Eat│Play│Repeat

Here, There, and Everywhere

Plesir ke Pulau Samosir – 2

Dengan jangka waktu peminjaman sepeda motor sekitar 10 jam, sebenarnya bisa dipakai menjelajah kemana-mana. Bisa sampai ke ibukota Kabupaten Samosir di Pangururan, atau ke Tele tempat gardu pandang untuk menikmati Danau Toba secara paripurna. Tapi ada daya, kami terlanjur terpikat dengan hanya menikmati tepian danau. Gampang banget kan menyenangkan kita, gak ambisius.

O Tao Toba

O Tao Toba

Dari Ambarita menuju Tuk-tuk kami menyusuri jalanan alternatif di tepian danau. Setiap ada jalan bercabang, ya diikuti aja. “Toh, senyasar-nyasarnya kita masih di Pulau Samosir ini”, begitu kira-kira prinsipnya. Berkali-kali di Tuk-tuk kami temukan spot yang asik menikmati pemandangan Danau Toba dan sepiiii.

Walaupun long weekend hari raya keagamaan, gak ada keramaian yang signifikan di Samosir. Antara menikmati hari libur, atau keramaian turis yg terkonsentrasi di Parapat, atau orang-orang lain sudah punya tujuan selain Danau Toba yang bertahun-tahun mengalami kemunduran pariwisata dan sempat tercoreng namanya disebabkan attitude penjual souvenir dan tukang mangganya yg fenomenal?. Entahlah.

Sebelum sampai di Samosir, teman saya Unge udah ngebet banget mau lihat patung Sigale-gale. Tapi sayang di lokasinya sedang ada acara adat dan terpaksa gak bisa melihat atraksi tarian Patung Sigale-gale. Tapi ternyata gak jauh dari situ, ada sepetak lahan yg diisi rumah adat dengan beberapa patung. Di tempat itu sedang berlangsung pertunjukan Sigale-gale dengan tambahan anak-anak kecil yang menari Tor-tor.

Tarian Sigale-gale

Tarian Sigale-gale

Di Tomok ini, cukup terasa keberadaan turis-turis yang datang melalui penyeberangan Parapat-Tomok dan meramaikan pasar untuk berbelanja oleh-oleh. Kita sih asik belanja juga buat….makanan. Yah mohon dimaklumi karena penginapan kita di Ambarita itu daerahnya sepi. Enak buat leyeh-leyeh, tapi gak enak kalau perut keroncongan.

Selepas dari Sigale-gale, kami sempat balik ke Tabo buat nongkrong sore-sore. Atmosfer santai di Tabo siang tadi memikat kami untuk kembali ngemil-ngemil berbagai Christmas Cake ala Jerman dengan tekstur padat. Eh, sayangnya suasana santai tadi berubah menjadi hectic gara-gara para staf mempersiapkan Christmas Eve Dinner buat malam nanti. Andai saja jam penyewaan sepeda motor lebih fleksibel, saya pingin ikutan itu makan malam dengan peserta lainnya. Ya sapa tau aja ada yang nyantol kan? Mureee.

Christmas Eve Dinner Invitation.

Christmas Eve Dinner Invitation.

Kami kembali ke Thyesza Guesthouse dengan menerobos hujan deras, ini karena waktu sudah menunjukkan hampir pukul 6 sore. Niat keliling kampung di malam Natal berujung batal karena hujan deras. Tapi hujan deras juga menjadi berkah karena musik dari penginapan sebelah pun jadi gak kedengaran. Jadi beristirahatlah kami di Malam Natal dengan khidmat.

Paginya gak sah dong kalau gak cibang-cibung di Danau Toba walaupun cuacanya dingin dan airnya juga kayak air kulkas. Menikmati pagi terakhir long weekend 4 hari. Sumatera Utara patut bersyukur dikaruniai Danau Toba dengan pemandangan spektakuler dan tanah yang subur di pinggirannya. Gak semua daerah mendapat anugerah seperti ini. Jadi orang-orang di pinggiran danau dan menggantungkan hidup pun bisa bersyukur. Begitu juga turis-turis yg datang. Jangan nyampah, nyet! *duh, kenapa jadi berkhotbah begini mentang-mentang hari terakhir liburan bertepatan dengan Natal*.

Sunrise at Tao Toba

Sunrise at Tao Toba

Lepas sarapan kita diantar ke pelabuhan Tomok untuk kembali ke Ajibata. Dari Ajibata kita udah dijemput oleh Bagus Travel yang sebelumnya telah dipesan oleh pihak guesthouse di Samosir. Waktu masuk ke armada APV milik Bagus Travel, si supir berpesan AC-nya nanti aja dinyalakan pas perjalanan ke Medan karena sekarang mau ke loket di dekat pelabuhan Tiga Raja Parapat. Eh, pas udah di perjalanan ke Medan, AC yg hidup juga segitu-segitu aja. Malah terasa panas di mobil yg penuh dengan 8 orang itu. Pas saya menaikkan level AC, ditegur oleh supirnya. Laaah, udahlah AC gak nyaman, si Supir banyak merokok, dan sibuk dengan musiknya sendiri. Pelayanan macam apa ini?. Kelakuan yang begini nih yang buat orang males ke Danau Toba pake angkutan umum.

Yah, agak anti-klimaks sih di perjalanan pulang. Kalau gak ingat pengalaman menyenangkan di Samosir, bisa naik tensi lagi kayak sewaktu di Terminal Parluasan – Siantar. Cukup malu sih kalau bawa teman dari luar Sumatera Utara melihat ‘penyambutan-penyambutan’ di tempat wisata kita. Itu aja.

Ferrym Pengangkut Penumpang & Kendaraan

Ferrym Pengangkut Penumpang & Kendaraan

Ferry pengangkut penumpang & kadang-kadang sepeda motor.

Ferry pengangkut penumpang & kadang-kadang sepeda motor.

Belated Merry Christmas from Samosir *woy udah mau Paskah!*

Belated Merry Christmas from Samosir *woy udah mau Paskah!*

Sebut Saja Unge

Sebut Saja Unge

Sebut Saja Unge & Kokoh

Sebut Saja Unge & Kokoh

Ombus-ombus, local delicacy.

Ombus-ombus, local delicacy.

Air Terjun Angin-anginan. Airnya terjun tempo-tempo aja.

Air Terjun Angin-anginan. Airnya terjun tempo-tempo aja.

14 comments on “Plesir ke Pulau Samosir – 2

  1. dansapar
    March 5, 2013

    ih jalannya natal ceritanya pas paskah
    *nyinyir*
    hahahahhahahahahaha
    tapi danau tobanya bikin naksir bgt ya, koh…
    *cek sisa cuti*

    • Sy Azhari
      March 5, 2013

      Kan sibuk go international dan sibuk mengurusi target,par. *ketiban 40%*

  2. nyonyasepatu
    March 5, 2013

    Sy, ada program ekowisata loh. Ikutan yukkk

    • Sy Azhari
      March 5, 2013

      Ayok,mbak. Bawa kendaraan sendiri dari Medan tapi. Males euy pake travel di sini. Kurang mumpuni kayak Di Bandung atau Surabaya.

      • nyonyasepatu
        March 5, 2013

        Sewa mobil? Aku takut nyetir ke sono haha. Biasanya ke Toba naik travel sih dan sepanjang jalan maki2 trus, cuman pas di sananya gak rempong ngurusin ngantri hehe. Kamu biasa nginep dimana?

  3. buzzerbeezz
    March 5, 2013

    Issshhh yg mau plesir lagi ih pas paskah..

  4. jolliefemme
    March 5, 2013

    wahh liat anak-anak itu nari tor tor jadi inget jaman dulu waktu sering nari tor tor tiap jumat-sabtu.
    dan itu ombus-ombusnya bikin ngecess dehh…
    eh bedanya ombus-ombus sama poul-poul apa ya mas?

    • Sy Azhari
      March 5, 2013

      Ombus-ombusnya enak banget dimakan pas dingin-dingin pagi hari. Aduh, aku gak ngerti bedanya apaan kedua makanan itu :p

  5. omnduut
    March 5, 2013

    Foto-fotonya keren Koh. Eh salam kenal dulu Koh😀 Kokoh ini namanya terpampang nyata *Syahrini detected* di berbagai catatan perjalanan di blog sebelah (termasuk yang komen di atas ini *Ari*) hehe

    • Sy Azhari
      March 5, 2013

      Hahahaha, nasib jadi fotografer dadakan sekaligus obat nyamuk, om.

      • buzzerbeezz
        March 8, 2013

        Heh! Dibahas terus yaaaa.. Tapi bener ding.. *sungkem* :V

  6. Cumi MzToro
    March 16, 2013

    Ngiler liat samosir …. harus sampai kesini tahun ini🙂

    • Sy Azhari
      April 23, 2013

      Monggo mampir, Mas Cumi. Ke Medan juga pastinya dong.

  7. jual alat berat
    April 12, 2013

    wah keren banget samosir, pengen banget kesana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 5, 2013 by in Jalan-jalan, Sumatera, Sumatera Utara, travel and tagged , , , , , .

#archives

#categories

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 268 other followers

Follow Eat│Play│Repeat on WordPress.com
%d bloggers like this: