Eat│Play│Repeat

Here, There, and Everywhere

Gastrobar Botanico, Oasis Teriknya Langit Phnom Penh

IMG_6496

Satu hal yang saya sepelekan dari perjalanan ke Kamboja beberapa bulan yang lalu adalah cuacanya. Letaknya yang  di antara garis khatulistiwa dan Tropic of Cancer membuat saya berasumsi bahwa cuacanya tak jauh beda dengan kota-kota lain di Asia Tenggara. Dan, nyatanya saya salah besar. Memasuki pertengahan tahun, suhu udara di Phnom Penh bisa mencapai 40 derajat Celcius. Pfiiuhhh. Keluar dari Phnom Penh International Airport pada pukul 8 pagi pun sudah harus siap-siap mengucurkan peluh karena disambut suhu yang ekstrem.

Sinar matahari yang terik dikombinasikan dengan usia dan minimnya waktu untuk beristirahat –terlebih setelah 13 jam transit dan pecicilan di Singapura– membuat saya enggan menjelajahi Phnom Penh sepenuhnya. Grand Palace dan National Museum saya coret dari daftar tempat yang ingin dikunjungi. Yang saya inginkan sepulang dari Tuol Sleng Genocide Museum tengah hari itu adalah makan siang dan berteduh. Dua hal tadi bisa dilakukan di Gastrobar Botanico.

small path to patio

small path to patio

Jauh-jauh hari sebelum berangkat ke Phnom Penh –dan hampir gagal akibat Value Air yang batal terbang dari Medan ke Singapore–, saya sudah membulatkan tekad untuk makan siang atau sekadar merienda di tempat yang sedang naik daun di kalangan food blogger Kamboja ini. Gastrobar Botanico terletak di distrik hits Phnom Penh bernama Boeng Keng Kang, atau yang lebih dikenal dengan BKK, dan dapat dicapai dengan berjalan kaki 400 m ke arah selatan dari Independence Monument.

Butuh ketelitian untuk menemukan pintu masuk restoran yang hanya berupa pintu kayu yang dipenuhi tumbuh-tumbuhan. Lorong kecil akan menuntun kita dari pintu masuk menuju sebuah patio yang dipenuhi puluhan bahkan mungkin ratusan jenis tanaman. Nah, di tengah-tengah patio inilah, Gastrobar Botanico berada. Tempat duduknya tamu ada yang berupa sofa, kursi, atau long bar dan pastinya dikelilingi hijaunya dedaunan.

Menu yang disajikan kebanyakan bertemakan Asian Fusion & Western. Berbagai jenis sandwich, burger, dan fritters tersedia di kertas menu yang sederhana dan berwarna hitam-putih. Brunch pun diakomodasi dengan menu breakfast set seperti muesli-yoghurt-buah, egg breakfast set, atau croissant. Yang tergolong unik di sini adalah menu Tapas yang berasal dari Spanyol namun menggunakan bahan-bahan dan menu dari Asia, sebut saja Shanghai dumpling, kaki ayam, tempura, maupun spring roll. Sebagai teman bersantap, Gastrobar Botanico menyediakan Fresh Juice, Bir, Wine, Cocktail, dan kopi dari Illy.

Creamy Mushroom with Roasted Onion and Melted Gouda Cheese

Creamy Mushroom with Roasted Onion and Melted Gouda Cheese

Untuk menu makan siang saat itu, saya memesan Creamy Mushroom Burger dan 2 porsi jus sayur-buah (umbi bit, seledri, lemon, dan jeruk). Creamy Mushroom Burger-nya cukup mengenyangkan terutama dengan adanya lelehan keju Gouda, french fries, dan simple salad yang terdiri dari romaine lettuce, red lettuce, & aragula berbalut saus vinegar. Karena porsi burger yang mengenyangkan dan 2 gelas jus sayur-buah pelepas dahaga namun bikin kembung, saya urung untuk memesan dessert atau snack… atau segelas mojito :p Kekurangan dari tempat ini adalah sofa-sofanya yang sedikit terlihat kurang terawat dengan bau lembap. Untuk harga yang dibebankan untuk makanan masih dalam ukuran moderat. Harga burger sekitar US$ 5-7, Breakfast set mulai dari $2, air mineral $ 0,5, soft drink dan beer mulai dari $2.

GASTROBAR BOTANICO
#9b, Street 29 (near Sihanouk Blvd), Phnom Penh, Cambodia
Facebook Page
 
IMG_6491
IMG_6495
IMG_6478
Signange

Signange

Menu

Menu

7 comments on “Gastrobar Botanico, Oasis Teriknya Langit Phnom Penh

  1. cumilebay
    October 27, 2014

    Kak … mmg usia nya brp ??? kok usia berpengaruh terhadap panas hahaha #Lumer

  2. fanny fristhika nila
    November 21, 2014

    cuaca di Phnompenh emg luar biasa mas ..Aku pulang dr sana lgs kena radang tenggorokan ampe 2 minggu -__-. Udh panas, kering berdebu pula…

    Ih aku mlh ga tau ada restoran ini…tau gitu abis panas2an dr tuol sleng aku mkn di sini…

    • Ari Azhari
      November 22, 2014

      Waduh, sama dong Mbak Fan. Aku pas di Siem Reap kena radang. Di Siem Reap lebih dahsyaattt cuacanya. 40 derajst celcius.

  3. yusmei
    December 1, 2014

    Ampun koh, masuk ke blog-mu berat banget ya, pake muter2 lama banget. Ternyata beneran ngeblognya udah dua bulan lalu, udah hampir lumutan inih.😀 ..eh tapi iki tempate asik yo, ngertio mbiyen mampir

  4. ceritariyanti
    February 9, 2015

    Hahaha pengalamanku kepanasan di kamboja adalah kulit belang lama banget hahaha… bener2 udah kayak zebra. Tapi kalo desember/januari dingin lho dan kalo musim ujan waaaaa… kayak aer tumpah dari tong di langit😀😀😀
    tempat hangout-nya kudu dicobain… asli asiiik….

    • Ari Azhari
      February 9, 2015

      Kemarin ilangnya kulit belang2 sempet sebulan juga loh, mbak. Apalagi Siem Reap jg sekitar 40. Selain di Gastrobar, di Brown juga enak loh.

      • ceritariyanti
        February 9, 2015

        Waaaa… mesti ngelist daftarnya niiiy… ntar kalo ke PP lagi musti nyobain satu-satu deh… biasanya cuma brenti di wr bali😀😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 12, 2014 by in Cambodia, F&B, travel, Western and tagged .

#archives

#categories

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 268 other followers

Follow Eat│Play│Repeat on WordPress.com
%d bloggers like this: