Eat│Play│Repeat

Here, There, and Everywhere

Hanoi on a Shoestring

Hanoi. Mungkin namanya kalah pamor dengan Ho Chi Minh City (Saigon), saudarinya di selatan. Statusnya sebagai mantan ibukota Vietnam Utara yang menganut paham komunis sebelum tahun 1976 membuatnya lebih tertutup daripada Saigon. Alhamdulillah, sejak Vietnam bergabung di akhir 1970-an, Hanoi pun turut merasakan pembangunan dan keterbukaan terhadap dunia luar.

DSCN0393

The Huc Bridge

Modernisasi tampak di beberapa distrik di Hanoi. Hebatnya, modernisasi itu gak lantas merusak peninggalan budaya di Hanoi. wilayah sekitar Hoan Kiem Lake masih tampak asri dengan bangunan tua peninggalan kolonial Perancis. Sementara Distrik West Lake dan Hai Ba Trung sudah tampak modern dengan tampilnya pusat perbelanjaan, bioskop, dan jaringan hotel internasional. Sejauh ini, Hanoi berhasil mempertahankan pesona masa lalu dan masa kininya dengan beriringan. Mudah-mudahan tahun-tahun mendatang, bangunan-bangunan tua di sana tidak serta-merta dihancurkan dan digantikan bangunan modern yang glossy *batuk sampai Kesawan*.

Perjalanan saya dari Medan menuju Hanoi mengharuskan saya transit 1 malam di Kuala Lumpur. Demikian pula perjalanan pulangnya. Dari Kuala Lumpur, penerbangan ke Hanoi memakan waktu 3 jam. Siap-siap deh dengan comfort kit, cemilan, atau pengusir kebosanan seperti music player atau buku.

Noi Bai International Airport (from Vietnam-visa.com)

Noi Bai International Airport (from Vietnam-visa.com)

  • AIRPORT

Noi Bai International Airport, adalah bandara yang melayani Hanoi dan utara Vietnam. Jangan dibandingkan dengan bandara di ibukota-ibukota Asia Tenggara lain seperti KL, Bangkok, Jakarta, Manila, apalagi Singapore. Noi Bai tergolong kecil dan usang dibanding mereka. Terlihat mirip Stasiun KA Gambir. Terminalnya pun hanya berkapasitas 10 Juta penumpang per tahun, atau sebesar Bandara Juanda Surabaya. Namun sedang ada pembangunan Terminal 2 Noi Bai dan bagian yang sudah diselesaikan adalah ATC Tower yang baru nan kinclong. ATC Tower di Soekarno-Hatta terlihat kayak tongolan doang dibanding ATC Tower di Noi Bai ini.

Bandara ini terletak 35 km dari pusat kota dan ada beberapa alternatif transportasi. Transportasi utama yaitu taksi bandara dengan harga tetap (fixed price). Sekitar 330.000 (US$ 16) untuk taxi berukuran sedan, dan lebih mahal lagi untuk minivan. Alternatif yang murah adalah Minibus yang disediakan beberapa operator. Vietnam Airlines & Jetstar sebagai 2 maskapai terbesar di Vietnam menyediakan fasilitas ini untuk mengangkut penumpang dari/ke bandara menuju pusat kota. Harganya adalah US$ 2/orang dan kapasitasnya bisa mengangkut hingga 15 orang dalam 1 mobil. Kemarin kita naik yang operator abal-abal dan dikenakan US$ 3/orang. Yah, gak pengen ribut juga sih gara-gara 1 Dollar doang. Terminal Airport Minibus bisa ditemukan di sekitar Quang Trung Street, French Quarter…atau di selatan Hoan Kiem Lake lebih gampangnya.

Untuk penerbangan melalui Noi Bai International Airport baik domestik & internasional, penumpang telah membayar Airport Service Charge saat membeli tiketnya. Jadi gak ada counter Airport Tax di dalam bandara. Fasilitas lain di Noi Bai sangat terbatas. Hanya ada beberapa coffee shop, kios souvenir, money changer di area kedatangan dan ATM. Jangan berharap menemukan jaringan restoran internasional di sini.

Raon-raon keliling Hanoi

Raon-raon keliling Hanoi

  • SEPUTAR KOTA

Hanoi terbagi dalam beberapa distrik dan dibelah oleh Red River yang lumayan lebar. Distrik paling tenar pastinya adalah Old Quarter yang pekat banget nuansa turisnya. Aslinya sih pasar dengan berbagai macam produk bisa ditemukan di dalamnya, namun kini banyak dipenuhi hotel & hostel, restoran, klub, toko souvenir, dan prasarana penunjang wisata. Pedagang asongan pun gampang banget ditemukan di sini. Mulai dari menjajakan makanan sampai oleh-oleh. Hati-hati bila bertransaksi dengan para pedagang asongan yang kebanyakan wanita di sini. Mereka terlihat agak memaksa namun gak sampai ada kekerasan. Sedikit ganggu aja menurut saya. Jika kita beli ke 1 pedagang, maka siap-siap aja rekan-rekannya akan ikut mengerubungi kita. Dikata kita saudagar apa.

Distrik lain yang tak kalah populer adalah Ba Dinh District dimana ada beberapa museum dan Ho Chi Minh Mausoleum. Vietnam Selatan boleh aja punya nama Uncle Ho sebagai nama (bekas) ibukotanya, tapi jasad Uncle Ho ini tetap disemayamkan di Utara. Selain museum, Ba Dinh District juga terkenal dengan ikon lain kota Hanoi, Temple of Literature & One Pillar Pagoda. Sayangnya, kami gak sempat mengunjungi distrik ini karena waktu yang gak cukup (karena sibuk belanja di Dong Xuan). Di utara Ba Dinh District adalah West Lake District yang penuh perumahan mewah, restoran modern, dan hotel-hotel jaringan internasional.

Pose..Smize!

Pose..Smize!

Distrik yang tak kalah kondang dibanding Old Quarter dan masih berada di sekitar Hoan Kiem Lake adalah Nha Tho District dan French Quarter. Yang pertama dengan ikon Gereja Katedral terbesar di Hanoi dan dikelilingi oleh butik-butik dari desainer lokal. Sedangkan French Quarter adalah kawasan paling upscale di Hoan Kiem Lake. Selain kantor pemerintahan dengan gedung-gedung tua kolonial, French Quarter diisi oleh restoran mewah, butik-butik merk luar, dan hotel-hotel mahal seperti Sofitel dan Hilton. Buat yang berkantong tebal dan pengennya belanja merk-merk blue chip, bisa disalurkan di French Quarter. Di selatan French Quarter ada sebuah distrik bernama Hai Ba Trung, yang mau main ke pusat perbelanjaan, hypermarket, gym, dan bioskop, di sini lah tempatnya.

  • RAON-RAON

Kalau hanya berkeliling dari Old Quarter, Nha Tho, hingga French Quarter, yang masih berjiwa muda dan sehat wal afiat hanya bermodalkan kaki saja untuk berjalan mengelilingi tempat-tempat tadi. Sedangkan jika ingin lebih jauh seperti ke Ba Dinh dan West Lake, bisa dipertimbangkan naik Cyclo (becak) atau Xe Om (ojek). Banyak yang menyarankan menggunakan Xe Om karena harganya terjangkau 10.000 – 20.000 Dong untuk perjalanan dalam 1 distrik, sedangkan 30.000-50.000 untuk perjalanan beda distrik. Taksi banyak beredar di Hanoi, namun hati-hati dalam memilih karena banyak review yang kurang enak dari para pengguna di forum-forum.

  • AKOMODASI

Mencari penginapan bukanlah hal yang sulit di Hanoi. Mau dari kelas Hostel sampai bintang 5 tersedia di sini layaknya kota besar lain. Hostel kelas bintang 2-3 banyak berada di Old Quarter dengan harga yang murah, Superior Double Room dihargai sekitar US$ 20-30 lengkap dengan sarapan pagi. Hotel di sekitaran Hoan Kiem Lake sangat unik bangunannya, ramping dan sempit namun bisa memanjang dan tinggi. Jadi sering terlihat bangunan sempit namun bisa mencapai 8-10 lantai, namun 1 lantai hanya ada 2-3 kamar.

Kami menginap di 2 tempat, Hanoi Guesthouse & Indochina Queen II Hotel. Keduanya gak ada masalah, bahkan pelayanannya cenderung prima. Staf Hanoi Guesthouse dan sarapannya merupakan hal terbaik di penginapan tersebut. Kamar yang kami dapat semuanya memuaskan. Kamar yang luas, makanan kecil gratis (hanya di kamar Hanoi Guesthouse), kamar mandi dengan bath-tub, air yang mengalir dengan lancar, dan lantai dari kayu parket.

Seputaran Old Quarter

Seputaran Old Quarter

Kangen jalan-jalan sore di sini lagi :')

Kangen jalan-jalan sore di sini lagi :’)

All About The Money

Mata uang Vietnam adalah Dong (Vietnam Dong). Nilai Dong termasuk yang paling rendah di dunia. 1 US$ lebih kurang senilai 20.000-21.000 Dong. Dengan kata lain, 1 Rupiah setara dengan 2 Dong. Penukaran Dong baiknya dilakukan di dalam wilayah Vietnam, karena nilai tukarnya di luar sangat rendah. Money Changer yang dikelola oleh Bank-bank lokal Vietnam tersedia di Bandara, sedangkan yang dikelola oleh Bank Asing bisa didapatkan di pusat kota seperti HSBC dan ANZ. Sebelum berangkat keluar dari Vietnam, tukarkan lah Dong anda dengan mata uang lain seperti US$, SIN$, Euro, Aus$, atau Ringgit demi fleksibilitas penukaran kembali ke Rupiah.

Dong, Dong, Dong

Dong, Dong, Dong

Gono-Gini Vietnam

Penerbangan :

  • MES-KUL, AirAsia, Rp 64.000
  • KUL-HAN, AirAsia, RM 94 (Rp 270.000)
  • HAN-KUL, AirAsia, US$ 48 (Rp 450.000)
  • KUL-MES, AirAsia, RM 142 (Rp 420.000) inc prepaid 15-kg baggage

Penginapan :

Alova Gold Cruise Vessel

Alova Gold Cruise

Leisure:

  • Alova Gold Cruise – Ha Long Bay, US$ 125/orang. 2 Hari 1 Malam, 1 Breakfast, 2 Lunch, 1 Dinner, Free Kayaking, Free pick0up & drop-off from/to Hotel in Hanoi.
  • Thang Long Water Puppet Show, 100.000 Dong.

Transportasi dari & ke Bandara :

  • Noi Bai – Hanoi, Minibus, US$ 3
  • Hanoi – Noi Bai, Taksi Hotel, US$ 16

4 hari 3 malam di Vietnam? Priceless.

Aye aye, Captain!

Aye aye, Captain!

The Huc Bridge

The Huc Bridge

Sepasang Turis di Hoan Kiem Lake #uhuk

Sepasang Turis di Hoan Kiem Lake #uhuk

Yang Shopping, yang shopping

Yang Shopping, yang shopping

Ly Thai To Park

Ly Thai To Park

Going Local...with the face :p

Going Local…with the face :p

A cute dog in Dong Xuan Market

A cute dog in Dong Xuan Market

14 comments on “Hanoi on a Shoestring

  1. noerazhka
    February 5, 2013

    akhirnyaaa .. bisa liat penampakan jaket ala 2 huruf dan 1 tanda bacaaa .. yay !

    *komen penting, jangan abaikan !*

    • Sy Azhari
      February 5, 2013

      Kan dari postingan pertama udah kelihatan,za. Masak gak lihat sih! hihihihihihi

      • noerazhka
        February 5, 2013

        gamblangan yang ini .. xixixixi ..

      • Sy Azhari
        February 5, 2013

        Wuaseeemmmm!!

  2. Halim Santoso
    February 5, 2013

    Meski bahasanya bercerita jadi formal en nggak bikin ketawa…tp lihat foto 1..2..3..4..5 dr bawah langsung ngakak :))

    • Sy Azhari
      February 5, 2013

      Hahahahaha. Sesekali formal bahasanya, biarpun gitu fotonya menghibur kan :p

      • Halim Santoso
        February 5, 2013

        Menghibur banget… *angguk-angguk*😀

  3. omnduut
    February 5, 2013

    Kelihatannya bersih kotanya…

  4. medilubis
    February 6, 2013

    kau juara lah kalo masalah ngincar tiket murah…

    suka lihat suasana taman disana…

  5. dansapar
    February 7, 2013

    ih suasananya bikin make baju2 hangat yg chic yaaaaaa
    jd klo ke sana selain kudu siapin tiket kudu siapin baju2 trendi, deh
    nggak mau kalo foto2nya gak keren
    *ubek2 koleksi syal*
    huahahahaaa

    • Sy Azhari
      February 7, 2013

      Hati-hati tercekik syal, par.
      Musim panas di Hanoi tetep aja 30-an derajat kok

  6. buzzerbeezz
    February 8, 2013

    Jadi terkenal ih aku.. Di postingan tentang Hanoi banyak fotoku :p

  7. Moersalijn
    February 17, 2013

    wah. pengen lah jalan2 kesana….:P

  8. Pingback: On My Way to Phnom Penh (Oh Phnom Penh, part 1) | Saya Minggat Dulu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

#archives

#categories

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 268 other followers

Follow Eat│Play│Repeat on WordPress.com
%d bloggers like this: