Eat│Play│Repeat

Here, There, and Everywhere

In Transit : Semarang

Welcome to Semarang

Welcome to Semarang

Awalnya, Semarang adalah tujuan awal kita. Memanfaatkan momentum pembukaan rute AirAsia dari Jakarta ke Semarang ceritanya. Tapi adik saya lebih memilih ke Jogjakarta dan hanya singgah di Semarang 1 malam saja. Rencananya kita mendarat siang dan keliling pusat kota hingga malam, baru keesokan siangnya berangkat ke Jogja.

Tapi apa daya. Manusia boleh berencana, Tuhan juga yang menentukan (ceileee!). Pesawat AirAsia yang kami tumpangi mengalami penjadwalan ulang sebanyak 2 kali. Pertama dari beberapa minggu sebelumnya dan diberitahukan lewat SMS dan email. Kedua, sewaktu di ruang tunggu. Jadilah penerbangan kami dihitung-hitung telat 3 jam dan tiba di Semarang saat Maghrib.

Terminal Bandara Ahmad Yani

Terminal Bandara Ahmad Yani

Segera setelah cek in dan bersih-bersih di Permata Guesthouse rekomendasi Azizah, saya dan adik melipir ke Lawang Sewu dengan moda transportasi ngangkot. Pas di bagian tiket, diberitahu oleh petugasnya kalau ga ada guide lagi karena udah keburu bareng rombongan lain dan disarankan untuk gak pergi jauh-jauh dan terlalu dalam karena kami tanpa guide dan saat itu… Malem Jumat!. Keder duluan saya sebelum masuk😦

Bermodalkan peta di dekat loket masuk, jadilah saya dan adik keliling antar gedung. Cuma dapat info dari foto atau maket yang ada di dalam ruang-ruang peraga. Sayang banget gak bisa dapat cerita karena tanpa pemandu. Hiks. Begitu pun kegiatan menjelajah gedung, saya gak berani sampe dalem banget. Begitu nemu selasar yang pencahayaannya kurang, saya balik lagi ke ruangan yang terang. Selama berada di Lawang Sewu, ntah kenapa nyali saya jadi keder dan darah di badan kayak ser-seran. INI SEMUA PASTI GARA-GARA IMAGE DARI ACARA DUNIA LAIN!! PASTI!!

Gedung A Lawang Sewu

Gedung A Lawang Sewu

Melihat komplek Lawang Sewu yang dialihfungsikan menjadi museum, saya cukup terkesan. Berbagai foto-foto dari masa lalu nampang di sini. Dan gak cuma foto Semarang Tempo Doeloe, tapi ada juga foto-foto tentang Trem di Surabaya, sejarah dibukanya jalur Semarang dan Jogja, hingga penampakan Aquaduct di Bandung. Seru banget melihat memorabilia dari masa lalu ini. Gak nyangka dulu Indonesia itu cantik banget. Penuh bangunan berarsitektur indah dan bukan sekedar RUKO SEGIEMPAT KOTAK BELAKA!!!

Dengan berat hati, kami meninggalkan Lawang Sewu setelah menjelajah separuh isi komplek. Sayang banget gak ada guide, terus gedung A yang iconic banget itu ditutup. Kali-kali mau tes dunia lain. Biarpun cuma sekitar 1,5 jam singgah di sini, saya puas, terkesan, walaupun merinding!

Simpang Lima

Simpang Lima

Dari Lawang Sewu, kami menuju kawasan Simpang Lima untuk menikmati cemilan malam Tahu Gimbal dilanjut makan malam Nasi Ayam (agak congok ya!). Yang paling saya suka di Simpang Lima adalah banyaknya penyewaan sepatu roda dan otopet di sekeliling lapangan. Mulai dari anak kecil sampai orang dewasa banyak yang menjajal keseimbangan mereka dengan menyewa sepatu roda dan mencoba mengelilingi Simpang Lima yang ramai dan penuh liku-liku. Tontonan orang jatuh dan tertatih-tatih menggunakan sepatu roda lumayan buat hiburan kaki yang luka.

Berhubung travel ke Jogja jam 6 pagi (karena cuma jam tersebut yg tersedia), jadilah kami gak sampai malam-malam banget menikmati Semarang. Sayang banget sebenarnya, Saya belum pernah benar-benar menjelajah Semarang seperti kota besar lain di Jawa seperti Bandung, Jogja, Surabaya, bahkan Malang. 2 kali ke sini, 2 kali juga hanya singgah kurang dari 24 jam. Semoga lain kali berjodoh dengan Semarang. Selama Semarang kaline ora banjir…

Gedung A Lawang Sewu

Gedung A Lawang Sewu

IMG_3805

Tamu jauh dari Medan

Tamu jauh dari Medan

Sepenggal kisah lama :)

Sepenggal kisah lama🙂

"ayo dik, genggam tangan mas dan kita meluncur bersama"

“ayo dik, genggam tangan mas dan kita meluncur bersama”

Tugu Muda...in a very wrong shape :p

Tugu Muda…in a very wrong shape :p

Pesan sponsor

Pesan sponsor

10 comments on “In Transit : Semarang

  1. dansapar
    January 9, 2013

    koh, di belakangmu ituuu koh *lebay histeris*

    • Sy Azhari
      January 9, 2013

      coba cek betismu,par. Terasa berat karena ada yang gondal-gandul mungkin :))

  2. kacung
    January 9, 2013

    seru banget koh kalo jelajah lawang sewu malem.. dulu aku pernah, tengah malem rame-rame pake guide jalannya pada ndusel-ndusel mepet guidenya.. hahaha

  3. Inggrid
    January 9, 2013

    Gue 4,5 taun di Semarang malah ga pernah masuk Lawang Sewu loh, ga pengen😀

  4. nyonyasepatu
    January 9, 2013

    Ohhh lawang sewu udh jadi museum ya? Dan kalo malam jadi lebih cantik ya

    • Sy Azhari
      January 9, 2013

      Gak tau kalau siang jadi masih dipake buat kantor KAI atau ngga. Cantik tapi menyeramkan sih,mbak :p

  5. buzzerbeezz
    January 9, 2013

    Ternyata detilnya tugu muda itu kekar berurat ya koh.. *sounds wrong*

  6. ombolot
    January 9, 2013

    Kepala Tugu Muda yg bererot kekar itu sampai merah menyala ya, ditambah muncratan putih2 dipotonya, ini ngambildr bawah ya koh potonya dlm posisi tiduran *too visual*

  7. Sy Azhari
    January 9, 2013

    Deuuughhhhh, ini Ari & Bolot perlu diruqyah yak.

  8. sista
    January 9, 2013

    penjualan rollerblade otopet tertinggi pasti di semarang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 9, 2013 by in Jawa Tengah, travel and tagged , , , , .

#archives

#categories

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 268 other followers

Follow Eat│Play│Repeat on WordPress.com
%d bloggers like this: