Eat│Play│Repeat

Here, There, and Everywhere

Diberkahi Saat Kembali ke Kolam Abadi

2 tahun belakangan, namanya sangat familiar di telinga masyarakat Medan dan sekitarnya. Kolam Abadi bahkan mengalahkan popularitas “pemain lama” seperti Sembahe dan Sibiru-biru. Lokasinya yang kurang dari 60 km dari pusat Kota Medan mungkin menjadi salah satu daya tarik wisatawan lokal yang kemudian membanjirinya setiap akhir pekan. Tak butuh banyak sumber daya seperti uang dan waktu untuk menikmati hot spot yang berada di Kabupaten Langkat ini.

Kolam Abadi

Kolam Abadi

Sekitar setahun yang lalu, saya mengiakan ajakan seorang teman yang sudah pergi berulang kali membawa rombongan-rombongan kantor, lingkar pertemanan, atau keluarga ke Kolam Abadi. Karena masih asing di telinga, saya minta beberapa gambar sebagai referensi. Godaan gambar sungai berwarna biru bening di antara tebing batu dan pepohonan hijau tak bisa saya elakkan.

Kolam Abadi sendiri adalah sungai dangkal dengan arus yang tidak seganas Bukit Lawang. Untuk mencapainya dari jalan raya, kita harus trekking sekitar 15-20 menit melewati pepohonan karet/rambung dengan kontur jalanan yang naik turun. Sebelum sampai di sungai, jalanan berubah menjadi sangat curam dengan kemiringan sekitar 60-70 derajat yang syukurnya sudah diakali dengan disediakannya bambu atau tali tambang sebagai media penyangga tubuh untuk naik/turun.

Sayangnya, kami datang saat Minggu menjelang siang. Lumayan banyak manusia yang berjubel mengunjunginya walaupun masih banyak ruang untuk bergerak menikmati dinginnya air sungai dan sejuknya udara. Masalah klasik tempat wisata di Sumatera Utara (dan mungkin juga Indonesia pada umumnya) tak terelakkan di sini : jumlah wisatawan berbanding lurus dengan penampakan jumlah sampah yang dibuang sembarangan. Memang jarang terlihat sampah yang ikut ‘nebeng’ aliran sungai, namun gunungan sampah di atas tebing sangat mengganggu mata dan hidung. Apalagi sampah di sana didominasi oleh kertas pembungkus makanan berikut makanan sisanya dan wadah mie instant dari styrofoam. Masalah klasik lain yaitu kehadiran tenda plastik biru hampir tidak ditemukan di Kolam Abadi. Ya, siapa juga yang mau bikin warung di bibir tebing curam nan licin. Beberapa warung atau asongan di sini bisa ditemukan di area tempat parkir atau di tengah-tengah hutan, walaupun tak jarang juga yang berjualan tak jauh dari jembatan sebelum turunan ke sungai.

Crystal Clear Water

Crystal Clear Water

IMG_2079

Chillax. Chill-out & relax

Setahun menjelang, saya menerima ajakan rombongan teman-teman dari luar kota yang ingin mengunjungi Kolam Abadi hingga ke air terjunnya. Mau bandingkan dengan Green River di kota mereka katanya… hehehehe. Waktu kedatangan mereka saat long weekend Jumat Agung bikin saya was-was, jangan-jangan Kolam Abadi berubah jadi ‘cendol’ seperti di Goa Pindul yang penuh sesak akan pengunjung. Strategi berikutnya pun diambil dan diputuskan kalau kita berangkat jam 7 pagi dari Medan (diselingi oleh sarapan pagi di Bihun Bebek Asie).

Pukul 10 pagi, rombongan kami yang terdiri dari 6 orang tiba di salah satu pos penyedia jasa guide di Kolam Abadi. Di sepanjang jalan memang ada beberapa pengelola yang menyediakan jasa guide/ranger, life vest, sekaligus tempat parkir. Yang paling kondang di sini adalah Pelaruga. Ketakutan saya akan ramainya pengunjung sirna ketika mengetahui bahwa pagi itu hanya kami berenam yang menjadi pengunjung. Seperti punya kolam pribadi di belakang rumah saja loh, Mbak Fenny. Bantaran sungai yang dulunya didominasi sampah juga minim terlihat. Entah karena sepinya pengunjung di hari sabtu atau kesadaran para pengunjung yang sudah mulai meningkat. Hingga tengah hari, kami hanya bertemu dengan 1 rombongan lain. Rasanya seperti diberkahi kunjungan kali ini.

Vogue Pekanbaru, Sizzling Summer Issue

Vogue Pekanbaru, Sizzling Summer Issue

Tak hanya menikmati sungainya, saat itu kami melanjutkan petualangan hingga ke Air Terjun Teroh-Teroh yang jaraknya tak terlalu jauh dari titik utama Kolam Abadi. Dan tetap hanya diisi kita berenam dan ranger yang mengawasi kita dan menjaga barang-barang kita yang diamanahkan ke dirinya. Tak sia-sia bangun pagi-pagi di akhir pekan yang panjang.

Kolam Abadi atau yg juga dikenal Teroh-teroh hingga Air Terjun Tongkat (yg belum sempat kita sambangi) bisa jadi alternatif liburan yang bisa dilakoni day-trip dari Medan. Terlebih lagi (mungkin) penduduk Medan dan sekitarnya yang sudah mulai bosan dengan obyek wisata itu-itu aja yang pembangunannya secepat keong berjalan (baca : Danau Toba, Brastagi, dan Pantai Cermin) . Terbukti munculnya hot spot seperti Kolam Abadi, Pulau Berhala, atau Romance Bay yang mulai naik daun. Semoga saja jernihnya air Kolam Abadi tetap memikat wisatawan. Dibanjiri wisatawan sih boleh, dibanjiri sampah sampai hilang pesonanya sih jangan.

 

Paha...paha siapa ini kasih. Bikin tak enak hati.

Paha…paha siapa ini kasih. Bikin tak enak hati.

Mending manjat ini apa manjat hatimu?

Mending manjat ini apa manjat hatimu?

IMG_0794

Be careful

IMG_2145

Setahun Kemarin

Perjuangan Setahun Kemarin

Perjuangan Setahun Kemarin

Underwater

Underwater

Rombongan Lenong

Rombongan Lenong

Underwater

Underwater

Namaste, Ombol

Namaste, Ombol

Vogue Bangkinang, September Issue

Blue, blue, electric blue.

Blue, blue, electric blue.

Vogue Helvetia, Summer Breeze Issue

Vogue Helvetia, Summer Breeze Issue

Air Terjun Teroh-Teroh

Air Terjun Teroh-Teroh

29 comments on “Diberkahi Saat Kembali ke Kolam Abadi

  1. ndahdien
    May 28, 2015

    kokoooooh….. mau dunx diajak berendam ala putri raja di kolam yg super jernih ini. tapi kalo jalannya curam n licin siap-siap gendong aku yaaa
    *manja

    • Ari Azhari
      May 28, 2015

      Ah, kamu gak snorkling ga tubing pasti nebeng badanku yg bohay ini.

  2. cumilebay.com
    May 28, 2015

    Yaaaa Allah … pingin langsung kancutan dech jebur2 cakep di situ. Juli agustus ini insya allah bakal merapat lagi ke medan, please sambut aku dengan kasihmu

    • Ari Azhari
      May 28, 2015

      Juli kan Ramadhan, mas. Kamu harus tutup aurat dong.

      • Dian Rustya
        May 29, 2015

        Awas tergoda sama body om Cumi yang semlohai, Koh #Eh #Ngilang

      • cumilebay.com
        June 3, 2015

        Tenang … aku akan pake baju gamis transaparan dan dalemnya gstring hua hua

  3. Avant Garde
    May 28, 2015

    oi mak ….. (y)

  4. nyonyasepatu
    May 28, 2015

    koq gak ngajak2 sih huhu. mau dong ikut

    • Ari Azhari
      May 28, 2015

      Mbak Non, itu gara2 temen2 dari luar kota dateng. Bingung kan 3 hari di Medan ngapain aja.

      • nyonyasepatu
        May 28, 2015

        next time kabar2in ya Az kalau mau pergi rame2, siapa tau bisa join hehehe *gangguin*

  5. Dita
    May 28, 2015

    kak, ajak aku kesini….aku janji bakalan nyemplung trus mandi2 ala bidadari. Nanti dibawain cemilan pisang juga dehh…ya…ya….ya….😀

    • Ari Azhari
      May 28, 2015

      Kamu kapan ke Medannya?. Tapi nanti kalau singgah ke sini blognya berubah jadi “Rajin Mandi”.

  6. Halim Santoso
    May 28, 2015

    Kohhhh suk anter ke sini donk… eh tapi pas nggak weekend piye caramu anter? >.<

    • Ari Azhari
      May 28, 2015

      Huhuhu. Aku ga bisa keluar kantor kalo weekdays.

      • Dian Rustya
        May 29, 2015

        Kokoh pegawai teladan. Ga keluar kantor saat weekdays.
        Tapi kamu ga termasuk pegawai telatan kan, Koh?

  7. Dian Rustya
    May 29, 2015

    Airnya bening bangeeeetttt ….
    Apalagi yang pas foto sambil nyilem. Kayak ga ada airnya, saking beningnya

    • Ari Azhari
      June 16, 2015

      Dalam hati aku berharap gak rusak biar tetep bening begitu, mbak.

  8. samsul hudha
    May 29, 2015

    Subahanallah! Tau di sekitar Medan ada surga gini mah dulu ga bakal masuk2 ke Istana Maimun yg menyedihkan itu -_-

    • Ari Azhari
      June 16, 2015

      Hahahaha. Si Tesa pun udah pernah ke sini loh.

  9. zizadesita
    May 29, 2015

    Cantik banget airnya Pul!
    Kereeenn

  10. wisata kawah ijen
    June 1, 2015

    sumpah keren banget. kira2 ada yang tau gak transportasinya kalau ak berangkat dari jawa tengah buat kesana?

    • Ari Azhari
      June 16, 2015

      Mbaknya mungkin bisa ke Medan dulu, di Medan bisa rental mobil

  11. fanny fristhika nila
    June 3, 2015

    agghhh…… sbg org medan, aku malu ga tau objek wisata ini -__-… lebaran bsk aku mudik ke medan nih mas… mw kesana ah… moga2 aja lg ga mirip cendol ya tuh kolam :D…

    • Ari Azhari
      June 16, 2015

      Jangan sedih, Kak. Akupun baru tahu 2 tahun terakhir ini aja. Cuma kalo anak kecil agak susah karena naik-turun jalan ke sungainya.

  12. BaRTZap
    October 19, 2015

    wah asik kayaknya berenang-renang dan main air di sini, kayaknya wajib dikunjungi nih kalau misalnya kapan-kapan main ke Medan. Kalau weekday sepi khan ya?

    • Ari Azhari
      October 29, 2015

      Halo, Bart. Kalo weekdays sepi kata ranger yg tugas di sini. Sabtu juga ga terlalu rame. Minggu yg kayak cendol.

  13. Eksapedia
    August 8, 2016

    Mantep pakai banget om😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 28, 2015 by in travel and tagged , , , , , .

#archives

#categories

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 268 other followers

Follow Eat│Play│Repeat on WordPress.com
%d bloggers like this: