Eat│Play│Repeat

Here, There, and Everywhere

Gila-gilaan di Gili

Coral Beach Cottage & Pizza Area

Coral Beach Cottage & Pizza Area

Santai. Memang itu tujuan utama saya ke Lombok bulan lalu. Menikmati hari libur, lepas sementara dari beban pekerjaan, dan bersilaturrahmi dengan teman-teman lama saat transit di Jakarta maupun teman sepermainan seperjalanan. Gak ada agenda spesifik harus ke sana, harus ke sini, harus begini, atau harus begitu. Pokoknya yang ada di otak saya saat itu, di Lombok cuma mau santai.

Walaupun penerbangan dari Jakarta tertunda sejam hingga tiba di Lombok sekitar pukul 10 malam, ternyata tetap ada bis DAMRI yang menunggu di area kedatangan. Kata Pak Jumairin, sang supir, selama masih ada penerbangan ya mereka bakal menunggu. Penerbangan tertunda, keberangkatan bis DAMRI pun ikut tertunda. Dengan bis yg terhitung nyaman itu, kami pun meluncur ke arah Senggigi menuju La Casa Homestay, persinggahan kami hingga pagi.

Gazebo di La Casa Homestay

Gazebo di La Casa Homestay

La Casa Homestay ini berupa losmen kecil yg dikeluarga oleh Michelle, pria asal Perancis yang menikahi seorang wanita Indonesia dan mempunyai anak bernama Celine. Letak losmennya gak jauh dari Sheraton Senggigi. Selama kami di penginapan, Michelle memastikan semua kebutuhan kami terakomodir. Menanyakan hal ini-itu dari sarapan hingga rencana perjalanan kami selama di Lombok. Saat meninggalkan penginapan, dia banyak berpesan kepada supir taksi termasuk melindungi dari calo-calo di pelabuhan Bangsal menuju Gili Trawangan. Supir taksi kami saja sampai terkesan dengan Michelle, “orangnya pedulian banget ya,mas“. La Casa Homestay memang bukan penginapan terbaik di Senggigi apalagi Lombok, tapi punya host terbaik yang pernah saya rasakan selama berkecimpung di blantika dunia perjalanan. Eh blantikaaaa….!

Perjalanan menuju Gili Trawangan terasa mudah dibanding apa yang pernah saya baca atau teman saya tuturkan ke saya. Gak ada abang-abang cidomo yang pushy, mereka sekedar menawarkan atau menggoda kita untuk menaiki. Gak ada calo saat beli tiket kapal penyeberangan. Bagusnya lagi, tiket penyeberangan dibagi menurut warna yg menentukan kapal mana yang bakal kita naiki. Sekaligus kontrol kapasitas kapal kali ya. Kurang dari 30 menit kami sudah tiba pantai timur Gili Trawangan. Dan saya hanya bisa menganga lebar menyaksikan pemandangan di depan mata kepala saya. Tuhan pasti sedang tersenyum lebar saat menciptakan Lombok.

I wanna go back!

I wanna go back!

Berjalan kaki sekitar 1,4 km ke arah utara, kami menuju Coral Beach Cottage & Pizza. Sengaja pilih di utara karena kami berempat kurang suka area yang ramai oleh party & kelebihan lain adalah bisa menyaksikan sunrise dan sunset dari titik yang sama. Menempuh jarak 1,4 km di udara terik terasa capek memang, tapi gak merasa jauh karena dihibur pemandangan yang bikin mulut menganga di sisi timur pulau. Paduan laut dengan gradasi biru, turquoise, azure, sampai aquamarine berpadu dengan pasir putih di pantai Gili Trawangan dan perbukitan hijau di Pulau Lombok.

Sesampainya di penginapan, udah langsung booking 4 sepeda untuk dipakai keliling pulau kecil yang melarang adanya kendaraan bermotor. Benar-benar santai perjalanan kali ini. Nemu pemandangan bagus, foto buat latar belakang. Nemu pantai sepi, langsung nyebur dan pose ala ANGEL YANT1. Nemu tempat makan yang kira-kira enak & nyaman, langsung aja masuk dan order makanan. Yah namanya juga liburan. Masa udah capek-capek bersimbah peluh di kantor dari jam 6 pagi ampe jam 7 malem, liburannya juga gak kalah sengsara. Ogah ah!. Gak balik modal perbaikan mentalnya.

Sepeda Ria

Sepeda Ria

Kontur jalanan yang berpasir memang agak berat buat dilalui dengan sepeda. Tapi siapa yang kira dengan kondisi seperti itu, kita mengelilingi pulau ini sebanyak 3 kali dari tengah hari hingga menjelang maghrib. Iseng kan. Pemberhentian terakhir kami hari itu  adalah Sunset Bar yang terletak di sisi pulau yang lebih sepi. Pemandangan matahari terbenam dengan spektrum warna-warninya menghibur saya yang kalau dihitung-hitung hampir 4 jam penerbangan dengan ongkos yang..yaaahh.. lumayan di atas rata-rata liburan biasanya. Malamnya kami berburu makan malam di sisi timur pulau. Akhirnya pilihan jatuh ke Trattoria. Jauh-jauh ke Gili Trawangan makannya di sini juga, padahal dekat rumah juga ada. Tapi bersantap alfresco bersama 3 orang rekan seperjalanan dan sejiwa di bawah sinar bulan di Gili Trawangan jadi pengalaman yang gak bakal saya lupakan seumur hidup.

Besok harinya, kami berkeliling dengan menyewa perahu untuk snorkling sekaligus mengantar kami ke Gili Air. Dengan harga Rp 800.000 untuk 4 jam, setidaknya kami mendapatkan privasi dan lebih leluasa menikmati perjalanan. Abisnya harga paket snorkling rata-rata berkisar Rp 100.000 namun isi kapalnya sumpek banget berasa ikut reality show Survivor. Dengan menyewa kapal sendiri, perjalanan bisa dilakukan dengan santai dan ga canggung ngobrol dengan teman-teman. Sembari snorkling di perairan 3 Gili dan berpesiar dengan kapal sendiri, kami pun menikmati brunch yang saya beli di sebuah warung kecil milik seorang ibu di belakang pembelian tiket public boat Gili Trawangan. Nasi pecal & plecing kangkungnya enaakkkk banget. Sampe kecoa di kapal pun ikutan menyantap salah satu bungkusan kita. Hiks.

Ombak besar cukup membuat kita kewalahan saat snorkling. Ari sampai tumbang. Saya rada mual dan puyeng, antara efek ombak besar atau sarapan kebanyakan. Ikan-ikan di perairan ini cukup rame walaupun karangnya berada di bawah kedalaman > 4 meter sehingga terasa kurang jelas bagi yang matanya burem seperti saya. Lepas makan siang, kami pun diantarkan ke Gili Air sebagai persinggahan untuk 1 malam.

Gili Air

Gili Air

Di Gili Air, kita menginap di Wanderer. Entah karena penuh atau ada kesalahan administrasi, kami pun dipindahkan ke penginapan sebelahnya yang dimiliki orang yang sama. Dan ternyata penginapannya lebih bersih, lebih bagus, dan pastinya lebih nyaman. Bagian paling jawara dari penginapan kami adalah outdoor bathroom. Kalau siang atau sore sih keren kesannya, tapi kalau malam…ya serem aja gitu.

Kami pun melakukan hal yang sama dengan apa yang kami lakukan di Trawangan. Meminjam sepeda, gowes keliling kampung dan pantai, mencari tempat nongkrong yang asik, menikmati pantai, dan menunggu matahari terbenam di depan penginapan kita. Monoton? yo ben, duit duit dewe kok. 1 hal yang mesti diperhatikan di Gili Air adalah kontur jalanannya yang lebih berpasir daripada di Trawangan. Sepeda pun kebanyakan dituntun daripada dinaiki.

Sembari menanti senja, saya jadi sadar kalau malam itu malam terakhir kami habiskan di Gili. 2 malam di 2 Gili memang terasa kurang buat saya, atau siapa saja mungkin. Namanya liburan, 3 hari 2 malem gak terasa apa-apa, giliran ngantor dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore aja berasa kayak di inferno.

Pilah Pilih Ikan Segar di Scallywags

Pilah Pilih Ikan Segar di Scallywags

Sebagai pelipur lara malam terakhir di Gili, kami pergi ke Scallywags di sisi timur Gili Air untuk menikmati makan malam. Pilihan tempat makan malam di Gili Air terhitung sedikit sampai kami melihat tempat yang sangat chic ini. Nan sabananyo (berasa merk es krim duren di Padang,deh), kita udah liat Scallywags di Gili Trawangan. Tapi karena tempatnya poshy dan terlihat pricey sementara itu malam pertama kami, jadilah pelan-pelan mundur demi keamanan dompet. Sementara di Gili Air, Scallywags dengan konsep Organic Beach Club suasananya lebih homey, santai, dan gak terlalu poshy. Saya sarankan datang kemari kalo ke Gili Air, di siang hari suasananya asik banget dengan jejeran kursi pantai menyambut kita, sementara malamnya berubah jadi romantis.

Eh ternyata di Scallywags harga makanannya worth every penny kok. Sepotong grilled fillet fish dihargai 60 Ribu-100 Ribu sesuai jenis ikannya dan sudah termasuk karbohidrat berupa nasi atau kentang (mashed potato atau potato wedges) dan…eng ing eng.. unlimited salad bar!. Mana salad barnya penuh dengan sayuran segar dan aneka dressing mulai dari yang internasional seperti mustard, mayo, vinegar, sampai yang lokal berupa…sambalnya yang enak banget. Makan malam di pinggir pantai, di antara remang-remang penerangan, dengan tamu-tamu lain yang gak kalah chic, dan diiringi lagu-lagu Cafe Del Mar. Paripurna banget deh liburan kita kemarin.

Enjoying stunning landscape & good food with good friends. Things couldn’t be better.

Chill out!

Chill out!

Michelle & Celine

Michelle & Celine

Ari & Inggrid

Ari & Inggrid

Outdoor Bathroom di penginapan pengganti

Outdoor Bathroom di penginapan pengganti

This boat is glass bottom...bottom..bottom! *nyanyi ala Alicia Keys*

This boat is glass bottom…bottom..bottom! *nyanyi ala Alicia Keys*

ayo ikan..sini sini...saya makan!

ayo ikan..sini sini…saya makan!

Scallywags Organic Beach Club

Scallywags Organic Beach Club

Maka nikmat mana lagi kah yang kamu dustakan, wahai Travelers?

Maka nikmat mana lagi kah yang kamu dustakan, wahai Travelers?

Sit back & relax!

Sit back & relax!

Our Medium-rare face. ;)

Our Medium-rare face. Cheerio!😉

25 comments on “Gila-gilaan di Gili

  1. neng fey
    May 3, 2013

    Jalan2nya sm ing mulu, gw pun basa basi kaga pernah, huuu..
    Ke jkt jg ga bilang2
    Payah kokoh…
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!

    • Sy Azhari
      May 3, 2013

      Ihhh mpok pake ngamberk segala. Ke Jakarta biasanya nyampe Malem terus siang udah pergi,mpok. Gue kesian ama lu sekarang ada tanggungan. Gue juga kangen tauk ama kalian semua. Iri kalo pada nongkrong sana-sini kalo weekend..kayak dulu. Apalagi temen gue di Medan ga sebanyak kayak di Jakarta dulu😦

      • neng fey
        May 3, 2013

        makanya, next kalo jalan2 tujuannya ke Jakarta aja, judulnya jgn transit hehehe

      • Sy Azhari
        May 3, 2013

        Bayarin hotel,mpok! Bayarin hotel! Kagak ada hotel mure di Jakarta😦

      • neng fey
        May 3, 2013

        nginep rumah ing hahahhaa

  2. dansapar
    May 3, 2013

    *dadi pgn balik ke lombok
    *halah
    *kokoh iki jumat2 gawe pengin plesiran
    hahahhahaha

    • Sy Azhari
      May 3, 2013

      Coba mulai sekarang destinasi menggalaunya diganti dari Bali ke Lombok. Gak usah bawa rombongan Lenong Nunun Rumpi tapinya.

      • d'bolots
        May 3, 2013

        Yg jelas rombongan sejiwa ya koh …. *bergandengan tangan menuju Mall BangkoK*

  3. d'bolots
    May 3, 2013

    Aaaaakkkk …. akooh kangen gegoleran agak jalang diatas pasir pantai Lombok

    Apalagi pemandangan dan “pemandangan” nya bikin rembes …

    • Sy Azhari
      May 3, 2013

      Pemandangan apa? Penampakan mbak2 yg dikirain Korea pas ngomon medok Suroboyoan ya?

  4. Badai
    May 3, 2013

    oh Scallywags terjangkau toh *noted*
    kirain overpricey sampe ga pede masuk sana

    • Sy Azhari
      May 3, 2013

      Yg di Gili Air sih lumayan terjangkau lah, yg di Trawangan kita juga ga berani masuk😀

  5. gerandis
    May 3, 2013

    ah telat ah kokoh bagi ceritanya….aku kan jadi gak mampir gili air…tp biarpun dikata gili trawangan udah sumpek, aku tetap suka kok…..pengen balik ksana lagiiiiii

    • Sy Azhari
      May 3, 2013

      Aku ga ngerasa sumpem di Gili Trawangan kok. Masih lebih lega daripada Bali yg sesam akan turis. I woof Lombok a lot!

  6. muthia a fikri
    May 4, 2013

    lombok emang keren!

  7. samsul hudha
    May 7, 2013

    3 kali ke gilis dan belum jua merasakan jemu. #jumawa

    Btw, kok bagian ketinggalan pesawat gara2 pesawat satunya lagi delay semena2 ga dimasukin sih, koh?

    #ungkitsajaungkit

    hahahaha…

    • Sy Azhari
      May 7, 2013

      Jumawa kau kisanak!

      Udah males nulisnya, nguras tenaga

  8. zou
    May 18, 2013

    foto underwaternya bikin ngakak ..
    wong edyan .. ahahahaha ..😀

    trus itu kok banyak amat foto ari – inggrid nya ya ..
    *kompor*

    • Sy Azhari
      May 18, 2013

      @ Zou : Ari ama Inggrid soalnya kebanyakan duduk. Gue ama Ombol kan yg banyak petakilan di air dan megang kamera soalnya.

  9. cumilebay.com
    May 30, 2013

    Nikmat mana yang kau dustakan ????? Nikmat aku ngak diajak hahaha.

    Btw tarif damri nya brp duit yaaa ???

    • Sy Azhari
      May 30, 2013

      Hahaha. Nikmatnya leyeh-leyeh sementara teman2 di kantor. Kalo ga salah 20 atau 25ribu gitu,mas.

  10. Dede
    September 10, 2013

    Halo, blog nya menarik sekali..
    Mau nanya nich, habis turun dari Bus Damri ke La Casa Homestay nya naik apa? jauh tidak yah? Thx u

  11. yola eliskha
    January 29, 2014

    Boleh minta CP penginapan la casa nya gak gan? Mohon info kan via sms ya 089604472027 atau email sya arnaylayola@yahoo.co.id
    Terima kasih bnyk😀

  12. EW
    March 20, 2014

    hi there, mau nanya donk nginep di Gili airnya di penginapan apa? atau ada yang direcomend utk nginep di Gili Airnya kah?rangenya brp? thanks ya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 3, 2013 by in Jalan-jalan, Lombok, travel and tagged , , , , , .

#archives

#categories

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 268 other followers

Follow Eat│Play│Repeat on WordPress.com
%d bloggers like this: