Eat│Play│Repeat

Here, There, and Everywhere

Plesir ke Pulau Samosir – 1

Kira-kira waktu libur panjang di hari Natal kemarin, saya kedatangan 2 orang teman, sebut saja Mae & Unge dari Pekanbaru. Di hari pertama kedatangannya, kami sudah mengunjungi Air Terjun Sipiso-piso seperti yang saya ceritakan di post ini. Masih tersisa 3 hari, kami pun memutuskan untuk ngeteng lagi namun dengan tujuan berbeda yaitu Danau Toba.

IMG_4850

HKBP di Desa Ambarita, Pulau Samosir

Niat awalnya sih ngeteng ya. Tapi setelah gagal mendapatkan tiket di travel ternama di Kota Medan bernama Paradep dan pesimis bisa dapat bis ke arah selatan yang angin-anginan, kami memutuskan untuk ke Pematang Siantar yang jaraknya lebih kurang 120 km dengan menggunakan… Taxi Blue Bird!. Untungnya supir kami kali itu, Mbak Susi, adalah orang lokal Siantar. Jadilah dari mulutnya keluar tips dan trik bepergian di Siantar dan Danau Toba.

Kami sempat istirahat makan siang di Kota Siantar selama hampir 2 jam sebelum melanjutkan ke Terminal Parluasan atas saran sopir angkot. Di Terminal Parluasan KATANYA banyak angkutan yang menuju Parapat & Ajibata. Setelah berkeliling 2 kali, ternyata gak ada angkutan umum yang ke Parapat kecuali Bis Intra yang lagi kosong armadanya. Terpaksa lah menerima tawaran agen travel yang bilang “sebentar lagi berangkat…sebentar lagi berangkat”. Udah tahu sih sebenarnya mental para agen travel ala ala Sumut ini. “Sebentar” itu bisa relatif. Bisa 15 menit, bisa 1-3 jam tergantung penuhnya mobil sewa tambang mereka. Sempat jengkel 1 jam belum berangkat juga dari Terminal, kami bertiga pun protes dan minta uang dikembalikan. Apalagi jam sudah menunjukkan pukul 3, takutnya tertinggal kapal penyeberangan ke Samosir. Akhirnya kami dipindahkan ke mobil lain yang baru lewat. Ada perbedaan antara mencari rezeki dengan mencari uang dengan menghalalkan segala cara termasuk menipu. Ada!. Dan kami baru lihat contoh nyatanya.

Tomok Village

Tomok Village

Sepanjang perjalanan Siantar ke Ajibata saya isi dengan tidur karena terlalu lelah apalagi hari sebelumnya berpetualang Medan – Merek pp dalam sehari. Sesampainya di Pelabuhan Ajibata, kami langsung naik ke kapal penyeberangan dengan jadwal yang tepat waktu walaupun penumpang belum penuh. Cukup membayar Rp 7.000 perak, kami pun menyeberang ke Pelabuhan Tomok di Pulau Samosir. Selama kami di atas kapal, ada anak pengamen yang menghibur dan lagak geraknya mengundang tawa penumpang kapal. Berhubung saya ndak mudeng bahasa Toba, saya jadi senyum aja melihat mimiknya yang emang lucu. Penumpang lain akhirnya pun gak mikir-mikir untuk memberikan sumbangan untuk adik kecil tadi.

Sesampainya di Tomok, kami diarahkan oleh supir-supir angkot untuk menaiki angkot yang melewati Desa Ambarita. Kontras sekali dengan apa yang kami terima di Siantar tadi. Gak ada tarik-menarik dan paksa-memaksa kepada calon penumpang. Seorang sopir mengarahkan kami ke temannya yg menarik angkot jurusan kami. Begitu kami bilang Thyesza Guesthouse tempat kami menginap, dia pun langsung mengangguk pertanda tahu. Cukup membayar Rp 4.000 dan melewati pinggiran Danau Toba, kami diantarkan hingga jalan masuk menuju penginapan yang kiri-kanannya kulihat saja banyak pohon cemara diisi oleh ladang jagung.

Ini kunjungan saya ke Samosir yang pertama sejak tahun 2005. Tahun-tahun berikutnya saya habiskan di luar Sumatera Utara ataupun sekedar singgah di Parapat saja. Jalanan dengan aspal makin bagus, ada hubungannya mungkin dengan pembentukan Samosir menjadi kabupaten sendiri setelah dulu bernaung di bawah kabupaten Tapanuli Utara dan Toba Samosir sebelum berdiri sendiri.

View from our room

View from our room

Di Thyesza Guesthouse, kami mendapat kamar yang cukup luas untuk 3 orang. Sewaktu di front office, Ibunya bilang itu kamar seharga Rp 300 ribu, bukan yang saya pesan Rumah Batak Rp 150 ribu di pinggir danau. Sempat kecewa sih, tapi setelah melihat lokasi Rumah Batak yang dekat restoran penginapan sebelah yg berisik saya pun jadi lumayan bersyukur. Dan niat awal menghabiskan 1 malam di Samosir berubah menjadi 2 malam. Cuaca Pulau Samosir di bulan Desember sungguh menenangkan. Jauh dari hiruk-pikuk perkotaan, klakson mobil, sejuk dengan gerimis rintik-rintiknya, dan bonus pemandangan Danau Toba yang luar biasa. Dan malam pertama itu kami habiskan untuk beristirahat di penginapan yang letaknya tepat di tepi Danau Toba. Memulihkan energi untuk menjelajah Samosir di hari kedua. Yah, walaupun sempat terganggu dengan tamu kamar sebelah yang ngobrol ampe jam 3 dan anaknya yg heboh memainkan pintu kamar kita tapi gak ada satu pun orang tuanya yg negur. Tipikal turis dalam negeri yang gak tau diri.

Di hari kedua, kami memutuskan untuk menyewa sepeda motor yg dihargai Rp 100.000 untuk pemakaian dari pukul 8 pagi sampai 6 sore. Gak enak blas jamnya, karena niatan kami menyewa supaya bisa keliling kampung di malam Natal. Lah kalo jam 6 udah disuruh balik, piye dadine?. Dari penginapan, tempat wisata terdekat adalah Huta Siallagan. Di sini terdapat kursi-kursi batu tempat persidangan zaman Raja-raja Batak dahulu dan rumah adat yang dikelilingi oleh tembok setinggi 2 meter. Jadi ala ala Intramuros gitu lah. Karena masih pagi, belum banyak pengunjung yang datang jadi masih enak menjelajah dan membaca informasi yang ada…sampai rombongan turis menyerbu sekitar 20 menit kemudian. Salah satu rumah adat di sini dijadikan museum kecil tempat showcase rumah batak jaman dahulu mulai dari tatanan isi rumah dan jenis peralatannya. Di rumah itu juga terdapat ulos-ulos beranekawarna yang diperjualbelikan. Teman saya si Unge gak tahan banget sampai beli sepasang buat oleh-oleh untuk…dirinya sendiri.

Huta Siallagan

Huta Siallagan

Selepas dari Huta Siallagan, kami menuju Tuk-Tuk yang terkenal sebagai daerah turis di Samosir. Di sini lebih banyak penginapan dari kelas backpacker sampai hotel, banyak penyewaan sepeda motor dan sepeda, warnet, dan restoran yang menyediakan western food. Perjalanan dari Ambarita ke Tuk-tuk melewati jalanan pedesaan di pinggir danau, bukan jalan utama. Pemandangan bikin berdecak kagum membuat saya sedikit-sedikit berhenti. Setelah capek, kami pun nongkrong sebentar di restoran yang berada di dalam komplek Tabo Cottages.

Duh, kenapa gak kepikiran kemarin menginap di Tabo. Padahal dari dulu udah niat kalau 2 makhluk gaib ini datang, kita bakal booking di sini aja. Nyatanya karena kesibukan di kantor akhir tahun, saya pun lalai memesan. Tabo Cottage ini dimiliki oleh sepasang seorang Pria Batak yang menikah dengan seorang wanita Jerman bernama Annette. Keduanya tampak turun tangan langsung membenahi penginapan dan menyapa pengunjung. Kala itu, mereka sibuk membenahi taman, membangun kolam renang, dan menyiapkan acara makan malam menjelang Natal. Makanan yang disediakan di Tabo Restaurant pun percampuran keduanya. Ikan yg dimasak dengan bumbu ala Batak Toba berdampingan dengan roti dan cake yg dibuat ala ala Jerman. Kami memilih gazebo di luar bangunan utama untuk menikmati makan siang kami yang porsinya ternyata porsi badak semua😀

Esensi liburan kali ini begitu terasa. Melepas penat dengan teman-teman, di sebuah daerah yang tenang, dengan orang lokal yang sangat ramah. Seperti gak rela hari sudah berjalan setengahnya.

Tapian Nauli :)

Tapian Nauli🙂

Gazebo Tabo Cottages & Restaurant

Gazebo Tabo Cottages & Restaurant

Brattkartoffeln mit Fish *ntah apalah artinya*

Brattkartoffeln mit Fish *ntah apalah artinya*

Sebut Saja Mae & Unge, pejalan 2.0

Sebut Saja Mae & Unge, pejalan 2.0

Stone Chair of Huta Siallagan

Stone Chair of Huta Siallagan

Aneka Ria Ulos

Aneka Ria Ulos

Namaste *teteup di mana pun dan kapan pun*

Namaste *teteup di mana pun dan kapan pun*

21 comments on “Plesir ke Pulau Samosir – 1

  1. buzzerbeezz
    February 25, 2013

    Judulnya mirip sama judul post-ku ini http://buzzerbeezz.wordpress.com/2012/04/14/plesir-ke-samosir/ Hahahaha..

    • Sy Azhari
      February 25, 2013

      Heh! Suruh sapa promo di sini,hah? Bayar bayar! 1 malam di Wanderer Gili Air…yeyyyy

  2. nyonyasepatu
    February 25, 2013

    Di tabo itu paling enak makan yaaa

    • Sy Azhari
      February 25, 2013

      Iya, mbak. Kalau mau maen aman di situ tempatnya. Aku suka cake mereka.

      • nyonyasepatu
        February 26, 2013

        jangna lupa cobain restoran hotel romlan🙂 enak banget, tabo lewat hehehe

  3. Halim Santoso
    February 25, 2013

    How much biaya taxi dari Medan ke Siantar? #telenludah

    • Sy Azhari
      February 25, 2013

      Kalo Argo sih Rp 325ribu. Tapi kita genapin jadi Rp 400ribu. Karena dia ngurus surat2 di Dishub dll.

  4. Fahmi Anhar
    February 25, 2013

    praktisi yoga? atau… latihan buat pentas sirkus?
    serius amat stretching nya….

    *sambil dayung sampan santai dipinggir danau*

    • Sy Azhari
      February 25, 2013

      Heh!!! Dikira kita pemain sirkus apa! Baru belajar Yoga sejak April tahun kemarin,mi. Lumayan ngurangi stress dikit

  5. jolliefemme
    February 25, 2013

    aaakkk coba kemarin pigeon pose juga di Tjong A Fie… *lupa* *facepalm*

    • Sy Azhari
      February 26, 2013

      Kenapa malu-malu mintanya? hahahahaha

      • jolliefemme
        February 27, 2013

        bukan malu mas kokoh… lupaaa.. :p

  6. dansapar
    February 26, 2013

    ya ampun itu unge sama mae rukun aja yaaa
    berasa ainun – habibie deh
    *seret unge nangis sesegukan*

    • Sy Azhari
      February 26, 2013

      Kita kan rukun aja kalau jalan-jalan bareng,par. Yang gak rukun itu kalau nampak 1 barang, dan itu tinggal satu-satunya. Hahahahaha

  7. winnymarch
    February 27, 2013

    jadi rindu kampung halaman😦

    • Sy Azhari
      February 27, 2013

      Kampungnya di Samosir toh, win?

      • winnymarch
        February 27, 2013

        di padangsidempuannya sih tp samsoir kan d sumut heheheheh

  8. Ma'e
    March 1, 2013

    Bagaimana kamu mau menggoyang 200 juta rakyat Indonesia Ainur ~ kata Kak Unet ke Ainur

  9. expatseek
    March 4, 2013

    Looks like a very colorful place!

  10. Cumi MzToro
    March 4, 2013

    Hmmmm … menyimak. Juni besok aku datang hehehehe🙂

    • Sy Azhari
      March 5, 2013

      Ditunggu kedatangannya di provinsiku, Cumi🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on February 25, 2013 by in Culture, Jalan-jalan, Sumatera, Sumatera Utara, travel and tagged , , , , , , , , .

#archives

#categories

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 268 other followers

Follow Eat│Play│Repeat on WordPress.com
%d bloggers like this: