Eat│Play│Repeat

Here, There, and Everywhere

Santai-santai di Boracay

Kalau ngobrol dengan Pinoy dan tahu kita adalah turis di negaranya, bisa dipastikan 1 pertanyaan di bawah ini muncul dari bibir mereka :

” Have you ever been to Boracay?”

Si mungil di lepas pantai Pulau Panay ini memang sangat kondang di jagad pariwisata dunia hingga membuat para Pinoy bangga padanya. Bahkan majalah Travel + Leisure menobatkan Boracay sebagai 2012 Best Island.

“this is my second time”, jawab saya

“This is our first time. I’m so excited” – jawab pria di sebelah saya yang membawa keluarganya. Dalam hati saya berujar ni orang beneran Filipino gak sih? Hehehehe.

DSC01578

Mabuhay Boracay

Pesawat baling-baling ATR 72 milik Cebu Pacific  berputar-putar di atas Boracay sebelum mendarat di Caticlan Airport, bandara terdekat yang berada di Pulau Aklan tepatnya di kota Malay. Pilot pun memberitahu kami penumpang yang sebagian besar langsung kegirangan. Saya pun turut girang walaupun pergi seorang diri karena tandem gila-gilaan saya, si Orang-Indonesia-tapi-belum-pernah-ke-Bali, batal ikut padahal sudah mengeksekusi tiket.

Saya datang di Bulan November yang notabene bulan pertama peak season hingga berakhir Mei tahun depan. Semua harga hotel menjadi 2-3 kali lipat daripada musim sepi seperti kunjungan saya terdahulu. Kalau tahun kemarin bisa menginap di Cabana ber-AC dan kamar mandi dalam, sekarang turun derajat menginap di dorm pria. Padahal saya menginap di penginapan yang sama.

Karena luas pulau yang sangat kecil dan dikelilingi laut, aktivitas di Boracay terpusat di pantai. Berjemur, islands hopping, maupun olahraga rekreasi pantai banyak dilakukan layaknya hiburan di pantai lainnya. Ada juga beberapa aktivitas yang menarik seperti Sunset Paraw Sailing yaitu berlayar menikmati matahari terbenam dengan Paraw, kapal tradisional khas Visayas. Untuk yang suka kegiatan ekstrim, bisa dicoba Cliff Diving di Ariel’s Point. Lompat dari tebing dengan 3 level ketinggian mulai dari 5 meter, 8 meter, hingga 15 meter. Saya yang demen ketinggian pun mikir-mikir karena aktivitas ini karena walaupun ada faktor ketinggian tetap saja diakhiri dengan nyebur di laut tanpa pelampung, sesuatu yang masih saya takuti. Ingin tahu lebih banyak tentang Ariel’s Point Cliff Diving, monggo dibaca blog ini.

Sunset Paraw Sailing

Sunset Paraw Sailing

Bagian paling terkenal dari Boracay adalah Pantai berpasir putih dengan perairan yang cukup dangkal sepanjang 4 km bernama White Beach. White Beach dibagi menjadi 3 kawasan yang dikenal dengan nama Stasion 1, Stasion 2, dan Stasion 3 dan menjadi jantung kehidupan pariwisata Boracay. Hotel-hotel dan restoran mewah terletak di Station 1, pusat perbelanjaan outdoor dan Talipapa (wet market) di Station 2, dan penginapan murah di Station 3. Di ujung Stasion 1 terdapat groto Bunda Maria di sebuah batu besar yang dikenal dengan nama Willy’s Rock.

Di penghujung hari, orang-orang berkumpul di White Beach untuk menyaksikan matahari terbenam. Pemandangan yang sama dengan yang kita saksikan di Pantai Kuta Bali. Terkadang Boracay mengingatkan saya dengan Bali. Kondang sejak beberapa dekade lalu, wisatawan dari seluruh penjuru dunia berbondong-bondong memadatinya, harga properti yang melonjak, dan biaya hidup yang pelan-pelan beranjak naik. Tak sulit menemukan persamaan antara Boracay dengan daerah Bali Selatan semisal Seminyak atau Kuta.

White Beach

White Beach

Namun mencari ketenangan di Boracay bukanlah hal yang mustahil. Saya melipir ke sisi paling utara pulau, ke sebuah pantai bernama Puka Beach. Dinamakan Puka karena banyak terdapat kerang Puka yang berwarna putih, gak tau apa namanya di sini tapi sering dipakai anak-anak untuk main bola bekel. Puka Beach ini sepi banget, hanya ada beberapa kios penjual souvenir di pintu masuk. Pantainya sebagian diisi pasir dan sebagian lagi pecahan puka. Ombak di Puka Beach tergolong besar dibanding White Beach yang adem ayem sehingga pengunjung pun gak banyak yang cibang-cibung terlalu jauh dari bibir pantai. Walaupun begitu Puka Beach layak dikunjungi pagi atau sore hari jikalau bosan dengan pemandangan industrialisasi di White Beach. Dengan trike seharga 150 Peso sekali jalan dan perjalanan 10-15 menit dari White Beach, kita sudah bisa mencapai Puka.

Ada yang mengganjal dalam perjalanan saya ke Puka Beach yang terletak di Barangay Yapak. Barangay (desa) yang terletak di ujung utara ini memang sepi dari segi pengunjung maupun penduduk yg mendiaminya namun masih ada aktivitas sekolah, klinik, dan gereja. Masyarakat yang beraktivitas di desa Yapak bergantung dari trike yang lewat dari/ke Puka Beach sebagai alat transportasi utama. Nah, di Boracay ini kan sistemnya trike bisa gabung kayak angkot atau disewa sendirian. Biarpun sendirian, coba deh berbagi dengan anak-anak yang baru pulang sekolah atau pekerja resort/hotel lokal yang hendak menuju tempat kerja. Kasihan terkadang supir trike tidak mau berhenti dan yang lebih parah turis yang cuma dadah-dadah doang sewaktu ada yang melambaikan tangan mencoba memberhentikan trike di bawah panas matahari.

Puka Beach, Boracay

Puka Beach, Boracay

Peace and Tranquility at Puka Beach

Peace and Tranquility at Puka Beach

Selain mengunjungi Puka Beach, praktis tidak ada aktivitas lain yang saya lakukan di Boracay selama 3 hari 2 malam. Pagi pergi ke pantai, siang ngadem di pantai, sore melihat sunset di pantai. Itu tok. Toh tujuan utama liburan kemarin (dan liburan saya lainnya) adalah menghilangkan sumpek di otak yang sudah panas dijejali ambisi dan emosi.

Walaupun semua pantai di Boracay milik umum, namun tidak semua penginapan punya kursi di bawah pohon-pohon kelapa untuk santai menikmati Boracay. Untungnya penginapan saya memiliki kursi di pinggir White Beach tepat di depan Steakhouse Station 1 (tak jauh dari Starbucks Boracay). Di sanalah kami penghuni Frendz Resort bersenda gurau menunggu matahari terbenam, sebelum balik ke hostel dan melanjutkan senda gurau di acara akustik hostel pada malam harinya. Di sana juga kita tak henti-hentinya ditawari mutiara dan ukiran-ukiran untuk buah tangan oleh penjual lokal. Dari yang saya perhatidi Boracay, mayoritas penjual mutiara berada di bawah asosiasi pedagang Muslim yang bisa dilihat dari busana dan tanda pengenal mereka.

Di White Beach pula kita bisa menyaksikan anak-anak Boracay membangun istana dari pasir dengan harapan mendapatkan receh sukarela dari tamu-tamu yang berfoto dengan istana yang mereka buat maupun dengan mereka sendiri. Siapa bilang santai-santai belum lengkap tanpa Silver Queen di Boracay hanya berujung mati gaya. Namun untuk kembali ke Boracay saya harus berpikir ulang. Suasana yang makin sumpek dengan harga-harga yang makin melambung bikin saya mempertimbangkan tujuan lain di Filipina yang lebih sepi dan lebih ‘humble’.

Cloudy Boracay

Cloudy Boracay

Jepret aku mas..jepret aku

Jepret aku mas..jepret aku

Flaming Divas at Astoria Restaurant

Flaming Divas at Astoria Restaurant

DSC01734

Flaming Diva. Burn!!!

Mas, yang nomor 3 dari kiri belum dicelup tuh!

Mas, yang nomor 3 dari kiri belum dicelup tuh!

Sandcastle Boy

Sandcastle Boy

Willy's Rock & Groto

Willy’s Rock & Groto

Cloudy Station 3

Cloudy Station 3

Finished Sandcastle

Finished Sandcastle

8 comments on “Santai-santai di Boracay

  1. boloten
    December 1, 2013

    IIsshh dimana mana yg namanya Lechon itu ya babinya yg diputer-puter, bukan apinya …

    • Sy Azhari
      December 1, 2013

      Kampret. Tapi itu hiburan banget flaming divas. Lagunya update loh, Applause si Gaga

  2. johanesjonaz
    December 2, 2013

    keren…

    • Sy Azhari
      December 2, 2013

      Thank you, jon. Pantainya memang keren tapi rame banget.

  3. cumilebay.com
    December 2, 2013

    Kalo gw bayangkan kayak nya miri2 gili trawangan gitu kah ??? Kata temen gw yang perna kesana, kata nya tiap hari selalu saja istana2 pasir nya yang di bikin di pinggir pantai selalu berubah2 tema, bener yaaa ???

    • Sy Azhari
      December 2, 2013

      Iya bener mas. Lebih besar dari Trawangan dikit dan suasananya miriiippp banget. Tapi aku lebih suka ke Trawangan sih. Hehehe

      Yang istana pasir emang tergantung kreativitas anak2 itu sih. Kemarin ada yg ditambahin sepasang cowok-cewek gitu.

  4. andrehizkey
    March 13, 2014

    Hello. Greeting from Yogyakarta.
    Worth untuk dikunjungi nggak mas? Harga2nya gimana mas dibandingkan gili island?
    thank you

    • Sy Azhari
      March 19, 2014

      Kalau pantainya sih bagus, hanya terlalu rame belakangan ini. Penginapan lumayan mahal kalau peak seson (Nov-Mei). Saya sih pribadi lebih suka Gili.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 30, 2013 by in Go-Sees, Jalan-jalan, Philippines, travel, Visayas and tagged , , , , , .

#archives

#categories

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 268 other followers

Follow Eat│Play│Repeat on WordPress.com
%d bloggers like this: