Eat│Play│Repeat

Here, There, and Everywhere

Ngeteng ke Sipiso-piso

Danau Toba, dari Gardu Pandang Sipiso-piso

Danau Toba, dari Gardu Pandang Sipiso-piso

Menjelang libur Natal kemarin, 2 minion saya main dari Pekanbaru ke Medan. Walaupun sudah kabar-kabari serta cek & ricek dari jauh hari sebelumnya, saya kurang was-was dengan tanggal kedatangan mereka. Jadilah saya yang dalam perjalanan pulang dari kantor ke rumah membelokkan rute menuju Bandara Polonia untuk menjemput mereka.

Sedari awal, kita berencana untuk menyewa mobil untuk mengantarkan ke Taman Simalem, Sipiso-piso, dan Parapat. Tapi karena kenununan saya ditambah ruwetnya pekerjaan di kantor, jadilah saya lupa dengan rencana tadi. Sampai salah satu dari kita, sebut saja Unge, melontarkan ide untuk ngeteng dengan angkutan umum ke Air Terjun Sipiso-piso.

Panorama Sipiso-piso

Panorama Sipiso-piso

Walaupun tinggal belasan tahun di Medan, jujur aja saya gak pernah menjelajah Medan dengan angkutan umum. Seringnya pergi bersama keluarga besar atau menyewa mobil. Ini diakibatkan oleh ruwetnya dan amburadulnya sistem angkutan umum dan luar kota dari Medan menuju selatan khususnya. Beda dengan Medan ke Utara seperti Banda Aceh, Meulaboh, dan Takengon yang menggunakan jadwal yang teratur serta armada yang nyaman; transportasi ke Selatan yang armadanya semenjana, jadwal gak tetap menunggu penumpang penuh, supir dengan attitude, dan kebanyakan taksi liar plat hitam. Jangan ngarep yang kayak Cipaganti atau Xtrans deh kalo di sini. Kalau orang sini bilang.. “Texas kali lah”.

Well, kembali ke liburan akhir pekan 3 orang yang gak mau banyak rempong.  Sembari makan malam di Jala-Jala Nelayan Merdeka Walk, kami membahas keberangkatan esok paginya. Dimulai dari tempat menginap mereka di Alpha Inn dengan angkot, tibalah kami di Simpang Pos. Di Simpang Pos, Jalan Jamin Ginting Medan banyak terdapat angkutan menuju Kota Kabanjahe dan Brastagi di Tanah Karo. Bentuk angkutannya seperti Kopaja atau Bis 3/4, namun joknya masih nyaman dari bersih. Perjalanan kami dihibur dengan DVD yang berisi video musik pop berbahasa Karo. Sampai sakit perut ini menahan tawa gara-gara ekspresi model dan penyanyi di video-video musik itu. Jadul banget! Padahal syutingnya ya tahun 2012.

2 jam perjalanan yang ditempuh dari Medan ke Kabanjahe melewati dataran tinggi yang suhu udaranya bikin adem. Sampai di Terminal Kabanjahe, kami melanjutkan perjalanan dengan angkutan L-300 yang menuju Merek. Gak ada adegan tarik-menarik dan paksa-memaksa penumpang di sini. Mencerminkan kondisi terminal yang seharusnya, bukan adegan BDSM.

Hanya sekitar 20 menit perjalanan dari Kabanjahe ke Simpang Merek. Dari Simpang Merek, kami menuju Sipiso-piso dengan becak motor. Terlihat rempong ya emang naik angkot – naik bis – naik L300 – naik becak hanya untuk mencapai Sipiso-piso yang terletak di tempat terpencil. Tapi percayalah karo inyong, perjalanan ini gak ada rempong-rempongnya dengan apa yang saya bayangkan. Mengalir begitu aja. Bahkan dibanding ke Parapat yang daerah wisata, ke Sipiso-piso terasa lebih aman dan gak bikin darah tinggi.

Bukti Ngeteng!

Bukti Ngeteng!

Memang bukan untuk pertama kalinya saya ke Sipiso-piso, tapi demi 2 minion saya ya hayuk aja. Diawali dengan makan siang di pondok-pondok di pinggir bukit. Pastikan dapat tempat duduk di belakang warung, karena pemandangannya adalah bukit-bukit hijau dan pegunungan. Bikin adem. Oh iya, sembari makan, Bang Fredi tukang becak kita pamit karena ada kerjaan dan ga bisa nunggu. Dia bakal mengutus temannya dan pembayarannya dititipkan saja ke temannya. Begitu katanya.

Kelar makan siang, tenaga penuh dan siap untuk trekking ke air terjun. Kirain ya segimana doang trekkingnya, tapi ya Masya Allah… jauh banget ternyata. Ada sekitar 30 menit untuk mencapai air terjun. Apalagi cuaca lagi terik-teriknya. Perjalanan agak lama karena jalur untuk trekking sangat sempit dan di beberapa bagian sangat terjal, sampai-sampai mesti dibekali tali dan pegangan dari besi.

Tapi perjalanan tadi benar-benar terpuaskan dan setimpal dengan pemandangan di sekitar air terjun. Danau Toba di sisi kiri, Bukit Barisan dengan pepohonan pinus di tengah-tengah, dan air terjun di kanan. Salah satu pemandangan terindah yang pernah saya lihat di Indonesia. Apalagi di dasar air terjun kita bisa menyeberang sungai kecil yang cetek dan bermain dengan airnya yang dingiiiiin banget. Bahkan di salah satu pos yang berjarak 100 meter dari air terjun, percikan-percikan dari air terjun sudah bisa kita rasakan. Overall, saya menikmati perjalanannya pake BANGET.

Air Terjun Sipiso-piso, dari tempat parkir

Air Terjun Sipiso-piso, dari tempat parkir

Saat ingin kembali ke Merek, ternyata ga ada tukang becak yang menunggu. Sempat menunggu lama, kami akhirnya dibantu oleh petugas pintu masuk Sipiso-piso untuk mendapatkan becak. Gempor juga kalau mau jalan dari pintu masuk ke jalan raya. Pas di Simpang Merek, kami sempat nanya-nanya ke tukang becak tempat kami naik sebelumnya. Apa ada diantara mereka yg kenal Bang Fredi, karena tadi belum sempat bayar becaknya. Tapi gak ada satu pun yang menggangguk. Yah, moga-moga rezeki Bang Fredi diganti lagi dengan yang lebih besar. Amin.

Hari beranjak sore, dan kami pun harus pulang ke Medan. Sayang banget gak jadi ke Taman Simalem, padahal dari Simpang Merek hanya tinggal 8 km lagi. Yah, belum rezekinya. Perjalanan ke Medan lancar banget dan cukup heran mengingat ini adalah akhir pekan panjang. Sempat mengisi tenaga di Wajir Seafood yang makin hari makin rame dan sumpek, walaupun makanannya enak banget dan terjangkau. Teman-teman saya pun balik ke hotel, dan saya balik ke rumah beristirahat demi mengumpulkan tenaga untuk perjalanan ke Samosir besok.

Good luck with the small path

Good luck with the small path

Abaikan mereka..abaikan!!

Abaikan mereka..abaikan!!

Abaikan juga mereka...abaikan!!

Abaikan juga mereka…abaikan!!

gollum..gollum.. my precious..my precious

gollum..gollum.. my precious..my precious

Namaste...

Namaste…

Northern Tip of Toba Lake in Tanah Karo Region.

Northern Tip of Toba Lake in Tanah Karo Region.

18 comments on “Ngeteng ke Sipiso-piso

  1. dansapar
    January 17, 2013

    hiiiii bagus foto yg plg bawah sama yg plg atas….

    • Sy Azhari
      January 17, 2013

      Jadi maksud lo, foto dan pose Arman Unge gak bagus gitu, par?

  2. d'bolots
    January 17, 2013

    APAAAAHHHHH !!!! Photo Unge gak menarik …..
    “GImana kamu mau menggoyang 200 juta penduduk Indonesia, AINUR !!!!!”

    ………

    • Sy Azhari
      January 17, 2013

      Awas kena azab kesemprot air panas loh,om…

  3. neng fey
    January 17, 2013

    pernah kesiniiii!!!!

    • Sy Azhari
      January 17, 2013

      Ama sapa? kok gue gak dikabarin? *temen posesip*

      • neng fey
        January 19, 2013

        kasi tau ga ya? *lempeng*

  4. buzzerbeezz
    January 17, 2013

    Paling ngakak baca… “gollum..gollum.. my precious..my precious” di foto nomor 3 dari bawah!! Huahahahaahaa

  5. medilubis
    January 21, 2013

    Pernah kesini jaman kuliah dulu… turunnya sih gampang 30 menit, naiknya 1.5 jam gemporrr… ditambah beban pakaian yang basah kuyup…

  6. gerandis
    January 21, 2013

    aku mesti masukin ini di list tempat yg aku kunjungi november nanti gak koh?

    • Sy Azhari
      January 30, 2013

      Kamu berapa hari sih di Medan,ndis? Di sekitaran Sipiso-piso ada Berastagi, Taman Simalem, dan 2 theme park. Lumayan kalau kamu nginepnya di Berastagi barang semalam, daripada di Medan. Soalnya dari Medan ke sini bisa 2,5 jam sendiri.

  7. mockingjaysan
    January 31, 2013

    Awesome ya Danau Toba plus Bukit Barisan. Gak ikut turun krn masih gempor trekking di Sibolangit🙂

  8. Pingback: Plesir ke Pulau Samosir – 1 | Here, There, & Everywhere

  9. Yoga
    November 23, 2015

    Hallo … sy rencana gowes sepeda dari Parapat ke sipiso piso. Menurut anda apakah jalur nya terjal ?

    • Ari Azhari
      November 25, 2015

      Hi Yoga. Saya kebetulan baru sekali lewat rute Parapat -Sipiso-piso via Simarjarunjung & Sipiso-piso. Jalurnya ga begitu terjal kok kecuali di awal2 perjalanan dekat Parapat.

  10. jhon france
    December 29, 2015

    Halo bang… Mau tanya dri simpang merek sampai ke Piso piso becaknya berapa ya tarifnya buat PP?

    • Ari Azhari
      December 30, 2015

      Halo, Bang John. Waduh, udah lama banget itu sampe udah lupa. Hehehehe.

  11. jhon france
    December 29, 2015

    Bisa minta YM/ Line nya gitu??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 17, 2013 by in Jalan-jalan, Sumatera, Sumatera Utara, travel and tagged , , , , .

#archives

#categories

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 268 other followers

Follow Eat│Play│Repeat on WordPress.com
%d bloggers like this: