Eat│Play│Repeat

Here, There, and Everywhere

Ipoh : Sekapur Sirih

Sebenarnya geli sendiri waktu bikin post ini. Kunjungan ke Ipoh dilakukan saat Malindo Air terbang perdana dari Medan akhir tahun kemarin…dan sekarang rutenya sudah keburu tutup. Kalau teman saya Dita punya blog Si Males Mandi, rasanya cukup wajar kalau blog ini ganti nama jadi Si Males Posting.

Keberangkatan saya ke Ipoh sebenarnya berawal dari rengekan adik saya yg nomor 2 yang sedang luang dari sibuknya kegiatan di kantor. Untungnya rengekannya bertepatan dengan promo Malindo Air yang membuka rute Ipoh-Medan (yang kini sudah jadi sirna). Apalagi penerbangan perdana di hari Jumat yang bisa diakali untuk weekend trip. Palu diketuk dan kami berangkat ke Ipoh bermodal tiket pp di bawah sejuta untuk 2 orang. Yeah!

IMG_4775

Tak ada ekspektasi apa pun mengenai Ipoh karena tiket dibeli baru 3 hari sebelum keberangkatan sehingga waktu untuk browsing sungguh terbatas. Yang saya tahu, Ipoh terkenal dengan komoditi yang kini berlomba-lomba menjadi putih seperti gadis remaja yang gak pede kalo dirinya hitam, yakni White Coffee. Ipoh juga menjadi kota transit bagi yang hendak bepergian ke Cameron Highland. Selain itu, saya buta sama sekali tentang Ipoh.

45 menit setelah lepas landas, kami mendarat di Lapangan Terbang Sultan Azlan Shah yang kecil namun tampak resik. Tak ada fasilitas angkutan umum dari bandara menuju kota seperti di KLIA atau Penang, yang ada hanya jejeran taksi berwarna perak yang menunggu di luar. Harga tetap 25 Ringgit dari bandara ke pusat bandar telah dipatok. Dan sebuah Mercy tua membawa kami langsung menuju penginapan, Hotel Ibis Styles yang baru saja dibuka beberapa bulan. Kawasan pemukiman yang rapi dan asri penuh pepohonan menghiasi pemandangan selama perjalanan dari bandara ke pusat kota. Layaknya sedang berkendara di BSD City atau Bintaro Jaya.

Akses internet di hotel yang lumayan kencang memberi kita informasi bahwa letak hotel kita tak jauh dari kota tua Ipoh yang mirip dengan Georgetown – Penang namun dalam skala yang lebih kecil. Kota tua Ipoh tadi bermuara di sisi barat Sungai Kinta dan berujung di Stasiun Kereta Api Ipoh yang bergaya Moorish dan mengingatkan kita akan Stasiun Kuala Lumpur yang kini hanya digunakan untuk jalur KTM Komuter. Penduduk Ipoh sangat bangga karena sekarang hanya Stasiun Kereta Api Ipoh kolonial yang masih digunakan untuk jalur kereta regional, berbeda nasib dengan Stasiun Kuala Lumpur ataupun Stasiun Tanjung Pagar Singapura.

Ibis Style Ipoh

Ibis Style Ipoh

IPOH OLD TOWN

Tak lama setelah check-in, kami beranjak menuju kota tua Ipoh dengan berjalan kaki menyusuri Jalan Sultan Iskandar. Ipoh tampak sepi, tak ada kemacetan lalu lintas di jalanan yang ukurannya tak terlalu lebar. Berbeda dengan Georgetown yang sekarang makin ramai. Bangunan tua berwarna-warni tampak rapi tersusun mengingatkan Penang dan Malaka. Sementara bangunan tua pemerintahan tampak menetralkan mata dengan warna putih gading dan krem dengan arsitektur kolonial yang elegan. Tak musnah digilas zaman.

Beberapa bangunan tampak alih fungsi menjadi toko-toko dan tempat kuliner modern. Beberapa pujasera terutama yang menyediakan Chinese food maupun masakan Mamak (Moslem Indian) tampak menyeruak di sudut-sudut kota tua. Berkompetisi dengan coffeeshop modern yang sedang naik daun dan ramai diulas oleh bloggers negara jiran.

Yang perlu sedikit diperhatikan di kota tua ini adalah nama jalan. Beberapa masih menggunakan nama lama yang berbau Inggris padahal sudah ada nama resminya. Jalan Iskandar yang merupakan jalan utama di kota tua masih sering disebut dengan Hugh Low Street. Sedangkan Jalan Raja Muda Aziz masih ada yang menyebut dengan Anderson Road. Daftar lengkap perubahan nama jalan ada di artikel Wikipedia ini.

Ipoh Train Station

Ipoh Train Station

Typical Peranakan Shophouse

Typical Peranakan Shophouse

GASTRO

Nah, setiap berkunjung di suatu tempat, gak mungkin dong saya yang berukuran plus size ini gak beranjangsana ke tempat makan. Saya yang buta makanan Ipoh selain horfun dan white coffee amat sangat tertolong artikel bloggers Malaysia yang telah banyak mengulas tempat memuaskan dahaga maupun lapar baik yang modern maupun yang tradisional. Dari sekian banyak artikel, saya kira artikel 34 Cafes to Visit in Ipoh ini yang paling jawara!

Setelah menimbang akses dan lokasi, kami hanya sempat singgah ke Burps & Giggles (yg bergabung dengan Missing Marbles) serta singgah ke area Sekeping Kong Heng. Smoked Duck Bagel, Poulet Burger, dan Chicken-Mango sungguh sayang untuk dilewatkan. Selain makanan modern, Ipoh terkenal dengan hidangan Ayam Tauge yang jumlah restorannya membanjiri penjuru kota tua.

the rich Poulet Burger (grilled chicken, pineapple, & cucumber)

the rich Poulet Burger (grilled chicken, pineapple, & cucumber)

the succulent Spiced Chicken Crepes with corriander, onion, red chili, & mango!

the succulent Spiced Chicken Crepes with corriander, onion, red chili, & mango!

the wickedly delicious Smoked Duck & Foie Gras Mousse Bagel

the wickedly delicious Smoked Duck & Foie Gras Mousse Bagel

MARKET! MARKET!

Teman-teman dekat saya pasti tahu banget tingkah saya yang kalau jalan-jalan selain mencari kawasan kota tua dan makanan pastinya singgah ke pasar. Sekitar kawasan kota tua Ipoh memang tidak ada pasar kecuali Little India di sekitar Jalan Bendahara. Namun, saat malam tiba, sisi utara Jalan Dato Tahwil Azhar berubah menjadi pasar malam yang menjual Palu Gada…apa lu mau gue ada. Bahkan ada yang menyediakan jasa refleksi kaki di bawah sinar bulan juga.

Pada Minggu pagi, Jalan Horley dan beberapa blok sekitarnya berubah menjadi pasar loak yang dikenal dengan nama Memory Lane sesuai barang dagangan berupa barang koleksi. Mulai dari koin, perangko, uang kertas, kartu pos, elektronik, hingga memorabilia dari restoran cepat saji pun dijual di sini. Di persimpangan Jalan Horley dan Jalan Lim Bo Seng, penjual barang-barang keperluan sehari-hari bisa ditemukan mulai dari penjual ikan segar, buah segar, sayuran, sandang, pangan, dan charger ponsel pun ada. Sayangnya, kami hanya mengunjungi pasar ini hanya sekitar 1,5 jam karena penerbangan kembali ke Medan pada minggu tengah hari. (Realita : kelamaan di breakfast buffet Ibis Style!).

IMG_6211

IMG_6225

Rute Malindo Air untuk Kualanamu-Ipoh memang sudah tiada dan telah digantikan Sriwijaya Air. Tapi sekarang akses ke Ipoh semakin gampang dengan adanya Electric Train Service (ETS) dari stasiun KL Sentral. ETS dengan kecepatan maksimal 160 km/jam ini menempuh perjalanan 2-2,5 jam dan tersedia 10x kali perjalanan sehari dengan layanan Gold & Silver Class. Bahkan ETS Ipoh-Padang Besar Station pun kini tersedia sehingga akses dari Ipoh ke Penang via Butterworth semakin gampang. Jadwal ETS Train bisa diunduh dari web KTMB.

Coffeeshop with Hopscotch Floor

Coffeeshop with Hopscotch Floor

Ipoh Old Town

Ipoh Old Town

Want some?

Want some?

#OOTD Om-Om of The Day

#OOTD
Om-Om of The Day

Kellie's Castle Ruin

Kellie’s Castle Ruin

IMG_5081

31 comments on “Ipoh : Sekapur Sirih

  1. sikiky
    January 18, 2016

    saya selalu pengen ke Ipoh deh. soalnya dulu suka baca komiknya Muhammad Lat (LAT series komik) he grew up in Ipoh.
    terus dulu suka nonton filmnya Yasmin Ahmad yang settingnya selalu (ato kebanyakan) di Ipoh.
    thn 2011 ke Penang, ngga sempat mampir. Nice article btw! di bookmark lah buat catatan pergi ntah kapan kapan :))

    • Ari Azhari
      January 18, 2016

      Mbak Ki, sekarang ada Yasmin Ahmad museum loh di old town Ipoh. Pengin balik juga ke sana. Suasana di Ipoh ga terlalu ramai, cocok untuk menyepi bbrp hari.

      • sikiky
        January 18, 2016

        iya ih! jadi ingin. mulai gila nih butuh liburan 😂😂😂

  2. Gara
    January 18, 2016

    Itu Fanta di sana masih kemasan lama ya :hehe. Kotanya sederhana tapi berkesan, seperti sarat kenangan dengan banyak kuliner lezat di sana :hehe. Bagus buat jalan-jalan dengan tenang, pelan-pelan menyusuri blok-blok kuliner bersejarah, cuma ya kalau terburu-buru mengejar pesawat kan peer juga :hihi.
    Kota yang berkesan!

    • Ari Azhari
      January 19, 2016

      Itu pajangan doang, gar. Kalau diminum kelar lah hidup. Emang kotanya kecil banget kayak kota kabupaten di sini, tapi asri dan sepi. Menyenangkan untuk kabur dari kesibukan kota besar.

      • Gara
        January 20, 2016

        Iya, di kota itu waktu seolah melambat :)).

  3. Danan Wahyu Sumirat
    January 18, 2016

    lucu nih ipoh… kayaknya bisa dijadikan rencana trip selanjutnya

    • Ari Azhari
      January 19, 2016

      Om Danan kan tinggal nyeberang terus lanjut naik KA. Gih, meluncur.

  4. neng fey
    January 18, 2016

    gw aja baru tau ada kota namanya ipoh hehehe

    • Ari Azhari
      January 18, 2016

      Ish, tempat lahirnya Michelle Yeoh loh.

      • neng fey
        January 18, 2016

        ahahaha, ga tauuuu

  5. cumilebay.com
    January 18, 2016

    Serem amat itu pisau nancep di burger hahaha, eh tapi masih mending ngak nancep di hati
    Btw malindo nutup rute karna tingkat penumpang nya dikit yaaa ??? Air asia juga mau mengurangi jadwal terbang bandung – KL pp nya #sedih

    • Ari Azhari
      January 25, 2016

      Cukup rasa rindu dan cinta saja yang boleh nancap di hati, mz. Mungkin traffic dan kurangnya promosi bikin tutup. Padahal Kualanamu sempat jadi bandara yang semua anak usaha Lion Air singgah dari Lion, Batik, Wings, Thai Lion Air, dan Malindo.

      • cumilebay.com
        February 1, 2016

        Mungkin hatiku ku juga perluh singgah di kualanamu kalo begitu

  6. Avant Garde
    January 19, 2016

    sering liat Ipoh di peta, taoi kayaknya jarang yang kesini ya koh… selalu syuka (horni) deh liat bangunan2 tua🙂

    • Ari Azhari
      January 25, 2016

      Lebih tenang dan sepi dari Penang ini, loh. Akses udah gampang.

      • Avant Garde
        January 25, 2016

        apah? gampang? untung gak ngomong ini di malaysia hahaha…

      • Ari Azhari
        January 25, 2016

        Tingal naik kereta dari KL, hehehehe. Dari Medan udah tutup😦

      • Avant Garde
        January 25, 2016

        ke malaysia aja belum pernah koh… #banting paspor :((

  7. Dita
    January 19, 2016

    (((om-om of the day)))
    Kayaknya sepi yaaa, duh nyesel kemaren gak ke sini

  8. Matius Teguh Nugroho
    January 21, 2016

    Ipoh adalah jawaban para pecinta kota tua dan mural street art yang sudah pengap dengan kemacetan Georgetown😐

    Aslik! Georgetown macet, termasuk di highway!

    • Ari Azhari
      January 25, 2016

      Sudah macet dan panasnya ruarrr biasa. Ipoh ini masih enak dapet semilir-semilir bukit.

  9. Fanny f nila
    January 30, 2016

    Aku nyeseeel bgt pas masih kuliah di penang, ga ada niat utk mengeksplore malaysia -__-.. palingan yg divisit cuma KL, Kedah dan state yg deket2 ama KL.. Ipoh blm pernah kesana.. kalo diliat foto2nya, iya yaaa, sepertinya kotanya tenang kayak penang🙂

    • Ari Azhari
      March 7, 2016

      Penang sekarang macet banget kalo weekend, Mbak Ipoh bisa jadi alternatif. Hanya2 jam dengan Electric Train. Banyak coffeeshop lucu juga.

  10. BaRTZap
    March 1, 2016

    Wah ternyata Ipoh lebih seru dari yang saya bayangkan. Sempat kepikiran untuk mampir ke Ipoh waktu ngetrip ke Malaysia, cuma karena waktunya singkat mungkin lain kali aja. Makasih ulasan singkatnya🙂

    • Ari Azhari
      March 7, 2016

      Paling kaget itu waktu weekend ada pasar kaget yang rame banget, pas hari biasa kotanya sepi banget.

      • BaRTZap
        March 7, 2016

        Secara umum kotanya sepi banget ya?

      • Ari Azhari
        March 7, 2016

        Downtownnya agak sepi, tapi kl sore pulang kerja banyak keramaian di kota tuanya krn tempat makan dan pasar malam.

      • BaRTZap
        March 7, 2016

        Noted. Makasih infonya. Jadi pengen main ke Ipoh🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 18, 2016 by in Jalan-jalan, Malaysia, travel and tagged , , .

#archives

#categories

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 268 other followers

Follow Eat│Play│Repeat on WordPress.com
%d bloggers like this: