saat saya transit semalam dari Manila menuju Medan. Niat nonton dan leyeh-leyeh di Pavillion pun saya urungkan. Bingung mondar-mandir dari Lot 10 ke Plaza Sungei Wang bolak-balik, akhirnya saya menyerah dan balik ke KL Sentral setelah sebelumnya menyantap Nasi Briyani di dekat KL Sentral.

Setelah mengambil ransel di loker Kl Sentral, saya pun menuju LCCT-KLIA untuk bertemu minion saya yang baru mendarat dari Pekanbaru. Sudahlah, cerita transit yang tidak menarik sama sekali.

P.S : buat yang transit di KL, bisa menggunakan loker di KL Sentral. Harganya jauuuhhhh lebih murah daripada penitipan di LCCT. Pun tersedia ukuran loker yg variatif mulai dari yang paling kecil dengan harga RM 5 sampai yg paling besar seharga RM 20. Ransel saya yg ukuran 60 L demgan berat bawaan saat itu 6 kg, saya titip di loker medium RM 10. Dan penitipan hanya bisa sampai dengan tengah malam.

Loker Medium di Stasiun KL Sentral

Loker Medium & Loker Kecil

KLIA Transit roundtrip ticket

Batu Caves

2 comments on “In Transit: Kuala Lumpur

  1. ombolot
    October 28, 2012

    Heh siapa itu minion dr Pekanbaru ….

    *bergumam* *mango mango banana*

    • Sy Azhari
      October 28, 2012

      Minion itu kayak Hazel, Jenny Humpfrey, dkk kakak. Kalo Blair kan bukan Minion

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 28, 2012 by in Go-Sees, Jalan-jalan, Malaysia, travel and tagged , .

#archives

#categories

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 268 other followers

Follow Eat│Play│Repeat on WordPress.com
%d bloggers like this: