Eat│Play│Repeat

Here, There, and Everywhere

Iko Nan Lamak (Bukittinggi » Padang)

Gadangnyo iko jam, ha

Gadangnyo iko jam, ha

Salah satu kelebihan berjalan-jalan di Sumatera Barat adalah ukurannya yang tidak terlalu besar namun memiliki alternatif jalan raya yang banyak untuk 1 tujuan dan jalanan yang semulus wajah Larasati Gading yang kembali muncul di iklan Sari Ayu. Ketika mendarat di Bandara Minangkabau dan hendak menuju Bukittinggi, kami memilih jalan darat yang berada di pesisir Pariaman dilanjut dengan panorama Danau Maninjau lengkap dengan Kelok 44 & dasar Ngarai Sianok. Ketika hendak kembali ke Padang, kamipun mengambil jalur lain yang pemandangannya tak kalah spektakuler.

Jalur yang umum dilewati untuk bepergian dari Padang ke Bukittinggi atau sebaliknya adalah jalur Padang – Padangpanjang – Bukittinggi. Panorama Lembah Anai dengan aliran sungai di dasar jurang membuat saya suka berhenti di sini. Jalur ini pun menyimpan legenda kuliner Sumatera Barat yang sangat populer bagi wisatawan. 2 tempat yang kami singgahi adalah :

Sate Mak Syukur

Sate Mak Syukur

  • SATE MAK SYUKUR

Mungkin kebanyakan dari kita cuma sekedar tahu kalau Sate Padang itu ya cuma ada 1 jenis doang. Padahal di tanah Minang sana ada beberapa jenis model satenya. Kalau yang warnanya jingga kemerahan dan sedikit encer, setahu saya itu milik Pariaman. Sedangkan yang potongan dagingnya tebal dengan kuah warna kuning Saffron, itu khas Padangpanjang punya. Dan dari sekian banyak yang menjajakannya di Padangpanjang, Mak Syukur adalah top dog di kalangan penjualnya.

Gedung dua lantai di pinggir jalan lintas dengan deretan kendaraan yang parkir menjadi saksi keberhasilan usaha sate ini. Naiklah ke lantai dua dan duduk di area belakang bangunan, karena pemandangan dataran tinggi yang indah menanti dari balkon.

"Halaman Belakang" Sate Mak Syukur

“Halaman Belakang” Sate Mak Syukur

  • BIKA SI MARIANA

Tak jauh setelah keluar dari Bukittinggi menuju Padangpanjang, tampak deretan penjual Bika di daerah Koto Baru. Yang paling terkenal adalah Bika Si Mariana. Bika di sini berbeda jauh dengan Bika Ambon dari Medan yang teksturnya berlubang-lubang seperti spons pencuci piring. Bika ini teksturnya padat karena terbuat dari tepung beras, santan, gula merah, dan parutan kelapa di atasnya. Dimasak di dalam belanga dan kayu bakar membuat Bika yang di dasarnya dialasi daun jati ini wanginya khas. Bika yang baru diangkat dari belanga cukup menghangatkan kita dari udara dingin di Koto Baru hingga Padangpanjang.

Bika Si Mariana yg udah diuwel-uwel

Bika Si Mariana yg udah diuwel-uwel

Dapur Si Mariana (tanpa Renata)

Dapur Si Mariana (tanpa Renata)

  • PASAR ATAS BUKITTINGGI

Di Pasar Atas Bukittinggi sendiri, bukan tak banyak yang menjajakan jajanan khas Bukittinggi dan sekitarnya. Berbagai macam kerupuk jangek (kerupuk kulit sapi) dengan aneka kualitas dan ukuran tersedia di sini. Belum lagi ampiang dari ketan hitam dan ketan putih, ikan bilis dari Danau Singkarak yang sudah digoreng dan bisa dimakan langsung, keripik sanjay, karak kaliang, dan puluhan jenis makanan lain yang rasanya sayang kalau gak…dicicipi.

Ampiang Beras Ketan

Ampiang Beras Ketan

IMG_1200

Jajaran Makanan Khas di Pasar Atas

IMG_1199

Belut Kering

Nenek Penjual Jangek & Bilis. Enyakkkk!

Nenek Penjual Jangek & Bilis. Enyakkkk!

Selain 2 jalur yang kami lalui di hari pertama, yaitu Padang-Pariaman-Lubuk Basung-Bukittinggi yang melewati Danau Maninjau & Bukittinggi-Padangpanjang-Padang yang melewati Lembah Anai, ada 1 lagi jalur alternatif dari Bukittinggi ke Padang atau sebaliknya, yakni jalur Bukittinggi – Payakumbuh – Solok – Padang yang melewati Istano Basa Pagaruyung dan Danau Singkarak. Kondisi jalan di sini pun tak kalah mulusnya dengan wajah Maudy Kusnaedy di iklan L’oreal. Bahkan beberapa kilometer kita akan berada tepat di pinggir Danau Singkarak. Kita yang melewatinya selepas Maghrib aja udah ngelus dada melihat pemandangannya. Konon lagi yang lewat pada siang hari.

Selepas mengunjungi Lembah Harau, tak elok rasanya singgah di Payakumbuh yang kondang dengan Dendeng Batokok dan Rendang Runtiah. Dendeng Batokok adalah irisan dendeng sapi yang disajikan dengan minyak kelapa serta ulekan bumbu yang terbuat dari bawang merah, cabe hijau, & tomat hijau. Rumah makan di pusat kota Payakumbuh berjejeran menjual panganan ini. Sedangkan Rendang Runtiah adalah komoditi yang bisa dijadikan oleh-oleh dari Payakumbuh. Rendang daging sapi kering yang telah disuwir-suwir dengan tekstur mirip seperti abon. Selain dari dagingnya, ada juga yang terbuat dari paru sapi. Harganya cukup mahal, kemarin sekitar Rp. 50 ribu/ 250 gr.

Dendeng Batokok

Dendeng Batokok

SEKEJAP DI PADANG

Di Padang sendiri, kami hanya menghabiskan hari terakhir untuk bersantai di hotel, membeli oleh-oleh, dan singgah ke Pantai Air Manis. Namanya juga bawa anak-anak, pasti pada antusias dengan tujuan wisata populer dan legendaris. Tapi pastinya disempatkan untuk menyicipi makanan-makanan legendaris di kotanya Urang Awak ini.

Perhentian pertama kami adalah Es Duren Iko Gantinyo di Jl. Pulau Karam – Pondok, Chinatown di Padang. Di hadapan tempat makanan ini, ada tempat makan yang menjual menu andalan yang sama  dengan nama Es Duren Ganti Nan Lamo. Haduh haduh, keduanya mengklaim sebagai penerus legenda Es Duren di Padang. Saya sih dulunya emang sering gantian nyobain keduanya. Dan sama enaknya kok.

Es Durian Ganti Nan Lamo

Es Durian Ganti Nan Lamo

Dan rasanya gak sah kembali ke Medan tanpa membawa oleh-oleh buat teman-teman & keluarga. Jadilah kami singgah di Toko Christine Hakim yang juga masih di sekitaran kawasan Pondok. Di toko ini gak cuma Keripik Balado yang tersedia. Yang lupa beli rendang runtiah di Payakumbuh..bisa beli di sini. Rendang Telur, Karak Kaliang, Sagon Kacang Ijo, Aneka Keripik Umbi-umbian, Keripik Talas, bahkan yang lagi rame adalah rendang dalam kemasan toples kaca. Salah satunya terbuat dari Lokan, sejenis kerang-kerangan yang sering dijadikan sate di sini.

By the way, memasuki kawasan Pondok seperti terlempar ke masa lalu. Bangunan tua khas Chinatown zaman kolonial berderet-deret di sini. Namun sayangnya kurang terawat dan terlihat renta dimakan zaman, seperti kota tua lain di Indonesia😦

Randang Lokan

Randang Lokan

Keripik Balado Durian

Keripik Balado Durian

Buah Tangan Untuk Handai Taulan

Buah Tangan Untuk Handai Taulan

14 comments on “Iko Nan Lamak (Bukittinggi » Padang)

  1. cumilebay.com
    August 16, 2013

    Eh sumpah yaaa, baca postingan ini bikin gw ngiler liat sate mak syukur. Gw perna makan di temanin gerimis di lantai 2 nya bener2 syahdu🙂

    • Sy Azhari
      August 22, 2013

      Tuh kan, emang di Mak Syukur balkon belakang itu juara banget tempatnya.

  2. liamarta
    August 16, 2013

    ngiler liat sate mak syukur dan dendeng batokoknya! slurp!

    • Sy Azhari
      August 22, 2013

      Untung post ini bukan dibikin pas puasa. Kalo gak bakal banyak yg protes kayaknya :p

  3. neng fey
    August 18, 2013

    kangen ke padang!!!
    temen gw tragis bgt deh kok, tgl 10 sept besok dia dapet tiket murah yg 1 rupiah itu loh yg dr mandala, eeeh pas tgl itu pula si mandala nutup penerbangan jakarta – padang, gw aja senep bener dengernya, apalagi dia yak

    • Sy Azhari
      August 22, 2013

      Gue aja yang baca nyesek banget. Kesian banget itu, penggantiannya sih gak seberapa. Antusias yg terkuburnya itu loh.

  4. Okit Jr
    August 21, 2013

    aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkkkk…
    aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk…
    aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk…

    —numpang histeris, da.

    • Sy Azhari
      August 26, 2013

      Lebar banget teriaknya, uni. Ehh, udah dari sananya ya…emaap

  5. grandiszendy
    August 26, 2013

    najiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiis, bikin pengen diguide-in kokoh buat jalan2 makan2 di sumatra!

    • Sy Azhari
      August 26, 2013

      Fufufufu. Pas lu ke Sumatera, pas gue pergi pula ya, ndis :)))

  6. noerazhka
    September 16, 2013

    Dendeng batokok itu memang surga banget ya ..
    Enaknya keterlaluan .. :’)

  7. Isna Nugraha Putra S
    October 19, 2013

    salam kenal… enak2 semua makanannya🙂

  8. feniefendi21
    March 30, 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

#archives

#categories

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 268 other followers

Follow Eat│Play│Repeat on WordPress.com
%d bloggers like this: