Eat│Play│Repeat

Here, There, and Everywhere

Pulang Ke Kotamu…

“…ada setangkup haru dalam rindu. Masih seperti dulu, tiap sudut menyapaku bersahabat.”

Welcome to Yogyakarta

Welcome to Yogyakarta

Kawula muda 90’an pasti banyak yang masih fasih menyanyikan lagu itu. Terlebih lagi yang pernah merasakan keramahan dan kenyamanan D.I. Yogyakarta atau yang familiar dengan sebutan Jogja. Begitu pun dengan saya. Jogja bukanlah kota yang asing bagi saya. Sejak 2003, entah berapa kali saya main ke sini. Bahkan malam pergantian tahun dari 2007 ke 2008 serta 2009 ke 2010 saya habiskan di sini. Di Stasiun sembari menunggu kereta, ditemani orang-orang yang spesial…di masanya.

Tepat berselang setahun sejak kunjungan terakhir, saya pun singgah kembali untuk menghabiskan 3 malam saya di sini. Yah, saya tau saat itu long weekend dan konsekuensinya Jogja bakal padat. Jadilah mesti pinter-pinter mengatur waktu dan tujuan.

Lepas subuh, saya berangkat ke Jogja dari Semarang dengan Iqro’ Management Travel. Perjalanan memakan waktu 3 jam dengan interupsi AC yang berulang kali mati hingga penumpang pada keringetan. Sampai di Jogja, saya dan adik saya langsung menuju EDU Hostel. Gara-gara pernah baca namanya di Twitter dan digadang-gadang sebagai hostel modern pertama di Indonesia, saya pun tertarik untuk mencobanya. Apalagi dengan tarif yang murah, Rp 70.000/malam untuk 1 dorm bed.  1 kamar dorm diisi 6 tempat tidur, sedangkan 1 private room berkapasitas 4 orang dengan harga Rp 400.000. BTW, saya memesan dorm bed di EDU Hostel dengan perantara Hostels.com.

Masih pukul 11 siang, eh ternyata udah mau siap-siap jumatan aja di Jogja. Jadilah kami clingak-clinguk mencari Mesjid terdekat dan menemukan Mesjid Agung (Gede) Kauman setelah mblusukan di kampung Kauman. Saya suka banget lihat kampung kauman ini. Biarpun bangunannya padat, tapi gak terlihat kumuh dan kotor. Pun bentuk bangunannya sangat khas banget. Ada citarasa Jawa, Cina, dan Timur-Tengah di dalamnya. UNESCO MANA UNESCO?!!.

Selepas jumatan, adik saya spontan mengajak saya  untuk mengunjungi Candi Prambanan. Padahal niatnya besok hari kita mau rental motor untuk mengunjungi Solo dan singgah ke Prambanan. Mumpung masih banyak waktu luang, ya saya iyakan aja permintaannya. Abang yang baik,kan?. Bermodal Trans Jogja No 1B dan sikil, meluncurlah kami dari Kauman ke timur Jogjakarta.

IMG_3922

Prambanan. Before sunset.

Di area Candi Prambanan, ternyata ada paket Candi Prambanan – Ratu Boko seharga Rp 45.000 dengan fasilitas free shuttle. Karena jam tutup Komplek Istana Ratu Boko lebih awal dibanding Prambanan, kami pun diarahkan petugas untuk mengunjungi Ratu Boko terlebih dahulu. Perjalanan dan pemandangan ke Ratu Boko diisi bukit-bukit dan persawahan. Refreshing buat yang butek lihat layar komputer mulu setiap hari Terletak di atas bukit, Situs Arkeologi Ratu Boko disinyalir dahulunya adalah tempat peristirahatan spiritual. BTW, di Ratu Boko juga bisa dipergunakan untuk pemotretan Pre-wed sampai tempat resepsi berdasarkan brosur yang saya terima di pintu masuk. Seru banget kayaknya bikin acara resepsi outdoor di sini.

Baru 15 menit di Ratu Boko, udah hujan deras aja sampai saya basah-basah-basah-seluruh tubuh. Padahal saya lagi menikmati area yang baru pertama kali saya kunjungi ini. Itu pun baru sekitar area gerbang utama dan Candi Pembakaran, belum sempat singgah ke Kolam Keputren, Goa Lanang, Goa Wadon, dan situs lainnya😦. Menjelang jadwal shuttle bus terakhir, sekitar pukul 16.30, hujan pun gak juga berhenti. Walhasil, kami menerobos untuk menuju pintu keluar biar gak ketinggalan shuttle bus kembali ke Prambanan.

DSCN0078

Ratu Boko’s Main Gate

Di Prambanan, saya dihibur oleh tingkah polah para staf yang memakaikan batik ke pengunjung. Berhubung masih hujan, banyak pengunjung yang seliweran dengan payung. Pas lagi ada pasangan yang berpayungan lewat pos mereka, spontan mereka menyanyikan lagu : “kemesraan ini… janganlah cepat berlalu”. Si pengunjung paling cuma tersenyum keki atau membalas mereka dengan meneriaki gendeng sambil tertawa. Yang paling ngenes waktu ada bule lewat dan mereka keukeuh nyanyi..eh, udah lama-lama nyanyi dicuekin dan mereka pun ngeles “ah bule, ora dong kabeh!”. Uweedaaaannn iki cah-cah.

Selepas gempa Jogja tahun 2006 ditambah letusan Gunung Merapi, banyak area Prambanan ditutup atau dibatasi untuk direnovasi kembali. Demi keamanan pengunjung, pengelola pun menyediakan helm untuk digunakan jika pengunjung masuk ke beberapa candi.

Malam pertama di Jogja dihabiskan dengan menyusuri Malioboro. Dan apa yang lebih baik untuk menutup hari yang dihiasi hujan deras dan udara dingin selain Mie Godog dan Wedang Ronde😉

DSCN0055

Cloudy cloudy day, Governor!

Cloudy cloudy day, Governor!

Inside Ratu Boko Site

Inside Ratu Boko Site

Mesti dijejerin ama foto 9 tahun lalu di Prambanan  yg masih kerempeng ini

Mesti dijejerin ama foto 9 tahun lalu di Prambanan yg masih kerempeng ini

Jerman. Berjejeran di Kauman.

Jerman. Berjejeran di Kauman.

13 comments on “Pulang Ke Kotamu…

  1. dansapar
    January 11, 2013

    ah endingnya kentang
    mana terusannya
    mana foto di tugu jam 3 paginya
    eeaa

    • Sy Azhari
      January 11, 2013

      Nanti dia marah terus bikin blog tandingan gimana? Gue yang dihina-dina ntar,par :p

  2. nyonyasepatu
    January 11, 2013

    Taman di ratu boko udh bagus ya? Dulu pas datang masih kering kerontang gitu

    • Sy Azhari
      January 11, 2013

      Udah,mbak. Kemarinj itu ijo royo-royo di taman-tamannya. Sayang karena mendung jadi males ambil foto, lebih asik jalan-jalan di tamannya. Hihihihi. Pengen lagi ke sana 1 harian main di Ratu Boko yang adem. Kemarin kena tanggung banget.

  3. buzzerbeezz
    January 11, 2013

    BTW, di Ratu Boko juga bisa dipergunakan untuk pemotretan Pre-wed sampai tempat resepsi berdasarkan brosur yang saya terima di pintu masuk. Seru banget kayaknya bikin acara resepsi outdoor di sini. <- berapa budget buat resepsi di sana Koh?

    • Sy Azhari
      January 11, 2013

      Gak lihat,ri. Cuma kemarin di brosurnya ada contact person dan jenis paket-paketnya. Ga ada harga. Mau resepsi di sini? gak di Banyan Tree aja? #eh

  4. rifqy (@rifqybroody)
    January 11, 2013

    kalo salah masuk lorong kauman bisa nyampe rumahnya adit tuh😛

    • Sy Azhari
      January 11, 2013

      Oh iya ya, kemarin di dekat situ kita ketemu dia yah.

  5. d'bolots
    January 11, 2013

    Well … payungan ??? lo masih keingetan terus sik koh ama “penang” …. *fufufufu …. * *menerawang sembari nenteng payung merah*

  6. zou
    January 14, 2013

    kalo mo bikin foto jam 3 pagi di tugu yogya, ajak2 aku ..😄

    *obsesi*

    • dansapar
      January 16, 2013

      klo g salah saiki wes dipageri tugunya, jd g bisa moto gorgeous nempel2 tugu jam 3 pagi lagi
      hiiks

      • Sy Azhari
        January 16, 2013

        Kemarin aku ke sana masih tahap renovasi dan dipagari gitu deh. Gak bisa gelendotan lagi😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 11, 2013 by in Culture, Jogjakarta, travel and tagged , , , , .

#archives

#categories

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 268 other followers

Follow Eat│Play│Repeat on WordPress.com
%d bloggers like this: