Eat│Play│Repeat

Here, There, and Everywhere

San Agustin, Corazón de Intramuros

Beberapa kali singgah ke Manila, entah kenapa selalu terlupa untuk singgah ke gereja tua milik Orde St Augustine di dalam Intramuros ini. Pertama kali karena kelelahan mengelilingi Rizal Park dan Intramuros setelah terbang dengan red-eye flight dan yang kedua ditolak karena saya mengulurkan uang 1000 Peso di pintu masuk padahal tiket masuk hanya seharga 100 Peso. Kali ketiga saya ke Intramuros, saya niatkan siang hari untuk menjelajah lorong-lorong tua Gereja San Agustin dan bagian museumnya sekaligus berteduh dari menyengatnya matahari Manila.

San Agustin Church & Museum

San Agustin Church & Museum

San Agustin Church and Museum adalah 1 dari 4 gereja di Filipina yang didaulat UNESCO sebagai warisan dunia pada tahun 1993. 3 gereja lainnya lainnya adalah San Agustin Church (Paoay Church) di Ilocos Norte, Santa Maria Church di Ilocos Sur, dan Sto Thomas de Villaneuva di Iloilo. Walaupun masuk dalam kategori world heritage oleh UN, ternyata San Agustin Church tidak masuk dalam kategori Minor Basilica oleh Vatikan seperti yang disandang Manila Cathedral, Basilica Menore Del Santo Niño di Cebu , dan 10 gereja lainnya di Filipina. Minor Basilica sendiri adalah gelar yang diberikan kepada gereja-gereja di seluruh dunia yang hanya ‘kalah gengsi’ oleh 4 major basilica termasuk St Peter di Vatikan.

Bangunan yang kita lihat saat ini adalah bangunan San Agustin Church yang ketiga dibangun tahun 1607. Gereja yang syarat artefak sejarah ini untungnya selamat dari pemboman Jepang selama Perang Dunia 2. Kalau saja San Agustin Church hancur untuk yang ketiga kali, bisa jadi semua benda-benda bersejarah dari jaman penjajahan Spanyol turut musnah bersamanya berikut peti mati sang penakluk dari Spanyol… Miguél Lopéz de Legazpi.

Tak banyak pengunjung gereja pagi itu. Mungkin penduduk lokal masih menikmati long weekend akibat libur All Saints’ Day di hari jumat yang disambung libur bersama di hari sabtu. Hanya ada saya, beberapa turis Jepang, Korea, dan Pinoy-pinoy dari provinsi lain. Ada sejumlah ketentuan selama mengunjungi San Agustin Museum yakni pengunjung bebas mengabadikan museum dan interior gereja dengan kamera namun dilarang mengambil gambar di exhibit room, dilarang makan dan minum, serta dilarang merokok. Selain ruang pamer, ada bagian-bagian lain dimana kita dilarang untuk mengambil gambar seperti Sala Profundis yakni ruangan mausoleoum yang menampung jasad para penyebar Agama Katolik dari Orde Augustin dan keluarga-keluarga terpandang Filipina seperti Ayala dan Luna.

Tanda “dilarang memotret” dan “dilarang memotret dengan flash” mirip banget hingga saya ceroboh membaca dan salah sangka memotret di dalam exhibit room yang saya kira bebas mengambil gambar. Keluar dari area yang paling dekat dengan loket tadi, saya ditegur oleh satpam karena dari pengamatan CCTV saya terlihat mengambil gambar di dalam ruangan.

Entrance

Entrance

Sebuah lonceng besar seberat menyambut para pengunjung selepas loket pembayaran. Lonceng ini berasal dari menara yang rubuh akibat gempa tahun 1863. Sisa kerusakan gempa bisa dilihat hingga kini, San Agustin tetap berdiri tanpa menara timurnya. Filipina yang terletak di area ring of fire rentan diserang gempa. Hal ini membuat gereja-gereja tua dari abad 16 dari Ilocos sampai Visayas sangat berisiko tinggi untuk rusak. Gempa Bohol 15 Oktober 2013 lalu contohnya. Gempa dengan kekuatan 7.3 SR mengguncang pusat Visayas dan merusak gereja-gereja tua di Loboc, Albuquerque, Baclayon, dan termasuk gereja tertua di Filipina, Basilica Menore Del Santo Nino di Cebu.

Ruang pameran pertama di belakang lonceng berisi patung Santo Niño (Infant Jesus), berbagai versi figur Bunda Maria, Michael The Archangel, dan beberapa Santo. 2 buah patung interpretasi Madonna and Child berukuran besar menjadi centerpiece di dalam ruangan yang bernama Sala Recibidor. Penerangan yang remang-remang, tembok batu tebal mirip benteng, ruangan dipenuhi artefak sejarah Katolik Filipina, dan udara dingin membuat saya merinding selama berada di dalamnya.

1st floor corridor

1st floor corridor

2nd floor corridor

2nd floor corridor

Kontras dengan ruang-ruang pamer dan mausoleoum yang dingin, bagian koridor San Agustin terasa hangat akibat cahaya matahari yang menembus kaca patri. Bangku-bangku kayu tua diletakkan menghadap dinding museum yang dipenuhi lukisan para Santo serta ilustrasi gereja-gereja tua nan bersejarah di seluruh Filipina. Lukisan-lukisan kecil bergambar gereja tadi menunjukkan perbedaan mencolok bentuk gereja antara Ilocos di Luzon bagian Utara dengan bagian lain Filipina. San Agustin di Paoay, St Paul Metropolitan Cathedral di Vigan, dan Bantay Church adalah contoh gereja Ilocos yg khas dengan menara yang terpisah dengan bangunan utama gereja.

Bagian paling menarik di dalam San Agustin Church and Museum untuk dikunjungi pastilah bagian aula utama gereja. Gereja San Agustin yang bergaya baroque telah berdiri sejak 1606 sekaligus menjadi gereja pertama di Filipina yang dibangun dengan batu. Di dalam bangunan utama ini terdapat 14 kapel yang pilarnya ditandai dengan 14 ilustrasi Jalan Salib atau Via Dolorosa. Gereja San Agustin ini pula lah yang menjadi tempat pembaringan jasad penakluk Filipina asal Spanyol, Miguél Lopéz de Legazpi. Pusaranya berada di dekat altar dengan penanda sebuah patung perunggu yang berbaring di atas peti batu.

San Agustin Church

San Agustin Church

Tak henti-hentinya saya mengagumi setiap bagian San Agustin Church and Museum. Bagian gereja dan museumnya sama-sama membuat saya ternganga. Peninggalan-peninggalan sejarah era kolonial Spanyol dan modern dipelihara sama baiknya. Ceruk dinding asli dengan ornamen Aztec dari Mexico dari abad 16 masih bersanding kereta-kereta yang digunakan untuk mengangkut dekorasi semasa kunjungan Paus Johannes Paulus II di era modern.

Jika hanya ada sedikit waktu singgah ke Manila, San Agustin Church and Museum bisa dijadikan alternatif persinggahan terutama bagi ingin merasakan ‘time traveling’ ke zaman kolonial. Worth every peso, pare!.

Original Wall from Manila-Acapulco Galleon Trade Era

Original Wall from Manila-Acapulco Galleon Trade Era

Iglesia de San Agustin de Manila
General Luna Street, Intramuros, Manila
Admission Fee : 100 Peso

How to get there :

Naik LRT-1 (Yellow) dan turun di stasiun Central. San Agustin berada 1.1 Km dari stasiun Central ke arah barat. Alternatifnya turun di United Avenue Station yang berjarak 1.4 Km dari San Agustin melewati Rizal Park.

Madonna and Child

Madonna and Child

Pulpit

Pulpit

San Agustin Church

San Agustin Church

Santo Niño statue & Madonna and Child statue

Santo Niño statue & Madonna and Child statue

Ilustrasi Via Dolorosa

Ilustrasi Via Dolorosa

Red Brick Dome of Museum

Red Brick Dome of Museum

DSC01403

15 comments on “San Agustin, Corazón de Intramuros

  1. d'bolots
    January 16, 2014

    Ini gereja yg diujung itu kan, tempat kita leyeh2 manja sembari poto2 di aer mancur bukan sik ??

    • Sy Azhari
      January 16, 2014

      Bukan om, itu Manila Cathedral. Gereja yg pertama kita dapet mau masuk eh rame banget trus pertemuan pertama ama tukang becak yg berhasil meneror kita itu. Cedak gedung yg depannya ada kursi kayu kita pake leyeh2.

      • d'bolots
        January 16, 2014

        Oohh yg direnov itu ya … ketemu ama abang2 tukang becaknya lagi gak … kmrn kalo ketemu, bilangin dapet salam dari Abah … abahnya Euis, Ara, ama Agil …

  2. Halim Santoso
    January 16, 2014

    Kuereeenn….. Koridor gereja nya bikin ngiler >.<
    Btw foto yang terlanjur kejepret di ruang yg nggak boleh jeprat-jepret nasibnya gimana? Dihapus paksa ama petugas atau dicuekin?

    • Sy Azhari
      January 16, 2014

      Gak diapa-apain, Koh Halim. Diperingati aja. Gambar penandanya yg dari cat udah rada burem.

      • Halim Santoso
        January 16, 2014

        Waahh ini tips banget, suk ikutan pura-pura nggak tahu tandanya juga ah kalo nyasar ke sana hehehe

      • Sy Azhari
        January 16, 2014

        Ih, kamu ga boleh mencontoh perbuatan yg ga bener loh, koh

  3. yusmei
    January 16, 2014

    Koridor lantai duane keren…auranya dapet. Wajib kunjung ini

    • Sy Azhari
      January 16, 2014

      Wajib kunjung ini. Aku ya cuma 1.5 jam di sini karena sendirian, merinding masuk ruangan sepi-sepi banget.

  4. cumilebay.com
    January 17, 2014

    Gereja nya cakep banget, gw sempet ikut/melihat kebaktian anak2 yang lagi di baptis mengunakan bahasa tagalog🙂

    • Sy Azhari
      January 17, 2014

      Kamu ngeliat anak yg di baptis atau ngecengin para Misjdinar, mS? Jawab, mas…jawab!

  5. zou
    January 18, 2014

    Arsitekturnya sedap banget !!!

  6. Kartika Paramita Klara
    March 11, 2014

    Waaw ini…makin membuatku bimbang:
    ‘Akankah ku bulatkan tekad untuk menikmati semana santa 2014 di Filipina?’
    Rencana pengen visita iglesia di Manila, Cebu, dan pastinya Iloilo😀

    • Sy Azhari
      March 11, 2014

      Hayo, tekadnya dibulatkan. Hehehe. Aku yang bukan pemeluk Katolik sangat mengagumi gereja-gerja di sana.

      Ndak ke Ilocos sekalian, mbak? Di sana gereja tuanya bagus2 dengan menada yg terpisah dari bangunan utama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 16, 2014 by in Jalan-jalan, Luzon, Philippines, travel and tagged , , , .

#archives

#categories

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 268 other followers

Follow Eat│Play│Repeat on WordPress.com
%d bloggers like this: