Eat│Play│Repeat

Here, There, and Everywhere

Mabuhay Boracay

White Beach, Boracay Island

Boracay. Crown jewel of Philippines’ tourism. Semacam Bali-nya Indonesia atau  Phuket-nya Thailand begitu lah. Bedanya, Boracay ini hanyalah sebuah pulau kecil berukuran di bawah 10 km sq yang terletak di lepas pantai Panay Island. Bukan sebuah pulau besar seperti Phuket dan Bali. Kalau ingin dibandingkan, mungkin Phi-Phi Island bisa jadi perbandingan.


Beberapa artikel yang menobatkan Boracay Island, dan White Beach khususnya, menjadi salah satu tujuan pantai terbaik dunia. Gak sedikit yang memasukkannya ke dalam 10 besar. Hal ini yang membuat saya penasaran seperti apakah Boracay. Mengapa semua orang Filipina yang saya temui sepanjang jalan menanyakan “sudahkah kamu minum Yakult setiap hari? pergi ke Boracay? kamu harus ke sana”.

Antusiasme tadi yang membuat saya impulsif memilih penerbangan Cebu-Caticlan daripada Cebu-Manila sebagai penerbangan pulang dari Cebu sebelum ke Indonesia. Apalagi didukung dengan harganya yang sangat masuk akal. Walaupun cuma 50 menit dari Manila, harga tiket ke Caticlan (bandara terdekat dari Boracay) termasuk gila-gilaan kalau normal, mencapai Rp 1 Juta di hari kerja. *KLIK*. Saya pun mengeksekusi tiket Airphil Express seharga Rp 100.000,- dari Cebu ke Boracay.

Mabuhay Boracay

Dari Bandara Caticlan yg berukuran imut, saya harus naik becak motor ke Caticlan Jetty, pelabuhan di ujung Panay Island. Pelabuhan ini lah sebagai akses terdekat keluar-masuk dari Boracay. Ternyata jarak dari bandara ke pelabuhan tergolong dekat. Baiklah, pulangnya nanti saya berniat jalan kaki aja. Setelah mengisi departure card (wajib buat turis) saya lanjut membeli tiket perahu Bangka sebesar 25 Peso berikut tetek bengeknya yaitu: Environmental Fee 75 Peso dan Terminal Fee 100 Peso. Rada nyesek sih pelabuhan ini ada service charge seharga airport service charge di Bandung. Tapi melihat fasilitasnya, ya ga kecewa juga sih. Ada ruang tunggu ber-AC, penjual souvenir dan makanan, serta kontrol penumpang yang menggunakan tiket elektronik. Gak sempat menunggu, saya diarahkan para petugas untuk langsung menuju kapal yang berangkat ke Cagban Jetty di Boracay Island.

Perahu yang digunakan  lebih besar daripada perahu bangka yg kami gunakan di Coron. Kapasitasnya mulai dari 20-an orang tergantung ukuran. Kapasitas kapal ini tertera di luar kapal dan gampang terbaca. Jadi calon penumpang bisa mengira-ngira sendiri standar keselamatan. Di dalam kapal, penumpang duduk di bangku kayu dengan pelampung SUDAH TERSEDIA di atas tempat duduk masing-masing. Jika terjadi sesuatu, gak lagi ada deh adegan panik cari pelampung. Mau yang lebih aman dan cepat, kita bisa milih kapal cepat dari Montenegros yang harganya cuma selisih 5 Peso. Lagian dengan kapal normal, jarak Caticlan Jetty – Cagban Jetty cuma 15 menit kok. Ga usah kayak pengendara di Medan aja deh, suka buru-buru dan ngebut melanggar lampu lalu-lintas padahal gak ada yang dikejar.

Perahu Bangka

Dari Cagban Jetty, ternyata penginapan saya berjarak 5 km lagi dan harus menggunakan becak motor dena membayar 100 Peso. Tergolong mahal sih, yah, namanya juga tempat wisata populer. Saya menginap di Frendz Resort Boracay di Boat Station 2, White Beach. Gak tepat di tepi pantai sih, hanya 5 menit berjalan kaki santai. Sebenarnya, saya memesan Bungalow seharga 1.000 Peso (Rp 250.000) dengan fasilitas en-suite dan tanpa AC. Oleh resepsionis, Jeff, saya di-upgrade ke ruangan yang ber-AC dengan alasan saya hanya menginap semalam. Gak lama setelah mengantar saya ke kamar, Jeff balik lagi untuk mengambil welcome drink saya. Nice place , pare🙂

Frendz Resort Boracay

Setelah briefing singkat oleh Jeff mengenai letak kursi pantai milik hostel yg gratis di depan Steakhouse, saya pun ga sabar rasanya menyatroni Boracay White Beach. Dari Boat Station 2, saya menuju utara ke Boat Station 1 yang dipenuhi bar dan restoran budget-friendly. Kemudian balik lagi ke arah Boat Station 2 dengan coffee shop dan D’Mall, open-air ‘mall’ yang terdiri dari kios-kios souvenir, restoran, taman bermain, dan prasarana pariwisata lain. Di sini pusat wisatawan nongkrong karena lengkap. Daerah paling selatan White Beach, Boat Station 3, dipenuhi hotel-hotel butik dengan kolam renang menghadap pantai dan middle-up restaurant. Lebih tenang dan kurang ‘jedag-jedug’ dibanding 2 wilayah lain.

Capek tawaf dengan lintasan lebih dari 4 km, saya pun balik ke Boat Station 2 untuk makan siang (yang tertunda) dan bersiap cibang-cibung di pantai yang pasirnya, Subhanallah..putih dan halus banget seperti bedak tabur Rodecca…bedak kulit keluarga anda..Rodecca.

Boracay White Beach, Boat Station 2

Saya pun menemui Greg, si penjaga area Frendz Resort di pantai. Oleh Greg, saya dikenalkan oleh orang Indonesia lainnya (haduh, lupa namanya sapa, tapi asik banget). Dia udah maen 3 hari di Boracay…dan ga mau pulang!. Kemudian dikenalkan dengan penghuni-penghuni hostel lain yang lagi main ke Pantai. Ngobrol-ngobrol bentar, saya pun nyebur ke laut.

Air laut di Boracay ini biarpun hari lagi terik tetap aja dingin untuk ukuran saya. Tapi lumayan membasuh dan menyegarkan badan yang dari Cebu belum mandi dan dilanjut kegiatan kardio mengelilingi White Beach. Ditambah lagi lautnya yang dangkal berdasar  pasir putih tanpa karang dan rumput laut. Aseli itu pantai enak banget buat berenang. Pemandangan dataran tinggi Panay di seberang pulau pun terlihat jika kita menengok ke Selatan. Ini yang bikin saya dari siang sampai menjelang matahari tenggelam cuma nyebur-ngangetin badan-nyebur lagi-ngeceng-ngangetin badan lagi-ngeceng lagi-dan nyebur melulu.

Sunset at Boracay

Pemandangan matahari tenggelam di White Beach sungguh spektakuler. Tanpa penghalang pemandangan, pergerakan matahari tenggelam sampai hilang dari cakrawala sungguh indah untuk dinikmati. Pertanda saya harus balik ke hostel untuk beristirahat sejenak, apalagi cuaca mendung dan gerimis mulai turun. Benar saja, begitu masuk kamar, hujan deras disertai gemuruh langsung menyambangi Boracay.

Lepas hujan deras, saya pun menuju Boat Stasion 3 untuk makan malam. Ada berbagai macam hiburan di tepi pantai. Ada restoran yang menampilkan live music seperti biasa, ada yang Fire Dance, ada juga tari-tarian tradisional Aklan, pantomim dan hiburan lain. Baru selesai makan malam, eh, hujas deras turun lagi pas saya menuju Boat Stasion 2 untuk nyari tempat mangkal. Berteduh sampai lumayan ngantuk, saya pun menerobos hujan dan basah kuyup sampai di penginapan.

Painted T-Shirt @ D’Mall

Rencana untuk bergabung dengan penghuni hostel lain di bangunan utama pun urung saya lakukan. Padahal terdengar asik banget saat ada yang bermain akustik di situ dan riuhnya apresiasi penghuni bertepuk tangan hingga tengah malam. Sayang, saya terlalu capek dan terserang gejala flu hingga harus istirahat malam itu. Apalagi mengingat besok harinya saya harus menempuh 3 penerbangan dalam waktu 24 jam untuk sampai di rumah saya di Medan.

Boracay White Beach Panorama

Enjoying Boracay

Yang Bohay di Boracay :p

Before Sunset

27 comments on “Mabuhay Boracay

  1. dansapar
    November 29, 2012

    kayak Trawangan ma phi2 don ya,
    tp dari fotonya kayaknya lbh nyaman ya
    ah itu pantainya rebahable banget…

    • Sy Azhari
      November 29, 2012

      Terus panjangnya kayak Kuta-Legian. Rebahable banget ini..rebah di pantainya loh ya. Bukan di pengunjungnya. Hahahahaha

  2. d'bolots
    November 29, 2012

    akooh gak diajak ….

    • Sy Azhari
      November 29, 2012

      Janga salahkan diriku. Salahkan sedikitnya penerbangan “Internasional” di Sultan Syarif Qasim INTERNATIONAL Airport.
      Eh, eh, eh, eh..tapi ka tapi kan tahun depan….huhuy

      • dansapar
        November 29, 2012

        aku mau ikut mudik, dong, kakak
        mau ber-assalamualaikum di sana
        kokoh imelin dong apa yg perlu aku tahu
        hihihihi

  3. gerandis
    November 29, 2012

    ehm…potonya kurang koh, jda gak pengen ke sana deh😀

    kooooh itu p*ntilnya keliataaaan

  4. vedglobetrotter
    November 29, 2012

    Thats a great blog you have there ; to catch up more on travel you can also visit : http://www.globetrotter.asia or follow us on http://www.globetrotterasia.wordpress.com

    Best Regards

    Ved Prakash

  5. Sy Azhari
    November 29, 2012

    Lagi males edit-edit da mindahin dari ponsel ke laptop,ndis. Diburu kerjaan ini, bikinnya pas makan siang soalnya. Ntar ada post lanjutan Gono-Gininya kok. Lagian aku cuma 1 malem ning Boracay da cuma di White Beach. Gak sempat ke pantai-pantai lain, gak sempat island hopping, dan naek Helikopter😦

    Itu sengaja diliatin..masa diplester. Kayak film jaman dulu aja yg ada Rac*hel Mir*yam

  6. itsmedianah
    November 29, 2012

    wow pantainya, wow gradasi birunya *orgasm*

    • Sy Azhari
      November 30, 2012

      Ish, yang baru dari Samalona juga seru ih :p

  7. buzzerbeezz
    November 30, 2012

    Itu painted T-shirt nya bagus-bagus deh kayaknya..

    • Sy Azhari
      November 30, 2012

      ho oh, kayaknya bagus. Tahun depan beli ah.. fufufufufu

      • buzzerbeezz
        November 30, 2012

        ikut lah yg taun depan.. huehehehe..

  8. zou
    November 30, 2012

    Mengingatkan sama kamar di Santai Sumur Tiga, Koh .. Hehehe ..
    Trus itu tiket Cebu – Caticlan beneran cuma Rp. 100.000 ??
    Murceee yak .. Kirain kalo ke LN mesti tajir melintir dulu, Koh ..

    *kemudian dibilang ngga nasionalis*

    • Sy Azhari
      November 30, 2012

      Iya, mirip banget ama Freddie’s. Tapi lokasi Freddie’s lebih juara dunia pastinya.

  9. rio praditia
    December 1, 2012

    kalau saya lihat di foto malah mirip karimun jawa yaa.. cuma bedanya di boracay lebih rame fasilitas hehhehe

    btw, seru banget tulisannya

    • Sy Azhari
      December 3, 2012

      Iya mirip juga, perairanya yang dangkal dan pantai yang landai. Wajar sih Boracay lebih rame, dari 1970-an udah booming sih kayak Bali & Phi Phi😀

  10. Fahmi
    December 4, 2012

    sama pantainya lombok bagusan mana ya :p

    • Sy Azhari
      December 4, 2012

      Belum tau, nanti bulan maret tahun depan kita buktikan saat pulang dari Lozmbok. Hehehehe.

      Enaknya di Lombok, banyak alternatif pantai. Kalau di Boracay cuma ada 1 yg populer (White Beach) dan beberapa pantai kecil lain. Maklum, pulaunya cuma sebesar 10 km sq. Lebih cocok dibandingkan dengan Gili.

  11. Dea
    February 10, 2013

    kalo boleh tau anda perginya bulan apa ya? kalo pergi pas low season seperti bulan september katanya hujan terus ya? tapi tetep worth it ga? thx🙂

    • Sy Azhari
      February 10, 2013

      Saya pergi Oktober, Mbak Dea. Low season itu Mei s.d Oktober. High season November s.d April. Kalau musim hujan seringnya penerbangan dibatalkan kalau dari Caticlan, kl dari Kalibo aman kok.

  12. zoice jahara
    May 6, 2013

    mas sy pergi akhir januari cuaca di boracay gmn…kl penerbangan sering di batalkan gmn dng tiketnya yg sdh di bookin PP..btw pengen dpt tiket murah giru dr manila ke caticlan..kasih kabar ma skl ada promo ya.secar tiket jkt maila jkt sdh d dpt tgl 27 jan – 31 jan

    • Sy Azhari
      May 6, 2013

      Waduh,mbak. Saya perginya kemarin Oktober dan cuaca baik-baik aja. Kalo cuaca bulan lainnya kurang tau aaya, soalnya ga domisili di sana sih.

  13. meita
    January 7, 2014

    tx bgt… postingannya sgt membantu bgt buat referensi sy ke boracay akhir Jan ini.

    wah.. sptnya ada yg satu pesawat sm saya nih nti tgl 27-31 ke Manila. salam kenal mbak zoice jahara🙂

    • Sy Azhari
      January 9, 2014

      Makasih mbak, semoga berguna nanti di sana. Enjoy Boracay, moga2 gak ada taifun.

  14. Sarah
    February 26, 2014

    Haloo mas, mau nanya nih selama disana kamu pake provider philipina gak utk akses internet? Thx

    • Sy Azhari
      February 26, 2014

      Dua kunjungan pertama saya pake kartu sana, mbak. Yg pertama pake Smart krn pake BB, yg kedua pake Globe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 29, 2012 by in Go-Sees, Philippines, travel, Visayas and tagged .

#archives

#categories

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 268 other followers

Follow Eat│Play│Repeat on WordPress.com
%d bloggers like this: