Eat│Play│Repeat

Here, There, and Everywhere

Semalam Bersantai di Ha Long Bay

Artificial Beach at Đảo Ti Tốp, Ha Long Bay

Artificial Beach at Đảo Ti Tốp, Ha Long Bay

Di pariwisata Vietnam, Ha Long Bay ini ibarat Bali-nya Indonesia atau Boracay-nya Philippines. Tempat yang indah namun nuansa wisata massal yang kental banget. Niat utama saya waktu berburu tiket hampir setahun yang lalu juga sebenarnya untuk menyambangi teluk yang dihiasi ribuan pulau dari limestone (karst). Sejak tahun 1994, Ha Long Bay masuk ke dalam daftar UNESCO World Heritage Site… yah lumayan nambah-nambah daftar yang dikunjungi jadi 9.

Ha Long Bay terletak di Provinsi Quang Ninh dan berjarak 140 km dari Ha Noi atau sekitar 4 jam berkendara. Banyak operator yang menyediakan paket wisata ke Ha Long Bay mulai dari Day Trip yang melelahkan, 2 Hari 1 Malam, atau 3 Hari 2 Malam. 2 paket terakhir menyertakan paket menginap di atas kapal di tengah perairan Ha Long Bay. Romantis banget buat yang lagi dilanda asmara *menatap tajam 2 teman seperjalanan*. Cocok juga buat honeymoon. Ehhh, tapi gak juga ding, karena kapal terbuat dari kayu, kan gak enak lagi  “hu ha hu ha” kedengeran tetangga sebelah (enak enak aja, tetangga yang gak enak).

Ha Long Bay

Ha Long Bay

Setelah berkomunikasi dengan staf Hanoi Guesthouse mengenai tur yang menyediakan Triple Room sembari melihat-lihat review lain dari blog dan Tripadvisor, jadilah kami memutuskan untuk mengambil Alova Gold Cruise sebagai operator tur Ha Long Bay kami. Informasi tentang Alova Gold Cruise bisa dilihat di situs Alova Cruise dan Go Asia Travel. Tur yang kami ambil adalah paket 2 hari 1 malam dan menginap di kapal. Memang harganya lebih mahal daripada Day Trip, tapi bakal dapat apa bolak-balik Hanoi-Ha Long Bay yang jaraknya 140 km atau 4 jam berkendara dalam sehari? foto di depan pelabuhan doang *kemudian menerawang yg ke Singapore-KL-Phuket dalam waktu 3 hari-3 malam. Sungguh bombastis fantastis spektakuler*.

Paket tur 2 hari 1 malam dengan Alova Gold Cruise dibanderol seharga US$ 125. Sudah termasuk transpor dari/ke hotel kita di Hanoi sampai Ha Long Bay, semua tiket masuk ke objek wisata, 2 kali makan siang, 1 kali sarapan, 1 kali makan malam, welcome drink, dan FREE Kayaking! Yess, Free kayaking selama 1 jam. Memang banyak operator yang menyediakan fasilitas kayak, tapi gak banyak yang menyediakannya secara gratisan. Kami mendapat kabin nomor 8 dengan 1 double bed dan 1 single bed. Kamarnya agak sempit tapi kamar mandinya bagus banget. Bagian paling jawara tentunya dek 3 yang merupakan open-air area tempat bersantai memandangi pulau-pulau karst yang menjulang tanpa penghalang pandangan.

Setelah 3,5 jam berkendara dalam minibus dengan pemandangan Vietnam Countryside yang berkabut dan gersang di musim dingin, akhirnya diganti dengan hijaunya perairan Ha Long. Doan, tour guide kami berusaha menghibur dan menghilangkan suasana kaku antar sesama peserta tur. Ada 13 peserta tur kali ini, sepasang Abuelo dari Argentina, Steven dan pacarnya dari Australia, Jeremy & Helen yang gak pernah ngobrol ama saya, Sepasang Suami-Istri paruh baya asal Norwegia yang ramah tapi kenceng minum alkoholnya, Ale & Rachel yang jadi sahabat baik kami, Saya sendiri, dan pastinya 2 teman seperjalanan saya Ari & Nenny.

Pulau "Berurat" di Tengah Hari *see the massive fog*

Pulau “Berurat” di Tengah Hari *see the massive fog*

Tepat tengah hari, kami menikmati makan siang dengan makanan Vietnam. Seperti yang saya bilang di post sebelumnya, dibanding rekan se-Asia Tenggara lain (kecuali Filipina), makanan Vietnam ini rasanya lebih tawar, kurang berani bumbu, dan jarang memakai santan. Banyak penggunaan sayur-sayuran tumis dengan bumbu minimalis. Jadi kalau terbiasanya Nasi Padang, gulai, santan, sambel ijo, dan sambel terasi…ya dibiasain! bukan bilang makanan ini gak enak ga layak bla bla bla..lidah situ yang mestinya beradaptasi dengan citarasa lokal. Karena “Gak Enak” dan “Gak Sesuai Selera” itu berbeda jauh. Katanya menjunjung tinggi kearifan lokal. Ciyeee…! Biar kata menurut kita kurang bumbu dan kurang pedas, makanannya udah dibilang “spicy” loh ama rekan-rekan seperjalanan berdarah Caucasian. Tuuuhh kan, beda selera.

Setelah menyantap makan siang dan berleha-leha di kapal menikmati pemandangan kiri-kanan yang menakjubkan, kami turun ke kapal kecil untuk diantar ke Đảo Ti Tốp. Tempat ini adalah pulau kecil dengan pantai buatan dan gardu pandang di puncaknya, Dari dermaga, kita harus menaiki anak tangga yang lumayan banyak untuk sampai ke gardu pandang di titik teratas pulau. Tapi yah, anak tangga ini gak ada apa-apanya mengingat tahun kemarin ‘puas banget’ mendaki dengan anak tangga di Mount Tapyas Coron dan Air Terjun Sipiso-piso. Dari puncak Ti Tốp, terlihat pemandangan Ha Long Bay yang mencengangkan. Ratusan pulau dihiasi kapal-kapal berwarna putih dan ditutupi kabut sutra ungu. Ada cerita kenapa semua kapal-kapal di Ha Long Bay berwarna putih. Menjelang pengumuman New 7 Wonders of Nature, sebuah operator mencat warna kapalnya dari yang berwarna coklat kayu menjadi putih. Sejak itu, semua operator merubah warna kapal menjadi putih. Lucu sih kesannya seragam dan teratur, akan tetapi gampang terlihat kotor. Hilang sudah pemandangan Ha Long Bay yang dramatis dengan kapal berwarna merah atau coklat dengan layar berwarna merah mengarungi perairannya.

Dao Ti Top

Dao Ti Top

Free Kayaking

Free Kayaking

Sepulang dari Đảo Ti Tốp, kami ‘disensus’ siapa aja yang bakal main kayak menjelang senja. Dari 13 orang, cuma Ari dan Ibu-ibu Norwegia yang gak ikutan. Ditemani Doan dan Hui, kami semua turun ke perairan dan bermain kayak hampir sejam. Doan, Hui, dan semua orang mengambil rute memutari pulau-pulau karst yang agak jauh dari kapal. Sementara, saya dan Nenny cukup mengambil kawasan bermain gak jauh dari kapal, berhubung saya masih trauma dengan air di Tangkahan pun ditambah lagi Ha Long Bay saat itu sedang dingin-dinginnya. Saya cek di aplikasi ponsel, suhunya Derajat Celcius dengan 1 digit angka. Brrrr. Selama bermain kayak, kami melihat beberapa perempuan Vietnam menjajakan jajanan dari kapal dan mengayuhnya seorang diri. Pemandangan yang cukup menyayat hati buat saya, apalagi pedagang yang gak jauh dari kapal kami adalah seorang wanita tua. Pengen beli sesuatu sih terutama buah, sayang si ibu gak menjajakan buah-buahan. Kebanyakan yang mereka jual adalah air mineral, rokok, dan jajanan kemasan. Cukup tercabik-cabik hati ini melihat cara si ibu mencari nafkah😦

Menjelang makan malam, kami disuguhi atraksi pembuatan Vietnamese Spring Rolls. Para penumpang Alova semuanya juga diharuskan membuat Spring Roll minimal 2 buah. Haduh, bakat telaten saya emang gak ada sama sekali karena kulit lumpia saya robek karena terlalu basah oleh isian. Jangan dibandingin sama punya Nenny atau Oma Norwegia. Gak layak makan banget. Berhubung saat makan malam saya duduk di sebelah Argentinian Abuelo yang vegetarian, jadi lauk-pauk dan sayuran bisa say santap sepuas hati karena saingan berkurang. Hehehehe. Bagi yang vegetarian, disediakan makanan dalam wadah sendiri oleh pengelola kapal. Sedangkan bagi yang cuma bisa makan makanan halal kayak Nenny & Ari atau yg Kosher kayak Saya, gak bakal dimasakin Babi deh ama pengelolanya. Argentinos Abuelo ini ramah banget dan Opa Julio banyak ngajak ngobrol, sayang rekan seperjalanannya hanya bisa bahasa Spanyol jadi terpaksa diterjemahkan oleh si Opa Gangnam Style.

Selain dengan Argentinos Abuelo, saya banyak ngobrol dengan Ibu-Bapak Norwegia, Doan, dan Hui. Mulai dari cerita gaya orang Vietnam bawa motor, kemudian imigran Eropa Timur yang berbondong-bondong ke Norwegia buat masuk penjara karena selama menjalani masa tahanan di penjara Norwegia mereka mendapat penghasilan dari negara, sampai berbicara sedikit tentang politik dan perbandingan antara Vietnam Selatan dan Utara. Tampaknya masih ada rasa sentimen terhadap Amerika dan orang selatan yg gaya hidupnya Amerika banget, serta tersirat rasa bangga dengan Perancis yang mewariskan banyak budaya kepada Vietnam Udara dari nada bicara Doan dan Hui. Sedangkan Ari dan Nenny? tuh mojok di dek luar kapal *pembunuhan karakter*. Menjelang pukul 11, forum pun bubar dan kembali ke kabin masing-masing untuk beristirahat.

Couples on board

Couples on board

Pagi harinya, suhu di Ha Long Bay terasa turun drastis. Saya pun bangun tidur dengan menggigil sekujur tubuh. Untunglah air panas di shower nyala dengan lancar, jadi bisa menghangatkan tubuh untuk sementara. Kalau bukan air panas di shower…siapa lagi?. Pagi di Halong Bay saat musim dingin bukanlah kondisi ideal bagi fotografer, tapi bagi saya yang demen udara dingin adalah kondisi yang sempurna. Laut, tebing, kabut, dan cuaca menusuk tulang. Oh, serasa gak mau balik ke daratan deh.

Setelah sarapan pagi, kami menuju Sung Sot Cave (Surprising Cave). Ada sedikit tragedi saat sarapan. Seperti yang dibilang di atas, saat masih di Hanoi kami didata oleh Doan sapa aja yang penganut vegetarian dan yang memiliki pantangan atas makanan tertentu. Saat 2 Argentinos Abuelo, Ari, dan Nenny disuguhi sarapan pagi berupa french toast, pancake, madu dan racun, butter & jam, serta buah-buahan tropis seperti nenas, pisang, markisa, dan mangga…saya dong disuguhinya french toast, pancake…tapi didampingi Bacon & Pork Sausage!. Karena stok sarapan vegetarian udah habis, jadilah saya makan aja itu bacon dan sosis baboy singkirkan Bacon & Sausage dan cuma makan pancake serta french toast doang sebagai sarapan. Bukannya karena haram dan takut dosa, saya gak mau makan baboy karena bentukannya waktu masih hidup dan lifestylenya di kandang. Iiihhhirrr.

Inside Sung Sot Cave

Inside Sung Sot Cave

Dalam edisi "menjadi obat nyamuk oles" :D

Dalam edisi “menjadi obat nyamuk oles”😀

Dengan modal sarapan pancake dan toast, saya pun turut rombongan mendaki 400 anak tangga menuju Sung Sot Cave. Sebenarnya ini goa biasa sih, cuma karena permainan lighting dan perawatannya jadi terlihat lebih bagus. Goa yang lembab namun hangat cukup menjadi tempat berteduh yang cukup nyaman. Banyak guide yang menunjukkan bentuk-bentuk aneh di dalam gua. Dasar otak kanan saya udah tumpul, yg terlihat hanyalah sekedar stalaktit & stalagmit kecuali emang ada yg bentukannya fenomenal sampai kami cekikian sampat Doan bilang “you see that stone, it looks like finger” dan kami pun serentak mengiyakan sambil tertawa “ooohh..finger”.

Selepas dari Sung Sot Cave, kami bersiap-siap untuk check-out dan berlayar kembali ke dermaga Ha Long City. Sembari menikmati masa berlayar hingga bebatauan cadas dan tinggi tadi hilang dari pandangan, kami disuguhi oleh chef yang membuat bunga dari wortel dan timun. Dasarnya saya gak senang begituan, saya pun ngantuk dan lebih memilih menikmati pemandangan luar yang spektakuler kabutnya.

Siang hari, kami sudah merapat di pelabuhan Ha Long City. Dari situ kami diarahkan untuk makan siang di sebuah restoran yg letaknya tepat di seberang pelabuhan. Highlight berlayar dengan Alova Gold Cruise ini mungkin makanannya terutama makan siang terakhir sebelum ke Hanoi. Begitu duduk, kita disuguhi crab & corn soup, dilanjut cumi, tofu, udang, dan masih keluar lagi  ikan goreng dengan saus, kacang goreng, masih ada lagi tumis sayuran. Makanan datang gak berhenti. Sampe kembung ini perut. Akhir perjalanan kami yang spektakuler di Ha Long Bay, karena sejam setelah makan siang minibus diberangkatkan ke Hanoi.

Kissing Islands

Kissing Islands

Selain Ha Long Bay, beberapa kawasan di Asia dikaruniai landscape indah penuh tebing karst yang menjulang dan jumlahnya massive. Guilin di China, Coron & El Nido di Filipina, Phuket & Krabi di Thailand, dan tentunya dari negeri sendiri Raja Ampat. Satu tempat memiliki keunikan dibanding yang lain. Guilin dengan pemandangan karst di tepi sungai, Coron & El Nido dengan karst yang membentuk formasi pulau luas dengan laguna-laguna spektakuler dan alam bawah laut yang juara, kemudian Raja Ampat dengan alam bawah laut yang kondang dan perairan yang bergradasi. Ha Long Bay mungkin kurang populer untuk wisata bawah air dan airnya keruh karena merupakan delta sungai yang membawa tanah dari daratan. Tapi gak mengurangi keindahan di atasnya. Begitu juga cuaca yg lebih ‘jinak’ dibanding Phuket, Palawan, dan Raja Ampat. Masing-masing ada dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Well, Ha Long Bay juga adalah tempat wisata populer yang kental dengan gaya turisme dan bukannya backpacker. Tapi itu gak menghentikan pemerintah setempat mengeluarkan peraturan dan pengumuman demi menjaga stabilitas alam di Ha Long Bay. Di sudut pelabuhan, di pintu masuk atraksi wisata, dan di jalanan bisa ditemukan papan pengumuman larangan-larangan dan himbauan itu. Wisata massal memang berpotensi merusak alam dan sejenisnya. Tapi, sekali lagi, tergantung para stakeholders memitigasi risiko potensi perusakan tadi. Bukan lantas ujug-ujug menghakimi setiap orang yg datang adalah perusak alam. Datang dan menikmati alam sekaligus menjaganya kan bisa dilakukan sekaligus, bukan lantas menghakimi semua orang yang datang e situ dan otomatis nyampah, ngambil karang, mengikisin tebing-tebing limestone juga kan? gila aja niat banget itu orang ngikir 3000 pulau :p

View from Dao Ti Top

View from Dao Ti Top

IMG_5595

Full Team

Full Team

Take a Break

Take a Break

View from Sung Sot Cave

View from Sung Sot Cave

Inside Sung Sot Cave

Inside Sung Sot Cave

Been there, pictured that, so what? Chill out, dude.

Been there, pictured that, so what? Chill out, dude.

Ini si Doan kenapa ambil muka si Abuelo terpotong separoh? :D

Ini si Doan kenapa ambil muka si Abuelo terpotong separoh?😀

Dao Ti Top

Dao Ti Top

27 comments on “Semalam Bersantai di Ha Long Bay

  1. ombolot
    February 1, 2013

    Ooohhh gitu …. *ngunyah Chicken Cordon Blue*

    • Sy Azhari
      February 1, 2013

      Damn you *terkunyah Wendy’s Mall of Asia*

  2. medilubis
    February 1, 2013

    Liat fotonya aja aku ngerasa kedinginan….

    eh… eh… itu anunya si ari ya? huaaa… *kedip kedip melet* *apaan sih? :D*

    • Sy Azhari
      February 1, 2013

      Iya,med. Si itu itunya si Ari. Hehehehehe.

  3. dansapar
    February 1, 2013

    di foto full team kok kokohnya kurusan ya
    ;p

    • Sy Azhari
      February 1, 2013

      Aku kurusan karena makan hati melihat mereka berdua, sedangkan aku kedinginan😦

  4. Nenny Wulandari
    February 1, 2013

    turut berduka atas tragedi menu sarapan bacon dan baby sausage mas kokoh harusnya barter ama opa argentina yg gak dimakan sarapannya hahahaa,itu kita kayakan nya terlihat gak terarah dan membuat rute sendiri. overall seru banget traveling barengan mas kokoh memang paten,ngerasa aman dan gak takut salah jalan begitu ditinggal agak kalang kabut sih hahahaha.

    • Sy Azhari
      February 1, 2013

      Pesan ini disponsori oleh iPhone dan aplikasi City2Go Maps. Iya tuh, si Opa gak makan karena masih sakit perut sisa semalam. Padahal aku kan pengen markisa dan mangganya. Hiks.

      Btw, kemarin beli Vietnam Coffee Drip berapaan? aku kok ya gak kepikiran di Hanoi beli itu, padahal waktu di Alova ngiler karena kopinya dibikin pake gituan.

  5. Nenny Wulandari
    February 1, 2013

    coffee drip nya gratis dipersembahkan receptionist nya Indochina queen 2 buat kenang kenangan katanya,kemarin sempet nanya di pasar dong xuan 20K VND tak tawar 10K VND “no madam no madam” trus taktinggal berarti segituan berarti emang harganya mas.

  6. omnduut
    February 1, 2013

    Oioioi… pinginnya bisa liat langsung Ha Long Bay *ngeces*

  7. buzzerbeezz
    February 1, 2013

    Aku no comment deh.. *nyiapin tulisan tandingan yang entah kapan bakal di-publish*

  8. zou
    February 1, 2013

    Yak, itu dibahas ya Sin-KL-Phuket 3 hari 3 malam .. Hahahaha ..
    Btw, dapet banget ya efek misty-nya ..🙂

    • Sy Azhari
      February 2, 2013

      Dibahas dong!! Gara-gara dia mau ke Yurep ama Aussie ini. Moga-miga salah kostum! Datangnya musim apa, kostumnya musim apa.

      Iya tuh, Ha Long Bay kemarin beneran berkabut tebal, sampe-sampe ragu kapalnya bakal nabrak ga ya?

      • zou
        February 2, 2013

        tenang, tenang .. doa kita sama kok .. hahahahaha .. *sirik mode on*

  9. INFO TEMPAT WISATA
    February 2, 2013

    kali lihat-lihat mirip raja ampat ya,😀

  10. Fahmi Anhar
    February 4, 2013

    misty morning di halong bay yang sedikit mengobati lelah setelah jadi obat nyamuk oles… #yaksip

  11. Pingback: Senja Terakhir di Hanoi « Here, There, & Everywhere

  12. Fahmi
    February 24, 2013

    Tambahin salju, kayaknya bakal makin dingin itu ha long bay :p

  13. teree
    October 20, 2013

    bagusss banget….

  14. shellahudaya
    November 12, 2013

    Sampai ke Hanoi kira-kira jam berapa kak? Di drop off nya di penginapan juga atau…? Thanks ^^

    • Sy Azhari
      November 12, 2013

      Dari Ha Long ke Hanoi sekitar 4 jam. Kalo ikut paket cruise otomatis diantar & dijemput sampai ke hotel.

  15. burufly
    December 17, 2013

    kok berkabut banget ya..
    ga sebagus yang ada di google images

    • Sy Azhari
      December 17, 2013

      Kan perginya pas winter di Januari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

#archives

#categories

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 268 other followers

Follow Eat│Play│Repeat on WordPress.com
%d bloggers like this: