Eat│Play│Repeat

Here, There, and Everywhere

How Par Villa Is Not Too Far, laaar.

Diorama

Diorama

Saat adik bungsu saya menapaki jenjang perkuliahan, saya pernah membuat janji padanya jika mencapai target IP tertentu akan saya bawa jalan-jalan. Dan ia berhasil mencapainya sehingga abang sulungnya ini mikir-mikir biar dompet suwek buat beli tiket. Demi menghindari bolong hingga ke dasar lubang dompet, dipilihlah maskapai yang saat itu sedang promo 2 bulan menjelang keberangkatan, ValuAir jurusan Singapore. Maskapainya murah, biaya hidup di sana yang waladalah.

Kira-kira seminggu sebelum keberangkatan, adek saya menyodorkan layar laptop ke saya dan berkata :

“Nanti kita ke sini ya, bang. Haw Par Villa”

Hah? Haw Par Villa? dimana itu? aku siapa? aku di mana? aku masih perjaka tidak?. . .

IMG_0770

“In Ever Loving Memory : Mr Aw Boon Haw”

Saya yang beberapa kali ke Singapore, walau lebih banyak transit < 24 jam, masih asing dengan nama Haw Par Villa. Karena masih asing, pastinya setelah itu cari tahu dong dengan GOOGLE, WIKIPEDIA, dan TRIPADVISOR. Melihat hasil pencarian di Google dan tulisan-tulisan blogger lain, saya gak tahan untuk segera tiba di sana.

Jadi apa sebenarnya yang ada di Haw Par Villa? Mari ikuti saya, Mbak Fenny. Taman yang diisi lebih dari 1000 patung dan 150 diorama (kata Tante Wiki) ini didirikan oleh Aw Boon bersaudara, Aw Boon Haw dan Aw Boon Par, pada tahun 1930-an. Aw Boon bersaudara ini merupakan pengusaha balsem kondang di Singapore, Tiger Balm. Dari kedua bersaudara tadilah taman ini mendapatkan namanya. Tujuan dibangun taman ini adalah untuk memperkenalkan nilai-nilai tradisional Tiongkok lewat cerita-cerita rakyat yang diwujudkan lewat diorama.

Lokasi taman sangat gampang dicapai dengan transportasi umum. Lagian, wilayah mana sih di Singapore yang gak gampang dicapai lewat transportasi umum?. Bagi yang menggunakan MRT North-East Line (Purple Line) dari Little India atau Chinatown bisa mengarah ke Harbourfront dan berganti ke Circle Line (Orange Line), Haw Par Villa berjarak 4 pemberhentian dari Harboufront. Sedangkan dari Bugis atau Raffles City bisa berganti jalur dari East-West Line (Green Line) ke Circle Line di Buona Vista Station. Haw Par Villa berada 3 pemberhentian setelah Buona Vista.

Diorama Nilai-nilai Kebajikan

Diorama Nilai-nilai Kebajikan

Kita yang di Indonesia dan besar tahun 1980-1990an pasti akrab dong dengan komik Siksa Neraka yang gambarnya menyeramkan cenderung vulgar?. Nah inilah yang bakal kita dapatkan di Haw Par Villa. Pengejawantahan cerita rakyat Tiongkok seperti White Snake Legend dan Journey To The West, yang serial TV-nya kondang di Indonesia, cenderung vulgar digambarkan lewat diorama. Ilustrasi darah, patung wanita berpakaian seksi, bahkan patung tanpa atasan hingga memperlihatkan payudara kerap termpaang nyata bukan buaian, citra kejut di sekeliling taman.

Ya gak semua bagian diorama diisi hal-hal yang berbau vulgar. Di sebuah bagian yang sepanjang dindingnya memuat diorama berisi nilai-nilai kebajikan tak terdapat hal yang sama. Biarpun gak vulgar, patung-patung tadi cukup memancing senyum karena diorama di bagian ini berisi patung-patung yang berpakaian di era retro. Ulasan tentang masing-masing kisah terpampang di sebuah meja batu berwarna merah dengan 4 bahasa pengantar: Melayu, Inggris, Mandarin, dan 1 lagi yang aksaranya tidak saya kenali.

Bagian ter-absurd dari taman ini adalah Ten Court Of Hell. Sayangnya, karena faktor usia kaki saya saat itu sedang sakit sehingga nggak bisa berjalan banyak dan singgah ke area berbentuk terowongan ini. Terlebih lagi Ten Court Of Hell ini berada di ujung lain taman yang cukup jauh dari area yang kami jelajahi sebelumnya. Dari yang saya lihat saat browsing, isinya 10 jenis hukuman di dalam neraka sesuai mitologi Tiongkok. Kalau mau lihat secara jelas isi terowongan Ten Court Of Hell, bisa dilihat di 2 blog ini :

Breastfeeding Pig

Breastfeeding Pig

Sejak tahun 1998, taman ini diambil alih oleh Singapore Tourism Board dan sejak 2001 pengunjung dibebaskan dari tiket masuk karena sepinya pengunjung saat taman memungut tiket masuk. Saat Chinese New Year kemarin, Haw Par Villa lumayan ramai perngunjung yang didominasi oleh keluarga dengan anak-anaknya. Selain ingin melihat diorama, taman ini juga bisa dijadikan alternatif berteduh dari teriknya matahari Singapura. Semoga selepas mengunjungi taman, anak-anak kecil tadi gak trauma gara-gara penggambaran vulgar dan brutal seisi taman. Hihihi.

Weird, bizzare, and whimsical. 3 words to describe this garden that deserved to visit for entertainment’s sake.

Haw Par Villa / Tiger Balm Gardens
262 Pasir Panjang Rd.
Jam operasional : 9 Pagi – 7 Malam (9 am – 7 pm)
Transportasi :
  • Haw Par Villa MRT Station (Circle Line/Orang Line), atau
  • Bis 51 dari North Bridge Commercial Complex/Bugis Junction, atau
  • Bis 143 dari Chinatown atau Orchard Road.
sthano to po... Haw Par Villa MRT Station

sthano to po… Haw Par Villa MRT Station

Topless Mermaid

Topless Mermaid

Journey To The West (Petualangan Kera Sakti)

Journey To The West (Petualangan Kera Sakti)

The Grateful Tortoise Story

The Grateful Tortoise Story

Itu polisi di atas pake rok tapi kumisan? ngana Iis Dahlia.

Itu polisi di atas pake rok tapi kumisan? ngana Iis Dahlia.

IMG_0775

White Snake Legend

White Snake Legend

IMG_0661

Duyung Riau

Duyung Riau

Si Sulung & Si Bungsu

Si Sulung & Si Bungsu

9 comments on “How Par Villa Is Not Too Far, laaar.

  1. nyonyasepatu
    February 27, 2014

    yang babi itu entah kenapa berasa “geli” hahaha

    • Sy Azhari
      February 27, 2014

      Kita pun juga ngeliatnya “geli”, mbak. Ga sempat baca ceritanya tentang apa itu patung.

      • nyonyasepatu
        February 27, 2014

        huhahahaha…………iya kan ya🙂

        Az…..kamu kalo ada niatan ke Myanmar or Laos, aku mau ikutan ya

      • Sy Azhari
        February 27, 2014

        Wiii, ada niatan mau ke sana mbak? Aku tahun ini belum ada sih. Rencana ke Siem Reap & Phnom Penh. Moga2 dikasih cuti.

      • nyonyasepatu
        February 27, 2014

        pengen banget Az tapi aku gak punya temen jalan nih, jadi kalau kamu kira2 mau kesana aku ngikut deh haha

  2. yusmei
    February 27, 2014

    Aku juga baru tahu ada tempat itu. Agak aneh, tapi bagus. Tapi itu kenapa duyungnya tambah satu ya dan gak pas gitu ya🙂🙂

    • Sy Azhari
      February 27, 2014

      Lumayan buat berteduh dan menghibur juga loh cerita-cerita di sini. Pun si taman ini cukup informatif. Ya itu duyung impor dari Riau, makanya lain sendiri.

  3. johanesjonaz
    February 28, 2014

    aku nggak pernah ke Singapore…😦

  4. buzzerbeezz
    March 8, 2014

    Walahhh.. Berapa hari itu duyung riau berenang sampai ke How Par? :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on February 27, 2014 by in Go-Sees, Jalan-jalan, Singapore, travel and tagged .

#archives

#categories

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 268 other followers

Follow Eat│Play│Repeat on WordPress.com
%d bloggers like this: