Eat│Play│Repeat

Here, There, and Everywhere

Indahnya Sepi di El Nido

El Nido yang artinya “The Nest” di utara Pulau Palawan di Filipina adalah tujuan yang saya idamkan sejak tahun kemarin. Kota kecil yang tak lebih besar dari Perumnas di dekat rumah saya ini punya daya tarik yang membuat saya tanpa ragu untuk mengeksekusi tiket ke sana. Terletak di antara Bacuit Bay di barat dan dikelilingi tebing-tebing karst yang menjulang baik di dataran Palawan maupun perairan Bacuit Bay. Bahkan sisi barat kotanya terletak di pantai yang menghadap arah matahari terbenam. Nilai plus yang paling utama : masih sepi dan jauh dari industrialisasi pariwisata.

Cloudy Sunset (2 days before Typhoon Haiyan/Yolanda)

Cloudy Sunset (2 days before Typhoon Haiyan/Yolanda)

Rute paling gampang sebenarnya bisa dicapai lewat udara langsung dari Manila dengan menggunakan maskapai ITI yang harganya bikin bibir memble tapi kece. Namun banyak yang lebih memilih rute murah dengan terbang dari Manila ke Puerto Princesa dan melanjutkannya dengan bis selama ± 7 jam ke El Nido. Syukurlah perjalanan Boracay-Kalibo-Manila-Puerto Princesa dalam 1 hari cukup menguras tenaga saya sehingga 7 jam perjalanan saya tempuh dengan tidur. Ruas jalan Taytay-El Nido yang masih batu kerikil padat pun tak dirasa.

Pukul 4 pagi bis yang saya tumpangi tiba di terminal bis (sekaligus pasar) El Nido. Saya memutuskan untuk golek-golek di pasar menunggu matahari terbit daripada menempuh perjalanan ke inti poblacion yang berjarak 2 km dari terminal. Tak disangka, teman menunggu pagi saat itu ternyata sesama WNI juga yang bernama Adi yang rupanya juga mutual friend dari teman-teman kuliah saya. Dunia sempit ternyata…hahahaha. Setelah matahari terbit, kami berbagi tricycle ke kota menuju Entalula Beach Cottage tempat saya menginap, sementara Adi udah gak sabar untuk menjelajah El Nido dan memutuskan untuk berkeliling mencari penginapan.

Entalula Beach Cottage seperti layaknya penginapan lain memberlakukan jam check-in pukul 12 siang. Daripada bengong 6 jam, saya putuskan untuk ikut islands hopping tour aja. Arby, pemilik Entalula, mempersilahkan saya untuk beristirahat di ruang tamu penginapan. Tapi yah gimana mau melanjutkan istirahat kalau di dari pintu belakang ruang tamu kita disuguhi pemandangan seperti ini… (minus jemuran pastinya).

Well... *liat jemuran*

Well… *liat jemuran*

Tepi pantai El Nido ternyata bisa diakses lewat halaman belakang Entalula. Dan sepanjang pantai tadi bisa ditemukan penginapan, tempat makan, dan penyedia tur. Di ujung selatan pantai terdapat dermaga kapal ferry jurusan Coron, Puerto Princesa, dan Manila berlabuh. Dari sisi pantai sebelah utara ke selatan bisa ditempuh dengan 15 menit berjalan kaki.

Seperti yang saya bilang di awal, luas poblacion (inti kota) El Nido tak lebih dari Perumnas Helvetia Medan. Tak ada 7-11 seperti yang membanjiri Manila, hanya ada 2 toko grosir yang berukuran sedang dan warung-warung kelontong yang dikelola orang lokal. Tidak ada party bar yang beroperasi hingga lepas tengah malam seperti di Boracay, hanya ada restoran dan cafe yang kebanyakan menyajikan pemandangan Bacuit Bay. Jaringan makanan cepat saji kebanggaan nasional seperti Jollibee, Max’s, Mang Inasal, bahkan yang murah meriah seperti Andok’s pun absen di sini.

Ketiadaan prasarana tadi bukannya malah menjadi faktor minus justru malah memikat pejalan-pejalan yang gemar menyepi termasuk saya. Bisa dilihat dari banyaknya traveler (dalam jumlah moderat) yang didominasi Caucasian saling bertukar sapa dengan orang-orang lokal baik itu yang berprofesi penarik tricycle, penjaga restoran, maupun anak-anak yang bermain di jalanan.

DSC02034

Hal minus yang mungkin sedikit mengganggu di El Nido adalah listrik yang hanya menyala dari jam 2 siang hingga jam 6 pagi keesokan harinya. Ditambah lagi dengan absennya mesin ATM. 1 lagi yang paling signifikan dengan naik daunnya El Nido di peta pariwisata dunia adalah kepemilikan lahan pantai di pulau-pulau kecil sekitarBacuit Bay yang kini semakin banyak didominasi oleh pemilik resort. Tak jarang kami melewati pantai yang pasirnya putih langsat dengan air laut yang berwarna biru muda namun hanya bisa diakses oleh tamu resort yang harganya bikin sesak napas.

Walaupun sempat panik dan diinterupsi taifun Haiyan/Yolanda sehingga memutuskan untuk balik ke Manila lebih awal dari yang dijadwalkan, 2 hari di El Nido cukup untuk melepas penat akan pikiran pekerjaan dan asmara (eaaa…eaaaa…curcol dianya!!).

Poblacion El Nido

Poblacion El Nido

Trivia :
  • Landscape yang dramatis dengan tebing karst menjulang, pulau-pulau kecil bertebaran di perairan Bacuit Bay, pantai-pantai yang masih perawan dari jamahan pembangunan serta akses yang lumayan susah bagi turis biasa untuk mengelilingi El Nido dan sekitarnya menjadikannya lokasi yang sesuai untuk syuting acara reality show favorit saya : Survivor. Survivor Swedia dan Perancis singgah terlebih dahulu di pertengahan 2000-an. Sementara tahun 2013 ini ada Survivor Israel yang juga ikut mengambil El Nido sebagai lokasi syutingnya. Bahkan di Pulau Pagburnayan kami masih menemukan beberapa peralatan dan perkakas yang dipergunakan untuk immunity challenge. Duh, kenapa gak Survivor USA aja yang syuting di sini biar ketemu Jeff Probst.
  • Jauh sebelum Survivor, The Amazing Race sudah lebih dahulu singgah di musimnya yang Ke-5. Episode Final 4 sebelum season finale di Calgary (Kanada) & Dallas (US) mengambil lokasi tantangan di sekitar perairan El Nido. Sayang, tim favorit saya  The Bowling Moms, Linda & Karen, kalah dari 3 tim lain.
  • Yang terakhir, beberapa adegan film Bourne Legacy yang dibintangi Jeremy Renner difilmkan di El Nido.

DSC02041

Facing Cadlao Island

Facing Cadlao Island

DSC02094

 

Snake Island

Merenda Kasih di Snake Island

Poblacion El Nido

Poblacion El Nido

Happy Visitor

Happy Visitor

Big Lagoon

Big Lagoon

8 comments on “Indahnya Sepi di El Nido

  1. dansapar
    December 20, 2013

    akhhhh keren
    cocok buat teman menggalau
    *tetap setia menunggu foto2 yg ada modelnya selain pemilik blog
    hihihihihi
    *ditendang

    • Sy Azhari
      December 20, 2013

      Hahahaha. Kan ini masih perkenalan El Nido aja. Belum masuk island hopping bareng Russian & French.

  2. buzzerbeezz
    December 20, 2013

    Itu kayaknya seru ya merenda kasih di Snake Island.. Kapan Koh ke sana lagi? *ya kali bisa ngikut kayak di Ha Long Bay* :p

    • Sy Azhari
      December 20, 2013

      Absen dulu ke sana, ri. Masih trauma kena taifun 2x.

  3. teremonyong
    December 21, 2013

    keren!

  4. Dedek
    December 24, 2013

    Keren infonya…
    Thanks mas, insyallah maret 2014 mau kesana, ijin nyimak di blognya yah mas…

    • Sy Azhari
      December 24, 2013

      Enjoy El Nido, mas. Masih ada beberapa lagi yg pengen ditulis tentang El Nido termasuk Mini Guide. Moga2 berkenan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on December 20, 2013 by in Go-Sees, Jalan-jalan, Palawan, Philippines, travel and tagged , , , , .

#archives

#categories

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 268 other followers

Follow Eat│Play│Repeat on WordPress.com
%d bloggers like this: