Eat│Play│Repeat

Here, There, and Everywhere

Iko Nan Lamak! (Padang » Bukittinggi)

Onde..onde..Lalaruik Sanjo

Onde..onde..Lalaruik Sanjo

Kalau ada satu provinsi yang makanannya tersebar di semua provinsi di Indonesia, mungkin Sumatera Barat ada di daftar teratas. Rumah Makan Padang dengan Rendang sebagai produk supremasinya menyebar dari Aceh sampai Papua dan karakter bersantan pun identik dengannya. Sebagaimana masakan daerah Sumatera lainnya, makanan Ranah Minang ini juga ‘berani bumbu’ karena pengaruh masuknya saudagar-saudagar dari India dan Arab. But, when it comes to food, there’s a lot to explore in Indonesia including West Sumatera.

Berhubung ada teman yang mudik ke Bukittinggi, kita ikutan menjelajah Sumatera Barat. Apalagi mengingat itu adalah akhir pekan sebelum bulan Ramadan tiba.Perjalanan kami dari Padang ke Bukittinggi mengambil jalur barat melalui Pariaman – Lubuk Basung yang melewati Danau Maninjau. Rute lain yang populer adalah Padang – Padang Panjang – Bukittinggi yang melewati Lembah Anai, atau Jalur Lintas Tengah Sumatera Padang – Solok – Bukittinggi yang melewati pinggiran Danau Singkarak.

Penjual Kerupuk di Ulakan Tapakis

Penjual Kerupuk di Ulakan Tapakis

EN ROUTE TO BUKITTINGGI

  • ULAKAN TAPAKIS

Sebelum mencapai Kota Pariaman, kami melewati sebuah desa kecil bernama Ulakan Tapakis. Ada pemandangan menarik di desa ini. Rumah-rumah di pinggir jalan dihiasi warna jingga, warna kerupuk dan panganan lain yang mereka dagangkan. Tumpukan kerupuk berwarna jingga tadi dipisah-pisahkan berdasarkan bahan baku protein yang mereka gunakan. Kebanyakan sih menggunakan seafood seperti udang, rajungan, dan ikan. Ukuran seafoodnya pun bermacam-macam. Ada udang yang besar hingga yang seukuran ebi, ada yang seukuran ikan teri, hingga seukuran ikan bilis. Harganya tergolong murah, Rp. 5.000 udah dapat 3 kerupuk. Di sini juga dijual Sala Lauak, cemilan bulat-bulat berwarna jingga juga yang terbuat dari tepung singkong & ikan. Ala ala Takoyaki gitu bentuknya.

Sala Lauak

Sala Lauak

Ini hewan apa?

Ini hewan apa?

  • GULAI ITIK LADO MUDO

Di antara dasar tebing-tebing Ngarai Sianok sebelum memasuki Kota Bukittinggi dari arah Lubuk Basung, tersebutlah rumah makan ini. Menu yang dijual cuma Gulai Itik Lado Mudo dan Kari Kambing. Yang paling juara dari tempat makan ini adalah menu yang pertama.

Makanannya berupa bebek muda yang dimasak dengan kuah gulai yang terbuat dari cabai hijau selama beberapa jam hingga empuk banget. Rasa pedasnya menjadi penghangat dinginnya udara Ngarai Sianok. Herannya, belum sampai sejam setelah makan, rasa pedasnya tidak tertinggal di mulut. Nampaknya si itik ini tidak banyak menggunakan merica dan lebih dominan menggunakan cabai murni. Pak Bondan Winarno adalah salah satu pelanggan tetap yang selalu menyempatkan ke mari setiap kunjungannya ke Bukittinggi, terlihat dari beberapa kali tweet-nya.

Gulai Itik Lado Mudo

Gulai Itik Lado Mudo

Kami menyempatkan masuk ke dapurnya untuk melihat proses masaknya. Di dapur juga terlihat aktivitas karyawan yang sedang membungkusi si Bebek ini. Kirain cuma buat orang yang take away, namun ternyata bebek-bebek yang dibungkus tadi akan disimpan di freezer untuk pengiriman ke luar kota. Untuk pengiriman ke Medan, hanya 1 hari dengan menggunakan bus ALS. Bisa jadi kita lagi liburan begini, si Bebek udah nyampe di rumah mendahului kita malah.

Dapur RM Itik Lado Mudo

Dapur RM Itik Lado Mudo

BUKITTINGGI KOTO ORANG AGAM YO ANDAM OI…

Di Bukittinggi sendiri, makanan cuma terbagi 2 jenis : Enak Banget dan Enaaaaakkk cyiiinn!. Kota kecil tempat Bung Hatta berasal ini memang pas banget buat wisata. Mau wisata alam, wisata sejarah, maupun wisata kuliner.

  • LOS LAMBUANG

Los Lambuang adalah sebuah petualangan kuliner otentik yang dimiliki Indonesia. Pernah dengar Nasi Kapau? Orang-orang Jakarta mungkin akrab dengan warung-warung Nasi Kapau di Pasar Senen yang terkenal itu. Tapi Pasar Senen gak ada apa-apanya dengan pemandangan di Los Lambaung.

Tempat yang tak jauh dari Pasar Atas ini dipenuhi oleh kios-kios penjual Nasi Kapau yang dijajakan oleh ibu-ibu bersongkok dengan sendok panjang sebagai “senjata utama”. Beraksi bagai seorang DJ dengan turntable, Ibu-ibu ini dengan sendok panjangnya menggapai lauk-pauk yang tersusun rapi di depannya untuk meracik pesanan para pengunjung.

Deretan Warung Nasi Kapau di Los Lambuang

Deretan Warung Nasi Kapau di Los Lambuang

Lauk-pauknya sebagian besar mirip dengan yang ada di Warung Nasi Kapau atau Rumah Makan Padang kebanyakan, tapi ada beberapa lauk yang menjadi signature dan rasanya pun berbeda dengan apa yang kebanyakan RM Padang jual di luar sana.

Favorit saya adalah Dadak Rendang & Gulai Tambusu. Dadak Rendang adalah bumbu rendang yang dipenuhi potongan singkong persegi yang digoreng. Bumbu rendang yang tersaji di sini berwarna hitam, hakiki rendang yang sebenarnya. Bukan seperti rendang yang masih berwarna coklat seperti yang disajikan di RM Padang, yang kalau di Sumatera Barat dikenal dengan nama Kalio. Sedangkan Gulai Tambusu adalah gulai dengan bahan utama Usus Sapi yang diisi dengan campuran Tahu & Telur. Bentuknya seperti homemaede sausage. Ini makanan favorit saya di RM Padang selain Gulai Otak, Emping Siram Kuah Gulai, Dendeng Batokok, dan….errrr.. kayaknya semua suka deh.

Tambusu

  • CINDUAK LANGKOK

Berkali-kali ke Bukittinggi, dari dulu gak pernah nyobain panganan penutup yang ini. Entah karena kelewatan atau terkalahkan oleh antusiasme lainnya saat ke sini sebelumnya.

Waktu nanya definisi makanan ini ke teman, dia cuma jawab : “cinduak langkok = cendol lengkap”. Entah bergurau atau serius, tapi ternyata emang yang datang ke saya itu adalah sepiring dessert mirip cendol namun isiannya lebih lengkap. Sepiring es cendol dengan kuah santan dengan teman-temannya : tape singkong, ketan hitam, lupis ketan, dan ampiang yang menambah tekstur makanan ini menjadi krenyes-krenyes.

Cinduak Langkok

Setelah makan nasi kapau berlauk Tambusu, dilanjut makan ini…rasanya dunia damai dan tentram. Sepiring Cinduak Langkok di Los Lambuang hanya Rp. 5.000. Selain enak, makanan di Bukittinggi ini memang murah-meriah. Bagi yang suka makan kayak saya, Bukittinggi berasa surga banget deh buat lidah saya.

Warung Nasi Kapau, Los Lambuang

Warung Nasi Kapau, Los Lambuang

Rekan Seperjalanan

Rekan Seperjalanan

28 comments on “Iko Nan Lamak! (Padang » Bukittinggi)

  1. dansapar
    August 1, 2013

    kemarin pas puasa nyobain beli Sala Lauak itu, koh
    abis itu ga beli lagi
    hahahahahhaha

    • Sy Azhari
      August 1, 2013

      Kenapa, par? Ga demen?. Gue suka banget ngemil itu apalagi kakau anget2.

      • dansapar
        August 1, 2013

        belum cocok aja di lidah, koh
        kn ini ceritanya msh tahap adaptasi *hihihiihi*

  2. winnymarch
    August 1, 2013

    jd rindu sumbar,, ah ntar aku nulis tentang pengalamanku dsana ah :d

    • Sy Azhari
      August 2, 2013

      Ayo dong tulis, win. Sapa tahu ada yang bisa dijadikan referensi baru.

  3. neng fey
    August 1, 2013

    lapeeerrr…. alaska ke padang yook

  4. Badai
    August 1, 2013

    nice! buka postingan kuliner di siang puasa begini sungguhlah uji nyali yang sesungguhnya, haha😀

    • Sy Azhari
      August 1, 2013

      Anggap aja penggoda di bulan puasa :p

      • Badai
        August 1, 2013

        gak tergoda kok, tapi dalam mulut jadi lebih encer😉 #jujur

  5. liamarta
    August 1, 2013

    onde mande tusdeyy.. mantap bana!
    salam kenal dari Pekanbaru ya, udaaa🙂

    • Sy Azhari
      August 1, 2013

      Salam kebal juga, Lia. Kalo laper tinggal melipir ke Bukittinggi ya. Kan dekat itu😀

  6. omnduut
    August 2, 2013

    Iya, hewan apa yang ada di keripik itu ya Koh? mirip kelabang versi gede dan gak ada kaki hiy😀

  7. nyonyasepatu
    August 2, 2013

    aku penasaran cendolnya🙂 pengen ngajak si matt kesini tapiiiiiiiiiiiiii gak sempet trus. udah lama gak ke padang huhu

    • Sy Azhari
      August 2, 2013

      Cendolnya ga mirip ama di Jawa, mbak. Transparan gimana gitu. Tapi pelegkapnya enaaak. Kalo mau yg miip rasanya bisa beli Toge Panyabungan, biasa banyak pas puasa gini.

      • nyonyasepatu
        August 2, 2013

        kapan ke pdangnya Az pas puasa gini hahaha

  8. cumilebay.com
    August 3, 2013

    Kalo kata temen gw yaaa, di pelosok indonesia yang sudah tersentuh oleh RM Padang + Pecel Lamongan berarti daerah itu sudah berkembang ke arah maju🙂

    • Sy Azhari
      August 3, 2013

      Hahahaha. Bener! RM Padang & Pecel Lele Lamongan FTW

  9. noerazhka
    August 7, 2013

    aaakkk .. nasi kapau uni lis ..
    dendeng batokoknya slurpeee banget ..

    mau mau mau ..

    • Sy Azhari
      August 7, 2013

      Hayo don ke Sumbar. Mumpung ada Sapar & Bolot yg di provinsi sebelahnya.

  10. Fahmi Anhar
    August 12, 2013

    rancak bana!!😀
    *njempalik liat itiak lado mudo*

    • Sy Azhari
      August 12, 2013

      Bisa dipesan terus dikirim ke Magelang loh, mi.

      • Fahmi Anhar
        August 12, 2013

        nggak ah, lebih enak dimakan langsung disana. pertanyaannya: KAPAN BISA KESAMPAIAN KESANA?

  11. Dian Rustya
    September 12, 2014

    Untungnya pas baca postingan ini pas pagi, pas sambil nyemil donat. Jadi ga terlalu “nelongso”😆

    • Ari Azhari
      September 12, 2014

      Tunggu aja aku bombardir live tweet weekend ini ya, mbak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

#archives

#categories

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 268 other followers

Follow Eat│Play│Repeat on WordPress.com
%d bloggers like this: