Eat│Play│Repeat

Here, There, and Everywhere

Tren Selebar Daun Kelor

IMG_4164

Matcha vs Moringa

Green tea atau Matcha beberapa tahun belakangan jadi tren makanan di Indonesia. Apapun yang diberi rasa green tea tampaknya jadi primadona di pasaran. Dari martabak manis, waffle, ice cream, hingga makanan tradisional seperti kue cubit dan keripik pisang laris manis ketika tersedia varian green tea. Sampai-sampai pemilik blog yang masih jomlo ini ingin melumuri diri dengan green tea agar laris manis tanjung kimpul. Yah, namanya juga usaha.

Berbeda dengan negera kita, tren matcha/green tea tidak begitu menggema di hati penggemarnya di Filipina. Jenis daun lainnya yang kini sedang kondang di negara yang dipimpin oleh Presiden Noynoy Aquino. Malunggay adalah sebutannya dalam Bahasa Tagalog. Bagi pecinta kosmetik, pasti sudah familiar dengan nama komersialnya yaitu Moringa; dan dalam bahasa Indonesia dikenal dengan nama Daun Kelor. Iya, daun yang naik daun lewat pepatah itu #daunception.

IMG_4569

Moringa Powder

Sejak rutin setahun sekali mengunjungi Filipina dari tahun 2011, baru sedikit melihat makanan yang diberi embel-embel Malunggay/Moringa di Filipina. Levelnya baru menyentuh produk herbal tradisional. Semuanya berbeda saat kunjungan terakhir pertengahan tahun ini, daun yang satu ini benar-benar jadi tren. Segala makanan ditambahin embel-embel Moringa/Malunggay ditambah efek kesehatan yang terpampang di kemasannya.

Jika mengunjungi Salcedo Community Market di sabtu pagi atau Legazpi Sunday Market, mata kita pasti menemukan penjual minuman-minuman herbal yang salah satu variannya adalah Moringa. Selain minuman siap saji, dia juga menjual bubuk Moringa ala Nutri Sari. Berjalanlah ke Kultura, pusat oleh-oleh khas Filipina dan silahkan terkesima karena segala snack berbau Moringa yang ada di pojok oleh-oleh makanan. Mulai dari Polvoron, Cheese Stick, Chocolate. Di Fiesta Market (Market! Market! Bonifacio Global City), pusat oleh-oleh dari segala provinsi di Filipina, Daun kelor banyak ditemui dalam bentuk konsentrat, serbuk teh yang dicampur daun sereh dan kunyit, dan Lengua de Gato (Kue Lidah Kucing). Tinggal tunggu aja nih Chef Tony’s Popcorn bikin varian daun kelor.

Saat kembali ke Medan, ‘teror’ Daun Kelor belum berhenti juga. Sewaktu makan di Chat, yang pemiliknya adalah seorang Filipino, terdapat kotak Pastel (oleh-oleh khas Cagayan de Oro) yang khusus menyediakan rasa Daun Kelor ini. Charito, pemilik Chat’s, menceritakan bahwa Daun Kelor di Filipina umumnya digunakan sebagai sayur tanpa nilai tambah signifikan. Belasan tahun tidak pulang ke Filipina, dia kaget begitu saya menceritakan tren Moringga yang lagi menyerang Filipina.

Kalau ditanya rasanya daun kelor, saya masih bingung juga sih menjelaskannya seperti apa. Produk pertama yang saya coba adalah Moringa Cooler. Minuman dingin yang dijual di Legazpi Sunday Market. Rasanya sedikit asam dan sedikit langu seperti rasa jamu beras kencur. Karena penasaran dengan rasanya, saya pun membawa pulang sebungkus bubuk Moringa sebagai pasalubong untuk keluarga di rumah. Hasilnya? saya doang yang minum karena pada gak doyan. Hehehehe.

IMG_3150

Moringa Herb Cooler at Legazpi Sunday Market

IMG_3400

Malunggay Powder & Malunggay Snack

29 comments on “Tren Selebar Daun Kelor

  1. 'DLostTraveler
    December 17, 2015

    Wanna grab one of those🙂

  2. medilubis
    December 17, 2015

    btw, cemana la bentuk daun kelor itu?

  3. denaldd
    December 17, 2015

    Ngakak paragraf pertama haha. Daun kelor ini ga asing buatku. Sejak kecil sudah biasa makan sayur bening kelor. Buah kelor yang namanya klentang juga enak dibuat sayur asem. Makanan sehari2 yang tinggal di Situbondo (Jatim juga kayaknya). Dan biasa dipakai buat mandiin jenazah juga. Eh pindah Belanda lha kok ternyata Klentang dan Daun Kelor ada juga dipasar sini. Hebat ya mereka ngintilin aku hehe. Malah baru tahu namanya Moringa. Pernah pakai produknya The Body Shop yang Moringa ini. Thanks ya buat infonya🙂

    • Ari Azhari
      December 19, 2015

      Sayur bening daun kelor rasanya gimana, mbak? Seenak sayur bening daun katuk?

      • denaldd
        December 19, 2015

        Iya, persiiiisss seperti sayur bening daun katuk rasanya. Dan bumbunya juga sama.

  4. Gara
    December 17, 2015

    Wahai, saya baru tahu kalau Moringa itu kelor! Tapi apa sama dengan kelor yang saya ketahuikah? Soalnya setahu saya aroma kelor yang saya tahu tidak sewangi Moringa yang beredar secara luas (saya pertama kali tahu moringa adalah sebagai parfum :hehe). Keren ya, padahal di daerah saya kelor cuma dijadikan sayur dan alat pengusir setan :hihi. Mudah-mudahan ini bisa mengubah stigma kelor juga :hehe.

    • Ari Azhari
      December 19, 2015

      Kalau sudah diproduksi jadi kosmetik, pastinya dikasih parfum artifisal jd wanginya beda dengan produk aslinya. Hahaha, aku baru denger Daun Kelor pengusir setan. Gimana caranya?

      • Gara
        December 21, 2015

        Setannya dipukul pakai daun kelor :hihi. Itu juga kalau berani tanding hadap-hadapan dengan si setan, sih. Saya mah kabur… :hihi.

  5. Halim Santoso
    December 18, 2015

    Daun Kelor ngetrens di Philipines tapi enggak di Indonesia? Wah samting werong ini, mari bikin hits Moringa hahaha. *brb nandur daun Kelor*

    • Ari Azhari
      December 19, 2015

      Pokoke di sini apa-apa green tea!!! Semua green tea!!!

  6. Avant Garde
    December 18, 2015

    hahaha… aneh dan unik filipina mah, aku gak suka bau daun kelor om🙂

  7. rosaamalia
    December 18, 2015

    Oooh moringa itu daun kelor ya… Baru tauu…

    • Ari Azhari
      December 19, 2015

      Aku pun juga, ros. Sejak cari tau Moringa itu apa.

      • rosaamalia
        December 20, 2015

        Ak jd pnasaran, moringa yg di bodyshop itu si daun kelor jg bukan ya

      • Ari Azhari
        December 22, 2015

        Kalau Moringa yg di Bodyshop iu bunganya, Ros. Yg banyak dipake di Philippines itu daunnya.

      • rosaamalia
        December 22, 2015

        Oiya bener2, ak googling mirip antara moringa flower sm logonya yg di bodyshop. Enak tuh wanginya *bukan endorse*

        Mungkinkah Indonesia juga akan mengalami tren daun kelor? *bacanya ala feni rose*

  8. noerazhka
    December 20, 2015

    Eh seriusan Moringa itu daun kelor? Aku ngiranya selama ini apa coba? Semacam jenis melati-melatian gitu. Hahahaha ..😀

    • Ari Azhari
      December 22, 2015

      Wahahaha. Aku pun ngiranya sejenis bunga-bungaan loh. Abis bunya enak sih…buat dimakan
      *makan melati*

    • Ari Azhari
      December 22, 2015

      Eh tapi yg dipakai buat aroma kosmetik itu Bunganya, bukan daunnya.

  9. cumilebay.com
    December 21, 2015

    Kak … malungay ini khusus buat gay yg pemalu yaaa ???? #laluDigampar
    Ini ngak boleh di konsumsi oleh orang yg pake susuk yaaa, ntar susuk nya bsa rontok semua hahaha

    • Ari Azhari
      December 22, 2015

      Malu-malu kucing (Sarinah), kak? Daun Kelor ini ga boleh dikonsumsi sama orang yg hobi pake kolor
      *lirik Mas Cumi*

      • cumilebay.com
        January 4, 2016

        Tapi aku ngak pake susuk lho hahaha

  10. myra anastasia
    December 22, 2015

    saya belum pernah nyobain daun kelor.😀

  11. meidianakusuma
    January 11, 2016

    Kak, kamu kayaknya cocok banget loh jadi tour guide aku di pilipinn *nyengir minta digampar*

    • Ari Azhari
      January 18, 2016

      Boleh aja, kak. Tapi kamu jadi donatur aku untuk Down Under Trip ya? Cocok???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on December 17, 2015 by in F&B, Philippines, Tradisional, travel and tagged , , .

#archives

#categories

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 268 other followers

Follow Eat│Play│Repeat on WordPress.com
%d bloggers like this: