Eat│Play│Repeat

Here, There, and Everywhere

Coron Food Trip

Coron Town yang berada di Busuanga Island di utara Palawan ini bukan seperti tipikal kota kebanyakan di Filipina. Di sini tidak ditemukan Jolibee, Max’s, Mang Inasal atau Chowking yang berserakan di penjuru kota. Kota yang merupakan pintu gerbang bagi yang ingin menjelajah Kepulau Calamian ini tidaklah terlalu berkembang dibanding kota-kota di region lain.

Eh tapi jangan keburu sedih dan mati gaya. Ketiadaan jaringan fast-food nasional dan internasional diakali dengan warga lokal yang membuat beberapa restoran yang terkadang tampilannya kurang meyakinkan tapi rasanya cukup lah memenuhi asupan nutrisi saya selama di sana. Ada beberapa tempat yang mau saya rekomendasi untuk teman-teman yang siapa tahu dapat rezeki lebih bisa ke Coron.

La Sirenetta

La Sirenetta

-BREAKFAST-

  • Manneken Pis

5316 National Highway, Coron, Palawan.

Restoran yang buka sedari pukul 7 pagi ini cocok disambangi jika penginapan kita tidak menyediakan sarapan pagi. Mau sarapan yang manis-manis seperti saya atau yang gurih bisa dicoba. Pancake & Crepes dengan porsi jumbo ditemani buah-buahan lokal seperti pisang dan mangga bisa jadi power breakfast sebelum berangkat snorkeling atau diving. Mau yang lebih berat? Ada Tapsilog, sarapan khas Filipino yang berisi nasi, daging sapi, dan sunny-side egg.

Manneken Pis menggunakan banyak bahan-bahan impor seperti keju, ham, pepperoni. Bahan-bahan tadi cocok untuk digabung dengan roti tawar homemade mereka yang terkenal. Penggunaan bahan-bahan berkualitas tadi membuat harga Manneken Pis lumayan mahal. Seporsi sarapan pagi dihargai sekitar 200 Peso (Rp 50.000), walaupun ada menu-menu lain di bawah harga tersebut untuk makan siang & makan malam.

Tapsilog, Tapa-Singangagt-Itlog

Tapsilog, Tapa-Singangagt-Itlog

-LUNCH-

  • Seadive Resto

ground floor of Seadive Resort

http://www.seadiveresort.com/

Restoran yang letaknya di lantai dasar penginapan saya ini patut dijajal karena menu seafoodnya yang enak dengan harga masuk akal. Selain itu suasana restoran yang tepat di atas perairan Palawan dengan pemandangan Kepulauan Calamian dan semilir angin laut bisa membuai kita dari pelayanan yang cenderung lambat dari stafnya.

Saran dari saya sih, datang ke restoran ini saat belum terlalu lapar. Kalau terlalu lapar bisa emosi jiwa, pemandangan laut biru ditambah pulau-pulau kecil di seberang tempat duduk di balkon pun saya rasa gak bakal mengobatinya. Segelas jus segar dan sepiring ikan bakar dengan salad & mashed potato porsi jumbo cukup dihargai 300 Peso aja (Rp 75.000)

Seadive Resto, Coron

Seadive Resto, Coron (sumber : Ombolot.com..eh,udah dihapus karena ga bayar ding)

-MERYENDA/MERIENDA-

  • Ice Valley

Cuaca coron yang letaknya di tepi pantai membuatnya konsisten panas nyelekit. Kalau mau berteduh, boleh singgah di gerai national dessert of Philippines, Halo-halo. Es campur ala Filipina disini dimodifikasi sedemikian rupa. Ada yang rasa green tea, ada yang kuahnya rasa mangga, ada yang dengan tambahan ekstra apel, bahkan ada yang dengan tambahan corn flakes. Tapi tetap dong ada jelly, kacang merah, dan leche flan di dalamnya. Wajib itu.

Selain menu Halo-halo aneka rasa, perhatikan para pramutamunya yang terdiri dari anak-anak gadis Coron yang energik dengan kostum senada yang berganti-ganti setiap harinya. 3 kali kami ke mari, 3 kali mereka pake kostum senada berwarna pastel dan tak lupa memberi salam setelah kami membayar tagihannya dengan teriakan “Salaamat, Pooo

Dedek-dedek energetik dari Ice Valley

Dedek-dedek energetik dari Ice Valley

-DINNER-

Ada 2 tempat makan malam yang saya rekomendasikan. Yang 1 karena varian makanan yang banyak dan terkenal di kalangan pejalan ditambah dengan harganya yang murah. Pilihan yang kedua lebih ke suasana tempatnya yang menyenangkan dengan harga yang lumayan menguras kantong lah.

  • Bistro Coron

Namanya cukup kondang di kalangan traveler yang pernah menyinggahi Coron. Restoran ini juga menyediakan area bilyar di samping restorannya. Makanan di sini cukup terjangkau dengan varian pizza dan seafood yang cukup banyak. Karena kami datangnya masih terhitung sore, tempatnya belum terlalu rame dan servisnya masih tergolong cepat.

Untuk Grilled Fish with butter & herbs yang ikannya masih segar dibasuh ‘local’ Cola, saya cukup membayar 250 Peso.

Fish with butter & herbs of Bistro Coron

Fish with butter & herbs of Bistro Coron

Coca Cola + Tanduay :p

Coca Cola + Tanduay :p

  • La Sirenetta

Lokasinya sungguh jawara. Di atas perairan Palawan dan dihubungkan dengan jembatan kecil dari kayu ke daratan. Bangunannya gampang dikenali. Cari saja bangunan dengan hiasan patung-patung putri duyung, bahkan dari Mount Tapyas pun terlihat.

Suasana santai dengan alunan musik kontemporer terdengar menghibur tamu. Karena lagi low season, tak banyak tamu yang datang ke sana. Cuma ada 2 meja terisi. Buat yang takut mati gaya karena gak bisa online, La Sirenetta juga menyediakan fasilitas free wi-fi, lumayan buat update 4-5 aplikasi sembari menunggu makanan tiba. Saat itu, saya memesan Grilled Mahi-mahi dengan tambahan salsa dan mango salad serta segelas minuman ringan. Harga yang harus saya bayar sekitar 500 Peso. Hiks.

La Sirenetta

La Sirenetta

Hmmmppffff.. setelah dibaca-baca lagi, saya jadi tahu penyebab berat badan saya naik 5 kg di akhir Oktober tahun kemarin. Latihan kardio dan yoga pun terasa sia-sia. Badan bengkak, dompet koyak. Hiks.

Seadive Resort, Dive Operator, Resto, & Bar

Seadive Resort, Dive Operator, Resto, & Bar

IMG_2369

Perbandingan ukuran pancake Manneken Pis dengan badan saya. Sama jumbonya.

Crepes ala Manneken Pis yang porsinya mengintimidasi.

Crepes ala Manneken Pis yang porsinya mengintimidasi.

La Sirenette from Seadive Resort

La Sirenette from Seadive Resort

12 comments on “Coron Food Trip

  1. d'bolots
    April 8, 2013

    HEH …. lupa dibayar tepatnya ….

    Camkan itu Dyessebell

  2. buzzerbeezz
    April 8, 2013

    Ngiler aku liat penampakan Grilled Fish with butter & herbs

    • Sy Azhari
      April 8, 2013

      Sana minta masakin Nenny. Biasanya kan dia lihai.

  3. Cumi MzToro
    April 8, 2013

    Next time kalo aku mau ke filipin lagi, mesti konsultasi nich ama dedengkot nya🙂

  4. nyonyasepatu
    April 8, 2013

    Cantik yaa

    • Sy Azhari
      April 11, 2013

      Makasih,mbak. Tapi aku ganteng, bukan cantik. *PD Gilak*

  5. Badai
    April 11, 2013

    size-nya sungguh besar, haha.. apa cuma di Indo ya yg porsi & size-nya kecil..

    • Sy Azhari
      April 11, 2013

      Hahahaha. Di sana makanan kayaknya serba porsi besar. Sampe ada yg ngasi unlimited rice for free.

  6. samsul hudha
    April 11, 2013

    keknya total budget makan lo bisa dipake membabi sampe bego di jolibee ya, koh. Glamourrr!

    • Sy Azhari
      April 11, 2013

      Namanya juga keluarga Kardashian. Lo ga tau aja pulang dari sana gue langganan rantangan 10rebuan buat makan siang di kantor.

  7. zou
    April 24, 2013

    tapi kamu keliatan kurusan kok, koh, dibandingin sama pancake-nya ..

    • Sy Azhari
      May 24, 2013

      Apa kamu? berani-beraninya kamu ya!. Eh tapi belum lihat porsi makannya Ombi kan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 8, 2013 by in Go-Sees, Palawan, Philippines, travel and tagged , , , , , .

#archives

#categories

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 268 other followers

Follow Eat│Play│Repeat on WordPress.com
%d bloggers like this: