Eat│Play│Repeat

Here, There, and Everywhere

Enchanting Coron

MNL-USU

Itulah slogan pariwisata milik Coron. Sebenarnya Coron ini adalah bagian dari Kepulauan Calamian, Provinsi Palawan. Mungkin karena atraksi utama pariwisata di sana yang terkenal adalah Coron, makanya lebih menggema menggema di udara namanya. Coron ini pun sebenarnya ada 2. Coron Island yang gak berpenghuni karena medan pulaunya yang berat, dan Coron Town yang terletak di Busuanga Island (bukannya di Coron Island) sebagai kota utama di Kepulauan Calamian. Riweh kan? Ho oh.

4 hari 3 malam kami habiskan di sini. Saat masih mengudara di dalam pesawat Bombardier Q-400 milik Airphil Express, saya sudah sangat antusias untuk sampai di Coron. Sudah terbayang-bayang bakal berenang di Lake Kayangan dan Lake Barracuda atau nyemplung di Siete Pecados melihat karang yang warna-warni dan masih sehat seperti yang saya baca di artikel ini dan di berbagai blog milik Pinoy Bloggers. Padahal ya, saya belum tentu bisa ke tempat itu semua karena belum booking paket islands hopping satu pun di Coron. 

Welcome To Busuanga Island, Palawan

Pemandangan menjelang pendaratan pun sudah sangat menggoda banget. Landscape Pulau Busuanga ini adalah bukit-bukit kaarst yang menjulang ratusan meter dengan padang rumput luas melapisi perbukitannya. Mirip-mirip kampung halaman di Gabon deh.

Kami mendarat di Francisco Reyes Airport dengan kode barunya USU, menggantikan kode lamanya YKR. Terminal utamanya pun sudah baru juga walaupun kecil. Ternyata terminal baru ini terwujud berkat bantuan dari Korea Selatan dilihat dari tugu di depan bandara.

Begitu nyampe di ruang kedatangan, saya lumayan bingung karena gak ada conveyor belt. Adanya cuma struktur mirip conveyor belt yang terbuat dari kayu. Lah? pegimane jalannya kalo dari kayu?. E do do e, rupanya bagasi kita diangkutin sama petugas bandara dari pesawat ke ruang tunggu sambil ditenteng-tenteng. Ga kebayang aja kalau ada yang bawannya hebring. Itu abang petugas bandara pasti udah cemberut duluan kali yak.

Conveyor Belt a la a la

Biarpun bandara ini kecil dan jauh dari Coron Town (+/- 30 km), bukan berarti susah transportasi umum ya. Ga ada cerita di sini bandara dimonopoli oleh taksi Koperasi yang tarifnya Rp. 50.000 buat 5 Km (batuk darah dari Polonia ampe Tarakan). Selain fasilitas jemputan gratis atau berbayar oleh hotel, di daerah kedatangan terdapat banyak mobil van yang menawarkan transportasi ke Coron Town dan sekitarnya. Harga untuk ke Coron Town sama semua: PhP 150 (Rp 37.500). Berhubung saya sebelumnya sudah menghubungi tempat saya menginap, Seadive Resortmereka menyediakan jemputan dengan harga yang sama dengan angkutan van umum, PhP 150.

Selama perjalanan dari bandara ke kota, itu mulut saya jarang nutup karena berkali-kali menganga mengagumi landscape Coron. Iya, saya gak punya cara mengagumi selain menganga. Bersyukur banget udah nyampe Coron terutama setelah kerja keras bagai kuda di kantor beberapa bulan terakhir.

Biar kata provinsi paling miskin se-Filipina, tetep aja ya jalanan dari cor beton sepanjang perjalanan. Sore itu kami disambut oleh si cantik nan ramah, Dianne, di Seadive Resort. Kami dapat kamar di lantai 1 dan kamar tadi sepertinya satu-satunya kamar yang punya balkon dan menghadap ke arah Kepulauan Calamian serta La Sirenatta. Kalau pagi syahdu banget, tapi kalau menjelang sunset panas banget karena kamar ini menghadap barat. Jadilah sore itu kami mengungsi mengelilingi Coron Town.

Coron Island

“betis..betis siapa ini kasih? bikin tak enaaak hati”

Aroma daerah terpencil terasa begitu kami mengelilingi kota seukuran kota kecamatan di Indonesia ini. Listrik padam dari pagi hingga pukul 4 sore. Gak ada shopping center dan jaringan fast-food di sini. Jangankan yang luar negeri sejenis Starbucks, McD, KFC…yang lokal kayak Jolibee yang biasanya ada di mana-mana dari pom bensin sampe museum, gak bisa kita temukan di sini. Tapi hal ini terkompensasi dengan warung-warung dan rumah makan yang enak-enak kok.

Setelah memesan paket island hopping buat 2 hari ke depan di Coron Galeri, kami menuju Coron Bay Harbour. Area in terhitung baru karena sebenarnya adalah area reklamasi pantai yang dibangun menjadi taman kota dan atraksi wisata. Taman kota dengan bangku-bangku dari kayu dan batu mengelilingi sisi selatan yang menghadap Coron Island, restoran terapung dengan wahana Zipline di atas laut, dan dermaga Bangka (perahu khas Filipina) memenuhi area reklamasi.

Pemandangan matahari terbenam pun tampak cantik di sini. Perlahan-lahan meninggalkan cakrawala menelusuri pulau-pulau kecil di perairan Kepulauan Calamian. Awal yang menyenangkan untuk petualangan di utara Palawan.

After Hours

Floating Resto & Its Zipline (flying fox)

Seadive Resort & Mount Tapyas

Coron Town (Busuanga Island)

Sunset from Coron Bay Harbour

Magandang Gabi, Po

La Sirenetta Restaurant

4 comments on “Enchanting Coron

  1. itsmedianah
    November 22, 2012

    Pas foto Coron Town dan La Sirenetta Resto mengingatkan aku sama Jayapura tempo doeloe😦 semoga tahun depan bisa ke Jayapura lagi.

  2. dansapar
    November 22, 2012

    bersyukur baca postingan ini gara2 betis
    *lirik betis sendiri
    *eeaa oot ;p

  3. Travelingcow
    July 29, 2013

    Berapaan sih harga paket2 island hopping di Coron ? Dan jenis paketnya kemana aja? Udah googling nih tapi nemunya website kok mahal2 ya. Ada referensi ngga?. Kita mau kesana Agustus ini, masih clueless bikin itinerarynya.
    Thank you ya.
    Visit us: The Traveling Cows

    • Sy Azhari
      July 29, 2013

      Coba buka webnya Coron Galeri. Di situ ada kok semuanya. Mulai 650 Peso atau sekitar 150.000z Kalo mahal atau nggaknya relatif ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

#archives

#categories

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 268 other followers

Follow Eat│Play│Repeat on WordPress.com
%d bloggers like this: