Eat│Play│Repeat

Here, There, and Everywhere

“Hadiah” Ultah Dari Yolanda

Sesuatu yang jarang-jarang ditonton di rumah.

Sesuatu yang jarang-jarang ditonton di rumah.

6 November 2013

“Arby, can i book Tour A for today and Tour C for tomorrow?” – ujar saya kepada Arby, pemilik sekaligus pengelola Entalula Beach Cottage di El Nido.

Arby mengabulkan permintaan saya yang pertama namun tidak memberikan jaminan tentang permintaan yang terakhir. Alasan Arby bimbang untuk memastikan pemesanan saya akan Tour C sebenarnya kurang saya terima : TERGANTUNG CUACA. Bukan apa-apa, itu sudah hari ke-6 saya di Filipina. Matahari bersinar cerah di Manila, bahkan 3 hari di Boracay yang langganan taifun pun mataharinya menyengat sehingga melunturkan kulit putih langsat saya. Saya kira mereka masih paranoid dengan serangan Taifun Santi bulan sebelumnya yang mana saya pun turut merasakannya.

Jika Manila dan Boracay yang sering dilanda taifun aman sentosa, kenapa orang-orang di Palawan yang cenderung aman sentosa dari taifun dan gempa malah paranoid?. MJ, kru kapal kami pun ikut mencibir rumor taifun sementara matahari El Nido sangat cerah hari ini. Memantul di air laut dan membuat Big Lagoon sebening kristal.

7 November 2013

“i book you Tour B for today. No Tour C for today due to weather” – kata Arby.

Gak ada cuaca jelek selama 2 hari saya di El Nido. 2 hari ikut islands hopping tour dan gak ada gangguan gerimis serta ombak besar sekalipun. Bahkan angin pun tak bisa membaca berhembus kencang. Kru kapal yang bergunjing di Cadugnon Island saat kita istirahat makan siang memang menyinggung tentang taifun di Samar dan Leyte (Eastern Visayas), wilayah Filipina yang menghadap Samudera Pasifik dan jaraknya ratusan mil dari Palawan yang ada di ujung barat Filipina.

Malam terakhir saya berusia 28 tahun pun saya habiskan dengan menanti sunset di pantai yang kebetulan berada di belakang penginapan. Sembari menunggu Christian dan Katja (teman baru kakak-adik dari Jerman) untuk makan malam bersama, saya menonton TV dan si penjaga cottage sedang menonton TV lokal. Terlihat reporter sedang meliput langsung dari Ibukota Leyte, Tacloban. Ribuan orang terlihat berangkat ke pengungsian di gedung pemerintahan, gereja, dan tempat lain yang lebih layak dari rumah-rumah kecil mereka. Pemandangan liputan tadi mulai mengusik saya. Saya pun ikutan paranoid dengan pemandangan di kampung halaman Imelda Romualdez, yang kemudian dinikahi Ferdinand Marcos dari Ilocos Norte.

SuperTyphoon Yolanda Warning (from Wikipedia)

SuperTyphoon Yolanda Warning (from Wikipedia)

Sekitar pukul 7 malam, Presiden Benigno Aquino III (NoyNoy Aquino) memberikan pidato terkait bencana taifun. Supertyphoon Yolanda namanya. Yolanda dikategorikan sebagai Signal No. 4. Arby memberitahu saya kalau di Filipina itu skala taifun cuma sampai Signal No.3. Ketika ada taifun dengan kekuatan seperti Yolanda, maka saya bisa berasumsi apa yang bakal terjadi selama beberapa hari ke depan.

Kecepatan Yolanda mencapai 300 km/jam bergerak dari Micronesia dan masuk ke Filipina mulai dari tanggal 7 November. Diperkirakan puncaknya tanggal 8 dan 9 November mulai dari arah timur seperti Leyte, Samar, Mindanao Utara, terus menuju barat ke arah Central & Western Visayas (Cebu, Negros, Panay, Boracay) hingga Northern Palawan (Calamian Islands Group). Itu baru wilayah-wilayah yang terkena dampak di Signal No 4. Belum lagi yang kena Signal No 3 seperti Central Palawan, Camarines, Bohol, dan Mindoro. Ibukota Manila pun dimasukkan ke kategori Signal No 2.

Presiden NoyNoy Aquino menegaskan libur nasional untuk sekolah hingga universitas dari tanggal 8 hingga 9. Nah, sembari Presiden berpidato, di sudut kanan layar ada update dari penerbangan yang dibatalkan. Dengan khusyuk, saya pantengin dan ternyata gak ada penerbangan Puerto Princesa-Manila untuk tanggal 9 Nov. Saya sedikit lega.

Namun kelegaan saya hilang saat akun Twitter & Facebook Cebu Pacific Air mengeluarkan daftar penerbangan yang batal dari tanggal 7-9 November dan salah satunya penerbangan balik saya ke Manila. 90% penerbangan domestik Filipina dibatalkan saat itu. Dengan dibatalkannya penerbangan tanggal 9, sulit rasanya untuk kembali tepat waktu ke Indonesia tanggal 10 siang. Tanpa berpikir ulang lagi, saya kemasi barang-barang saya di kamar yang sangat nyaman dan balkonnya menghadap Bacuit Bay di Entalula demi mencari kesempatan pulang tepat waktu ke Indonesia dan menghindari Palawan yang kategorinya lebih buruk dari Manila. Saya minta Arby untuk memastikan ketersediaan bis Cherry dari El Nido ke Puerto Princesa di keberangkatan terakhir pukul 9 malam. kurang dari 2 jam lagi. Dan syukurlah Cherry malam itu memutuskan untuk jalan dan masih tersedia banyak kursi. 7 jam perjalanan ke Puerto Princesa untungnya berjalan dengan lancar.

Sesampainya di Puerto Princesa, saya baru sadar saya belum pamit ke Christian dan Katja dan membatalkan makan malam kami.

Tontonan Harian

Tontonan Harian

8 November 2013

Happy Birthday to me!

My first birthday meal was in Jolibee..at 4 am. Gak begitu meriah. Hanya ada beberapa staf dan beberapa pelanggan. 2 orang di samping saya yang pelaut juga ditunda keberangkatan kapal ke Manila. Percakapan kami lumayan membunuh waktu menunggu bandara beroperasi pukul 6 seperti kata staf Jolibee yang menatap simpatik ke saya.

Biarpun bandara buka pukul 6, kantor ticketing baru buka jam 8. Jadilah lanjut 2 jam lagi luntang-lantung di luar Bandara Puerto Princesa. Hampir 12 jam sudah saya terluntang-lantung. Pada akhirnya staf penjualan tiket mengarahkan saya ke Check-in Area untuk menunggu apakah ada penerbangan yg  beroperasi pagi itu dan apakah masih ada kursi yang tersedia.

Tiger Air Philippines dan Philippines Airlines membatalkan penerbangan pagi itu dari PPS ke MNL. Tinggal AirAsia Zest dan Cebu Pacific. Dan karena saya memegang tiket Cebu Pacific, saya mencoba menagih janji mereka di web tentang free re-book untuk semua penerbangan baik yang terkena dampak taifun maupun yang tidak. Saya mendapat stand-by ticket nomor 9. Doa saya semakin kencang semoga penumpang terjadwal penerbangan pagi ini tidak terlalu penuh, agar bisa ada kursi-kursi kosong untuk penumpang stand-by seperti saya.

Tak lama, staf maskapai memberitau bahwa penerbangan Cebu Pacific dari Puerto Princesa ke Iloilo dan Cebu dibatalkan. Duh, doa makin kencang agar rute ke Manila aman-aman saja. 10, 20, 30 menit belum ada kabar juga. Semua kru Cebu Pacific malah menutup semua loket untuk meeting di belakang bangunan dan setelahnya membawa kabar gembira : penerbangan Manila-Puerto Princesa sudah take-off sehingga penerbangan return-to-base Puerto Princesa-Manila tidak ada pembatalan. Alhamdulillah!!. Ditambah lagi tiket untuk penumpang stand-by masih banyak. Doa saya langsung dijawab saat itu juga.

El Nido masih adem ayem.

El Nido masih adem ayem.

Saat pesawat 5J-638 mendarat di Terminal 3 Ninoy Aquino International Airport, seluruh penumpang berdiri dan memberikan tepuk tangan sebelum mengambil barang-barang di bagasi kabin dan turun dari pesawat. Sampai saat ini, itulah momen paling mengharukan selama saya bepergian.

Badai belum berlalu. Supir taksi memberitahu saya kalau di efek taifun akan masuk ke Manila sekitar tengah hari. 1 jam dari saat itu. Setelah berhasil mendapat kamar di Our Awesome Hostel/The Fort Budget Hotel, saya pun ingin keluar ke 7-11 terdekat yang hanya berjarak 300 meter untuk membeli cadangan makanan. Alangkah terkejutnya saya, cuaca mendung saat mendarat di T3 NAIA berubah menjadi hujan deras dan angin kencang. EDSA sudah mulai tergenang. Payung saya pun arahnya susah diajak kompromi kalau terhembus angin kencang. Dengan perut lapar, saya jengkel pada diri sendiri kenapa gak makan di bandara aja karena terakhir kali makan adalah di Jolibee Puerto Princesa pukul 4 pagi.

Syukurlah malamnya (sekitar pukul 8) Manila sudah reda dari angin kencang. Gerimis sih masih rintik-rintik, tapi setidaknya kami yang terperangkap di hostel bisa keluar untuk menikmati makan malam dan membeli cadangan untuk persiapan jikalau badai kembali bertandang.

Angin Kencang di Makati

Angin Kencang di Makati

Fort Bonifacio sebelum dihantam hujan deras dan angin kencang.

Fort Bonifacio sebelum dihantam hujan deras dan angin kencang.

Itulah pertama kali selama sejarah liburan saya berkomunikasi rutin dengan keluarga saya. Yang tadinya nelpon kalau minta dijemput doang di airport berubah menjadi sehari 2 kali. Bahkan saat taifun makin intens beberapa jam sekali. Paling mengharukan adalah ucapan dari orang tua dan adik-adik yang selain mengucapkan selamat ulang tahun juga menanyakan kabar taifun di sana dan berdoa selamat sampai di Medan. Ahhh, i almost cried reading their birthday greetings.

Happy birthday to me. Please no more birthday gift like this Yolanda one.

And for all Filipino & foreigners in The Philippines whom affected by Supertyphoon Yolanda, my deep condolences and pray go out to you. 

18 comments on ““Hadiah” Ultah Dari Yolanda

  1. ombolot
    November 15, 2013

    aaahh … aku sedih bacanya

    Inget gimana super frienly-nya mereka, dan ekspresif banget

    juga inget tempat2 yg kita lewati sewaktu yoga di bus itu trus hancur gitu aja …

    • Sy Azhari
      November 15, 2013

      Banget, om. Mereka ga seceria biasanya. Tapi tetep saling menghibur. Kasian di Bandara Ninoy pada luntang-lantung.

      Aku jug mau nangis lihat gereja2 di Lacbayon, Albuquerque, & Loboc di Bohol pada hancur😦

  2. dansapar
    November 15, 2013

    aku bacanya sampe terharu-biru seperti sedang berada di tenda biru melihat pernikahan mantan yang sontak membuat hari kelabu sepanjang waktu. apalagi pas abis liat foto-fotonya sedih bgt. smoga nona-nona, cowok-cowok, semuanya, yg di kampungmu pada sabar ya, koh

    • Sy Azhari
      November 15, 2013

      Kamu mesti lihat foto-foto yang after-math si Yolanda ini di Tacloban, par. Udah kayak kena Tsunami. Dan rumornya 1-2 ke depan listrik belum tersedia di Tacloban.

  3. buzzerbeezz
    November 15, 2013

    Mengharukan deh Koh.. Btw itu PSWS apaan? Pulang Sebelum Waktu Sekali *kebanyakan buka sikka*

    • Sy Azhari
      November 15, 2013

      Berarti yang abis absen langsung hilang ya, ri? potong 2.5% tuh!

  4. cumilebay.com
    November 15, 2013

    Baca nya makyeessss banget, sedih banget😦 untung penerbangan mu lancar kembali ke manila meskipun akhi nya disambut hujan.

    Btw met ultah, panjang umur dan makin sekseh hahaha🙂

    • Sy Azhari
      November 15, 2013

      Alhamdulillah, mas. Biarpun batal tapi diganti. Makasih ucapan dan doanya ya, Mas Cumi.

  5. neng fey
    November 16, 2013

    Naaah bener feeling gw kmrn koh, ini anak jalan2 kapan sih, late post apa update post, kaga kena topan badai apah? Dan gw berdoa itu adl late post, ternyaya update post ya, untung lo ga knapa2 koh huhuhu

    • Sy Azhari
      November 18, 2013

      Aduh, mpok. Jantungan rasanya kemarin itu. Kalau-kalau gak ada kursi kosong, keluar duit deh buat penerbangan ke Indonesia.Makanya gue gak aktif di WA gara2 serba panik.

  6. Pingback: Kumusta Pilipinas | Here, There, & Everywhere

  7. arievrahman
    November 22, 2013

    Wah, pas ada typhoon itu aku juga stranded di Puerto Princesa. Seharian hujan deras, dan underground river tour dibatalkan. Untung sekarang, sudah bisa balik ke Indo lagi.
    Anyway, happy birthday, Mas😀

    • Sy Azhari
      November 22, 2013

      Aku dengar dari Adi yg ketemu di El Nido dan 1 pesawat dengan kalian dari Manila ke Jakarta. Semua flight sampai dibatalkan ya tanggal 9 itu. Hujan deras di PPS pake angkon kencang juga?

      Makasih ucapannya, riev

      • arievrahman
        November 22, 2013

        Angkon? Angin?

        Iya, seharian hujan angin, akhirnya baru bisa jalan sore hampir malam, itu juga hujan. Tapi lumayan, dapat Yellow Cab Pizza😀

      • Sy Azhari
        November 22, 2013

        Aduh maaf typo tadi gara2 jari yg jempol semua. Tanggal 10 sewaktu kalian balik ke Manila ada maskapai yg batal terbang juga?

      • arievrahman
        November 22, 2013

        Yang terbang cuma Tiger malah, hahaha. Sisanya pada cancel.

  8. zou
    December 27, 2013

    Baru baca ..

    Dan iya, mengharu biru rasanya ..
    Tapi jadi dapet sisi lain dari perjalanan ya, Koh, biasanya selalu dimudahkan, kali ini dicoba dengan sedikit halangan ..😉

    Ngga nyangka, Thypoon Yolanda sampe segitunya ..

    • Sy Azhari
      December 27, 2013

      Kalau lihat liputannya ngeri banget loh. Bandara Tacloban aja sampe rusak parah dan ga bisa dipake. Listrik dan Air PAM ga bisa jalan selama 1 bulan kata temen yg di sana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 15, 2013 by in Go-Sees, Luzon, Mindanao, Palawan, Philippines, travel, Visayas and tagged , , .

#archives

#categories

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 268 other followers

Follow Eat│Play│Repeat on WordPress.com
%d bloggers like this: