Eat│Play│Repeat

Here, There, and Everywhere

The Mind Museum (Philippines)

Hari minggu pagi, hari kedua di Manila. Hari ini adalah hari yang penuh rencana, beda dengan hari sebelumnya. Legazpi Sunday Market adalah perhentian pertama untuk sarapan dilanjut… Brunch (bilang aja sarapannya brutal). Karena asik pilah-pilih makanan di pasar kaget itu, kami buru-buru melanjutkan perjalanan dengan taksi mengejar slot kunjungan ke The Mind Museum di Bonifacio Global City (BGC).

The Mind Museum adalah museum sains modern pertama di Philippines. Berterima-kasih lah kepada beberapa perusahaan besar yang bekerja sama menjadi sponsor pembuatan museum yang letaknya ga jauh dari Bonifacio High Street di BGC, Taguig City, Metro Manila.

The Mind Museum (taken from themindmuseum.org/)

Perusahaan besar yang menjadi sponsor bisa dilihat di web mereka, antara lain: Ayala Corp, Ajinomoto, Sony, HSBC, dan lainnya. Selain perusahaan besar, ada juga keluarga dan individual yang berasal dari keluarga konglomerat lokal, konsultan, dan minor donor.

Major Donors of The Mind Museum (from themindmuseum.org/)

The Mind Museum buka setiap hari kecuali Senin. Jam buka museum adalah 9 pagi sampai jam 6 sore, kecuali Sabtu & Minggu sampai jam 9 malam. Nah, masuk ke museum ini ada time slot yang disediakan, yaitu hanya 3 jam. Slot pertama 9 pagi-12 siang dilanjut 12 siang-3 sore, jam 3 sore-6 sore, dan khusus Sabtu & Minggu ada jam tambahan 6 sore-9 malam. Untuk 1 time slot kunjungan, pengunjung dewasa harus membayar sekitar 600 Peso (Rp 150.000). Anak-anak dan siswa sekolah/universitas swasta tarifnya 450 Peso, sedangkan guru (swasta dan negeri) serta siswa sekolah/universitas negeri 150 Peso, Cukup mahal memang, tapi wajar mengingat masih baru dan di dalamnya kita ga cuma melihat-lihat doang tapi informasi yang disediakan formatnya banyak yang interaktif. Kalau 3 jam masih kurang, boleh beli All Day Pass seharga 750 Peso.

Museum ini terdiri dari 2 lantai dan 5 area. Lantai 1 diisi oleh 4 area, yaitu: Atom, Earth, Universe, & Life. Sedangkan lantai 2 diisi oleh Technology. Selain 5 area utama museum, juga terdapat Souvenir Area di dekat pintu masuk, The Mind Cafe di lantai 2 museum, auditorium, ruang-ruang eksebisi kecil, dan restoran cepat saji Jolibee di area The Canopy.

Petualangan di The Mind Museum dimulai dari pintu masuk (ya iyalaaah..menurut ngana?). Ehhmmm…. begini maksudnya, setelah melewati pintu masuk, seorang petugas museum akan memberikan briefing singkat tentang museum didampingi oleh sebuah robot bernama Aedi (Idea spelled backwards). Untung bukan Pot Ledom aja nama robotnya, pasti bentukannya kayak Tyra Banks deh. Setelah mendapat arahan singkat, pengunjung dibebaskan untuk menjelajahi museum tanpa didampingi oleh guide. Bebas inyonge!!!

Dari pintu masuk, area pertama yang terlihat adalah ATOM. Di bagian ini dijelaskan tentang partikel kehidupan, energi, cahaya, elektro[kinetik, elektro[magnetik, dan unsur-unsur penunjang kehidupan. Di area ini sepertinya yang paling banyak bagian interaktifnya. Pengunjung boleh memegang bola yg mengandung elektro-magnetik dan perlahan-lahan rambutnya bakal berdiri jigrak. Kemudian ada ruangan gelap dimana kita akan difoto dan meninggalkan bayangan di layar belakangnya. Saat kita meninggalkan posisi foto tadi, bayangan pose kita bakal tetap menempel selama 15 detik.

20121105-085000.jpg

Tabel Periodik Unsur Kimia

Yang saya suka adalah Tabel Periodik Unsur Kimia karena SMA dulu saya paling suka denga pelajaran Kimia. Tabel Periodik ini berukuran jumbo mirip laci dan di sebelahnya disediakan LCD touch screen untuk informasi masing-masing unsur kimia. Karena bentuknya yang kaya laci, di dalam setiap ‘laci’ unsur itu ada contoh penggunaan unsur-unsur tadi dalam kehidupan kita. Jadi ada contohnya gitu kecuali untuk unsur kimia yang bersifat radioaktif beserta unsur yang berbentuk gas seperti Helium (He). Seperti unsur Natrium (Na) dengan contohnya garam dapur, Kalium/Potasium (K) dengan contoh pisang, atau Argentum (Ag) yang dicontohkan denga peralatan makan perak.

Dari area ATOM, sebenarnya kita mau menikmati area UNIVERSE. Tapi ga lama ada satpam yang mendekati saya. Mengira-ngira apakah saya berbuat salah saat bermain-main di dalam museum atau dianya mau sekedar PDKT. Setelah cas-cis-cus dalam bahasa Filipino dan ngomong ” I’m sorry, i thought you are a Filipino (seperti 80 juta orang Filipino yang berinteraksi denga saya), dia rupanya menyarankan saya untuk ke area EARTH untuk menyaksikan film 3D yang akan diputar. Walaupun masih ada waktu luang 2 jam lebih, ada baiknya juga menuruti saran si satpam yang kalau ke Indonesia bisa merebut porsi iklan Garnier milik Pasha ‘Ungu’.

Film yang diputar di area EARTH ini ternyata ada 2: film tentang asal mula terjadinya bumi dari jaman Big Bang sampai Super Junior & 2NE1 perkembangannya saat ini yang berjudul Birthplace dan film kedua tentang asal-usul Filipina yang berjudul Ang Simula (untung bukan Ang Lihim di A…hhhh sudahlah). Dari film terakhir, saya baru tahu kalau Filipina sama seperti Indonesia yang wilayahnya terletak di 2 lempeng yang berbeda. Kalau Palawan sebenarnya adalah bagian dari Eurasia, sedangkan sisa daerah lain (Luzon, Visayas, dan Mindanao) adalah dataran yang muncul dari dasar Samudra Pasifik. Pantesan ini kepulauan banyak banget gunung berapi dan rawan gempa, 11-12 dengan negara kita. Durasi maing-masing film adalah 10 menit.

EARTH ini juga bercerita tentang laut dan bagian dalam bumi. Ada media interaksi tentang gempa mulai dari 1-10 SR dan efeknya terhadap bangunan-bangunan, bagaimana Tsunami terjadi, dan informasi tentang asal-usul bumi dalam bentuk yang interaktif maupun statis tetapi tetap menarik.

Di area UNIVERSE suasananya dibuat gelap bertaburan cahaya kecil seperti bintang di plafonnya dan replika planet-planet baik yang digantung ataupun dijadikan sebagai media interaksi. Tersedia sofa-sofa bulat dimana di situ akan diperdengarkan percakapan astronot yang bertugas di luar angkasa dengan pesawatnya. Seru banget dengerin suara-suara di latarnya. Mau nyobain sensasi jalan di luar angkasa, boleh melewati terowongan yang sekelilingnya berputar sehingga kita bakal merasa pusing. Terowongan ini juga sebagai koridor penghubung antara area UNIVERSE dengan EARTH. Di dalam area UNIVERSE ini juga terdapat Space Shell. Space Shell ini adalah teater yang memutar30 menit film 3D tentang luar angkasa dan berbentuk kubah. Alih-alih menonton sambil duduk, pengunjung menontonnya sambil berbaring. Sayang banget ga kesampean nonton karena telat melulu nyampe di depan Space Shell😦

20121105-093248.jpg

Space Shell

20121105-093322.jpg

Panel interaktif berisi trivia

Area terakhir di lantai 1 adalah LIFE yang bercerita tentang organisme yang tinggal di bumi berikut habitat dan rantai makanannya. Ada meja yang seperti mainan Timezone dimana jika kita tekan tombol 1 organisme, maka rantai makanannya akan muncul dalam bentuk lampu-lampu yg menyala warna-warni. Kemudian ada panel-panel berisi tombol yang bertuliskan nama-nama organisme dari Kingdom Animalia dan Plantae dan di depannya ada panel besar yg di dalamnya ada contoh-contoh organisme yg setipe, mulai dari Porifera, Coelentrata, Vertebrata, Serangga, Arthropoda, Fungi, dan klasifikasi lainnya. Jika tombol di panel ditekan, maka panel berisi organisme akan menyala. Seru banget buat main tebak-tebakan.

Selain itu area LIFE juga membahas tentang manusia dan organ-organnya. Paling suka itu belajar mengetahui bagian-bagian otak manusia a la a la game Dance Dance Revolution. Panel-panel di lantai diinjak dan lampu di bagian otak yg dimaksud akan menyala di replika raksasa. Sekalian belajar, sekalian latihan tap dance bisa juga ini. Di bagia lain area ini juga terdapat ruang kecil buat merasakan sensasi menggali fosil.

Bagian terakhir dari The Mind Museum adalah area TECHNOLOGY yang berada di lantai 2 museum. Area ini berisi informasi dan media interaksi tentang penemuan manusia yang menunjang kehidupan saat ini. Terdapat 5 sub-bagian di area ini, yaitu How We Live, Who We Are, How We Know, How Things Work, dan Here to There. Informasi yang disediakan adalah mengenai transportasi, mekanik, cara kerja mesin, sampai daleman rumah kita juga ikut dibongkar untuk dipelajari.

Hal-hal ilmiah seperti fermentasi, bagaimana listrik dibuat, tentang panca indera, implementasi matematika dalam kehidupan sehari-hari, sampai bentuk toilet dan salurannya juga dibahas loh. Media interaksi yang saya sukai adalah mesin giling kuno yang digunakan sebagai penyampai informasi tentang daur ulang. Jika kita putar mesin tadi, maka akan berputar dan terlihat proses daur ulang di rongga-rongga mesin tadi. Ada beberapa jenis mesin dengan perbedaan produk daur ulang yang dijabarkan, mulai dari plastik, kertas, hingga pakaian.

3 jam berada di dalam museum sungguh gak terasa. Malah kurang karena kita ketinggalan pemutaran film di Space Shell. Hiks!. Berada di sini adalah petualangan sains yang seru dan membawa saya ke jaman SMP & SMA dimana saya cinta mati banget sama yg namanya Biologi, Matematika, Kimia (tapi tidak dengan Fisika). Selain area museum yang menarik, toko suvenirnya juga menarik. Barang-barang yang dijual gak jauh-jauh dari sains. Ada kartu pos hologram tentang terjadinya Gerhana, kemudian citra bumi siang-malam, dan terjadinya bulan muda s.d purnama. Yang paling saya suka tapi sayangnya gak dibeli adalah USB flash disk yg berbentuk puzzle tiki dan senter yang berbentuk… wait for it… Star Wars’ light saber!!. Uuuh, This place is a must-see in Manila.

THE MIND MUSEUM

JY Campos Park, 3rd Avenue, Bonifacio Global City, Taguig City.

http://www.themindmuseum.org/

The Mind Museum @ The Fort

20121105-085143.jpg

“LIFE” Exhibit

20121105-092940.jpg

“LIFE” area

20121105-093014.jpg

atas : rantai makanan; bawah : tebak-tebak binatang dari tekstur kulitnya

20121105-140003.jpg

TECHNOLOGY area

20121105-140035.jpg

20121105-140259.jpg

“piye iki mbok”

20121105-140233.jpg

20121105-140208.jpg

20121105-140145.jpg

20121105-140114.jpg

hayo, bagian otak yg mana yg diinjek?

20121105-140346.jpg

tiket & password wi-fi

20121105-140638.jpg

Space Shell & Sound of The Space Couches

20121105-141100.jpg

Route: Ayala Center to The Mind Museum

20121105-141108.jpg

10 comments on “The Mind Museum (Philippines)

  1. feckthisshit
    November 6, 2012

    What an awesome place!!

  2. buzzerbeezz
    November 7, 2012

    Keren Koh! Kayaknya aku bakal betah deh kalo seharian di sini..

    • Sy Azhari
      November 7, 2012

      Siapin duit 750 Peso (Rp 187.500) ya kalau mau maen seharian :p

  3. dansapar
    November 7, 2012

    koh, kok aku jadi dejavu yg di tmii ya
    di pp iptek
    hihihihihihi
    di pp iptek aja udah heboh gitu ya apalagi di sono yg lebih CETAR
    *eh di pp iptek itu heboh foto2 deng
    hahahhaa

    • Sy Azhari
      November 7, 2012

      Eh, iya. Aku ya waktu di sana itu juga nginget-nginget kayaknya pernah ke tempat ini. Eh, gitu lu bilang PP Iptek TMII, langsung inget kita waktu itu ya. Heboh foto2 mah waktu itu kita berempat😀
      Tapi ya sesuai harganya juga sih, di The Mind Museum lebih banyak panel interaktif touchscreen dan alat peraga yang keren-keren😦

      • dansapar
        November 7, 2012

        iya, satpamnya juga beda ya, koh
        *langsung cuci muka make garnier*

      • Sy Azhari
        November 7, 2012

        Menurut nganaaaa??? Hahahaha

  4. Pingback: Market Value: Legazpi Sunday Market « Here, There, & Everywhere

  5. Pingback: Bonifacio Global City (Metro Manila) | Here, There, & Everywhere

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 6, 2012 by in Go-Sees, Jalan-jalan, Luzon, Philippines, travel and tagged , , , , , .

#archives

#categories

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 268 other followers

Follow Eat│Play│Repeat on WordPress.com
%d bloggers like this: