Eat│Play│Repeat

Here, There, and Everywhere

Market Value : Armcorp Mall’s Flea Market

Kalau ditanya berapa kali saya terbang ke Kuala Lumpur, mungkin jumlah jari-jari di kedua tangan ini gak cukup menunjukkan jumlah penerbangan saya ke kota yang lazim disebut dengan KL. Coba pertanyaan tadi diganti : “berapa kali saya pernah menjelajah Kuala Lumpur?”. Tak sampai jumlah jari di tangan kanan. Penerbangan terakhir di pukul 9.30 malam dari Medan biasanya saya sambung dengan penerbangan pagi buta ke tujuan lain. Tak jarang petugas imigrasi memberi rolling-eyes melihat stempel imigrasi Malaysia di paspor saya.

Kuala Lumpur ibarat anak tetangga yang berulangkali menggoda saya tapi tidak pernah diberi kesempatan untuk saya kenal lebih jauh, dengan anggapan penerbangan ke sana akan selalu ada dan akan selalu murah. Keputusan untuk menjelajah Kuala Lumpur saya ambil karena long weekend Jumat Agung dan promo Firefly terlalu menggoda saya untuk kelayapan ditambah harga tiket tujuan lain yang sudah membumbung tinggi.

Seperti kota lain yang akan saya kunjungi, 2 hal pertama yang saya survei adalah topik mengenai makanan dan pasar. Saya antusias mencari berita di internet tentang pasar akhir pekan yang menarik di KL yang daya tariknya menggoda saya seperti Chatuchak Weekend Market di Bangkok, Dong Xuan di Hanoi, ataupun Legazpi Sunday Market di Manila. Hasilnya gampang-gampang susah untuk ditelusuri karena ada beberapa weekend market yang buka tidak rutin kecuali satu nama besar : Armcorp Mall’s Flea Market.

photo 1

Pasar loak di mall?. Apa menariknya pikir saya. Mall lagi mall lagi. Tapi melihat lokasinya yang di pinggir kota namun berada di 1 jalur LRT dari hostel membuat saya memberikan kesempatan menjelajah ke daerah Petaling Jaya tempat Armcorp Mall berada. Armcorp Mall berada di daerah Petaling Jaya, sekitar 10 km arah barat laut pusat kota Kuala Lumpur. Cara tergampang mencapainya dengan angkutan umum adalah menggunakan LRT Kelana Jaya Line dan turun di stasiun Taman Jaya. Akibat pembangunan mal-mal baru di pusat kota, Armcorp Mall kini tampak sepi tanpa kehadiran merk-merk besar dan dikunjungi warga sub-urban sekitarnya. Pemandangan tadi saya perhatikan saat melewatinya semasa perjalanan dari Subang Airport ke pusat kota KL.

Suasana membosankan tadi berubah saat akhir pekan tiba. Orang-orang lokal setempat yang didominasi orang-orang tua berusia di atas 50 tahun membuka lapak dagangan dari lantai Lower Ground hingga lantai 3, dari teras mall hingga selasar sekitar atrium. Barang dagangan di sini pun beraneka ragam mulai dari kuih-kuih nyonya, mainan, perkakas rumah tangga, knick-knack, sampai dengan komoditi yang membuat saya tergoda untuk singgah ke sini : CD lagu-lagu lama, komik-komik  bekas, dan piringan hitam.

Awalnya saya skeptis karena tidak ada yang menarik dari barang dagangan penjual-penjual di lantai dasar dan lantai 1. Barang yang dijual seperti tas, aksesoris, bros, dan sepatu sepertinya lebih cocok menyasar gadis-gadis ABG dan Mahmud (Mamah-mamah Muda). Seakan kecewa dengan 2 lantai tadi, saya memutuskan untuk pulang sebelum akhirnya saya kesasar di lantai paling bawah. Di sini lah saya seperti Charlie memasuki Chocolate Factory atau kontestan Stylista memasuki closet majalah Elle US.

Meja-meja di lantai Lower Ground dipenuhi barang-barang antik seperti yang saya bilang di atas : CD, komik, piringan hitam, dan… LASER DISC. Tak hanya medianya yang dijual, di pasar loak ini ternyata mereka masih menjual LD Player dan Gramophone untuk memutar media tadi. Saya pun tak ayal lagi untuk memilah-milah CD yang rata-rata telah disusun sesuai abjad oleh para penjual berharap menemukan sesuatu yang klasik dari masa lalu. Untuk CD single rata-rata dijual dengan harga 3-4 Ringgit, sedangkan CD album dijual seharga 6-20 Ringgit sesuai kondisi. Semua harga tadi bisa ditawar dan ga pake ngotot-ngototan. CD soundtrack Love Actually yg saya beli sebenarnya dihargai 12 Ringgit namun bisa saya tebus hanya dengan 10 Ringgit. Bahkan paman penjualnya membungkusnya dengan plastik agar tampak baru. Yang mengherankan di sini, CD dari penyanyi Indonesia dibanderol lebih tinggi dari penyanyi lokal ataupun barat. CD Cokelat yang Rasa Baru dijual seharga 20 Ringgit, hampir 2 kali lipat harga CD kebanyakan.

photo 2(1)

Selain memanjakan pecinta musik lewat koleksi CD bekas maupun piringan hitam, di Armcorp Mall Flea Market juga ikut dijual buku-buku dan komik bekas dari beraneka ragam bahasa. Tak jarang komik Marvel bersebelahan dengan novel berbahasa Melayu ataupun Mandarin. Penggiat filateli dan penggemar numismatik bisa bergirang hati di sini. Perangko-perangko edisi jadul serta uang kertas dan koin Malaysia bisa ditemukan di sini.

Yang juga turut dimanjakan oleh kehadiran pasar loak di sini adalah pecinta kamera-kamera tua. Beberapa meja tampak diisi dengan kamera serta aksesoris jadul seperti rol film. Di satu meja tampak seorang bapak tua yang sedang membersihkan koleksi kameranya yang tergolong variatif dengan sehelai kain. Ekspresi wajah Akong tadi sepertinya ia sangat menyayangi koleksi kamera tuanya.

Pemandangan menyenangkan di pasar loak ini bukan hanya dagangannya namun profil para penjual yang terhitung usia-usia pensiun. Mereka menghabiskan masa tuanya dengan cara yang produktif. Selain aktif berjualan, mereka pun mengisi waktu dengan mengobrol sesama penjual atau pelanggan yang sepertinya sudah akrab dengan mereka. Jadi jangan heran bila suara gelak tawa dan obrolan dengan volume suara yang tinggi terdengar di tengah-tengah pasar.

Armcorp Mall memang tidak semegah Suria KLCC atau mal-mal di sekitar Bukit Bintang. Namun, kegiatan akhir pekan di sana yang sudah dimulai sejak 1998 sudah kadung mencuri hati saya untuk berniat singgah lain waktu. Apalagi ketika adik bungsu saya melihat mainan-mainan Star Wars dan Hot Wheel edisi truk M&M ikut dijual di sana dan langsung teriak… “Kenapa gak dibeli? Itukan limited edition. Adek mau ikut lagi ke sana lah”. Yah, alamat jebolin kartu kredit dan dompet lagi ini naga-naganya.😦

Armcorp Mall’s Flea Market
LG, 1st Floor, 2nd Floor and 3rd Floor, Amcorp Mall,
18 Jalan Persiaran Barat, Off Jalan Timur, Petaling Jaya.
Opening Times : Sat-Sun, 10am-6pm
Across Taman Jaya LRT Station (Kelana Jaya Line)
 
CD original Cokelat seharga 20 Ringgit

CD original Cokelat seharga 20 Ringgit

Pilah-pilih

Pilah-pilih

IMG_3846

IMG_3878

IMG_3864

Laser Disc?

Laser Disc?

14 comments on “Market Value : Armcorp Mall’s Flea Market

  1. neng fey
    May 7, 2014

    gw naksir pajangan2nyaaa…

    • Ari Azhari
      May 7, 2014

      Lah gue juga mpok. Banyak banget yg gatel pengin dibeli. Terbentur di dompet tapinya

  2. nyonyasepatu
    May 7, 2014

    Mau dong ditraktir hihi

    • Ari Azhari
      May 9, 2014

      Traktir tiket KL tuker traktir Bebek Slamet setahun ya, mbak :p

  3. Gusti 'ajo' Ramli
    May 8, 2014

    Wah ternyata masih ada yg jual rol film jadul…

  4. cumilebay.com
    May 8, 2014

    Kak … ajak aku dong ke KL, biar jariku juga bisa berhitung berapa kalia ku ke KL hahaha

    • Ari Azhari
      May 10, 2014

      Widih, Mas Cumi mah diajak ke KL ntar malah cari jari orang buat dihitung. Hahahaha

  5. Halim Santoso
    May 8, 2014

    Oh my… OST Love Actually!!! Kokoh kapan ke KL lagi? Nebeng masuk tas donk😛

    • Ari Azhari
      May 9, 2014

      Nanti aku mesti beli bagasi yang 70 kg dong kalau gitu :)))

  6. yusmei
    May 8, 2014

    Aku KL juga tahunya cuma penginapan dan petronas. Belum sempat dan kurang niat muter2. Tapi boleh deh dicoba ke sini, kayaknya asik

    • Ari Azhari
      May 9, 2014

      Malam sebelumnya aku ke KLCC dan Bukit Bintang. Stress liat orang banyak. Ke daerah pinggiran sepi banget dan tamannya gede-gede…tapi horor karena sepi.

  7. gingerbreadandtea
    May 8, 2014

    iyaaa kenapa ga dibeli hot wheel mnm nyaaaa huhu lucu banget!! duh jual kertas foto polaroid jadul juga ga ya si Akong? :((((

    • Ari Azhari
      May 9, 2014

      Abisnya harganya lumayan itu. 30 Ringgit. Kayaknya masih jual deh itu kertas polaroid, mereka jual kamera polaroid sekalian tetek-bengeknya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 7, 2014 by in Go-Sees, Malaysia, travel and tagged , , .

#archives

#categories

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 268 other followers

Follow Eat│Play│Repeat on WordPress.com
%d bloggers like this: