Eat│Play│Repeat

Here, There, and Everywhere

Raon-Raon di Coron

Calamianes Group: Busuanga Island (the largest), Culion Island (2nd largest), Coron Island (south of Busuanga Island), etc

Wreck Diving dan Island Hopping memang menjadi tujuan utama wisatawan datang ke Coron. Selusin kapal perang Jepang yang tenggelam di perairan Palawan ini menjadi daya tarik divers. Belasan pulau dengan snorkling spot menjadi daya tarik wisatawan lainnya.

Selain kedua hal tadi, Coron juga punya beberapa tempat menarik versi on the spot yang bisa disinggahi, antara lain:

CORON BAY HARBOUR & CORON MARKET
Area reklamasi di selatan Coron Town dan menghadap Coron Island ini terdiri dari taman kota yang luas dengan bangku-bangku taman mengelilinginya. Floating restaurant dan arena zipline juga bisa dinikmati di sini. Cukup membayar 500 Peso untuk mencoba Zipline di atas laut.

Selain itu, d Coron Bay Harbour juga terdapat hotel, toko souvenir, toko makanan, toko buah, dan bar. Nah, bar di sini tuh ya sederhana banget. Mengambil beberapa ruko dengan live music di dalamnya. Mbak-mbak dengan suara melengking menyanyikan lagu Mariah Carey sambil teriak-teriak dan hasilnya…cempreng. Itu jam 9 malem. Eh, paginya mbak yang sama masih juga teriak-teriak nyanyi lagu Mariah Carey yang lain. Pake batere Duracell kali ya.

Floating Resto & zipline

Berbatasan dengan area Coron Bay Harbour adalah Coron Public Market, pasar basah terbesar di Coron. Mirip-mirip dengan pasar tradisional di Indonesia sih. Seafood mengambil area paling besar, mengingat ini adalah kampung nelayan. Selain itu daging babi, unggas, longganisa (sosis babi), pakaian, souvenir, dan kacang mede yg khas dari Coron Town turut diperjua-belikan di sini.

Saat malam tiba, pasar ini memperdagangkan komoditi lain. Street food stall memenuhi sudut Coron Public Market hingga kantor pariwisata Coron. Yang dijual tentunya makanan khas dari Filipina. Ada yang jualan Balut (telur embrio bebek rebus), Bagnet (Babi goreng ckulit crispy), Chicaron (Kulit babi goreng), dan favorit kita.. Lechon Manok (slow roasted chicken).

Selain Lecon Manok, makanan favorit saya adalah Pan de Sal. Salt bread khas Philippines. Roti dengan permukaan keras dan gruntul-gruntu. Terkadang dimakan bersama sup atau diisi dengan chicken/pork adobo. Di pasar Coron, kami menemukan Pan De Sal yang polos tanpa isi maupun isian butter. Rasanya jangan ditanya. Nagih bener. Apalagi melihat harganya yang cuma… 3-5 Peso per buah. Lekker.

Pan De Sal

mborong Pan de Sal di warung

MOUNT TAPYAS

Sejatinya, Mount Tapyas ini adalah sebuah bukit berbunga. Tapi entah kenapa di sini disebut ‘gunung’. Atraksi utama di sini adalah sebuah salib raksasa yang bertengger di puncaknya dan pemandangan Kepulauan Calamian sampa dengan rentang hampir 300 derajat.

Akses ke Mount Tapyas ini sangat gampang. Cuma 200 meter ke arah utara dari National Highway, kita bakal menemukan area parkir dengan orang-orang berjualan minuman dan snack. Nah, di situ lah petualangan dimulai.

Giant Cross on the top of Mount Tapyas

Untuk mencapai puncaknya, cukup mendaki 760-an anak tangga aja kok dengan beberapa bangku untuk beristirahat di sepanjang perjalanan. Cukup bikin kaki menggelepar memang. Tapi pemandangan di atas dijamin bikin penat saat perjalanan mendaki tadi hilang.

Datang lah pada saat menjelang matahari terbenam. Matahari dengan lingkaran penuh akan tenggelam di antara pulau-pulau kecil di barat Kepulauan Calamianes. Gak berhenti disitu, pemandangan akan digantikan dengan guratan-guratan jingga dan biru tua, menggambarkan pergantian waktu menuju malam. Karena mendung, pemandangan di sini pun gak kalah spektakuler. Menjelang malam, langit berganti menjadi warna ungu. This is one of the best sunset i’ve ever had!.

Purple Sunset. First time for me.

MAQUINIT HOT SPRINGS

Thank God they have this one of kind hot springs in the island. Maquinit Hot Springs bisa dijadikan tempat pelarian sore dan malam hari di Coron setelah kita capek mendaki Lake Kayangan, Lake Barracuda, atau 700-an anak tangga Mount Tapyas. Untuk memasuki areanya, cukup membayar 150 Peso (Rp 45.000).

Berjarak 10 km ke arah timur dari Coron Town dan melewati hutan belantara. Karena kami perginya lepas maghrib, langsung merinding sewaktu jalan pulang. Asli di belakang kita gak ada pemandangan sama sekali karena gelap gulita.

Oh iya, kami menggunakan tricycle/becak motor untuk menuju Maquinit Hot Sprin. Dengan membayar 300 Peso, abang becaknya mengantarkan kami dan menunggu sampai mengantar balik ke hotel. Standarnya udah 300 Peso dari review yg saya baca. Lumayan lah.

Maquinit Hot Spring (from pchengphotography.com)

Di dalam area wanawisatanya, ada 1 kolam besar dan 3 kolam kecil. Dan kesemuanya berisi air asin yang suhunya 38-40 derajat celcius. Disinyalir, air ini berasal dari underground volcano. Wiiihhh. Dan ternyata, Maquinit Hot Springs terletak di tepi pantai yang dibatasi oleh hutan-hutan bakau. Terdapat jembatandari kayu pohon bakau yang menguhubungkan area kolam dengan pemandangan laut. Seru banget. Sayang banget fotonya (lagi-lagi) masih sama Ombolot *bakar foto-foto Sky Adventure*.

And this place definitely is the place to see and to be seen😉

Mangrove Forest at Maquinit Hot Spring (picture from Lakadpilipinas.com)

Maquinit Hot Spring (from Bodyhotrage.blogspot.com)

Kalau mau baca lebih lengkap mengenai Maquinit Hot Springs, bisa di-kli di blog milik Lakad Pilipinas di : CORON – Maquinit Hot Springs.

Ketiga tempat tadi ada di sekitar Coron Town dan bisa dijangkau dengan mudah. Bisa jadi alternatif wisata kalau sudah lelah cibang-cibung 8 tempat snorkling sepanjang island hopping atau bingung menghabiskan malam di mana.

Coron Public Market Area overlooking Mt Tapyas Hill.

Sunset overlooking Coron Bay

“climb everyyy mountain..”

6 comments on “Raon-Raon di Coron

  1. dansapar
    November 27, 2012

    ah suka deh yg bukit berbunga itu
    dan, pas liat foto yg bawah ternyata jarak pulau2nya selemparan beha jupe aja
    deket ya…. *buru2 narik @paminto nyari pundi2 warisan mbah harto*
    #langsung ke gunung kawi
    #hahaha

    • Sy Azhari
      November 27, 2012

      Enaknya gitu sih,par. Jarak antara pulau satu dan lainnya ga jauh. Jadi gak makan waktu banyak di perjalanan, tur 6 jam aja bisa dapet spot banyak di sini.

  2. elce imelda
    November 29, 2012

    ipuuuuuuuuuuull.. angek..😦😦

    • Sy Azhari
      November 29, 2012

      Kakak ga boleh angek. Aku yang mesti angek kakak ngantornya dekat rumahku. Hiks.

  3. zou
    November 30, 2012

    Mangrove Forest-nya juara ..🙂

    • Sy Azhari
      November 30, 2012

      Banget,za. *sambil ngecek tiket* *nangis liat dompet*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 27, 2012 by in Go-Sees, Jalan-jalan, Palawan, Philippines, travel and tagged , , , , , .

#archives

#categories

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 268 other followers

Follow Eat│Play│Repeat on WordPress.com
%d bloggers like this: