Eat│Play│Repeat

Here, There, and Everywhere

Xian, Jatuh Cinta pada Kunyahan Pertama

Muslim Quarter & Bell Tower

Muslim Quarter & Bell Tower

Xian memang terkenal sebagai rumah dari Emperor Qin’s Terracotta Army & Horse. But, that’s 45 km outside the city wall. Inside the wall, Muslim Quarter is crown jewel. Posisinya sebagai ujung timur Jalur Sutra membuat Xian sudah didatangi penjelajah dari Timur Tengah dan Asia Tengah ratusan tahun lalu. Gak heran kalau makanan di Xian lebih ‘warna-warni’, kaya bumbu, and more Sapi-less Babi.

Setelah siangnya tersesat di belantara gedung-gedung tinggi dan jalanan Chongqing yang naik-turunnya cadas, penerbangan yang ditunda 3 jam dari Chongqing ke Xian, dan 1 1/2 jam perjalanan yang diisi turbulensi, rasanya saya gak punya energi lagi untuk menikmati liburan. Nasib sial gak berhenti di situ. Metro (Subway) sudah tidak berjalan lagi karena saya tiba terlalu malam. Pukul 11.30 malam dan suhu udara -2 derajat Celcius dan saya memutuskan untuk berjalan kaki karena hanya 800 meter. Sepanjang perjalanan, saya menjumpai banyak pedagang makanan yang masih berjualan dan kebanyakan bertuliskan “HALAL”, dihiasi aksara Hijaiyah, atau ibu penjualnya yang memakai kerudung di setiap persimpangan. Ya udah sik, tanpa pikir panjang langsung eksekusi makanan yang kebanyakan berupa sate kambing, sosis, cumi, atau ikan ditaburi cabe kering dan olesan Mala Sauce khas Sichuan. Begitu suapan pertama, langsung hilang semua kesal gara-gara penerbangan yang molor tadi. Di persimpangan lain, ada penjual jus buah pir dengan campuran Jujube dan jamur kuping putih yang disajikan hangat. Arrrghhhhh..belum ada 15 menit menginjak pusat kota Xian, saya udah begitu yakin bakal jatuh cinta apalagi kalau bukan berkat makanannya.

Colorful Dried Fruit at Muslim Quarter

Colorful Dried Fruit at Muslim Quarter

Euforia. Begitu yang saya rasakan saat hasil googling mendapati kumpulan makanan halal bernama Muslim Quarter di Xian. Bahkan, teman seperjalanan (dan satu-satunya) saat tur Terracotta Army, Laura, tergoda oleh cerita saya dan mengajak ke sana sepulang tur kami. Saya senang sekaligus bingung. Senang ada tandem berkeliling dan bingung karena dia vegetarian. Walaupun Laura masih makan ikan dan telur, Muslim Quarter didominasi oleh sapi dan kambing.

Lokasi Muslim Quarter tak sulit untuk ditemukan. Tepat di belakang Drum Tower (bangunan kembaran Bell Tower). 200 meter dari Zhonglou Metro Station (Line 2). Dengan kata lain, Muslim Quarter tepat terletak di jantung Bukit Golf Mediterania kota Xian. Luasnya sekitar 3 blok dengan ratusan pedagang baik yang mempunyai kios permanen maupun yang berdagang dengan hawker style. Atmosfer unik langsung terasa begitu memasuki Muslim Quarter. Aromanya terasa seperti Timur Tengah, namun sekelilingnya masih terasa oriental. Para penjual memakai atribut penganut Islam seperti peci dan jilbab di bawah kios mereka yang berhias kaligrafi huruf Arab.

Feeling happy after finding warm Pome juice

Feeling happy after finding warm Pome juice

Rasanya sulit untuk menutup rahang ketika menjelajah Muslim Quarter. Antara kagum dan lapar. Setiap langkah adalah dipenuhi temuan makanan baru. Setiap langkah dipenuhi antusiasme sekaligus was-was dengan isi dompet. Laura yang saya kira mengalami kesulitan memilih makanan justru terlihat lebih antusias dari saya. Rasanya gak kaget begitu dia bilang: “I want to come back tomorrow morning and spend a whole day here. I guess i’m in love with this place“. Perasaan yang sama yang saya rasakan dan rencana yang sama dengan isi kepala saya. Besok siangnya, saya pun kembali menjelajah Muslim Quarter hingga sore hari sebelum terbang kembali ke Indonesia malam harinya. Dari yang manis sampai yang pedas-asin, yang dibakar ataun direbus, inilah daftar 9 kudapan pilihan saya yang bikin blenger dari Muslim Quarter :

  • SKEWERED STUFF

Sosis, ikan, sotong, sapi, jeroan, telor puyuh, kambing… you name it. Penjual sate-satean ini paling banyak menghiasi atmosfer street food di Xian. Di luar Muslim Quarter, tak jarang yang menjual sate daging babi. Penyajiannya sederhana: sate dibakar dan diolesi Mala Sauce. Buat yang suka pedas bisa minta ditaburi bubuk cabe yang biasa ditawarkan si penjual. Harganya bervariasi dari 2 Yuan hingga 7 Yuan tergantung bahan makanannya. Biasanya nih para penjual sate menjadikan tusuk sate sebagai ajang pamer hasil jualannya. Jadi jangan heran kalau di sebelah penjualnya ada ‘menara’ yang dihiasi ratusan tusuk sate yang sudah terjual hari itu.

Te Sate

Te Sate

Fried Egg with Mala Sauce

Fried Egg with Mala Sauce

  • SPICY PEANUT (?)

Entah apa nama resminya, tapi wujudnya adalah kacang tanah goreng yang dicampur dengan gilingan cabe kering dan bongkahan sichuan pepper yang mirip andaliman dari Tapanuli. Walaupun wujudnya merah membara, tapi rasanya tidak sepedas yang dibayangkan. Cenderung gurih malah. Namun, lidah rasanya getir jika tergigit sichuan pepper. Sensasi yang bikin saya menghabiskan sebungkus 500 gr dalam waktu 1 malam :p

  • ROU JIA MO

Atau yang lebih dikenal dengan istilah Chinese Hamburger. Makanan ini memang berasal dari Xian dan sudah populer di daratan Tiongkok. Kalau daerah lain biasanya berisi daging babi, di Xian banyak penjual mengisi Rou Jia Mo dengan sapi atau kambing dengan siraman Mala Sauce khas Sichuan.

Makanan ini adalah yang paling populer di Muslim Quarter. Teriakan “Rou Jia Mo…Rou Jia Mo” di depan kios yang dipenuhi foto anybody who is anybody yang pernah singgah ke tempat mereka. Persaingan penjual Rou Jia Mo terlihat kompetitif, sampai-sampai untuk menikmatinya kita mesti mengantri di beberapa kios walaupun tak jarang juga ada kios Rou Jia Mou yang minim pengunjung.

Ruo Jia Mou Queue

Ruo Jia Mou Queue

Rou Jia Mo

Rou Jia Mo

  • PERSIMMON CAKE

Dari namanya, pastilah bisa diyakini kalau makanan ini terbuat dari Buah Kesemek. Buah kesemek yang diolah bersama tepung digoreng dan menghasilkan makanan dengan tekstur sticky dan rasanya yang manis dengan berbagai isian di dalamnya: kismis, kacang merah, walnut, kacang tanah, wijen, osmanthus, almond, dan biji bunga matahari. Harganya cukup terjangkau, 3 Yuan (Rp. 6.000) untuk 2 buah. Ada juga yang dijual dalam kotak dengan isi 6 buah seharga 20 Yuan/kotak. Kudapan ini cocok banget buat yang punya sweet-tooth.

Persimmon Cake Kiosk

Persimmon Cake Kiosk

Persimmon Cake

Persimmon Cake

  • YANGROU PAO MO

Item yang satu ini adalah ikon dari Xian berupa sup daging kambing yang disajikan dengan sayuran, mie, dan sobekan-sobekan kecil roti. Warung-warung di sepanjang Muslim Quarter umumnya menyediakan menu yang satu ini karena merupakan yang paling populer. Buat yang gak suka kambing, bisa diganti dengan daging sapi (Niurou Pao Mo).

Tips dari orang lokal : usahakan sobekan rotinya bener-bener kecil biar cepat lembut di dalam kuah sopnya. Roti yang digunakan sebagai teman pendamping sup ini memang kerasnya luar biasa dalam kondisi normal. Remah-remah roti dengan diameter 1 cm pun cukup lama untuk berubah tekstur di dalam sup.

  • WANDOU GAO

Salah satu snack yang paling mencolok terlihat karena warnanya yang gonjreng kuning-merah adalah Wāndòu Gāo. Beras ketan rebus dengan topping kacang merah dan saus jujube yang wangi ini dijual dengan harga 3 Yuan. Selain warnanya, cara penyusunan makanan seperti es krim popsicle bikin pengunjung penasaran makanan apa sih yang dijual.

A Cute Wandou Gao Seller...

A Cute Wandou Gao Seller…

Warm & Fresh Pome Juice

Warm & Fresh Pome Juice

  • POMEGRANATE JUICE

These freshly pressed Pome Juice are ubiquitous. Jus dari biji-biji delima yang kecut ini disajikan hangat. Entah karena ini lagi musim dingin Xian atau memang begitu juga di musim panas…entahlah. Yang pasti jadi pelepas dahaga dan penghangat tubuh. Kalau gak suka asam boleh dicoba jenis minuman lain, yaitu…

  • HOT PEAR & JUJUBE JUICE

Sari buah pir yang direbus dengan tambahan air, potongan jujube atau kurma merah Cina (Jujube), gula batu, dan terkadang dengan tambahan jamur kuping putih ini juga cocok dikonsumsi sebagai teman jalan-jalan di musim dingin. Sayangnya, gak semua penjual punya standar rasa yang sama. 3 kali saya beli, yang pertama cukup berasa buah pir & manisnya gula batu namun 2 yang lain terasa hambar. Gak cuma di Muslim Quarter, penjual jus ini terdapat di penjuru kota Xian seperti di daerah Bell Tower, Beidajie, Nandajie, atau sekitar tembok kota.

  •  GULA-GULA

Ini bukan judul lagunya Umi LV Sukaesih. Jejeran confectionary mengandalkan atraksi pembuat permen bermain dengan adonan hingga menjadi jejeran varian permen dari yang berlapis kacang tumbuk hingga kepingan almond dengan rasa karamel ataupun jahe. Harga sekotaknya bervariasi, umumnya sekitar 15-20 Yuan.

2 hari di musim dingin yang notabene bikin perut cepat lapar ternyata tidak cukup untuk icip-icip sebagian besar makanan di Muslim Quarter. Yep, 9 jenis di atas memang masih sebagian kecil, loh. Walaupun hanya terdiri dari 3 blok, variasi makanan di sini cukup memuaskan terlebih lagi sifatnya yang halal dan berani bumbu dibanding bagian Tiongkok lainnya. 7 hari terlunta-lunta makan roti dan buah melulu dari Kunming, Lijiang, hingga Chengdu terus ketemu yang begini di Xian…rasanya pengin mengulang perjalanan dari awal namun bermula dari Xian dan bungkus semua yang bisa dibungkus :p

 Untuk referensi jenis kuliner lain di Muslim Quarter, bisa dicek-cek ombak di sini ya :

  1. Chilies, Noodles, and Lamb: 11 Must-Eat Dishes in Xi’an From the Muslim Quarter and Beyond
  2. Xian Muslim Quarter (Beiyuanmen Street)

  3. The Foods of Xi’an Muslim Quarter

Gula-gula

Gula-gula

Hot Pear Jiice & Jujube

Hot Pear Jiice & Jujube

Wandou Gou

Wandou Gou

I want candy!!

I want candy!!

Bell Tower of Xian. Muslim Quarter is just right behind it.

Bell Tower of Xian. Muslim Quarter is just right behind it.

18 comments on “Xian, Jatuh Cinta pada Kunyahan Pertama

  1. Dita
    May 18, 2015

    akhirnya idolaku nulis lagiiii😛
    baca postingan ini sukses bikin terngiang-ngiang……
    suara Fenny Rose sama lagu Gula2-nya LV Sukaesih x)))) *jedot2in kepala*

    • Ari Azhari
      May 18, 2015

      Kaaaak, kenapa ingat suara Fenny Rose sih? 😭😭😭

    • noerazhka
      May 21, 2015

      IDOLAKU !!!

      Dita, kamu sadar pas nulis ini ?! Hihihihi ..😀

      • Ari Azhari
        May 21, 2015

        Mungkin dia abis kekenyangan itu.

      • Dita
        May 22, 2015

        HAHAHA!!
        itu trik biar aku kalo Medan ditraktir kaaaak x)))))

  2. cumilebay.com
    May 18, 2015

    Aish akhirnya kakak ganteng posting lagi, kirain dah lupa haha #piss
    Aku waktu ke sana kok agak2 kurang sreg nyoba2in makanan nya, takut keenakan ada campuran b2 nya haha.

    • Ari Azhari
      May 18, 2015

      Akhirnya menyempatkan diri post yg udah di Draft hampir 3 bulan, mas. Aku cuma di Xian aja nih yg enjoy, krn makanannya Halal semua di Muslim Quarter. Di kota lain ga selera makan.

  3. Dian Rustya
    May 19, 2015

    *Membaca postingan ini sambil nelen ludah pas ngliat foto-foto makanannya*

    • Ari Azhari
      May 20, 2015

      Mbak Dian juga bayangkan aku yg harus nulis ini sambil membayangkan pengalaman makannya. Wetengku kencot maning, mbok.

  4. noerazhka
    May 21, 2015

    Noted! Bisa jadi referensi tempat makan halal kalo ntar ada kesempatan ke Xian. Kaya sebelom-sebelomnya, Penang, Chiang Mai, nyontohnya ke blog ini mulu. Hihihihi ..😀

    • Ari Azhari
      May 21, 2015

      Alhamdulillah. Makasih banget sudah diakui sebagai referensi makanan halal dalam berjalan-jalan. Makin mengukuhkan namaku dalam blantika traveling syariah dong ya
      *pake peci*

  5. Halim Santoso
    May 26, 2015

    Kohhh ini belum ada lanjutannya ya? Pingin baca review hotel yang itu tuh😀

    • Ari Azhari
      May 26, 2015

      Anu, mas…belum tau mau ditulis hotelnya apa nggak. Wong kemarin cuma numpang tidur 1 malem tok.

  6. Badai
    May 26, 2015

    Padahal sengaja baca postingan ini abis makan siang, tapi tetep aja air liur bergelora membaca deskripsi dan melihat foto2nya! Tanggung jawab, koh!

    *cantumin kuliner Xian ke bucket list*

    • Ari Azhari
      May 26, 2015

      Kamu ndak usah cantumin kuliner Xian jd bucket list. Kuliner Medan aja belum direalisasikan. Tong hilap janji-janjimu, kang.

  7. Efenerr
    July 28, 2015

    *langsung ke Glodok*

    • Ari Azhari
      July 28, 2015

      Yg di Glodok agak Halalan Toyyiban, chan :p

  8. fanny fristhika nila
    April 16, 2016

    aku nyesel pas ke cina cuma ke beijing tok.. Mana makanan halal susah gila nemunya -__-… di xian trnyata banyak gini ..😀.. kayaknya kalo kesana lagi, cuma mau kulineran doang di xian nih ^o^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 18, 2015 by in China, F&B, Go-Sees, Tradisional and tagged , , , , , , .

#archives

#categories

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 268 other followers

Follow Eat│Play│Repeat on WordPress.com
%d bloggers like this: