Eat│Play│Repeat

Here, There, and Everywhere

Calamianes Expedition: Las Islas Tribal Tour

Gak sah rasa-rasanya kalau udah datang ke Coron terus gak ikutan island hopping tour. Untuk menyalurkan hasrat berlebih itu, saya sebelumnya menghubungi Calamianes Expedition atau yang lebih dikenal dengan nama Coron Galeri, operator tur paling terkemuka di Coron. Mae & Al, pemilik Coron Galeri, menyarankan saya datang 1 hari sebelum hari yang diinginkan untuk mendaftar di kantor mereka. Syarat tadi ternyata untuk mempermudah Coron Galeri mengalokasikan pengunjung ke tur yang diinginkan, karena mereka menyediakan tidak hanya 1, tapi 10 jenis tur harian yang jalan berdasarkan permintaan. Ke-10 jenis tur tadi bisa dilihat di web Coron Galeri.

Barracuda Lake

“Tarik, Mang”


Di hari pertama tak lama setelah landing & check-in di hotel, saya & Bolot mendaftarkan tur yang kita inginkan. Tur yang ingin kita ikuti itu sebenarnya Tur B-1 di hari pertama (Lake Kayangan, CYC Island, Hidden Lagoon, dll) dan Tur B-2 di hari kedua. Tapi staf Coron Galeri yang sangat informatif (tapi saya lupa namanya)  menyarankan kami untuk mendaftarkan diri di kedua tur. Syarat tur keliling pulau ini adalah minimal 5 orang baru berangkat.  Mbaknya bilang kalau Tur B-1 itu tur harian yang reguler & peminatnya banyak, sehingga bisa dilakukan di hari lain, sedangkan Tur B-2 ini menunggu 3 orang selain kami lagi…baru deh berangkat.

Ternyata pada hari-H kami diberi informasi kalau ikut Tur B-2 karena ada orang lain yang mendaftar tur ini biarpun cuma 2 orang, di bawah kuota 1 orang. Roma & Ris, 2 cewek muda asal Cebu ikut bergabung karena hari sebelumnya mereka sudah ikut Tur B-1. Jadilah kami berempat berangkat dikawal 2 kru kapal. Lega karena dengan ikut tur yang ini, otomatis kami bakal berangkat lagi besok untuk jenis tur yang beda. Males aja nanti ada 1 hari sisa di Coron cuma plengak-plengok.

Setelah membayar biaya tur PhP 750 dan sewa alat-alat snorkeling PhP 100 per orang, kami pun diberangkatkan pada pukul 8.30 melalui Coron Bay Harbour untuk menuju pemberhentian pertama, yaitu:

4 of 7 small islands of Siete Pecados

SIETE PECADOS MARINE PARK

Snorkling spot ini terletak di timur Busuanga Island, gak jauh dari Coron Town. Dinamakan Siete Pecados karena ada 7 bukit karst kecil yang menyebar di area ini. Atraksi di atas air kurang menarik karena cuma 7 pulau berbentuk bukit karst mungil saja. Namun jangan meremehkan pemandangan bawah lautnya.

Pemandangan bawah laut di Siete Pecados ini bikin bibir bergumam “Subhanallah” melulu. Dari 2 hari keliling di 8 titik snorkling di Coron (termasuk Lake Kayanga & Barracuda), bisa saya bilang yang di Siete Pecados ini jawara ke-2 . Sayang saya ga bisa pasang foto-fotonya karena kemarin ga bawa kamera underwater dan foto-foto underwater ada di kameranya Bolot dan belum dikirim ke saya!! *menatap setajam August Melasz & bakar kemeja H&M*.

Karangnya masih sehat dan berwarna-warni, ikannya banyak, airnya jernih dan yang paling penting apa saudara-saudari: BEBAS SAMPAH. Gak sia-sia bayar iuran PhP 100/orang kalau digunakan untuk menjaga kelestarian tempat ini. Oh iya, kita ga bayar lagi masuk ke sini karena udah masuk harga paket tur dan langsung menuju tujuan kedua yakni…

Underwater Coron (dari FB Ombolot)

CORON CORAL TRIANGLE GARDEN

Kalau si Siete Pecados tadi jawara dua, maka Coral Triangle Garden ini bisa disematkan selempang juara 1 *lo kate Abang-None*. Kata “Garden” di nama tempat ini bukan sekedar bahan promosi doang. Karang-karang beraneka warna dari yang pastel sampe yang neon serta berbagai bentuk dari polip sampe yang bentuk otak terhampar di area yang sangat luas dan DANGKAL. Iya, dangkal. Saking dangkalnya, kaki saya langsung robek terkena karang begitu saya turun dari kapal. Karang di sini udah nongol aja di kedalaman 1,5 meter. Butuh waspada yang lebih agar kita ga menyentuh karang-karang yag tajam dan supaya mereka juga gak mati. Lagi-lagi saya ga bisa post foto underwater Coral Triangle Garden *bakar tumbler Cebu si Bolot yg masih dititip*

LAKE BARRACUDA

Lake Barracuda ini seharusnya menjadi tujuan utama tur ini. Tapi tujuan lain ga kalah bagus juga kok. Lake Barracuda ini adalah laguna air tawar yang ada di dalam Coron Island. Kita harus mendaki sekitar 5-10 menit melewati tangga-tangga kayu yg dipasang di atas bebatuan, dan terpampanglah salah satu surga dunia itu. Seakan-akan danau ini mengambang di permukaan pulau.

Landscape atas air dan bawah air di laguna ini sama menakjubkannya. Di sini Jika di atas air adalah bukit karst Coron Island yang menjulang, maka di bawahnya adalah karst yang membentuk seperti permukaan Planet Krypton (ceile..kayak pernah ke sana aja). Kata bloggers yang juga divers, lewat dari kedalaman 5 meter, laguna ini berubah menjadi air asin. Huh-mazing.

Lake Barracuda Entrance

Underwater Barracuda Lake (from Contemporernomad.com)

DIMANGLET ISLAND

Melewati jam makan siang, pukul 1 kita menuju Dimanglet Beach untuk maka siang dan beristirahat. Cukup sudah main air di 3 lokasi yang letaknya (untungnya) berdekatan, jadi kita gak termakan waktu di jalan. 4 jam itu udah bisa dinikmati maksimal.

Di Dimanglet, Pondok-pondok kecil dibangun di bibir mer pantai untuk menampung wisatawan yang mau singgah makan siang atau main di pantai. Tapi kali ini pantai yang pasirnya putih langsat cuma diisi 6 orang aja. Tentunya kita berempat dan 2 awak kapal.  Makan siang pun diisi dengan nasi, ayam bakar, dan seekor ikan kuwe besar untuk dibagi ber-4. Serasa pulau pribadi

Selesai makan siang, jiwa masih gatel liat pantai berpasir putih dan langsung deh nyemplung. Airnya jernih, gak ada sampah, dan dasarnya pasir. Enak buat berenang banget ini pantai.

dimanglet island

Dimanglet Island

Lagi asik-asik renang, Erwin mengajak kita untuk menuju ujung pulau dimana ada ‘dermaga’ yang terbuat dari kayu dan rotan. Dermaga ini gunanya untuk jalan para pengunjung pulau yang ingin nyemplung ke spot snorkling di dekat dermaga. Awalnya saya males nyemplung karena ga bawa pelampung da lebih memilih leyeh-leyeh di kursi rotan di bibir dermaga. Namun akhirnya memberanikan diri nyemplung karena Ris dan Roma bilang dunia bawah air di Dimanglet ini bagus banget…dan bener!.

Karang-karang di Dimanglet tumbuh di kedalaman 4-5 meter mengikuti kedalaman lautnya. Dan ikan-ikan di sini lumayan banyak. Untungnya saya bawa itu kacamata renang yg ada minusnya, walaupun ga lama patah. Hiks, jadilah cuma beberapa menit melihat daleman Dimanglet. Eits, tapi jangan sedih karena masih bisa ngaso di dermaga. Kelar makan siang di tepi pantai berpasir putih, nyemplung bentar melihat karang, dan ada kursi di bibir dermaga buat santai.

Dimanglet Beach

Kalau island hopping tour di Phi-Phi kemarin terkesan buru-buru, kali ini ya nyantai banget. Wong kita yang ngatur kapan mau jalan dan berhenti istirahat. Kalau udah capek dan Roma-Ris juga capek, tinggal naik ke kapal dan menuju tempat lain. Berasa tur pake kapal pribadi deh. Kuya Erwin paling cuma godek-godek aja liat kita yang ga kehabisan energi. Terutama liat Ris yang gak ada habis-habisnya berenang sana-sini ga pake pelampung.

Saya : “you’re a very good swimmer”

Ris : “yah, because i was growing up in Cebu”

LAJALA VILLAGE TRIBE

Tujuan terakhir kami adalah perkampungan suku lokal di Coron, Tagbanua Tribe. Kampungnya sih ga banyak perbedaan dengan kampung-kampung nelayan di Indonesia. Gak lama kami di sini, hanya sekitar 30 menit dan sebelum pukul 4, kami sudah kembali ke Coron Town (Busuangan Is). Sedikit anti-klimaks sih, tapi saya suka banget dengan trip ini secara keseluruhan.

Kembali menyebur ke laut untuk menikmati permadani karang yang warna-warni. Bersantai di pantai indah nan sepi. Sensasi melihat Lake Barracuda yang seperti memasuki zaman pra-sejarah. Dan tentunya bertemu dengan teman-teman baru. Dan tentunya harga tur yang masuk akal *cring cring*. Ini tempat sempurna banget buat liburan dan relaksasi!. I’m such a happy mermaid dugong!!

Am a Happy Dugong!!!

Roma in Siete Pecados

Dimanglet Beach

The only Church in Lajala Tribal Village

Lake Barracuda Entrance

“bang, tolongin ik naik dong” – Roma

Dimanglet Island’s Wooden Jetty

Dimanglet Beach. Clean, Isolated, & Tranquil. Perfect.

9 comments on “Calamianes Expedition: Las Islas Tribal Tour

  1. buzzerbeezz
    November 23, 2012

    Pemandangan bawah laut di Siete Pecados ini bikin bibir bergumam “Subhanallah” melulu. <- mendadak alim ya Koh? :p

    • Sy Azhari
      November 23, 2012

      Loh? Bukannya selama ini memang sudah alim?

  2. dansapar
    November 23, 2012

    keren beken banget, sumpah
    tapi foto di atas jangan ditunjukin sama @paminto koh, bisa2 dia langsung terbang ke coron, minta dijadiin istri siri

    • Sy Azhari
      November 23, 2012

      Langsung “Mabuhay..Assalamu’alaikum” ya,par :p

  3. d'bolots
    November 23, 2012

    Maapkeun hamba ya kokoh, hamba ini budak sahaya

    disibukkeun sama penerimaan keraton

    semoga bisa hamba paketkan gambarnya pekan ini jua

    mohon kesabaran Nyonya …

    • Sy Azhari
      November 23, 2012

      Lu takut karena H&M dibakar apa tumbler Cebu yg dibakar? Pasti yg kedua kan? Lah wong baru jinjing kresek H&M kemarin.

      Kalo tumbler mesti terbang lagi kan ya

  4. ombolot
    November 23, 2012

    Ya menurut rika, ini aja ntar paling nenteng maning, soale kalo kesana musti pas diskon

  5. ndahdien
    November 26, 2012

    Lake Barracuda keren kali koh…
    ada versi Indonesianya gak sih?
    yaaa secara kan gw lum bisa go international😦

    • Sy Azhari
      November 26, 2012

      itu foto-foto dermaga sebelum masuk Lake Barracuda,ndah. Emang dermaganya bersih banget itu, ampe banyak yg renang. Kalo Lake Barracuda masih naik lagi dari dermaga itu, kayak Kakaban lah.

      Mirip-mirip Kakaban lah, minus horornya yg dingin banget itu :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

#archives

#categories

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 268 other followers

Follow Eat│Play│Repeat on WordPress.com
%d bloggers like this: